Waspadai Ini 7 Ciri-Ciri Kista Ovarium pada Wanita yang Sering Diabaikan Homecare Kavacare

Waspadai! Ini 7 Ciri-Ciri Kista Ovarium pada Wanita yang Sering Diabaikan

Kista ovarium pada wanita adalah kondisi yang terjadi ketika terbentuk kantong berisi cairan di dalam atau di permukaan ovarium. Sebagian besar kasus kista ovarium pada wanita bersifat jinak dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ada pula kista yang menimbulkan gejala serius dan memerlukan penanganan medis. Mengenali ciri-ciri kista ovarium pada wanita dan mampu membedakan mana yang berbahaya atau tidak, sangat penting agar tidak terjadi komplikasi di kemudian hari. 

Ciri – Ciri Kista Ovarium pada Wanita 

Berikut adalah tanda-tanda yang perlu Anda waspadai, antara lain: 

1. Nyeri Perut Bagian Bawah 

Salah satu gejala paling umum dari kista ovarium pada wanita adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di bagian bawah perut, terutama di salah satu sisi. Nyeri ini bisa datang dan pergi, terasa tumpul atau tajam, tergantung pada ukuran dan lokasi kista. Bila nyeri berlangsung lama atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

2. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Kista ovarium pada wanita juga bisa memengaruhi siklus menstruasi. Perubahan yang umum terjadi meliputi haid yang lebih panjang, lebih pendek, atau tidak datang sama sekali. Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh kista dapat mengganggu ovulasi dan menyebabkan menstruasi tidak normal.

3. Perut Terasa Penuh atau Kembung

Wanita dengan kista ovarium kadang merasa perutnya membesar, penuh, atau kembung meski tidak makan banyak. Kondisi ini terjadi karena tekanan dari kista pada organ sekitarnya. Jika perut terasa tidak nyaman terus-menerus, hal ini bisa menjadi tanda adanya kista ovarium pada wanita yang ukurannya cukup besar.

4. Nyeri saat Berhubungan Intim

Kista ovarium pada wanita juga bisa menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual, terutama jika kista berada di dekat saluran reproduksi. Rasa nyeri ini bisa mengganggu aktivitas seksual dan mengurangi kualitas hidup.

5. Sering Buang Air Kecil atau Sulit Buang Air Besar

Jika kista menekan kandung kemih atau usus, wanita bisa mengalami perubahan pada pola buang air, seperti lebih sering buang air kecil atau mengalami konstipasi. Gejala ini sering kali tidak disadari sebagai akibat dari kista ovarium pada wanita.

6. Mual dan Muntah 

Pada beberapa kasus, kista yang berukuran besar atau yang pecah bisa menimbulkan gejala sistemik seperti mual dan muntah. Gejala ini mirip dengan kondisi saluran cerna, namun jika disertai gejala lain seperti nyeri perut bawah atau menstruasi tidak teratur, bisa jadi ini berkaitan dengan kista ovarium pada wanita.

7. Perubahan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Kista ovarium pada wanita juga bisa menyebabkan perubahan berat badan, baik penurunan maupun peningkatan, terutama jika disertai gangguan hormonal. Bila terjadi secara mendadak tanpa perubahan pola makan atau aktivitas, sebaiknya segera periksakan diri.

Baca juga: Apa Gejala Kanker Mulut Rahim?

Apa Penyebab Kista Ovarium pada Wanita?

Penyebab kista ovarium pada wanita bisa beragam, tergantung jenis kistanya. Yang paling umum adalah kista fungsional, yang muncul saat siklus ovulasi. Ini biasanya tidak berbahaya dan akan menghilang sendiri. Penyebab lainnya meliputi:

1. Endometriosis

Endometriosis terjadi saat jaringan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, termasuk di ovarium. Jaringan ini dapat membentuk kista yang disebut endometrioma, yang berisi darah tua berwarna coklat pekat. Kista jenis ini dapat menyebabkan nyeri haid parah dan memengaruhi kesuburan.

2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium membentuk banyak kista kecil. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki siklus haid tidak teratur, kelebihan hormon androgen (hormon pria), dan gangguan ovulasi. PCOS menjadi penyebab umum kista ovarium pada wanita usia muda.

3.  Infeksi Panggul

Infeksi pada saluran reproduksi yang tidak ditangani bisa menyebar ke ovarium dan tuba falopi, membentuk abses atau kista berisi nanah. Infeksi kronis ini dikenal sebagai penyakit radang panggul dan bisa menyebabkan nyeri panggul kronis serta infertilitas jika tidak segera diobati.

4. Kehamilan

Selama awal kehamilan, kista corpus luteum bisa terbentuk di ovarium untuk membantu produksi hormon progesteron yang mendukung kehamilan. Biasanya kista ini akan menghilang sendiri, tapi dalam beberapa kasus bisa tumbuh besar dan menyebabkan nyeri atau komplikasi.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Ovarium: Cara Mencegah dan Mengobati Sebelum Terlambat

Bagaimana Cara Mengobati Kista Ovarium pada Wanita?

Penanganan kista ovarium pada wanita bergantung pada jenis, ukuran, dan gejala. Berikut pilihan umum pengobatannya, antara lain: 

1. Pemantauan Berkala 

Jika kista masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter biasanya akan menyarankan observasi selama beberapa bulan. Pemantauan dilakukan melalui pemeriksaan USG secara berkala untuk melihat apakah kista mengecil atau menghilang dengan sendirinya. Pendekatan ini umum untuk kista fungsional yang tidak berbahaya.

2. Terapi Hormon 

Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi atau terapi hormon lain dapat membantu mencegah terbentuknya kista baru, khususnya pada wanita dengan gangguan ovulasi seperti PCOS. Hormon ini tidak menghilangkan kista yang sudah ada, tapi bisa menstabilkan siklus haid dan mencegah kekambuhan.

3. Operasi 

Tindakan pembedahan dipertimbangkan jika kista berukuran besar (lebih dari 5 cm), menyebabkan nyeri hebat, atau dicurigai bersifat ganas. Operasi bisa berupa laparoskopi (minimal invasif) atau laparotomi (sayatan terbuka), tergantung pada kompleksitas kasus. Dalam beberapa kasus, ovarium juga perlu diangkat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kista ovarium pada wanita sering kali tidak menunjukkan gejala pada awalnya, namun bisa berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani. Mengenali ciri-ciri, memahami penyebab, dan mengetahui pilihan pengobatannya sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Baca juga: Dr. Rakesh Raman: Ahli Kanker Radioterapi di Mount Miriam Cancer Hospital

Jika Anda mengalami gejala atau membutuhkan penanganan lebih lanjut terkait kista ovarium pada wanita, Kavacare melalui layanan medical facilitator Kavalink siap membantu Anda. Mulai dari konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan penunjang, hingga pengobatan di rumah sakit dalam maupun luar negeri. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777.

Sumber: 

  1. Ovarian Cysts – Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9133-ovarian-cysts. Diakses pada 5 Agustus 2025. 
  2. What to Know About Ruptured Ovarian Cysts – WebMd. https://www.webmd.com/women/what-to-know-about-ruptured-ovarian-cysts. Diakses pada 5 Agustus 2025. 
  3. Ovarian Cysts: Types, Symptoms, Treatment, Prevention & More – Healthline. https://www.healthline.com/health/cancer/ovarian-cancer-cysts. Diakses pada 5 Agustus 2025. 

 

Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare