Dr. Lim Siew Kuan Top Bedah Payudara dan Rekonstruksi di Solis Breast Care and Surgery Centre

Dr. Lim Siew Kuan Top Bedah Payudara dan Rekonstruksi di Solis Breast Care and Surgery Centre

Dr Lim Siew Kuan adalah seorang Senior Consultant dan ahli bedah payudara yang diakui di Singapura. Beliau memiliki spesialisasi dalam menangani berbagai kondisi payudara, baik yang bersifat jinak (non-kanker) maupun ganas (kanker). Dengan latar belakang pendidikan kedokteran dari National University of Singapore (NUS), Dr Lim Siew Kuan meraih gelar MBBS serta Master of Medicine (Surgery). Beliau kemudian melanjutkan pelatihan lanjutan dalam bidang bedah dan diakui sebagai Fellow of the Royal College of Surgeons of Edinburgh pada tahun 2011.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam dunia medis, Dr Lim pernah berpraktik di Mount Elizabeth Novena Specialist Centre sebelum bergabung di Royal Square Medical Centre. Beliau juga mendapatkan Human Manpower Development Programme Scholarship pada tahun 2013 yang membawanya menjalani fellowship di National Cancer Center Korea, mempelajari teknik bedah terkini termasuk Breast Oncoplastic dan Reconstructive Surgery. Semua pencapaian ini menjadikan beliau salah satu pakar bedah payudara yang sangat dihormati di kawasan Asia.

layanan kavalink, berobat ke luar negeri

Keahlian Dr Lim Siew Kuan

Bedah Onkoplastik Payudara

Dr Lim Siew Kuan merupakan salah satu ahli di Singapura yang terlatih dalam Breast Oncoplastic Surgery. Prosedur ini menggabungkan pengangkatan tumor kanker payudara dengan teknik bedah plastik untuk mempertahankan bentuk payudara tetap estetis. Tindakan ini umumnya dilakukan pada pasien dengan kanker payudara stadium awal hingga menengah. Operasi berlangsung sekitar 2–4 jam, dan pasien biasanya membutuhkan pemulihan 2–4 minggu. Pada beberapa kasus mastektomi (pengangkatan seluruh payudara), prosedur ini juga memungkinkan rekonstruksi payudara langsung, sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi terpisah.

Selain meningkatkan hasil medis, bedah onkoplastik juga penting untuk menjaga kesehatan mental pasien. Banyak perempuan merasa kehilangan kepercayaan diri setelah operasi pengangkatan payudara. Dengan teknik ini, bentuk payudara dapat dipertahankan atau direkonstruksi, membantu pasien kembali menjalani kehidupan dengan percaya diri.

Rekonstruksi Payudara dengan Teknik Latissimus Dorsi Flap

Rekonstruksi payudara dilakukan bagi pasien yang telah menjalani mastektomi akibat kanker. Dr Lim Siew Kuan terlatih dalam berbagai teknik seperti latissimus dorsi flap, yaitu teknik rekonstruksi payudara dengan menggunakan otot punggung untuk membentuk payudara, implan silikon, hingga transfer lemak tubuh. Prosedur ini dapat berlangsung 4–8 jam, tergantung teknik yang digunakan. Masa pemulihan biasanya 6–8 minggu, dengan kemungkinan memerlukan fisioterapi untuk mempercepat adaptasi tubuh.

Di Singapura, rekonstruksi payudara semakin sering dipilih karena terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien pasca kanker. Data menunjukkan, lebih dari 50% pasien yang menjalani rekonstruksi merasa lebih puas dengan kondisi psikologis mereka dibandingkan pasien yang tidak melakukannya.

Penanganan Mastitis Granulomatosa

Selain kanker, Dr Lim Siew Kuan juga berpengalaman dalam menangani mastitis granulomatosa, yaitu peradangan kronis pada jaringan payudara. Kondisi ini sering menyerupai kanker, sehingga diagnosis tepat sangat penting. Penanganannya dapat berupa kombinasi operasi dan pengobatan medis. Pemulihan bervariasi antara beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung tingkat keparahan dan apakah pasien memiliki faktor risiko kambuh.

Dr Lim Siew Kuan mempublikasikan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan mastitis granulomatosa, membuat beliau mendalami kondisi ini dengan lebih dalam.

Pemeriksaan dan Skrining Kanker Payudara

Dr Lim juga aktif dalam kampanye kesadaran deteksi dini kanker payudara melalui mammogram screening. Beliau pernah melakukan studi mengenai tingkat pengetahuan dan persepsi wanita Singapura terhadap mammogram. Pemeriksaan ini sangat penting, karena kanker payudara yang ditemukan pada stadium awal memiliki tingkat kesembuhan lebih dari 90%.

Bagi pasien, pemeriksaan mammogram biasanya hanya memakan waktu 15–20 menit tanpa perlu rawat inap. Pemeriksaan rutin setiap 1–2 tahun sangat dianjurkan terutama bagi perempuan di atas 40 tahun atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Baca juga: Dr. Chan Ching Wan Top Dokter Bedah Payudara di Mount Elizabeth Medical Centre

Jadwal Praktek Dr Lim Siew Kuan di Solis Breast Care and Surgery Centre

Sebaiknya pasien menghubungi Kavalink 1–2 minggu sebelum kunjungan.

HariJadwal
Senin09.00 – 17.30
Selasa09.00 – 17.30
Rabu09.00 – 17.30
Kamis09.00 – 17.30
Jumat09.00 – 17.30
Sabtu09.00 – 13.00
MingguTidak praktek

Alamat: 101 Irrawaddy Rd, #12-01/02 Royal Square, Singapore 329565

Royal Square Medical Centre adalah pusat medis modern yang terletak di jantung kawasan kesehatan Novena, Singapura. Gedung 33 lantai ini memadukan klinik medis, pusat retail, dan hotel, menjadikannya destinasi ideal untuk pasien lokal maupun internasional. Keunggulannya meliputi akses langsung ke MRT Novena, fasilitas ramah pasien dengan mobilitas terbatas, serta integrasi layanan medis multi-disiplin. Pasien luar negeri akan mendapatkan kenyamanan ekstra selama menjalani perawatan di Singapura.

Baca juga: Berobat di Singapura

Biaya Konsultasi dan Layanan Kavalink

Estimasi biaya konsultasi dokter spesialis di Singapura berkisar Rp700.000 – Rp1.800.000 (USD 45 – USD 110). Biaya ini dapat berbeda tergantung kompleksitas kasus.

Bagi Anda yang ingin membuat janji dengan Dr Lim Siew Kuan, hubungi Kavalink via WhatsApp 0811 1446 777. Menggunakan layanan Kavalink tidak akan menambah biaya rumah sakit Anda. Kavalink membantu mengatur janji temu, menyiapkan dokumen medis, menjemput dari bandara, hingga mendampingi pasien selama perawatan. Tidak perlu khawatir, karena Kavalink telah membantu lebih dari 10.000 pasien Indonesia mendapatkan pengobatan terbaik di luar negeri

Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare