Dr Ivan Tham Weng Keong

Dr Ivan Tham Weng Keong Top Dokter Spesialis Onkologi Radiasi di Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Singapura

Dr Ivan Tham Weng Keong adalah dokter spesialis onkologi radiasi yang berpraktik di Parkway Cancer Centre, Gleneagles Hospital, dan Mount Elizabeth Hospital Singapura. Beliau dikenal sebagai Konsultan Senior Ahli Onkologi Radiasi dengan minat khusus pada penanganan kanker kepala dan leher, kanker paru, serta berbagai kasus kanker yang membutuhkan terapi radiasi. Dengan latar belakang pendidikan kedokteran dari National University of Singapore dan pelatihan spesialis radioterapi sejak tahun 2006, Dr Ivan Tham Weng Keong menjadi salah satu dokter yang dapat dipertimbangkan bagi pasien Indonesia yang ingin mendapatkan terapi kanker di Singapura.

Beliau memiliki pengalaman dalam menggunakan berbagai teknik radioterapi modern, mulai dari stereotactic radiosurgery (SRS), stereotactic body radiotherapy (SBRT), stereotactic ablative body radiotherapy (SABR), image-guided radiotherapy, 3D conformal radiotherapy, hingga brakiterapi. Teknik-teknik ini membantu dokter memberikan radiasi secara lebih terarah ke area kanker, sehingga jaringan sehat di sekitarnya dapat lebih terlindungi. Bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan Dr Ivan Tham Weng Keong, Kavalink dapat membantu proses pembuatan janji, koordinasi dokumen medis, hingga kebutuhan perjalanan berobat ke Singapura tanpa menambah tagihan rumah sakit.

layanan kavalink, berobat ke luar negeri

Keahlian Dr Ivan Tham Weng Keong

Dr Ivan Tham Weng Keong menyelesaikan pendidikan kedokteran di National University of Singapore pada tahun 2000. Beliau kemudian mulai menjalani pelatihan dalam bidang radioterapi pada tahun 2006 dan menyelesaikan program fellowship di Royal Australian and New Zealand College of Radiologists pada tahun 2009. Selain terdaftar sebagai dokter spesialis onkologi radiasi di Singapura, beliau juga diakui oleh Australian Medical Council dan Australian Health Practitioner Regulation Agency.

Salah satu keahlian utama Dr Ivan Tham Weng Keong adalah menangani kanker kepala dan leher. Kanker kepala dan leher dapat mencakup kanker pada rongga mulut, tenggorokan, laring atau pita suara, hidung, sinus, kelenjar ludah, dan area sekitar leher. Gejalanya bisa berupa benjolan di leher, suara serak yang tidak membaik, sulit menelan, sariawan yang tidak sembuh, atau mimisan berulang. Pada kondisi tertentu, radioterapi digunakan untuk mengecilkan tumor, membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi, atau menjadi terapi utama bila operasi tidak memungkinkan.

Beliau juga memiliki perhatian khusus pada kanker paru. Kanker paru sering kali baru terdeteksi ketika gejala sudah cukup berat, seperti batuk lama, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, berat badan turun, atau mudah lelah. Pada pasien kanker paru, radioterapi dapat digunakan bersama kemoterapi, imunoterapi, terapi target, atau sebagai terapi lokal untuk mengendalikan pertumbuhan kanker. Untuk beberapa pasien dengan kanker paru stadium awal yang tidak dapat menjalani operasi, teknik SBRT atau SABR dapat menjadi pilihan karena radiasi diberikan secara sangat presisi dengan dosis tinggi pada area tumor.

Dr Ivan Tham Weng Keong berpengalaman menggunakan stereotactic radiosurgery atau SRS. Walaupun disebut “surgery”, SRS bukan operasi dengan sayatan. Prosedur ini menggunakan radiasi dosis tinggi yang diarahkan sangat tepat ke target kecil, misalnya tumor di otak atau area tertentu yang sulit dijangkau. Biasanya, tindakan ini dapat dilakukan dalam satu kali atau beberapa kali sesi, tergantung ukuran, lokasi, dan kondisi pasien. Tujuannya adalah menghancurkan sel kanker atau menghambat pertumbuhannya dengan kerusakan minimal pada jaringan sehat.

Selain SRS, beliau juga menangani terapi SBRT dan SABR. Kedua teknik ini digunakan untuk memberikan radiasi dosis tinggi ke tumor di bagian tubuh, seperti paru, hati, tulang belakang, atau area lain yang sesuai. Karena radiasi diarahkan dengan sangat akurat, dokter perlu melakukan perencanaan detail menggunakan pencitraan medis seperti CT scan atau MRI. Durasi terapi dapat berbeda-beda, tetapi pada banyak kasus SBRT atau SABR dilakukan dalam beberapa sesi, bukan setiap hari selama berminggu-minggu seperti radioterapi konvensional.

Dr Ivan Tham Weng Keong juga menggunakan image-guided radiotherapy dan IMRT. Image-guided radiotherapy berarti radioterapi dipandu gambar, sehingga posisi tumor dapat diperiksa sebelum atau selama terapi. Sementara itu, IMRT adalah teknik yang mengatur intensitas sinar radiasi agar dosis tinggi bisa fokus ke tumor, sedangkan organ penting di sekitarnya lebih terlindungi. Teknik ini sering digunakan untuk kanker yang berada dekat organ sensitif, misalnya kanker kepala dan leher yang dekat dengan kelenjar ludah, saraf, mata, atau tenggorokan.

Teknik 3D conformal radiotherapy atau 3DCRT juga termasuk dalam pengalaman beliau. Teknik ini menggunakan gambaran tiga dimensi dari tumor agar radiasi dapat mengikuti bentuk tumor dengan lebih baik. Dibandingkan radioterapi lama yang lebih sederhana, 3DCRT membantu membuat terapi lebih terarah. Pada beberapa kasus, 3DCRT masih menjadi pilihan yang efektif, tergantung jenis kanker, ukuran tumor, lokasi, dan tujuan terapi.

Keahlian lainnya adalah brakiterapi. Brakiterapi adalah terapi radiasi dari jarak dekat, yaitu sumber radiasi ditempatkan di dalam atau sangat dekat dengan area kanker. Dengan cara ini, dosis radiasi dapat diberikan langsung ke area target. Brakiterapi sering digunakan pada beberapa jenis kanker tertentu, misalnya kanker ginekologi, prostat, atau area lain sesuai evaluasi dokter. Pasien biasanya perlu menjalani pemeriksaan lengkap terlebih dahulu untuk menentukan apakah prosedur ini cocok.

Baca juga: Dr Chia Chung King Top Dokter Spesialis Gastroenterologi di Gleneagles Medical Centre

Jadwal Praktek Dr Ivan Tham Weng Keong di Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Singapura

Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Hal ini penting karena jadwal dokter dapat berubah, permintaan konsultasi bisa tinggi, dan ada dokumen yang perlu dipersiapkan, seperti rekam medis, hasil pemeriksaan laboratorium, hasil radiologi, CT scan, MRI, PET scan, atau ringkasan pengobatan sebelumnya.

Hari Waktu
SeninSesuai pembuatan janji
SelasaSesuai pembuatan janji
RabuSesuai pembuatan janji
KamisSesuai pembuatan janji
JumatSesuai pembuatan janji
SabtuSesuai pembuatan janji
MingguSesuai pembuatan janji

Alamat rumah sakit:

Gleneagles Hospital
6 Napier Road, Singapura

Mount Elizabeth Hospital
3 Mount Elizabeth, Singapura

Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Hospital merupakan bagian dari jaringan layanan kesehatan ternama di Singapura yang sering menjadi tujuan pasien internasional, termasuk pasien dari Indonesia. Untuk bidang kanker, pasien dapat mengakses layanan konsultasi onkologi, pemeriksaan penunjang, radioterapi, kemoterapi, serta koordinasi perawatan kanker yang lebih menyeluruh melalui tim medis terkait. Keberadaan Parkway Cancer Centre juga menjadi nilai tambah karena pasien kanker umumnya membutuhkan pendekatan multidisiplin, mulai dari dokter onkologi radiasi, onkologi medis, dokter bedah, ahli radiologi, hingga tim perawat kanker.

Baca juga: Dr Ho Siew Hong Top Dokter Urologi di Gleneagles Hospital Singapura

Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr Ivan Tham Weng Keong dan Cara Buat Janji

Estimasi biaya konsultasi dengan dokter spesialis di Singapura umumnya dapat berada di kisaran SGD 200 sampai SGD 450, tergantung rumah sakit, jenis konsultasi, durasi konsultasi, dan kebutuhan evaluasi medis tambahan. Biaya ini belum termasuk pemeriksaan penunjang, radioterapi, obat-obatan, tindakan medis, atau biaya administrasi rumah sakit. Sebagai gambaran umum dari data biaya konsultasi dokter di beberapa negara, biaya dapat berbeda-beda sesuai negara tujuan dan fasilitas medis yang dipilih.

Jika ingin membuat janji dengan Dr Ivan Tham Weng Keong, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp di 0811-1446-777. Menggunakan layanan Kavalink tidak akan menambah tagihan rumah sakit. Kavalink dapat membantu mengatur janji temu dengan dokter, mempersiapkan dokumen medis, membantu komunikasi dengan pihak rumah sakit, mengatur penjemputan bandara, menyediakan medical escort bila dibutuhkan, serta mendampingi kebutuhan lain selama proses berobat.

Artikel ini telah direview oleh

Kavalink Medical Team

Medical Travel Facilitator