Dr. Wong Yee Choon

Dr. Wong Yee Choon Top Neurologi di Pantai Hospital Penang

Dr. Wong Yee Choon adalah dokter spesialis neurologi di Pantai Hospital Penang yang berpengalaman menangani berbagai penyakit pada otak, saraf tepi, otot, dan sistem gerak. Dr. Wong Yee Choon memiliki keahlian dalam penanganan stroke akut, epilepsi, penyakit Parkinson, gangguan saraf dan otot, demensia, sakit kepala, serta pusing yang berulang. Beliau juga melakukan pemeriksaan EEG, nerve conduction study, EMG, dan terapi trombolisis intravena untuk pasien stroke iskemik akut.

Dengan pengalaman di bidang neurologi, Dr. Wong Yee Choon dapat menjadi pilihan bagi pasien Indonesia yang membutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk keluhan saraf maupun penanganan stroke. Kemampuan Dr. Wong Yee Choon  dalam melakukan pemeriksaan penunjang saraf membantu pasien mendapatkan diagnosis yang lebih tepat, sehingga pengobatan dapat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Untuk mengatur jadwal konsultasi dan menyiapkan dokumen medis, pasien dapat menghubungi Kavalink sebelum berangkat ke Penang.

berobat ke luar negeri kavalink homecare kavacare

Keahlian Dr. Wong Yee Choon

1. Penanganan Stroke Iskemik Akut dengan Trombolisis Intravena

Salah satu keahlian Dr. Wong Yee Choon adalah menangani stroke iskemik akut dengan IV thrombolysis atau trombolisis intravena. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen menuju otak tersumbat oleh gumpalan darah. Jika aliran darah tidak segera dipulihkan, sel otak dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Trombolisis intravena adalah pemberian obat melalui infus untuk membantu melarutkan gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak. Pengobatan ini hanya dapat diberikan dalam batas waktu tertentu setelah gejala stroke muncul. Dr. Wong Yee Choon harus melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, serta pemindaian otak untuk memastikan pasien tidak mengalami perdarahan dan memenuhi syarat untuk mendapatkan terapi.

Tanda stroke yang perlu diwaspadai meliputi wajah turun pada salah satu sisi, lengan atau kaki tiba-tiba lemah, kesulitan berbicara, kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, atau sakit kepala hebat secara mendadak. Pasien dengan gejala tersebut perlu segera dibawa ke rumah sakit. Semakin cepat pasien memperoleh pertolongan, semakin besar kemungkinan kerusakan otak dapat dibatasi.

Setelah kondisi pasien stabil, proses pemulihan stroke dapat melibatkan fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, dan pengawasan dokter secara rutin. Lamanya rehabilitasi berbeda pada setiap pasien. Sebagian pasien dapat mengalami perbaikan dalam beberapa minggu, sedangkan pasien dengan kerusakan otak yang lebih berat mungkin membutuhkan rehabilitasi selama beberapa bulan atau lebih.

2. Pemeriksaan EEG untuk Epilepsi

Dr. Wong Yee Choon juga melakukan electroencephalography atau EEG. EEG adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik otak menggunakan sensor kecil yang ditempelkan pada kulit kepala. Pemeriksaan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak mengalirkan listrik ke dalam tubuh pasien.

EEG sering disarankan bagi pasien yang mengalami kejang, kehilangan kesadaran tanpa sebab yang jelas, melamun atau tidak merespons selama beberapa saat, serta gerakan tubuh berulang yang sulit dikendalikan. Hasil pemeriksaan EEG dapat membantu dokter melihat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal dan menilai apakah keluhan pasien berkaitan dengan epilepsi.

Tidak semua kejang disebabkan oleh epilepsi. Kejang juga dapat terjadi akibat demam tinggi, gula darah terlalu rendah, gangguan kadar elektrolit, cedera kepala, infeksi otak, atau kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, dokter akan mempertimbangkan riwayat keluhan, hasil pemeriksaan saraf, EEG, serta pemeriksaan tambahan sebelum menentukan diagnosis.

Pengobatan epilepsi biasanya menggunakan obat antikejang yang perlu dikonsumsi secara teratur. Pasien juga perlu melakukan kontrol berkala untuk menilai efektivitas obat dan kemungkinan efek samping. Pada beberapa pasien, pengobatan dapat berlangsung selama beberapa tahun, tergantung jenis epilepsi dan kondisi masing-masing pasien.

Baca juga: Dr Chiam Keng Hoong Top Gastroenterologi dan Hepatologi di Pantai Hospital Penang

3. Nerve Conduction Study dan EMG

Nerve conduction study adalah pemeriksaan untuk menilai kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal menuju otot. Sementara itu, electromyography atau EMG digunakan untuk memeriksa aktivitas listrik pada otot. Kedua pemeriksaan ini sering dilakukan secara bersamaan untuk membantu dokter mengetahui lokasi dan tingkat kerusakan saraf atau otot.

Pemeriksaan tersebut dapat disarankan kepada pasien yang mengalami kesemutan berkepanjangan, mati rasa, sensasi terbakar, nyeri seperti tersengat listrik, kelemahan otot, atau kesulitan menggerakkan tangan dan kaki. Beberapa kondisi yang dapat diperiksa melalui nerve conduction study dan EMG antara lain saraf kejepit, carpal tunnel syndrome, neuropati akibat diabetes, cedera saraf, dan gangguan neuromuskular.

Saat menjalani pemeriksaan hantaran saraf, pasien akan menerima rangsangan listrik ringan pada bagian tubuh tertentu. Dalam pemeriksaan EMG, dokter dapat memasukkan jarum elektroda berukuran kecil ke dalam otot. Pemeriksaan biasanya berlangsung sekitar 30 sampai 60 menit, tergantung jumlah saraf dan otot yang perlu diperiksa.

4. Neuropati dan Gangguan Neuromuskular

Neuropati adalah kerusakan pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya dapat berupa kesemutan, kebas, rasa terbakar, nyeri menusuk, kelemahan otot, atau berkurangnya kemampuan merasakan suhu dan sentuhan.

Salah satu penyebab neuropati yang cukup sering ditemukan adalah diabetes. Namun, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin, penyakit autoimun, infeksi, efek samping obat, konsumsi alkohol berlebihan, atau tekanan pada saraf.

Gangguan neuromuskular adalah penyakit yang memengaruhi hubungan antara saraf dan otot. Pasien dapat mengalami otot cepat lelah, sulit berjalan, sering terjatuh, kesulitan mengangkat tangan, atau gangguan menelan. Penanganannya dapat berupa obat, fisioterapi, terapi okupasi, alat bantu berjalan, atau rehabilitasi jangka panjang.

5. Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak

Penyakit Parkinson adalah gangguan sistem saraf yang berkembang perlahan dan memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan gerakan. Gejalanya dapat berupa tangan gemetar saat beristirahat, gerakan tubuh menjadi lambat, otot kaku, langkah kaki mengecil, dan tubuh lebih mudah kehilangan keseimbangan.

Dr. Wong Yee Choon juga menangani movement disorder atau gangguan gerak lainnya. Gangguan ini dapat menyebabkan gerakan tubuh yang berlebihan, gerakan tidak terkendali, kejang otot, atau gerakan yang sangat lambat. Tangan gemetar tidak selalu disebabkan oleh Parkinson, sehingga pasien perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Penyakit Parkinson belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan dapat membantu mengontrol gejala dan mempertahankan kemampuan pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penanganan biasanya melibatkan obat, olahraga, fisioterapi, terapi wicara, dan pengaturan pola makan.

6. Sakit Kepala, Pusing, dan Demensia

Sakit kepala dan pusing merupakan keluhan yang umum. Namun, pasien perlu memeriksakan diri apabila keluhan sering berulang, semakin berat, mengganggu aktivitas, atau disertai muntah, kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, dan kehilangan kesadaran.

Dokter neurologi dapat membantu membedakan migrain, sakit kepala tegang, vertigo, gangguan keseimbangan, dan penyakit saraf lain. Pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah, CT scan, atau MRI dapat dilakukan apabila dokter mencurigai adanya gangguan pada otak atau sistem saraf.

Dr. Wong Yee Choon juga menangani demensia, yaitu penurunan kemampuan berpikir dan mengingat yang sampai mengganggu kegiatan sehari-hari. Pasien dapat menjadi mudah lupa, bingung terhadap waktu atau tempat, kesulitan mengatur keuangan, mengulang pertanyaan yang sama, atau mengalami perubahan perilaku.

Tidak semua gangguan ingatan merupakan demensia. Keluhan serupa dapat terjadi akibat depresi, kekurangan vitamin, gangguan tiroid, efek obat, infeksi, atau gangguan tidur. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter mencari penyebab dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Baca juga: Dr Hilawati Binti Yusof Top Dokter Onkologi Klinis di Pantai Hospital Kuala Lumpur

Jadwal Praktek Dr. Wong Yee Choon di Pantai Hospital Penang

Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Jadwal dokter dapat berubah karena tingginya kebutuhan pasien dan adanya tindakan medis. Waktu persiapan juga diperlukan untuk mengatur pendaftaran serta menyiapkan rekam medis, hasil MRI atau CT scan, daftar obat, dan dokumen kesehatan lainnya.

Hari Waktu 
Senin08:30 – 17:00
Selasa08:30 – 17:00
Rabu08:30 – 17:00
Kamis08:30 – 17:00
Jumat08:30 – 17:00
SabtuTidak praktek
MingguTidak praktek

Alamat rumah sakit:

Pantai Hospital Penang
82, Jalan Tengah, Penang, Malaysia

Pantai Hospital Penang menyediakan layanan neurologi untuk menangani gangguan otak, saraf, dan otot. Rumah sakit ini juga memiliki fasilitas pemeriksaan penunjang serta layanan rehabilitasi untuk membantu pasien stroke dan pasien dengan gangguan saraf lainnya. Penanganan pasien dapat melibatkan dokter neurologi, tenaga rehabilitasi, perawat, dan tenaga medis lainnya sesuai kebutuhan pasien.

Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr. Wong Yee Choon dan Cara Buat Janji

Estimasi biaya konsultasi dengan Dr. Wong Yee Choon di Pantai Hospital Penang adalah sekitar MYR 100 sampai MYR 300. Biaya tersebut merupakan perkiraan untuk konsultasi dokter dan dapat berubah mengikuti kebijakan rumah sakit, durasi konsultasi, serta kondisi pasien. Pemeriksaan tambahan seperti EEG, nerve conduction study, EMG, tes darah, CT scan, atau MRI akan dikenakan biaya terpisah.

Untuk membuat janji dengan Dr. Wong Yee Choon, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp di 0811-1446-777. Kavalink dapat membantu mengatur jadwal konsultasi, menyiapkan dokumen medis, mengatur penjemputan bandara, medical escort, transportasi, akomodasi, dan kebutuhan lainnya selama menjalani pengobatan di luar negeri.

Artikel ini telah direview oleh

Kavalink Medical Team

Medical Travel Facilitator