Dr Benjamin Chuah

Dr Benjamin Chuah Top Dokter Onkologi Kanker Gastrointestinal di Mount Alvernia Hospital

Dr Benjamin Chuah adalah Senior Medical Oncologist di OncoCare Cancer Centre yang berpraktik di Mount Alvernia Hospital, Singapura. Beliau memiliki pengalaman klinis lebih dari 25 tahun, dengan subspesialisasi utama pada kanker gastrointestinal atau kanker saluran pencernaan. Fokus beliau mencakup kanker kerongkongan atau esofagus, kanker lambung, kanker saluran empedu, kanker pankreas, kanker hati atau hepatocellular carcinoma (HCC), kanker neuroendokrin, serta kanker kolorektal. Pengalaman panjang tersebut membuat Dr Benjamin Chuah dapat dipertimbangkan oleh pasien yang membutuhkan penilaian dan perencanaan terapi untuk kanker saluran cerna, termasuk kasus yang sudah lanjut atau membutuhkan terapi sistemik seperti kemoterapi dan terapi target.

Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran di Trinity College Dublin pada tahun 1998 dan memperoleh penghargaan Professor Prize in Physic (Surgery) serta Arthur Ball Prize. Dr Benjamin Chuah kemudian memperoleh keanggotaan Royal College of Physicians pada tahun 2002 dan memiliki kualifikasi MRCP serta FRCP Edinburgh. Sebelum memasuki praktik swasta, beliau aktif dalam pendidikan kedokteran dan penelitian, pernah menjabat sebagai Director of Postgraduate Medical Education untuk Medical Oncology dan menjadi Core Faculty dalam program residensi penyakit dalam. Kontribusinya dalam pendidikan kedokteran juga mendapatkan NUH Postgraduate Teaching Excellence Award pada 2011. Selain itu, beliau telah terlibat sebagai peneliti utama maupun peneliti pendamping dalam berbagai penelitian internasional mengenai terapi baru dan terapi target untuk kanker kolorektal serta pankreas.

berobat ke luar negeri kavalink homecare kavacare

Keahlian Dr Benjamin Chuah

1. Kanker Kerongkongan dan Kanker Lambung

Salah satu fokus Dr Benjamin Chuah adalah kanker saluran pencernaan bagian atas, terutama kanker esofagus atau kerongkongan dan kanker lambung. Kedua penyakit ini dapat sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya terkadang menyerupai masalah pencernaan biasa. Pasien dapat mengalami sulit menelan, nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, cepat kenyang, mual, muntah, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga muntah darah.

Pemeriksaan biasanya melibatkan gastroskopi, yaitu pemeriksaan menggunakan selang fleksibel berkamera untuk melihat bagian dalam kerongkongan dan lambung. Bila ditemukan jaringan yang mencurigakan, dokter dapat mengambil sampel atau biopsi untuk memastikan apakah terdapat sel kanker. KavaCare menjelaskan bahwa pengobatan kanker saluran cerna bagian atas dapat melibatkan operasi, kemoterapi, dan terapi lain sesuai lokasi serta stadium penyakit.

Sebagai dokter onkologi medis, peran Dr Benjamin Chuah terutama berkaitan dengan menentukan dan mengelola terapi menggunakan obat. Pada pasien tertentu, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, setelah operasi untuk mengurangi risiko kanker kembali, atau sebagai terapi utama pada penyakit yang telah menyebar. Jenis, jumlah siklus, dan lama terapi berbeda pada setiap pasien berdasarkan jenis sel kanker, stadium, kondisi fisik, serta hasil pemeriksaan laboratorium.

2. Kanker Pankreas dan Saluran Empedu

Dr Benjamin Chuah juga memiliki subspesialisasi dalam kanker pankreas dan biliary tract cancer atau kanker pada saluran empedu. Kanker pankreas termasuk penyakit yang cukup menantang karena pada stadium awal sering tidak menimbulkan keluhan yang khas. Gejalanya dapat berupa nyeri perut bagian atas yang menjalar ke punggung, berat badan turun, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, hingga kulit dan bagian putih mata terlihat kuning.

Sementara itu, cholangiocarcinoma adalah kanker yang berasal dari saluran empedu, yaitu saluran kecil yang membawa cairan empedu dari hati menuju sistem pencernaan. Pasien dapat mengalami kulit atau mata menguning, urine gelap, rasa gatal, nyeri perut, hingga penurunan berat badan. Kanker saluran empedu tergolong lebih jarang dibandingkan beberapa kanker saluran pencernaan lainnya dan penanganannya sangat bergantung pada lokasi serta tingkat penyebaran penyakit.

Pada penyakit yang tidak memungkinkan untuk ditangani hanya dengan operasi, dokter onkologi dapat mempertimbangkan kemoterapi, terapi target, imunoterapi, atau kombinasi beberapa terapi berdasarkan karakteristik kanker. Hal ini menjadi salah satu alasan pengalaman Dr Benjamin Chuah dalam penelitian terapi kanker gastrointestinal dapat relevan untuk pasien dengan kasus kompleks.

Baca juga: Dr Johan Quah Boon Leong Top Dokter Bedah Saraf di Sunway Medical Centre, Kuala Lumpur

3. Kanker Hati atau Hepatocellular Carcinoma

Kanker hati primer yang paling sering ditemukan adalah hepatocellular carcinoma atau HCC, yaitu kanker yang bermula dari sel utama hati. Penanganannya berbeda dari kanker organ lain yang menyebar ke hati. Pada pasien HCC, dokter tidak hanya perlu melihat ukuran dan penyebaran tumor, tetapi juga menilai seberapa baik fungsi hati pasien masih bekerja.

Penanganan kanker hati umumnya membutuhkan tim dari beberapa bidang, seperti dokter penyakit hati, ahli bedah hepatobilier, dokter onkologi medis, dan dokter radiologi intervensi. Stadium kanker dan fungsi hati merupakan faktor penting dalam menentukan pilihan terapi.

Dr Benjamin Chuah memiliki pengalaman penelitian yang khusus berkaitan dengan kanker hati. Salah satu penelitian beliau mempelajari perubahan genetik pada VEGFR-2 pada hepatocellular carcinoma. Beliau juga terlibat dalam penelitian klinis mengenai terapi untuk HCC yang tidak dapat dioperasi. Latar belakang penelitian seperti ini menunjukkan bahwa pengalaman beliau tidak hanya terbatas pada praktik klinis, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap mekanisme kanker dan perkembangan terapi kanker.

4. Kanker Kolorektal

Bidang lain yang menjadi fokus Dr Benjamin Chuah adalah kanker kolorektal, yaitu kanker pada usus besar atau rektum. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan pola buang air besar yang menetap, darah pada tinja, nyeri atau kembung yang terus berulang, buang air besar terasa tidak tuntas, mudah lelah, dan berat badan yang turun tanpa sebab jelas. Pada stadium awal, kanker kolorektal bahkan dapat tidak menimbulkan gejala.

Pengobatan kanker kolorektal tidak selalu sama untuk setiap pasien. Pilihannya dapat mencakup operasi, kemoterapi, radioterapi khususnya untuk kasus kanker rektum, terapi target, imunoterapi, dan tindakan lainnya. Dokter akan mempertimbangkan lokasi tumor, stadium, apakah kanker telah menyebar, kondisi pasien, serta karakteristik molekuler dari kanker.

Dr Benjamin Chuah memiliki pengalaman penelitian yang kuat pada bidang ini. Beliau pernah terlibat dalam studi Fase II yang mengevaluasi ganitumab atau conatumumab bersama regimen FOLFIRI sebagai terapi lini kedua pada kanker kolorektal metastasis dengan mutasi KRAS. Beliau juga telah menerbitkan penelitian mengenai skrining kanker kolorektal.

5. Kanker Neuroendokrin dan Terapi Kanker Sistemik

Dr Benjamin Chuah juga menangani neuroendocrine cancer, yaitu kelompok kanker yang berasal dari sel neuroendokrin. Sel ini menghasilkan hormon dan terdapat di berbagai organ, termasuk pankreas serta saluran pencernaan. Karena jenis, lokasi, dan kecepatan pertumbuhannya dapat sangat berbeda, pasien biasanya membutuhkan pemeriksaan yang cukup lengkap sebelum dokter menentukan terapi.

Sebagai dokter onkologi medis, Dr Benjamin Chuah dapat mengelola terapi kanker sistemik. Istilah ini berarti obat bekerja melalui aliran darah sehingga dapat mencapai sel kanker di berbagai bagian tubuh. Bentuknya dapat berupa kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi sesuai tipe kanker. Terapi target secara khusus bekerja pada molekul atau mekanisme tertentu yang membantu sel kanker tumbuh, sedangkan imunoterapi bertujuan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan kanker.

Jadwal Praktek Dr Benjamin Chuah di Mount Alvernia Hospital

Pasien dari Indonesia disarankan untuk menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Persiapan sejak awal penting karena dokter spesialis kanker dengan subspesialisasi tertentu dapat memiliki permintaan konsultasi yang tinggi. Selain memastikan ketersediaan dokter, waktu tersebut dapat digunakan untuk mengirim rekam medis, hasil biopsi atau patologi, CT scan, MRI, PET-CT, hasil pemeriksaan darah, daftar obat, serta riwayat pengobatan sebelumnya.

Hari Waktu 
SeninSesuai pembuatan janji
SelasaSesuai pembuatan janji
RabuSesuai pembuatan janji
KamisSesuai pembuatan janji
JumatSesuai pembuatan janji
SabtuSesuai pembuatan janji
MingguSesuai pembuatan janji

Alamat Mount Alvernia Hospital:
820 Thomson Road, Singapore 574623
OncoCare Cancer Centre, Medical Centre D #08-53

Mount Alvernia Hospital memiliki layanan kanker yang didukung berbagai bidang spesialisasi. OncoCare Cancer Centre di Mount Alvernia menyediakan konsultasi onkologi rawat jalan dan fasilitas terapi infus untuk pasien kanker. Di kompleks Mount Alvernia juga tersedia layanan pendukung seperti onkologi medis, bedah onkologi, radioterapi, nuclear medicine dan PET-CT, serta fasilitas farmasi untuk kebutuhan terapi kanker. Kondisi ini memungkinkan pemeriksaan dan penanganan pasien kanker dilakukan dengan pendekatan dari berbagai disiplin sesuai kebutuhan pasien.

Baca juga: Dato Dr Ong Loke Meng Top Dokter Spesialis Ginjal di Penang Adventist Hospital

Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr Benjamin Chuah dan Cara Buat Janji

Estimasi biaya konsultasi dengan Dr Benjamin Chuah di Mount Alvernia Hospital adalah sekitar SGD 200 sampai SGD 450. Biaya ini merupakan perkiraan konsultasi dokter dan dapat berubah sesuai kebijakan klinik, durasi konsultasi, kompleksitas kondisi pasien, atau kebutuhan second opinion. Pemeriksaan tambahan seperti tes darah, pemeriksaan patologi, CT scan, MRI, PET-CT, pemeriksaan molekuler, maupun obat dan tindakan medis akan memiliki biaya terpisah.

Untuk membuat janji dengan Dr Benjamin Chuah, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp 0811-1446-777. Kavalink dapat membantu mengatur janji konsultasi, koordinasi dokumen dan rekam medis, penjemputan dari bandara, akomodasi, transportasi, medical escort, serta kebutuhan lain selama menjalani pengobatan di luar negeri.

Artikel ini telah direview oleh

Kavalink Medical Team

Medical Travel Facilitator