Dr Rajesh Kumar Paramasivam adalah Consultant Gastroenterologist, Hepatologist & Physician sekaligus Resident Consultant di Thomson Hospital Kota Damansara, Malaysia. Beliau menangani gangguan sistem pencernaan secara luas, mulai dari GERD atau asam lambung naik, perdarahan saluran cerna, penyakit radang usus, gangguan pankreas dan empedu, hingga penyakit hati seperti hepatitis, fatty liver, sirosis, dan kanker hati. Salah satu keunggulan Dr Rajesh adalah kompetensinya dalam endoskopi intervensi, yaitu prosedur dengan kamera khusus yang tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi saluran pencernaan, tetapi juga membantu melakukan tindakan medis tanpa operasi besar.
Dr Rajesh Kumar Paramasivam menyelesaikan pendidikan MD dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan memperoleh MRCP dari Glasgow. Beliau kemudian menjalani Fellowship Gastroenterology di Malaysia dan Australia serta Fellowship Interventional Endoscopy di Bangkok dan Mumbai. Pengalaman kerja dan pelatihannya mencakup berbagai rumah sakit tersier di Malaysia, Whittington Hospital di London, Eastern Health di Melbourne, Siriraj Hospital dan Chulalongkorn Hospital di Bangkok, serta Global Hospital di Mumbai. Beliau juga pernah menerima beasiswa APAGE pada 2012 dan JGHF pada 2014 serta Young Investigator Award pada 2011. Pengalaman internasional tersebut membuat Dr Rajesh Kumar dapat dipertimbangkan pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam untuk masalah lambung, usus, hati, pankreas, maupun saluran empedu.
Keahlian Dr Rajesh Kumar Paramasivam
1. GERD, Tukak Lambung, dan Gangguan Saluran Cerna Atas
Salah satu fokus klinis Dr Rajesh Kumar Paramasivam adalah penanganan gastroesophageal reflux disease atau GERD, tukak lambung, gangguan menelan, serta berbagai masalah saluran cerna bagian atas. GERD terjadi ketika isi dan asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa panas di dada, rasa asam atau pahit di mulut, nyeri ulu hati, batuk kronis, sampai kesulitan menelan.
Jika keluhan berlangsung lama atau terdapat tanda bahaya seperti muntah darah, BAB berwarna hitam, berat badan turun tanpa sebab, anemia, atau sulit menelan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan gastroskopi. Gastroskopi dilakukan dengan memasukkan selang tipis berkamera melalui mulut untuk melihat kerongkongan, lambung, dan bagian awal usus halus. Pemeriksaan umumnya berlangsung sekitar 10 sampai 30 menit dan dapat membantu dokter menemukan peradangan, luka, perdarahan, maupun jaringan yang terlihat tidak normal.
2. Endoskopi Intervensi
Keahlian yang cukup menonjol dari Dr Rajesh adalah interventional endoscopy atau endoskopi intervensi. Beliau menjalani pelatihan khusus bidang ini di Bangkok dan Mumbai. Dalam praktiknya, endoskopi intervensi memungkinkan dokter melakukan diagnosis sekaligus tindakan pengobatan melalui saluran pencernaan tanpa membutuhkan sayatan operasi besar pada beberapa kondisi tertentu.
Prosedur yang menjadi fokus Dr Rajesh antara lain therapeutic oesophago-gastro-duodenoscopy, flexible sigmoidoscopy, kolonoskopi untuk mengangkat polip atau menghentikan perdarahan, capsule endoscopy, serta endoscopic ultrasound atau EUS dengan fine needle aspiration (FNA). Pada EUS, alat endoskopi dilengkapi teknologi ultrasound sehingga dokter dapat melihat organ dan jaringan yang berada di sekitar saluran pencernaan secara lebih detail. Bila diperlukan, jarum kecil dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan agar diperiksa lebih lanjut.
Endoskopi juga dapat membantu mendeteksi polip usus sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Pada kolonoskopi, kamera dimasukkan melalui anus untuk memeriksa bagian dalam usus besar dan rektum. Jika ditemukan polip tertentu, dokter dalam banyak kasus dapat mengambil atau mengangkat jaringan tersebut saat prosedur berlangsung sehingga pasien tidak selalu membutuhkan operasi terpisah.
Baca juga: Dr Suehazlyn Zainudin Top Dokter Endokrinologi di Thomson Hospital Damansara
3. Penyakit Hati, Fatty Liver, Hepatitis, dan Sirosis
Sebagai hepatolog, Dr Rajesh juga menangani fatty liver atau perlemakan hati, hepatitis, sirosis, hingga kanker hati. Fatty liver terjadi ketika terlalu banyak lemak menumpuk di dalam hati. Kondisi ini sering berkaitan dengan berat badan berlebih, diabetes, kadar kolesterol atau trigliserida tinggi, serta gangguan metabolik. Pada tahap awal, fatty liver dapat tidak menimbulkan keluhan sehingga sebagian pasien baru mengetahuinya setelah pemeriksaan darah atau USG.
Apabila kerusakan hati terus berlangsung, jaringan sehat dapat secara perlahan digantikan jaringan parut dan berkembang menjadi sirosis. Pasien dengan penyakit hati yang sudah lebih berat dapat mengalami mudah lelah, penurunan berat badan, kulit atau mata menguning, kaki membengkak, penumpukan cairan di perut, hingga muntah darah. Karena perkembangan penyakit hati dapat berlangsung selama bertahun-tahun, pemeriksaan dan pemantauan sejak dini penting untuk mencegah kerusakan menjadi semakin berat.
Dr Rajesh juga melakukan FibroScan, pemeriksaan non-invasif yang membantu menilai tingkat kekakuan atau jaringan parut pada hati. Pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai bagian dari evaluasi pasien dengan fatty liver maupun penyakit hati kronis. Beliau juga melakukan paracentesis, yaitu tindakan mengeluarkan cairan berlebih dari rongga perut yang dapat terjadi pada pasien dengan penyakit hati stadium lanjut.
4. IBS, IBD, Diare, dan Sembelit Kronis
Dr Rajesh menangani irritable bowel syndrome atau IBS serta inflammatory bowel disease atau IBD. Walaupun namanya terdengar mirip, keduanya berbeda. IBS merupakan gangguan fungsi saluran cerna yang dapat menyebabkan sakit perut, kembung, diare, sembelit, atau perubahan pola BAB tanpa adanya kerusakan jaringan usus yang khas. Sementara itu, IBD merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.
Keluhan diare atau sembelit yang berlangsung lama sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai masalah makanan. Pemeriksaan dokter diperlukan terutama jika disertai BAB berdarah, anemia, demam, berat badan menurun, atau riwayat keluarga kanker usus. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah, pencitraan, kolonoskopi, atau pemeriksaan lain sesuai gejala pasien.
5. Gangguan Kandung Empedu, Saluran Empedu, dan Pankreas
Dr Rajesh Kumar Paramasivam juga menangani gangguan kandung empedu, saluran empedu, dan pankreas. Masalah pada area ini dapat menyebabkan nyeri perut kanan atas atau ulu hati, mual, muntah, demam, hingga mata dan kulit menjadi kuning apabila saluran empedu mengalami penyumbatan.
Selain pemeriksaan radiologi seperti USG, CT scan, atau MRI, beberapa masalah pankreas dan saluran empedu dapat memerlukan evaluasi menggunakan endoskopi khusus. Kompetensi Dr Rajesh dalam endoscopic ultrasound memungkinkan struktur pankreas, saluran empedu, serta jaringan di sekitarnya diperiksa dari jarak dekat melalui saluran pencernaan. Pemeriksaan seperti ini terutama bermanfaat jika terdapat benjolan, kista, penyempitan saluran, atau kelainan yang memerlukan pengambilan sampel jaringan.
Jadwal Praktek Dr Rajesh Kumar Paramasivam di Thomson Hospital Damansara
Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan untuk memastikan ketersediaan jadwal Dr Rajesh Kumar Paramasivam. Persiapan lebih awal juga memberi waktu untuk proses administrasi rumah sakit serta pengiriman rekam medis, hasil endoskopi sebelumnya, CT scan atau MRI, hasil laboratorium, daftar obat, dan dokumen kesehatan lainnya.
| Hari | Waktu |
| Senin | 08:30 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Selasa | 08:30 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Rabu | 08:30 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Kamis | 08:30 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Jumat | 08:30 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Sabtu | 08:30 – 12:00 |
| Minggu | Tidak praktek |
Alamat Thomson Hospital Kota Damansara:
11, Jalan Teknologi, Taman Sains Selangor 1, PJU 5, Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.
Thomson Hospital Kota Damansara memiliki layanan khusus Digestive Health yang menangani penyakit kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hati, sistem empedu, serta pankreas. Saat ini, halaman resmi rumah sakit menampilkan lima dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi, termasuk Dr Rajesh Kumar Paramasivam. Rumah sakit juga menyediakan Gastric & Reflux Clinic untuk penanganan GERD dan gastritis serta mendukung pemeriksaan seperti gastroskopi, kolonoskopi, FibroScan dan berbagai pemeriksaan endoskopi lain.
Baca juga: Dr Albert Navin Durairatnam Top Dokter Spesialis Anestesiologi di Thomson Hospital Damansara
Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr Rajesh Kumar Paramasivam dan Cara Buat Janji
Estimasi biaya konsultasi dokter spesialis di Malaysia adalah sekitar MYR 200 sampai MYR 500, atau sekitar Rp700.000 sampai Rp1.830.000. Angka tersebut merupakan kisaran biaya konsultasi dan bukan tarif resmi khusus Dr Rajesh Kumar Paramasivam. Biaya aktual dapat berbeda tergantung kebijakan rumah sakit, kondisi pasien, serta pemeriksaan atau tindakan tambahan yang dibutuhkan. Pemeriksaan seperti gastroskopi, kolonoskopi, FibroScan, capsule endoscopy, endoscopic ultrasound, biopsi, maupun pemeriksaan radiologi akan dikenakan biaya terpisah.
Untuk membuat janji konsultasi dengan Dr Rajesh Kumar Paramasivam, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp 0811-1446-777 . Menggunakan layanan Kavalink tidak akan menambah tagihan rumah sakit. Kavalink dapat membantu pengaturan janji dokter, persiapan dokumen dan rekam medis, penjemputan di bandara, transportasi, medical escort, serta berbagai kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan di luar negeri.


