Dr Gooi Boon Hui adalah Consultant General & Colorectal Surgeon atau dokter spesialis bedah umum dengan subspesialisasi bedah kolorektal di Penang Adventist Hospital, Penang, Malaysia. Bidang keahlian beliau berfokus pada pembedahan untuk gangguan usus besar, rektum, dan anus, serta sejumlah kondisi yang membutuhkan bedah umum. Penang Adventist Hospital juga memasukkan Dr Gooi Boon dalam kategori layanan kanker, endoskopi saluran pencernaan, dan bedah umum. Dengan latar belakang pendidikan khusus bedah kolorektal, Dr Gooi Boon dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang membutuhkan evaluasi kanker usus besar, kelainan pada rektum, pemeriksaan endoskopi, maupun penanganan bedah pada saluran pencernaan.
Dr Gooi Boon Hui menyelesaikan pendidikan MBBS di University of Malaya pada 1996, kemudian memperoleh kualifikasi FRCS dari Royal College of Surgeons in Ireland pada 2000. Beliau selanjutnya memperdalam bidangnya melalui Fellowship in Colorectal Surgery di Hull, Inggris. Berdasarkan tahun kelulusan kedokterannya, beliau telah memiliki perjalanan di bidang medis sekitar 30 tahun. Kredensial Dr Gooi juga tercatat dalam National Specialist Register Malaysia sebagai spesialis General Surgery dan Colorectal Surgery. Beliau dapat melayani pasien dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, dan Hokkien.
Keahlian Dr Gooi Boon Hui
1. Bedah Kolorektal dan Kanker Usus Besar
Bedah kolorektal merupakan cabang ilmu bedah yang berfokus pada penyakit di usus besar atau kolon, rektum, dan area anus. Karena Dr Gooi menjalani fellowship khusus bedah kolorektal, bidang ini menjadi salah satu kompetensi utama beliau. Dokter bedah kolorektal biasanya dibutuhkan ketika pasien mengalami tumor atau kanker usus besar, polip tertentu, penyumbatan usus, perdarahan saluran cerna bagian bawah, atau gangguan lain yang membutuhkan tindakan operasi.
Salah satu kondisi penting yang ditangani dalam bidang ini adalah kanker kolorektal. Kanker tersebut berkembang pada usus besar atau rektum dan dalam banyak kasus bermula dari polip, yaitu pertumbuhan jaringan pada dinding bagian dalam usus. Tidak semua polip berubah menjadi kanker, tetapi beberapa jenis polip memiliki risiko lebih tinggi sehingga perlu ditemukan dan ditangani sejak dini. Gejala yang patut diperiksa antara lain perubahan pola buang air besar yang menetap, BAB berdarah, nyeri atau kembung berkepanjangan, rasa BAB tidak tuntas, mudah lelah, hingga berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
Penanganan kanker kolorektal bergantung pada lokasi tumor, stadium kanker, kondisi pasien, serta apakah kanker sudah menyebar. Operasi dapat dilakukan untuk membuang bagian usus yang terkena kanker sekaligus jaringan di sekitarnya. Pada kondisi tertentu, pasien juga membutuhkan kemoterapi atau radioterapi sebelum maupun sesudah operasi. Artikel kesehatan Kavacare mengenai kanker kolorektal menjelaskan bahwa operasi merupakan salah satu pengobatan utama, tetapi terapi kanker tidak selalu hanya berupa pembedahan. Karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan sebelum menentukan rencana pengobatan.
Deteksi dini menjadi sangat penting. Penang Adventist Hospital menyebutkan bahwa kanker kolorektal merupakan salah satu kanker yang umum ditemukan di Malaysia dan banyak pasien masih datang pada stadium lanjut. Rumah sakit tersebut juga menyatakan tingkat kelangsungan hidup lima tahun dapat mencapai sekitar 90% apabila kanker kolorektal ditemukan pada tahap awal.
2. Endoskopi Saluran Pencernaan dan Kolonoskopi
Dr Gooi Boon Hui juga tercatat dalam kategori Endoscopy Gastrointestinal di Penang Adventist Hospital. Endoskopi adalah pemeriksaan menggunakan selang fleksibel dengan kamera kecil untuk melihat kondisi bagian dalam saluran pencernaan. Untuk menilai usus besar dan rektum secara khusus, pemeriksaan yang digunakan disebut kolonoskopi.
Kolonoskopi dapat direkomendasikan ketika pasien mengalami BAB berdarah, perubahan pola BAB, nyeri perut yang tidak kunjung membaik, anemia yang belum diketahui penyebabnya, atau memiliki risiko kanker kolorektal. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mencari polip sebelum berubah menjadi kanker. Dokter memasukkan alat fleksibel berkamera melalui anus dan mengarahkannya secara perlahan hingga ke usus besar. Bila ditemukan polip kecil, dalam kondisi tertentu dokter dapat sekaligus mengambil atau mengangkat jaringan tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Pasien biasanya perlu menjalani persiapan usus sebelum kolonoskopi dengan mengonsumsi obat pencahar sesuai petunjuk dokter. Tujuannya agar usus bersih sehingga dinding usus dapat terlihat dengan jelas. Setelah pemeriksaan, pasien mungkin mengalami kembung atau sedikit rasa tidak nyaman untuk sementara. Bila dilakukan dengan obat sedasi, pasien biasanya perlu beristirahat terlebih dahulu dan sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan sendiri setelah tindakan.
Baca juga: Dr Hardip Singh Top Dokter Spesialis Bedah Jantung di Penang Adventist Hospital
3. Bedah Umum
Selain bedah kolorektal, Dr Gooi juga memiliki kompetensi sebagai dokter spesialis bedah umum. Profil rumah sakit secara resmi mengelompokkan beliau dalam kategori General Surgery, sementara profil klinis lain mencantumkan penanganan seperti operasi hernia umbilikalis dan sejumlah prosedur bedah lainnya.
Bedah umum mencakup berbagai penyakit yang mungkin membutuhkan operasi, terutama pada organ di dalam perut dan jaringan tubuh tertentu. Sebelum operasi, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah pembedahan memang diperlukan atau pasien masih dapat ditangani dengan pengobatan maupun observasi. Jika operasi dibutuhkan, jenis prosedur dan lama pemulihan akan berbeda-beda menurut penyakit, usia pasien, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta kompleksitas operasi.
Jadwal Praktek Dr Gooi Boon Hui di Penang Adventist Hospital
Pasien sebaiknya menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan. Penang Adventist Hospital sendiri menyarankan pasien membuat janji sekitar dua minggu sebelumnya untuk menghindari kehabisan slot. Waktu tersebut juga dapat digunakan untuk menyiapkan rekam medis, hasil kolonoskopi, laporan patologi atau biopsi, CT scan, MRI, daftar obat, serta dokumen kesehatan lain yang perlu diperiksa dokter sebelum konsultasi.
| Hari | Waktu |
| Senin | 08:00 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Selasa | 08:00 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Rabu | 08:00 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Kamis | 08:00 – 13:00 dan 14:00 – 17:00 |
| Jumat | 08:00 – 13:00 |
| Sabtu | Tidak praktek |
| Minggu | 08:00 – 13:00 |
Alamat Penang Adventist Hospital:
465, Jalan Burma, 10350 George Town, Penang, Malaysia.
Penang Adventist Hospital memiliki layanan bedah umum yang saat ini mencantumkan beberapa konsultan dengan bidang berbeda, termasuk bedah kolorektal, bedah hepatobilier, bedah toraks, serta bedah payudara dan endokrin. Pada kategori General Surgery, situs rumah sakit mencantumkan enam dokter, termasuk Dr Gooi Boon Hui. Rumah sakit juga menyediakan layanan endoskopi gastrointestinal dan layanan kanker, sehingga pasien dengan dugaan kanker kolorektal dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan dari beberapa bidang medis yang relevan dalam satu rumah sakit.
Baca juga: Dr Kwan Keat Leong Top Dokter Bedah Gastrointestinal di Thomson Hospital Damansara
Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr Gooi Boon Hui dan Cara Buat Janji
Estimasi biaya konsultasi dengan Dr Gooi Boon Hui di Penang Adventist Hospital adalah sekitar MYR 100 sampai MYR 300. Angka ini merupakan estimasi dan dapat berubah mengikuti kebijakan dokter dan rumah sakit. Biaya konsultasi juga belum termasuk pemeriksaan tambahan seperti tes laboratorium, kolonoskopi, CT scan, biopsi, pemeriksaan patologi, maupun tindakan operasi apabila diperlukan. Sebagai perbandingan, kisaran umum konsultasi dokter di Malaysia pada data estimasi Kavalink adalah sekitar MYR 200 sampai MYR 500.
Jika ingin berkonsultasi atau membuat janji dengan Dr Gooi Boon Hui, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp 0811-1446-777. Tim Kavalink dapat membantu proses pembuatan janji dokter, persiapan dan pengiriman rekam medis, transportasi serta penjemputan bandara, medical escort, hingga kebutuhan lain selama menjalani pengobatan di luar negeri.


