Dr Kevin Tay adalah Senior Medical Oncologist di OncoCare Cancer Centre, Singapura, dengan pengalaman klinis lebih dari 25 tahun. Salah satu fokus utama beliau adalah kanker yang berkaitan dengan wanita, terutama kanker payudara dan kanker ginekologi. Beliau juga berpengalaman menangani kanker darah seperti limfoma, mieloma, dan leukemia, serta sarkoma jaringan lunak dan tulang, melanoma, kanker otak, dan beberapa jenis kanker yang lebih jarang ditemukan. Untuk pasien kanker payudara, pengalaman beliau sebagai dokter onkologi medis penting terutama dalam menentukan pengobatan dengan obat, seperti kemoterapi, terapi hormon, terapi target, dan imunoterapi sesuai karakter kanker masing-masing pasien.
Pengalaman Dr Kevin Tay didukung pendidikan dan pelatihan onkologi yang kuat. Dr Kevin Tay memperoleh gelar kedokteran dari National University of Singapore, kemudian menjalani pendidikan pascasarjana bidang penyakit dalam di University of Hawaii, Amerika Serikat. Setelah itu, beliau mengikuti fellowship Onkologi Medis di National Cancer Institute (NCI), National Institutes of Health (NIH), Amerika Serikat. Selama pelatihan tersebut, beliau pernah belajar di bawah bimbingan Dr Sandy Swain, pakar kanker payudara internasional dan mantan Presiden American Society of Clinical Oncology. Dr Kevin Tay juga memiliki sertifikasi American Board of Internal Medicine dalam Ilmu Penyakit Dalam dan Onkologi Medis. Pengalaman panjang dalam praktik dan penelitian kanker menjadikan Dr Kevin Tay salah satu dokter yang dapat dipertimbangkan pasien Indonesia yang ingin mencari second opinion maupun rencana terapi kanker payudara di Singapura.
Keahlian Dr Kevin Tay
1. Penanganan Kanker Payudara Secara Personal
Kanker payudara tidak selalu memiliki karakter yang sama pada setiap pasien. Secara umum, kanker payudara dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan karakter biologis sel kankernya, antara lain kanker dengan reseptor hormon positif, kanker HER2 positif, dan triple-negative breast cancer. Perbedaan ini sangat penting karena menentukan jenis obat yang kemungkinan memberikan manfaat paling besar.
Sebagai dokter onkologi medis dengan fokus pada kanker payudara, Dr Kevin Tay dapat mengevaluasi hasil biopsi, pemeriksaan jaringan tumor, stadium kanker, kondisi kesehatan pasien, serta terapi yang pernah dijalani sebelumnya. Dari hasil evaluasi tersebut, dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan kemoterapi, terapi target, terapi hormon, imunoterapi, atau kombinasi beberapa terapi.
2. Kemoterapi Kanker Payudara
Kemoterapi menggunakan obat yang bekerja untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Pada kanker payudara, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran tumor, setelah operasi untuk mengurangi risiko kekambuhan, atau sebagai terapi utama pada kanker yang sudah menyebar ke organ lain.
Kemoterapi biasanya diberikan dalam beberapa siklus. Setiap siklus diikuti periode istirahat agar tubuh memiliki waktu untuk pulih sebelum pemberian obat berikutnya. Keseluruhan pengobatan dapat berlangsung selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung jenis obat, stadium kanker, respons pengobatan, dan kondisi pasien. Selama terapi, dokter juga memantau efek samping seperti mual, kelelahan, penurunan sel darah, atau rambut rontok sehingga terapi pendukung dapat diberikan bila diperlukan.
Baca juga: Dr Benjamin Chuah Top Dokter Onkologi Kanker Gastrointestinal di Mount Alvernia Hospital
3. Terapi Target untuk Kanker Payudara HER2 Positif
Salah satu perkembangan penting dalam pengobatan kanker payudara adalah terapi target. Pengobatan ini bekerja dengan menyerang bagian tertentu yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker, sehingga berbeda dari kemoterapi yang juga dapat memengaruhi sel tubuh sehat yang berkembang cepat.
Contohnya adalah kanker payudara HER2 positif. Pada kondisi ini, sel kanker memiliki protein HER2 dalam jumlah berlebihan sehingga pertumbuhan kanker dapat menjadi lebih agresif. Setelah pemeriksaan jaringan menunjukkan HER2 positif, dokter dapat mempertimbangkan obat yang secara khusus menargetkan HER2, seperti trastuzumab atau terapi lain sesuai kondisi pasien. Karena itu, pemeriksaan biomarker merupakan bagian penting sebelum memilih terapi target.
4. Terapi Hormon Kanker Payudara
Sebagian kanker payudara memiliki reseptor estrogen atau progesteron. Artinya, hormon tersebut dapat membantu sel kanker tumbuh. Pada kondisi seperti ini, dokter dapat menggunakan terapi hormon untuk menghambat pengaruh hormon terhadap sel kanker.
Terapi hormon dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan kemoterapi dan pilihan obatnya disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk apakah pasien sudah menopause atau belum. Tujuannya dapat berupa mengurangi risiko kanker kembali setelah terapi utama atau mengendalikan kanker yang telah menyebar.
5. Imunoterapi untuk Kanker Payudara Tertentu
Imunoterapi bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker. Tidak semua kanker payudara membutuhkan imunoterapi. Pengobatan ini dapat digunakan pada kasus tertentu, termasuk beberapa jenis triple-negative breast cancer, setelah dokter mempertimbangkan stadium penyakit dan hasil pemeriksaan biomarker.
Keahlian Dr Kevin Tay tidak terbatas pada kanker payudara. Profil resmi OncoCare juga mencatat fokus beliau pada kanker ginekologi, kanker darah seperti limfoma, mieloma dan leukemia, sarkoma jaringan lunak serta tulang, melanoma, kanker otak, dan kanker terkait HIV. Latar belakang beliau dalam penelitian translasi kanker di NIH serta pengalaman penelitian di National Cancer Centre Singapore turut mendukung pendekatan terapi yang mengikuti perkembangan ilmu onkologi.
Jadwal Praktek Dr Kevin Tay
Pasien disarankan menghubungi Kavalink sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum rencana kunjungan karena jadwal dokter onkologi dapat cepat terisi. Persiapan lebih awal juga memudahkan pengaturan administrasi dan pengiriman dokumen seperti hasil biopsi atau patologi, PET scan, CT scan, MRI, hasil laboratorium, riwayat kemoterapi, daftar obat, serta ringkasan medis. Dengan dokumen yang lengkap, dokter dapat mempelajari kondisi pasien sebelum konsultasi berlangsung.
| Hari | Waktu |
| Senin | Sesuai pembuatan janji |
| Selasa | Sesuai pembuatan janji |
| Rabu | Sesuai pembuatan janji |
| Kamis | Sesuai pembuatan janji |
| Jumat | Sesuai pembuatan janji |
| Sabtu | Sesuai pembuatan janji |
| Minggu | Sesuai pembuatan janji |
Alamat praktik:
OncoCare Cancer Centre @ Mount Alvernia
820 Thomson Road #08-53
Mount Alvernia Hospital, Medical Centre D
Singapore 574623
OncoCare Cancer Centre merupakan pusat khusus pengobatan kanker di Singapura dengan tim dokter onkologi dari berbagai bidang. Layanannya mencakup kemoterapi, imunoterapi, terapi target, terapi hormon, diagnosis kanker, perawatan paliatif, dukungan nutrisi onkologi, hingga akses terhadap penelitian klinis. Untuk kanker payudara, OncoCare juga menerapkan pendekatan multidisiplin yang dapat melibatkan dokter onkologi medis, dokter bedah, dokter radiologi, dokter patologi, serta tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien.
Baca juga: Dr Leow Thye Yng Top Dokter Spesialis Mata di Penang Adventist Hospital
Estimasi Biaya Konsultasi dengan Dr Kevin Tay dan Cara Buat Janji
Estimasi biaya konsultasi dengan dokter spesialis onkologi di rumah sakit swasta Singapura umumnya sekitar SGD 200 sampai SGD 450 untuk konsultasi, tergantung dokter, kompleksitas kondisi, lama konsultasi, dan kebijakan fasilitas medis. Estimasi ini belum termasuk pemeriksaan seperti tes darah, biopsi atau pemeriksaan patologi ulang, CT scan, PET scan, pemeriksaan biomarker, maupun biaya obat dan terapi kanker. Sebagai perbandingan, profil dokter onkologi Singapura di Kavacare juga menggunakan kisaran SGD 200 sampai SGD 450 sebagai estimasi konsultasi spesialis.
Jika ingin membuat janji dengan Dr Kevin Tay, pasien dapat menghubungi Kavalink melalui WhatsApp 0811-1446-777. Tim Kavalink dapat membantu rekomendasi dan pembuatan janji dokter, koordinasi dokumen medis, transportasi dan penjemputan bandara, serta kebutuhan perjalanan pengobatan lainnya.


