Screening kanker adalah pemeriksaan pada orang yang tidak menunjukkan gejala kanker dengan tujuan menemukan adanya sel kanker atau prekanker di tahap awal. Kalau terdeteksi lebih awal, peluang pengobatan lebih baik dan beratnya penyakit serta angka kematian bisa ditekan. Namun, screening juga punya risiko seperti hasil positif palsu atau overdiagnosis, sehingga penting memilih sesuai usia dan kondisi masing-masing.
Jenis – Jenis Pemeriksaan Screening Kanker
Berikut ini beberapa pemeriksaan yang umum direkomendasikan, antara lain:
1. Kanker Payudara
Pemeriksaan screening kanker payudara bertujuan untuk menemukan perubahan pada jaringan payudara sebelum menjadi kanker. Pemeriksaan ini disarankan terutama untuk wanita mulai usia 40 tahun ke atas.
- Mammografi: pemeriksaan sinar-X pada payudara yang mampu mendeteksi benjolan kecil atau kalsifikasi yang tidak teraba oleh tangan.
- USG payudara: biasanya dilakukan sebagai pelengkap terutama pada wanita dengan jaringan payudara padat, terutama yang memang usianya lebih muda, misalnya 20-30 tahunan.
- Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI): dapat membantu mengenali perubahan bentuk atau warna kulit payudara lebih awal.
Kombinasi ketiga metode ini dapat meningkatkan efektivitas pemeriksaan screening kanker payudara.
2. Kanker Serviks (Leher Rahim)
Pemeriksaan screening kanker serviks dilakukan untuk mendeteksi perubahan sel abnormal akibat infeksi virus HPV yang bisa berkembang menjadi kanker.
- Tes Pap (Pap smear): dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk diperiksa di laboratorium.
- Tes HPV DNA: mendeteksi adanya virus HPV risiko tinggi yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.
- Frekuensi pemeriksaan: disarankan dilakukan setiap 3 tahun mulai usia 21 tahun, atau lebih awal bila sudah melakukan hubungan seksual di usia yang lebih muda, dikombinasikan dengan tes HPV setiap 5 tahun hingga usia 65 tahun.
Dengan melakukan pemeriksaan screening kanker serviks secara rutin, risiko berkembangnya kanker dapat ditekan secara signifikan.
3. Kanker Kolorektal (Usus Besar dan Rektum)
Pemeriksaan screening kanker kolorektal dilakukan untuk mendeteksi polip atau pertumbuhan abnormal pada usus besar yang bisa berubah menjadi kanker.
- Tes Tinja (FIT atau gFOBT): mendeteksi adanya darah tersembunyi dalam feses yang bisa menjadi tanda awal kanker.
- Kolonoskopi: pemeriksaan dengan kamera fleksibel yang dimasukkan ke dalam usus besar untuk melihat langsung kondisi mukosa usus.
- Sigmoidoskopi: pemeriksaan pada bagian bawah usus besar untuk mendeteksi polip atau tumor.
Orang dengan risiko rata-rata disarankan melakukan pemeriksaan screening kanker kolorektal mulai usia 45 tahun dan diulang setiap 10 tahun, atau lebih sering jika ada riwayat keluarga.
4. Kanker Paru-Paru
Untuk perokok aktif atau mantan perokok berat, pemeriksaan screening kanker paru-paru menjadi sangat penting karena risiko mereka jauh lebih tinggi.
- CT Scan Dosis Rendah (Low-Dose CT Scan): metode yang paling efektif untuk mendeteksi adanya nodul atau massa kecil di paru sebelum berkembang menjadi kanker.
- Pemeriksaan ini disarankan untuk individu berusia 50–80 tahun dengan riwayat merokok berat atau yang berhenti merokok dalam 15 tahun terakhir. Mereka yang punya riwayat keluarga dengan kanker paru juga merupakan kandidat screening yang sangat bisa mendapatkan manfaat deteksi dini.
Dengan deteksi dini, pemeriksaan screening kanker paru dapat membantu menemukan penyakit pada tahap awal yang masih dapat diobati.
5. Kanker Prostat
Pemeriksaan screening kanker prostat biasanya dilakukan pada pria berusia di atas 50 tahun atau lebih muda bila memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat.
- Tes PSA (Prostate Specific Antigen): mengukur kadar PSA dalam darah; kadar tinggi dapat menandakan adanya kelainan pada prostat baik infeksi, peradangan maupun keganasan.
- Pemeriksaan colok dubur (DRE): dilakukan oleh dokter untuk menilai ukuran dan bentuk serta konsistensi kelenjar prostat.
Walau masih kontroversial, pemeriksaan screening kanker prostat dapat membantu mendeteksi kanker pada tahap awal, terutama bila dilakukan dengan pemantauan berkala dan diskusi bersama dokter.
Baca juga: Apa Saja Manfaat PET Scan untuk Kanker?
Waktu Melakukan Pemeriksaan Screening Kanker
Menentukan waktu terbaik untuk menjalani pemeriksaan screening kanker tidak bisa disamakan untuk semua orang. Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan:
1. Berdasarkan Usia
Setiap jenis kanker memiliki usia risiko yang berbeda.
- Wanita sebaiknya mulai pemeriksaan screening kanker payudara (mammografi) sejak usia 40 tahun.
- Pemeriksaan screening kanker serviks direkomendasikan mulai usia 21 tahun.
- Untuk pria, pemeriksaan screening kanker prostat bisa dimulai pada usia 50 tahun.
- Sedangkan pemeriksaan screening kanker kolorektal disarankan sejak usia 45 tahun.
Semakin bertambah usia, risiko kanker meningkat, sehingga pemeriksaan rutin menjadi kunci pencegahan dini.
2. Berdasarkan Riwayat Keluarga
Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami kanker, risiko Anda lebih tinggi.
- Misalnya, jika ibu atau saudara kandung pernah mengidap kanker payudara, maka pemeriksaan bisa dilakukan lebih awal.
- Dalam kasus ini, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan screening kanker tambahan seperti tes genetik BRCA1/BRCA2 untuk mengetahui risiko turunan. Bagi mereka yang ekstrim, saat ditemukan memiliki mutasi genetik BRCA1 dan BRCA2, mereka ada yang memilih mastektomi preventif untuk mencegah munculnya kanker payudara atau rahim di kemudian hari.
Riwayat keluarga sangat berpengaruh terhadap frekuensi dan jenis screening yang perlu dilakukan.
3. Berdasarkan Gaya Hidup
Faktor gaya hidup juga menjadi pertimbangan besar dalam menentukan jadwal pemeriksaan screening kanker.
- Perokok aktif disarankan menjalani screening kanker paru dengan CT Scan dosis rendah.
- Orang dengan pola makan tinggi lemak, konsumsi alkohol berlebihan, atau kurang aktivitas fisik juga memiliki risiko lebih tinggi untuk kanker kolorektal dan hati.
- Mengubah gaya hidup sehat sekaligus rutin melakukan pemeriksaan membantu mendeteksi potensi kanker lebih dini.
4. Berdasarkan Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi medis kronis seperti infeksi HPV, hepatitis B atau C, serta obesitas dapat meningkatkan risiko kanker tertentu.
- Jika Anda memiliki kondisi tersebut, pemeriksaan screening kanker harus dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter.
- Tujuannya untuk memastikan setiap perubahan abnormal pada tubuh bisa diketahui sebelum berkembang lebih jauh.
5. Konsultasi Rutin dengan Dokter
Tidak semua orang memerlukan jenis pemeriksaan yang sama.
- Diskusikan dengan dokter untuk menentukan jenis dan frekuensi pemeriksaan screening kanker yang paling sesuai.
- Dokter akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelumnya, faktor risiko pribadi, serta kondisi kesehatan umum.
Dengan memahami faktor-faktor di atas, Anda dapat menentukan waktu yang paling tepat untuk melakukan pemeriksaan screening kanker. Deteksi dini selalu lebih baik daripada pengobatan di tahap lanjut. Pastikan Anda menjadwalkan pemeriksaan secara rutin, terutama bila memiliki faktor risiko tinggi.
Baca juga: Dato’ Dr. M. Amir Shah, Dokter Kanker Ternama di Penang
Jangan tunggu gejala muncul baru memeriksakan diri. Deteksi dini melalui pemeriksaan screening kanker dapat menyelamatkan nyawa Anda dan orang yang Anda cintai.
Melalui Kavalink by Kavacare, Anda bisa:
1. Membuat janji pemeriksaan screening kanker di rumah sakit terbaik dalam maupun luar negeri
2. Mendapat pendampingan medis pribadi mulai dari konsultasi dokter hingga hasil pemeriksaan
3. Dibantu mengatur akomodasi dan perjalanan medis bila dibutuhkan ke luar negeri
4. Mendapat panduan lengkap dari tim Kavacare Medical Assistance
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Sumber:
- Cancer Screening Tests – Centers for Disease Control and Prevention (CDC). https://www.cdc.gov/cancer/prevention/screening. Diakses pada 12 November 2025.
- Screening Test – National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/screening-tests. Diakses pada 12 November 2025.
- American Cancer Society Screening Guidelines by Age – American Cancer Society (ACS). https://www.cancer.org/cancer/screening/screening-recommendations-by-age. Diakses pada 12 November 2025.

