Dr. Azizi bin Abu Bakar adalah dokter spesialis bedah saraf atau neurosurgeon di Subang Jaya Medical Centre, Malaysia. Beliau memiliki subspesialisasi dalam bedah saraf vaskular dan bedah saraf anak. Keahlian tersebut membuat beliau berpengalaman menangani kelainan pembuluh darah otak, stroke tertentu yang memerlukan tindakan bedah, aneurisma, malformasi arteri vena atau AVM, tumor otak, tumor tulang belakang, hidrosefalus, spina bifida, epilepsi, hingga kelainan saraf bawaan pada anak.
Dr. Azizi bin Abu Bakar menyelesaikan pendidikan kedokteran MBBS di University of Malaya, kemudian memperoleh gelar Master of Surgery dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Dr. Azizi bin Abu Bakar juga mengikuti fellowship bedah saraf vaskular dan bedah saraf anak, termasuk pelatihan bedah saraf di Australia. Jejak profesional beliau telah tercatat setidaknya sejak menerima Excellent Service Award pada 2005, kemudian kembali mendapatkan penghargaan serupa pada 2007 dan 2010. Hal ini menunjukkan pengalaman beliau di bidang bedah saraf telah berlangsung lebih dari dua dekade. Beliau dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Bahasa Melayu, dan bahasa Jawa.
Keahlian Dr. Azizi bin Abu Bakar
1. Bedah Saraf Vaskular untuk AVM dan Aneurisma Otak
Salah satu bidang keahlian utama Dr. Azizi bin Abu Bakar adalah bedah saraf vaskular, yaitu tindakan operasi untuk menangani gangguan pada pembuluh darah otak dan tulang belakang. Prosedur yang beliau lakukan mencakup perbaikan malformasi arteri vena atau AVM, penanganan aneurisma otak dengan teknik clipping atau trapping, operasi bypass pembuluh darah otak, serta carotid endarterectomy.
AVM adalah kumpulan pembuluh darah yang terbentuk secara tidak normal sehingga pembuluh arteri dan vena terhubung secara langsung. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah normal di otak. Pada sebagian pasien, AVM tidak langsung menimbulkan keluhan. Namun, AVM dapat menyebabkan sakit kepala, kejang, gangguan saraf, atau perdarahan otak apabila pembuluh darah tersebut pecah.
Aneurisma otak merupakan kondisi ketika bagian dinding pembuluh darah melemah dan membentuk tonjolan menyerupai balon. Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan perdarahan di dalam atau di sekitar otak. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan stroke perdarahan, penurunan kesadaran, kerusakan saraf permanen, bahkan mengancam nyawa.
Sebelum menentukan tindakan, dokter biasanya menilai ukuran, bentuk, dan lokasi kelainan pembuluh darah melalui CT scan, MRI, MRA, atau angiografi. Operasi tidak selalu menjadi pilihan pertama untuk setiap pasien. Keputusan penanganan perlu mempertimbangkan risiko pecahnya pembuluh darah, usia pasien, kondisi kesehatan, gejala, dan kemungkinan komplikasi dari tindakan.
2. Brain Bypass untuk Gangguan Aliran Darah Otak
Dr. Azizi bin Abu Bakar juga melakukan brain revascularisation atau brain bypass, baik dengan teknik langsung maupun tidak langsung. Operasi ini bertujuan membuat jalur baru agar darah dapat kembali mengalir ke bagian otak yang kekurangan pasokan darah. Beliau menangani kondisi seperti penyempitan pembuluh darah leher, penggumpalan darah di otak, transient ischaemic attack atau TIA, stroke tertentu, penyakit Moyamoya, dan kondisi lain yang mengganggu aliran darah menuju otak.
Penyakit Moyamoya adalah gangguan langka ketika pembuluh darah utama di dasar otak semakin menyempit. Tubuh kemudian membentuk pembuluh darah kecil sebagai jalur pengganti, tetapi pembuluh tersebut biasanya rapuh dan tidak mampu membawa darah dalam jumlah yang cukup. Pasien dapat mengalami serangan stroke berulang, kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, sakit kepala, kejang, atau penurunan kemampuan berpikir.
Pada operasi brain bypass, dokter membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah yang masih sehat. Tujuannya adalah meningkatkan suplai darah ke jaringan otak dan mengurangi risiko serangan stroke berikutnya. Pemeriksaan sebelum operasi dapat mencakup pencitraan pembuluh darah, pemeriksaan fungsi otak, tes darah, serta evaluasi kondisi jantung dan kesehatan umum pasien.
Setelah tindakan, pasien biasanya memerlukan pemantauan di rumah sakit dan pemeriksaan lanjutan. Lama rawat inap serta masa pemulihan berbeda pada setiap pasien, tergantung jenis operasi, luas gangguan pembuluh darah, kondisi saraf sebelum tindakan, dan adanya penyakit lain.
3. Bedah Saraf Anak dan Kelainan Bawaan
Dengan fellowship di bidang bedah saraf anak, Dr. Azizi bin Abu Bakar menangani kelainan otak, tulang belakang, dan sistem saraf yang muncul sejak lahir. Kondisi yang beliau tangani mencakup spina bifida terbuka maupun tertutup, lipomeningocele, split spinal cord, tethered spinal cord, hidrosefalus, serta berbagai kelainan bentuk otak dan tulang belakang. Beliau juga melakukan rekonstruksi tengkorak dan wajah pada kelainan tertentu.
Spina bifida terjadi ketika tulang belakang dan jaringan saraf bayi tidak terbentuk dengan sempurna selama masa kehamilan. Tingkat keparahannya berbeda-beda. Sebagian anak hanya memiliki kelainan kecil yang tidak terlihat jelas, sedangkan anak lainnya dapat mengalami benjolan di punggung, kelemahan kaki, gangguan berjalan, kesulitan mengontrol buang air kecil, atau gangguan fungsi usus.
Tethered spinal cord merupakan kondisi ketika sumsum tulang belakang melekat pada jaringan di sekitarnya. Seiring pertumbuhan anak, tarikan pada jaringan saraf dapat menyebabkan nyeri, kelemahan kaki, perubahan cara berjalan, kelainan bentuk kaki, atau masalah kandung kemih. Dr. Azizi bin Abu Bakar dapat melakukan tindakan pelepasan sumsum tulang belakang untuk mengurangi tarikan dan membantu mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
Beliau juga menangani hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan di dalam rongga otak. Tekanan yang meningkat dapat menyebabkan pembesaran kepala pada bayi, muntah, mudah mengantuk, kejang, sakit kepala, atau gangguan penglihatan. Penanganannya dapat dilakukan dengan memasang shunt, yaitu selang kecil untuk mengalirkan cairan berlebih dari otak ke bagian tubuh lain. Pada kondisi tertentu, dokter dapat membuat jalur aliran cairan menggunakan teknik endoskopi sehingga tekanan di dalam otak berkurang.
Baca juga: Dato’ Dr Tharumaraja Thiruselvam Top Dokter Ortopedi di KPJ Penang Specialist Hospital
4. Operasi Tumor Otak, Saraf, dan Tulang Belakang
Dr. Azizi bin Abu Bakar melakukan biopsi dan pengangkatan tumor pada otak, jaringan saraf, serta tulang belakang. Beliau menangani tumor primer yang tumbuh langsung dari jaringan saraf maupun tumor metastasis yang menyebar dari organ tubuh lain.
Tumor otak dan tulang belakang dapat bersifat jinak atau ganas. Walaupun jinak, tumor tetap dapat menekan jaringan saraf di sekitarnya dan menimbulkan gangguan serius. Gejala yang muncul bergantung pada ukuran dan lokasi tumor, seperti sakit kepala yang semakin berat, muntah, kejang, gangguan penglihatan, perubahan kepribadian, kelemahan tubuh, mati rasa, atau kesulitan berjalan.
Tujuan operasi dapat berupa pengambilan sampel jaringan untuk memastikan jenis tumor, mengangkat tumor sebanyak mungkin, mengurangi tekanan pada otak, serta mempertahankan fungsi saraf pasien. Pemeriksaan MRI atau CT scan diperlukan untuk membantu dokter merencanakan jalur operasi yang aman. Pada beberapa pasien, operasi perlu dilanjutkan dengan radioterapi, kemoterapi, rehabilitasi, atau pemantauan berkala.
Beliau juga menangani gangguan degeneratif tulang belakang, cedera otak dan tulang belakang, kebocoran cairan otak, serta penyakit saraf tepi. Gangguan tulang belakang dapat menyebabkan nyeri leher atau punggung, kesemutan, kelemahan tangan dan kaki, hingga gangguan berjalan. Operasi biasanya dipertimbangkan ketika saraf tertekan berat, keluhan semakin memburuk, atau terapi tanpa operasi tidak memberikan hasil yang memadai.
5. Operasi Epilepsi, Neuralgia Trigeminal, dan Spastisitas
Untuk pasien epilepsi tertentu, Dr. Azizi bin Abu Bakar dapat melakukan pengangkatan bagian jaringan yang menjadi sumber kejang atau memasang vagal nerve stimulator. Alat ini memberikan rangsangan listrik teratur pada saraf vagus untuk membantu mengurangi frekuensi kejang. Tindakan operasi biasanya dipertimbangkan apabila kejang terus berulang meskipun pasien telah menggunakan obat secara teratur dan menjalani evaluasi neurologi lengkap.
Beliau juga menangani neuralgia trigeminal, yaitu nyeri wajah berat yang terasa seperti tersetrum atau ditusuk pada salah satu sisi wajah. Selain itu, beliau menangani hemifacial spasm yang menyebabkan otot pada salah satu sisi wajah bergerak atau berkedut tanpa dapat dikendalikan.
Pada pasien dengan spastisitas berat atau otot yang terus-menerus kaku, Dr. Azizi bin Abu Bakar dapat melakukan selective dorsal rhizotomy maupun pemasangan baclofen pump. Pemilihan tindakan bergantung pada penyebab kekakuan, kemampuan bergerak, usia, serta hasil pemeriksaan saraf dan rehabilitasi.
Jadwal Praktek Dr. Azizi bin Abu Bakar di Subang Jaya Medical Centre
Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Persiapan lebih awal diperlukan karena jadwal dokter bedah saraf dapat berubah mengikuti tindakan operasi dan kebutuhan pasien darurat. Waktu tersebut juga dapat digunakan untuk mengirim rekam medis, hasil MRI atau CT scan, laporan pemeriksaan, daftar obat, serta dokumen kesehatan lainnya.
| Hari | Waktu |
| Senin | 09.00 sampai 13.00 |
| Selasa | 09.00 sampai 13.00 |
| Rabu | 09.00 sampai 13.00 |
| Kamis | 14.00 sampai 18.00 |
| Jumat | 14.00 sampai 18.00 |
| Sabtu | 09.00 sampai 13.00 |
| Minggu | Tidak praktek |
Jadwal tersebut merupakan jadwal praktik Dr. Azizi bin Abu Bakar di Subang Jaya Medical Centre dan dapat berubah. Beliau juga memiliki jadwal di fasilitas kesehatan lain, sehingga pasien perlu melakukan konfirmasi sebelum keberangkatan.
Baca juga: Dr Christopher Lee T Top Dokter Ginjal di Georgetown Specialist Hospital
Alamat Subang Jaya Medical Centre:
1, Jalan SS12/1A, 47500 Subang Jaya, Selangor, Malaysia.
Lokasi klinik:
Level 1, Neuro Spine Clinic, Mediplex Subang Jaya Medical Centre.
Subang Jaya Medical Centre merupakan rumah sakit multidisiplin dengan kapasitas 442 tempat tidur, lebih dari 260 dokter spesialis, dan layanan dalam lebih dari 50 bidang kedokteran. Layanan neuroscience rumah sakit ini mencakup neurologi dan bedah saraf untuk menangani gangguan otak, tulang belakang, serta jaringan saraf.
Rumah sakit ini juga memiliki Brain Suite yang dilengkapi teknologi pencitraan CT intraoperatif BrainLab Airo, sistem navigasi Curve, Buzz Digital OT, serta mikroskop Kinevo 900. Teknologi tersebut membantu dokter memperoleh gambaran yang lebih jelas dan menentukan posisi jaringan selama prosedur bedah saraf. SJMC juga memiliki akreditasi Joint Commission International dan Malaysian Society for Quality in Health.
Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr. Azizi bin Abu Bakar dan Cara Buat Janji
Estimasi biaya konsultasi dengan dokter spesialis di Malaysia adalah sekitar MYR 200 sampai MYR 500. Biaya konsultasi Dr. Azizi bin Abu Bakar dapat berbeda sesuai durasi konsultasi, kompleksitas kondisi, kebijakan rumah sakit, dan pemeriksaan yang dibutuhkan. Biaya MRI, CT scan, angiografi, EEG, tes laboratorium, tindakan operasi, obat, atau rawat inap dihitung secara terpisah.
Untuk membuat janji dengan Dr. Azizi bin Abu Bakar, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp 0811-1446-777. Kavalink membantu mengatur jadwal konsultasi, pengiriman dokumen medis, penjemputan dari bandara, transportasi, akomodasi, medical escort, serta kebutuhan lain selama menjalani pengobatan di luar negeri.


