Dr Umi Kalthum Md Noh adalah dokter spesialis mata di Sunway Medical Centre yang memiliki keahlian khusus dalam penyakit kornea dan bagian luar mata, transplantasi kornea, operasi katarak, serta koreksi penglihatan dengan laser seperti LASIK, PRK, dan ReLEx SMILE. Beliau telah berkarier di dunia kedokteran selama lebih dari 20 tahun dan pernah menjalani pendidikan serta pelatihan di Irlandia, Selandia Baru, Malaysia, Kanada, India, dan Singapura. Saat ini, beliau berpraktik sebagai dokter spesialis mata dengan fokus kornea dan bedah refraktif di Sunway Medical Centre.
Beliau meraih gelar kedokteran MB BCh BAO dan BA (Hons) Schol. dari Trinity College Dublin, Irlandia, kemudian menyelesaikan Master of Surgery in Ophthalmology di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Untuk memperdalam keahlian dalam penyakit kornea, Dr Umi Kalthum Md Noh menjalani Fellowship in Cornea di University of British Columbia, Kanada. Riwayat kariernya juga mencakup posisi sebagai spesialis dan dosen oftalmologi di UKM Medical Centre, Associate Professor, serta Head of Department Ophthalmology di Nilai Medical Centre. Latar belakang tersebut membuat beliau dapat dipertimbangkan pasien yang membutuhkan penanganan gangguan kornea, katarak, hingga tindakan laser mata.
Keahlian Dr Umi Kalthum Md Noh
1. Penyakit Kornea dan Bagian Luar Mata
Kornea adalah lapisan bening yang berada di bagian paling depan mata. Bagian ini berperan penting dalam memfokuskan cahaya agar seseorang dapat melihat dengan jelas. Gangguan pada kornea dapat menyebabkan mata merah, nyeri, terasa mengganjal, sensitif terhadap cahaya, hingga pandangan menjadi buram.
Dr Umi Kalthum Md Noh memiliki subspesialisasi dalam cornea and external eye disease. Beliau juga pernah melakukan penelitian mengenai penyakit kornea, infeksi mata, penyakit mata akibat diabetes, dan kelainan refraksi pada anak. Salah satu masalah yang cukup sering ditemukan pada permukaan mata adalah konjungtivitis, yang dapat menyebabkan mata merah dan iritasi.
Pasien dengan mata merah yang tidak kunjung membaik, cedera mata, infeksi berulang, penurunan kejernihan kornea, atau gangguan penglihatan sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Penanganan dapat berupa obat tetes, pengobatan infeksi, tindakan laser, hingga operasi, tergantung kondisi pasien.
2. Transplantasi Kornea
Pada kerusakan kornea yang cukup berat, pengobatan dengan obat mungkin tidak lagi cukup. Salah satu tindakan yang dapat dipertimbangkan adalah transplantasi kornea, yaitu mengganti sebagian atau seluruh jaringan kornea yang mengalami kerusakan dengan jaringan kornea donor yang sehat.
Dr Umi Kalthum Md Noh telah menjalani fellowship khusus kornea di University of British Columbia dan mempelajari berbagai teknik transplantasi kornea. Tindakan yang menjadi fokus beliau antara lain penetrating keratoplasty, deep anterior lamellar keratoplasty atau DALK, serta endothelial keratoplasty. Pemilihan teknik dilakukan berdasarkan bagian kornea yang mengalami kerusakan.
Pasien setelah transplantasi kornea tetap membutuhkan kontrol berkala dalam jangka cukup panjang. Dokter akan memantau proses penyembuhan, tekanan mata, kejernihan kornea, serta kemungkinan terjadinya penolakan jaringan donor. Pemulihan penglihatan juga tidak selalu berlangsung seketika karena jaringan kornea memerlukan waktu untuk sembuh dan stabil.
Baca juga: Dr Sree Kumar Palani Top Spesialis Mata dan Bedah Okuloplastik di Sunway Medical Centre Kuala Lumpur
3. LASIK, PRK, dan ReLEx SMILE
Dr Umi Kalthum Md Noh juga memiliki fokus khusus pada laser vision correction, yaitu tindakan laser yang bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak. Beberapa metode yang beliau lakukan antara lain PRK, LASIK, dan ReLEx SMILE.
LASIK dilakukan dengan membentuk lapisan tipis pada permukaan kornea kemudian menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea sehingga cahaya dapat terfokus dengan lebih baik. Pada PRK, koreksi dilakukan pada permukaan kornea tanpa membuat flap seperti LASIK. Sementara itu, SMILE menggunakan sayatan yang lebih kecil untuk mengambil jaringan kornea tertentu sehingga bentuk kornea dapat dikoreksi.
Tidak setiap pasien yang memiliki mata minus atau silinder otomatis cocok menjalani prosedur laser. Dokter perlu memeriksa ketebalan dan bentuk kornea, kestabilan ukuran kacamata, kondisi permukaan mata, serta kesehatan mata secara keseluruhan. Pemeriksaan ini penting untuk memilih metode yang paling sesuai dan mengurangi risiko komplikasi. Dr Umi menjelaskan bahwa pemeriksaan mata secara menyeluruh perlu dilakukan sebelum operasi laser untuk memastikan gangguan penglihatan memang berasal dari kelainan refraksi.
4. Operasi Katarak dan Implan Lensa
Keahlian Dr Umi Kalthum Md Noh juga mencakup operasi katarak dan pemasangan lensa intraokular. Katarak terjadi ketika lensa alami mata menjadi keruh. Kondisi ini dapat menyebabkan pandangan berkabut, warna tampak lebih kusam, silau ketika melihat cahaya, dan kesulitan melihat saat malam hari.
Dalam operasi katarak, lensa yang sudah keruh dikeluarkan kemudian digantikan dengan lensa buatan. Dr Umi menangani penggunaan beberapa pilihan lensa seperti lensa standar, toric, dan multifokal. Lensa toric dapat dipertimbangkan untuk membantu mengoreksi silinder, sedangkan lensa multifokal dirancang untuk membantu penglihatan pada lebih dari satu jarak. Pemilihan jenis lensa tetap harus disesuaikan dengan kondisi mata, aktivitas, dan kebutuhan masing-masing pasien.
5. Penyakit Mata Diabetes dan Tindakan Laser Mata
Dr Umi Kalthum Md Noh juga menangani beberapa gangguan mata yang berkaitan dengan diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina. Pada sebagian pasien, gangguan ini dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian retina yang bertanggung jawab terhadap penglihatan tajam.
Prosedur yang termasuk dalam fokus beliau antara lain fotokoagulasi laser panretinal, focal atau grid laser, serta suntikan anti-VEGF intravitreal untuk makulopati diabetik. Tindakan yang diperlukan berbeda pada setiap pasien sehingga pemeriksaan retina dan penilaian tingkat kerusakan perlu dilakukan terlebih dahulu.
Jadwal Praktek Dr Umi Kalthum Md Noh di Sunway Medical Centre Kuala Lumpur
Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Persiapan lebih awal membantu memastikan ketersediaan jadwal dokter sekaligus memberikan waktu untuk menyiapkan rekam medis, hasil pemeriksaan mata sebelumnya, daftar obat, hasil operasi sebelumnya, dan dokumen kesehatan lain yang mungkin dibutuhkan.
| Hari | Waktu |
| Senin | Sesuai pembuatan janji |
| Selasa | Sesuai pembuatan janji |
| Rabu | Sesuai pembuatan janji |
| Kamis | Sesuai pembuatan janji |
| Jumat | Sesuai pembuatan janji |
| Sabtu | Sesuai pembuatan janji |
| Minggu | Sesuai pembuatan janji |
Alamat Sunway Medical Centre:
No. 5, Jalan Lagoon Selatan, Bandar Sunway, 47500 Subang Jaya, Selangor, Malaysia.
Sunway Medical Centre memiliki Eye Centre yang menyediakan layanan pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, operasi, serta rehabilitasi penglihatan. Dokter mata di pusat ini memiliki berbagai subspesialisasi, termasuk kornea dan penyakit mata bagian luar, retina, glaukoma, mata anak, refraktif, serta okuloplastik. Eye Centre juga didukung oleh optometris, orthoptist, ocularist, serta perawat mata terlatih.
Baca juga: Dr Justin Lim Chor Shen Top Dokter Spesialis Paru di Thomson Hospital Damansara
Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr Umi Kalthum Md Noh dan Cara Buat Janji
Estimasi biaya konsultasi dokter spesialis di Malaysia adalah sekitar MYR 200 sampai MYR 500, atau sekitar Rp700 ribu sampai Rp1,83 juta. Besarnya biaya konsultasi Dr Umi Kalthum Md Noh dapat berbeda tergantung jenis konsultasi dan kebijakan rumah sakit. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan kornea, pemetaan kornea, pemeriksaan retina, laser, suntikan mata, atau tindakan operasi akan dikenakan biaya terpisah.
Untuk membuat janji dengan Dr Umi Kalthum Md Noh, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp 0811-1446-777. Kavalink dapat membantu pasien memilih dokter dan rumah sakit, mengatur janji konsultasi, menyiapkan keberangkatan, serta mengatur akomodasi, transportasi, dan penjemputan dari bandara.


