Prof Dr Prem K Chandrasekaran

Prof Dr Prem K Chandrasekaran Top Psikiater Neuropsikiatri di Penang Adventist Hospital

Prof Dr Prem K Chandrasekaran adalah dokter spesialis psikiatri dengan fokus khusus pada neuropsikiatri di Penang Adventist Hospital, Malaysia. Neuropsikiatri merupakan bidang yang mempelajari hubungan antara fungsi otak, kondisi medis, perilaku, emosi, dan kemampuan berpikir seseorang. Beliau berpengalaman menangani berbagai kondisi seperti demensia, delirium, depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan akibat penyakit atau cedera otak, serta berbagai perubahan perilaku yang berkaitan dengan fungsi otak. Penang Adventist Hospital mencantumkan beliau sebagai Consultant Neuropsychiatrist, sementara profil akademiknya mencatat bidang keahlian pada neuropsikiatri, organic brain syndrome, gangguan mood, psikofarmakologi, dan pemeriksaan fungsi kognitif.

Pengalaman Prof Dr Prem K Chandrasekaran dalam bidang ini telah berlangsung lebih dari dua dekade. Beliau telah memimpin layanan Neurobehavioural Medicine di Penang Adventist Hospital sejak tahun 2002 dan juga memiliki pengalaman akademik sebagai Associate Professor bidang psikiatri. Pendidikan dan kualifikasinya meliputi MBBS dari Manipal, Master of Psychological Medicine dari University of Malaya, Fellowship di bidang neuropsikiatri atau neuropsikologi di Melbourne, serta FAMM dan FCoPM. Beliau juga memiliki pengalaman bekerja di University of Malaya Medical Centre, Queen Elizabeth Hospital Kota Kinabalu, St. Charles Hospital London, serta St. Vincent’s Hospital Melbourne.

berobat ke luar negeri kavalink homecare kavacare

Keahlian Prof Dr Prem K Chandrasekaran

1. Neuropsikiatri dan Gangguan Fungsi Otak

Salah satu fokus utama Prof Dr Prem K Chandrasekaran adalah neuropsikiatri. Bidang ini berada di antara ilmu saraf dan psikiatri, sehingga dokter tidak hanya melihat kondisi emosional pasien, tetapi juga kemungkinan adanya gangguan pada otak yang menyebabkan perubahan perilaku, daya ingat, konsentrasi, atau kepribadian.

Pendekatan neuropsikiatri dapat diperlukan, misalnya, pada pasien yang mengalami perubahan perilaku setelah stroke atau cedera kepala, gangguan daya ingat, kebingungan, atau perubahan emosi yang muncul bersamaan dengan penyakit saraf. Profil akademik beliau juga mencantumkan organic brain syndromes sebagai salah satu bidang keahlian. Kondisi ini menggambarkan gangguan fungsi mental yang berkaitan dengan penyakit atau perubahan fisik pada otak.

2. Demensia dan Penilaian Fungsi Kognitif

Prof Dr Prem K Chandrasekaran memiliki perhatian khusus terhadap demensia, delirium, serta gangguan neuropsikiatri pada kelompok lanjut usia. Beliau juga memiliki keahlian dalam cognitive screening and assessment, yaitu pemeriksaan untuk menilai kemampuan mengingat, berpikir, berkonsentrasi, memahami informasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Demensia bukan sekadar kondisi mudah lupa karena bertambahnya usia. Demensia merupakan penurunan fungsi kognitif seperti kemampuan mengingat, berpikir, belajar, dan berperilaku hingga mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien dapat mengalami kesulitan mengingat kejadian baru, tersesat di tempat yang sebelumnya dikenal, sulit mengatur aktivitas, atau mengalami perubahan perilaku.

Pemeriksaan yang menyeluruh penting karena gangguan ingatan tidak selalu berarti demensia. Beberapa masalah kesehatan lain, termasuk depresi, efek samping obat, atau penyakit tertentu juga dapat menimbulkan keluhan yang menyerupai penurunan daya ingat. Penilaian oleh dokter membantu menentukan kemungkinan penyebab dan pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan.

Baca juga: Dr. Yang Shiwen Valerie Top Dokter Onkologi di Mount Alvernia Hospital

3. Delirium pada Pasien Lansia atau Pasien dengan Penyakit Medis

Beliau juga memiliki keahlian dalam menangani delirium. Berbeda dengan demensia yang biasanya berkembang perlahan, delirium umumnya muncul secara lebih mendadak. Pasien dapat tiba-tiba terlihat bingung, sulit memperhatikan pembicaraan, tidak mengenali lingkungan, atau mengalami perubahan perilaku dan tingkat kesadaran.

Delirium bisa berkaitan dengan berbagai kondisi medis dan perlu dicari penyebab dasarnya. Pada pasien lanjut usia, kondisi seperti infeksi, gangguan metabolisme, penyakit berat, atau penggunaan obat tertentu dapat berperan. Kavacare menjelaskan bahwa salah satu perbedaan penting antara delirium dan demensia adalah delirium cenderung muncul secara tiba-tiba, sedangkan penurunan fungsi pada demensia umumnya berlangsung bertahap.

Layanan psikiatri Penang Adventist Hospital juga menyediakan consultation-liaison untuk kondisi seperti delirium dan sindrom nyeri kronis, sehingga penanganan dapat dilakukan bersama dokter dari bidang lain apabila keluhan psikiatri berkaitan dengan penyakit fisik pasien.

4. Depresi, Gangguan Kecemasan, dan Gangguan Bipolar

Bidang keahlian Prof Dr Prem K Chandrasekaran juga mencakup mood disorders atau gangguan suasana hati, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar.

Gangguan bipolar menyebabkan perubahan suasana hati, energi, pola pikir, dan perilaku yang dapat berlangsung dalam periode tertentu. Saat mengalami episode mania, seseorang dapat merasa sangat berenergi, tidur jauh lebih sedikit, berbicara lebih cepat, menjadi sangat aktif, atau melakukan tindakan berisiko tanpa mempertimbangkan akibatnya. Pada periode lain, pasien dapat mengalami episode depresi.

Penanganannya berbeda pada setiap pasien. Dokter dapat mempertimbangkan obat, psikoterapi, perubahan pola hidup, serta terapi lain berdasarkan jenis dan beratnya gangguan. Karena obat psikiatri memiliki indikasi, dosis, serta efek samping yang berbeda, penggunaannya perlu dievaluasi secara individual oleh dokter.

5. Psikofarmakologi dan Terapi ECT

Prof Dr Prem K Chandrasekaran juga memiliki bidang keahlian psikofarmakologi, yaitu penggunaan dan pengelolaan obat untuk kondisi kesehatan mental. Beliau memiliki pengalaman khusus dalam terapi gangguan mood dan telah mendapatkan pelatihan dalam penanganan demensia, depresi pada usia lanjut, serta gangguan bipolar.

Selain obat, beliau memiliki pengalaman dan pelatihan terkait electroconvulsive therapy atau ECT. ECT merupakan terapi medis yang menggunakan stimulasi listrik terkontrol pada otak dan dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis. Terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan pada kondisi tertentu, termasuk beberapa kasus gangguan bipolar atau depresi berat, terutama setelah dokter mempertimbangkan kondisi pasien dan respons terhadap pengobatan sebelumnya.

Jadwal Praktek Prof Dr Prem K Chandrasekaran di Penang Adventist Hospital

Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Penang Adventist Hospital sendiri menyarankan pasien layanan psikiatri membuat janji sekitar dua minggu sebelumnya. Waktu tersebut juga dapat digunakan untuk menyiapkan rekam medis, daftar obat, hasil pemeriksaan sebelumnya, MRI atau CT scan bila tersedia, serta dokumen kesehatan lainnya agar konsultasi dapat berjalan lebih efektif.

Karena jadwal praktik individual Prof Dr Prem K Chandrasekaran tidak dicantumkan secara rinci pada profil resmi rumah sakit, jadwal konsultasi perlu dikonfirmasi terlebih dahulu.

Hari Waktu 
SeninSesuai pembuatan janji
SelasaSesuai pembuatan janji
RabuSesuai pembuatan janji
KamisSesuai pembuatan janji
JumatSesuai pembuatan janji
SabtuTidak praktek
MingguTidak praktek

Alamat Penang Adventist Hospital:
465, Jalan Burma, 10350 George Town, Pulau Pinang, Malaysia.

Penang Adventist Hospital merupakan rumah sakit tersier yang memiliki 251 tempat tidur, lebih dari 100 dokter spesialis, dan lebih dari 27 bidang spesialisasi. Untuk bidang kesehatan mental, rumah sakit memiliki layanan psikiatri yang menangani gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, psikosis, demensia, delirium, trauma, masalah perilaku, serta kondisi neuropsikiatri lainnya. Saat ini, halaman resmi rumah sakit mencantumkan dua dokter pada bidang psikiatri.

Baca juga: Dr Elang Kumaran A/L Krishnan Top Dokter Spesialis THT di Thomson Hospital Damansara

Estimasi Biaya Konsultasi dengan Prof Dr Prem K Chandrasekaran dan Cara Buat Janji

Estimasi biaya konsultasi dokter di Malaysia adalah sekitar MYR 200 sampai MYR 500 atau sekitar Rp700.000 sampai Rp1.830.000. Kisaran ini merupakan perkiraan umum dan bukan tarif resmi khusus Prof Dr Prem K Chandrasekaran. Biaya aktual dapat berbeda berdasarkan durasi konsultasi, evaluasi yang dibutuhkan, obat, pemeriksaan tambahan, serta kebijakan Penang Adventist Hospital.

Jika ingin berkonsultasi dengan Prof Dr Prem K Chandrasekaran di Penang Adventist Hospital, Anda dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp  0811-1446-777 untuk membantu pembuatan janji. Kavalink juga dapat membantu mengatur kebutuhan selama perjalanan berobat, mulai dari pembuatan appointment, persiapan dokumen medis, airport pick-up, akomodasi dan transportasi, hingga medical escort.

Artikel ini telah direview oleh

Kavalink Medical Team

Medical Travel Facilitator