Mencari Jalan Keluar Untuk Masalah Jatuh: Pencegahan Jatuh di Rumah dan Rumah Sakit Homecare Kavacare

Mencari Jalan Keluar Untuk Masalah Jatuh: Pencegahan Jatuh di Rumah dan Rumah Sakit

Masalah jatuh bisa menjadi fatal bagi orang lanjut usia, karena jatuh memiliki banyak konsekuensi lanjutan. Akibat paling fatal dari jatuh adalah meningkatnya risiko kematian langsung, maupun tidak langsung. Namun juga banyak masalah komplikasi komorbid lainnya dan juga konsekuensi biaya yang besar akibat patah tulang, disabilitas, komplikasi penyakit kronis. Tidak bisa diabaikan adalah masalah psikis seperti frustrasi dan depresi akibat kehilangan kemandirian. 

Insiden jatuh sayangnya bisa terjadi di mana saja baik di lingkungan rumah maupun saat seseorang dirawat di rumah sakit. Di rumah, seringkali lokasi jatuh ada di kamar mandi dan kamar tidur. Namun, ternyata rumah sakit menjadi salah satu tempat tersering terjadinya jatuh yang menyebabkan akibat fatal. Secara rata-rata insiden jatuh terjadi di hari ketiga rawat inap.

Belum lama, ada terbit dua artikel yang menarik, membahas dua kondisi jatuh dari sudut pandang dan lokasi berbeda. Satu ditulis oleh Meulenbroeks et al di BMC Geriatrics 2024, dan satu lagi oleh Li dan Kamalakar di The American Journal of Geriatric Psychiatry: Open Science, Education, and Practice 2025. Meulenbroeks menekankan pentingnya pencegahan jatuh di rumah, komunitas dan fasilitas untuk lansia, sedangkan Li dan Kamalakar menjelaskan pentingnya penanganan jatuh di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Tentunya ada berbagai faktor yang menjadi risiko jatuh, ada yang dapat dicegah dan dimodifikasi, ada yang memang mengikat kepada populasi berisiko ini. 

Contoh dari faktor yang mengikat antara lain: gangguan kognisi, gangguan mobilitas, debilitas, riwayat jatuh sebelumnya, fraktur dan Riwayat penyakit serebrovaskular. Sedangkan faktor yang masih bisa dimodifikasi antara lain kelemahan otot, gait dan keseimbangan, neuropati, gangguan pendengaran dan penglihatan, osteoporosis dan defisiensi vitamin D, serta efek dari obat-obatan tertentu. 

Apa sih yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah jatuh?

Dari analisa yang diterbitkan di BMC Geriatrics tahun lalu itu, dijabarkan bahwa latihan yang teratur dilakukan oleh para lansia, secara signifikan dapat mengurangi risiko jatuh. Kesimpulan ini mereka dapatkan dari mendalami seratus enam review sistematis yang terdiri dari 63 penelitian di komunitas dan 19 penelitian di rumah perawatan lansia (residential aged care). Menariknya, asupan vitamin D yang cukup bisa menjadi cara sederhana untuk meningkatkan pencegahan terhadap jatuh. Artikel yang disusun oleh tim peneliti di Australia ini memberikan saran bahwa latihan (>3 jam per minggu) seperti Tai Chi, kekuatan dan keimbangan merupakan Latihan yang baik untuk pencegahan jatuh. Kombinasi dengan asupan vitamin D yang cukup (sekitar 800 IU per hari) dan suplementasi kalsium, serta penggunaan pegangan tangan di rumah, serta pencegahan tersandung (seperti karpet, penggunaan anti selip, lampu yang memadai), bisa menjadi cara yang terbaik untuk mencegah jatuh di rumah. 

Bagaimana agar pasien yang dirawat di rumah sakit tidak mengalami insiden jatuh?

Di rumah sakit, problemnya bisa lebih kompleks lagi. Pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit, seharusnya dalam pengawasan yang memadai dari tim rumah sakit. Sayangnya, tidak jarang, keterbatasan dan kelalaian petugas di rumah sakit, bisa menyebabkan kecelakaan dari pasien yang sedang dalam masa perawatan. 

Perlu dilakukan analisa yang seksama di masing-masing instansi dan organisasi. Paling pertama adalah identifikasi risiko jatuh dari pasien. Apakah ada gangguan gerak dan mobilisasi, penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi tingkat kesadaran, kognisi dan keseimbangan, serta kondisi awal dari pasiennya sendiri seperti usia dan gangguan kognisi. 

Standar di berbagai rumah sakit adalah membuat modifikasi-modifikasi di lingkungan rumah sakit seperti penanda risiko jatuh, modifikasi kamar tidur dan kamar mandi yang aman dari tergelincir, hingga penggunaan caregiver eksternal untuk mendampingi pasien, dan robot pengawas serta alarm untuk pencegahan jatuh. 

Li dan  Kamalakar menekankan pentingnya kegiatan pencegahan seperti program latihan memadai, persiapan kondisi dan proteksi bila terjadi insiden jatuh, alarm dan edukasi terhadap pasien dan pendampingnya. 

Hal-hal di atas tentunya perlu penelitian dan evaluasi yang seksama. Namun semua sepakat bahwa, mencegah lebih baik dan mengembangkan metode dan standar prosedur operasional yang efektif namun tetap mudah dilaksanakan.

Sumber: 

Isabelle Meulenbroeks, Crisostomo Mercado, Peter Gates, Amy Nguyen, Karla Seaman. Effectiveness of fall prevention interventions in residential aged care and community settings: an umbrella review. 19 January 2024.

Susan Li BS, Kamalakar Surineni MD, MPH. Falls in Hospitalized Patients and Preventive Strategies: A Narrative Review. 5, March 2025, Pages 1-9. https://doi.org/10.1016/j.osep.2024.10.004.

 

 

Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare