Dr. Lee Xe Hui adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis endokrinologi yang berpraktik di Island Hospital Penang, Malaysia. Beliau memiliki keahlian dalam bidang kesehatan hormon dan metabolisme tubuh, termasuk penanganan diabetes, gangguan tiroid, serta berba gai kondisi yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Dengan latar belakang pendidikan kedokteran dan pelatihan spesialis di Malaysia, Inggris, serta Singapura, Dr. Lee Xe Hui dapat menjadi pilihan bagi pasien Indonesia yang ingin mendapatkan pemeriksaan dan penanganan masalah hormon secara menyeluruh.
Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran dengan gelar Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery (MBBS) di Malaysia. Dr. Lee Xe Hui kemudian memperoleh keanggotaan Royal College of Physicians (MRCP) dari Inggris, gelar Master of Medicine (MMed) dari Singapura, serta menjalani Fellowship in Endocrinology di Malaysia. Pendidikan dan pelatihan tersebut mendukung kompetensi beliau dalam bidang penyakit dalam dan endokrinologi. Dr. Lee Xe Hui juga dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, Hokkien, dan Kanton, sehingga pasien memiliki beberapa pilihan bahasa saat berkonsultasi.
Keahlian Dr. Lee Xe Hui
Endokrinologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari hormon dan kelenjar penghasil hormon dalam tubuh. Hormon adalah zat yang membantu mengatur berbagai fungsi penting, mulai dari kadar gula darah, berat badan, metabolisme, pertumbuhan, hingga kesehatan reproduksi.
Sebagai dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis endokrinologi, Dr. Lee Xe Hui memiliki kompetensi untuk mengevaluasi berbagai gangguan hormon dan metabolisme. Berikut beberapa kondisi yang termasuk dalam cakupan bidang keahlian endokrinologi.
1. Diabetes Melitus dan Pengendalian Gula Darah
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tubuh yang tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang membantu gula dari makanan masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Pasien diabetes dapat mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, cepat lelah, serta berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Namun, sebagian pasien tidak merasakan gejala apa pun sehingga diabetes baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dalam bidang endokrinologi, penanganan diabetes meliputi pemeriksaan kadar gula darah, HbA1c untuk melihat rata-rata gula darah selama sekitar tiga bulan, evaluasi risiko komplikasi, serta penentuan pengobatan yang sesuai.
Pengobatan dapat mencakup perubahan pola makan, aktivitas fisik, obat minum, atau suntikan insulin. Pada pasien tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan obat yang membantu mengendalikan gula darah sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan jantung atau ginjal.
Diabetes umumnya memerlukan pengelolaan jangka panjang. Pemeriksaan rutin penting untuk mengurangi risiko komplikasi seperti gangguan penglihatan, kerusakan ginjal, penyakit jantung, dan gangguan saraf.
2. Gangguan Tiroid: Hipertiroid dan Hipotiroid
Kelenjar tiroid adalah organ kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang mengatur kecepatan metabolisme atau proses tubuh mengubah makanan menjadi energi.
Dua gangguan tiroid yang sering ditemukan adalah:
Hipertiroid merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon. Gejalanya dapat berupa jantung berdebar, tangan gemetar, berat badan menurun, mudah berkeringat, sulit tidur, dan tidak tahan terhadap udara panas.
Hipotiroid terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon terlalu sedikit. Pasien dapat mengalami mudah lelah, berat badan meningkat, sembelit, kulit kering, rambut rontok, dan lebih sensitif terhadap udara dingin.
Untuk mengetahui penyebabnya, dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah seperti TSH dan FT4, serta pemeriksaan USG tiroid jika diperlukan.
Penanganan hipertiroid dapat berupa obat antitiroid, terapi yodium radioaktif, atau operasi pada kondisi tertentu. Sementara itu, hipotiroid umumnya ditangani dengan obat pengganti hormon tiroid yang mungkin perlu dikonsumsi dalam jangka panjang.
3. Gangguan Metabolisme dan Berat Badan
Gangguan metabolisme terjadi ketika proses tubuh dalam mengolah dan menggunakan energi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi ini dapat berkaitan dengan resistensi insulin, obesitas, gangguan kadar lemak darah, dan ketidakseimbangan hormon tertentu.
Salah satu kondisi yang sering ditemukan adalah sindrom metabolik, yaitu kumpulan masalah kesehatan yang meliputi penumpukan lemak di perut, tekanan darah tinggi, kadar gula darah meningkat, serta kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.
Pasien dengan sindrom metabolik memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
Penanganan dalam bidang endokrinologi dapat mencakup evaluasi penyebab kenaikan berat badan, pemeriksaan metabolisme, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pemberian obat jika memenuhi indikasi medis.
Tidak semua kenaikan berat badan disebabkan oleh gangguan hormon. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk membedakan masalah metabolisme, pola hidup, dan penyakit hormonal yang mungkin mendasarinya.
Baca juga: Dr. Affendi Haris Phuah Top Dokter Spesialis Radiologi di Island Hospital Penang
4. Gangguan Hormon dan Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal merupakan dua kelenjar kecil yang terletak di atas ginjal. Kelenjar ini menghasilkan hormon penting, termasuk kortisol dan aldosteron, yang membantu mengatur respons tubuh terhadap stres, tekanan darah, serta keseimbangan garam dan cairan.
Gangguan pada kelenjar adrenal dapat menyebabkan produksi hormon terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Salah satu contohnya adalah sindrom Cushing, yaitu kondisi ketika tubuh memiliki kadar hormon kortisol berlebihan dalam waktu lama. Gejalanya dapat berupa penumpukan lemak di bagian perut dan wajah, kulit mudah memar, kelemahan otot, tekanan darah tinggi, serta peningkatan gula darah.
Sebaliknya, penyakit Addison terjadi ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan hormon tertentu dalam jumlah yang cukup. Pasien dapat mengalami kelelahan berat, tekanan darah rendah, penurunan berat badan, dan perubahan warna kulit.
Pemeriksaan hormon melalui darah atau urine, serta pencitraan seperti CT scan, dapat diperlukan untuk memastikan diagnosis. Pengobatannya bergantung pada penyebab, mulai dari obat pengganti hormon hingga tindakan medis tertentu.
5. Gangguan Hormon Reproduksi
Ketidakseimbangan hormon juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Pada perempuan, salah satu kondisi yang sering berkaitan dengan gangguan hormon adalah polycystic ovary syndrome (PCOS). Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, jerawat, pertumbuhan rambut berlebihan, dan kesulitan hamil pada sebagian pasien.
PCOS juga sering berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu ketika tubuh kurang mampu merespons hormon insulin dengan baik.
Sementara itu, pada laki-laki, kadar testosteron yang terlalu rendah dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, mudah lelah, penurunan massa otot, dan gangguan kesuburan.
Pemeriksaan hormon dapat membantu menemukan penyebab keluhan tersebut. Dalam penanganannya, dokter endokrinologi dapat bekerja sama dengan dokter kandungan, andrologi, atau spesialis lain sesuai kebutuhan pasien.
Jadwal Praktek Dr. Lee Xe Hui di Island Hospital Penang
Dr. Lee Xe Hui merupakan Sessional Consultant, yaitu dokter konsultan yang melayani pasien berdasarkan jadwal janji temu. Karena itu, pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan untuk memastikan ketersediaan dokter.
Persiapan lebih awal juga memudahkan pengurusan administrasi, termasuk pendaftaran pasien, pengiriman rekam medis, hasil pemeriksaan laboratorium, daftar obat yang sedang dikonsumsi, serta dokumen kesehatan lainnya.
| Hari | Waktu |
| Senin | Sesuai pembuatan janji |
| Selasa | Sesuai pembuatan janji |
| Rabu | Sesuai pembuatan janji |
| Kamis | Sesuai pembuatan janji |
| Jumat | Sesuai pembuatan janji |
| Sabtu | Tidak praktek |
| Minggu | Tidak praktek |
Alamat Island Hospital Penang: 308, Macalister Road, 10450 George Town, Penang, Malaysia.
Baca juga: Dr Yang Jun Top Ahli CyberKnife dan Terapi Kanker Presisi di Foshan Chancheng Hospital
Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr. Lee Xe Hui dan Cara Buat Janji
Estimasi biaya konsultasi dokter spesialis di Malaysia adalah sekitar MYR 200 sampai MYR 500, atau sekitar Rp700.000 sampai Rp1.830.000. Kisaran tersebut merupakan gambaran umum dan bukan tarif resmi konsultasi Dr. Lee Xe Hui di Island Hospital Penang. Biaya sebenarnya dapat berbeda berdasarkan kebijakan rumah sakit, kebutuhan pemeriksaan, dan kondisi pasien. Pemeriksaan tambahan seperti tes hormon, HbA1c, USG tiroid, atau CT scan biasanya dikenakan biaya terpisah. Untuk mendapatkan estimasi biaya yang lebih sesuai, pasien dapat menghubungi Kavalink sebelum keberangkatan.
Bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan Dr. Lee Xe Hui di Island Hospital Penang, pembuatan janji dapat dilakukan melalui Kavalink di WhatsApp 0811-1446-777 . Menggunakan layanan Kavalink tidak akan menambah tagihan rumah sakit. Kavalink telah membantu lebih dari 10.000 pasien Indonesia yang ingin berobat ke luar negeri, mulai dari merekomendasikan dokter dan rumah sakit, mengatur janji konsultasi, penjemputan bandara, transportasi, akomodasi, hingga pendampingan medis atau medical escort.


