Screening jantung penting dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini, terutama karena banyak kondisi seperti serangan jantung, penyumbatan pembuluh darah, aritmia, hingga gagal jantung sering muncul tanpa gejala awal. Melalui screening jantung, dokter dapat menilai kesehatan jantung secara menyeluruh mulai dari irama listrik jantung, fungsi otot, kondisi pembuluh darah, hingga faktor risiko seperti kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga. Screening jantung sangat dianjurkan bagi usia di atas 40 tahun, perokok, penderita penyakit kronis, setiap orang dengan riwayat penyakit jantung di keluarganya atau mereka yang ingin memastikan kondisi jantung tetap prima sehingga dapat diberikan rekomendasi gaya hidup atau perawatan yang sesuai.
Alasan Screening Jantung Diperlukan
1. Deteksi Dini Penyakit Jantung
Melalui screening jantung, diharapkan kelainan seperti penyempitan pembuluh darah, aritmia, pembesaran jantung, atau gangguan katup dapat terdeteksi sebelum menimbulkan gejala. Semakin cepat ditemukan, semakin mudah ditangani dan dicegah komplikasinya.
2. Mencegah Serangan Jantung Mendadak
Banyak kasus serangan jantung terjadi tanpa tanda awal. Screening jantung membantu mengidentifikasi risiko seperti plak koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kekentalan darah sehingga pasien bisa melakukan tindakan pencegahan lebih cepat. Apabila ditemukan kelainan-kelainan, seperti dijelaskan dalam manfaat deteksi dini penyakit jantung, risiko serangan jantung bisa diatasi sebelum terjadi.
3. Mengetahui Faktor Risiko Pribadi
Setiap orang bisa memiliki risiko berbeda berdasarkan gaya hidup, genetik, usia, dan kondisi kesehatan. Dengan screening, dokter dapat menilai apakah Anda memiliki risiko tinggi karena merokok, obesitas, riwayat keluarga, diabetes, atau hipertensi.
4. Membantu Menentukan Gaya Hidup yang Lebih Sehat
Hasil screening jantung memberikan gambaran jelas tentang kondisi tubuh sehingga dokter dapat memberikan rekomendasi pribadi seperti diet sehat, jenis olahraga yang aman, target berat badan ideal, hingga pengaturan stres.
5. Mengurangi Risiko Komplikasi Penyakit Kronis
Bagi penderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, screening jantung membantu memantau dampak penyakit tersebut terhadap jantung, sehingga komplikasi berbahaya seperti gagal jantung atau penyakit arteri koroner bisa dicegah.
6. Pemantauan Kesehatan Rutin bagi Usia di Atas 40 tahun
Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit jantung meningkat. Screening jantung menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi jantung tetap optimal dan menangkap perubahan kecil yang bisa berkembang menjadi masalah serius.
7. Penting bagi Individu dengan Stres Tinggi atau Kurang Tidur
Stres kronis dan pola tidur buruk dapat memengaruhi tekanan darah, detak jantung, dan hormon tubuh. Dengan screening jantung, efek tersebut dapat dipantau agar tidak berkembang menjadi gangguan ritme jantung atau tekanan darah tinggi.
Baca juga: Mengapa Screening Stroke Penting dan Bagaimana Screening Otak Membantu Mendeteksinya Lebih Dini?
Siapa yang Perlu Melakukan Screening Jantung?
1. Usia di Atas 40 Tahun
Memasuki usia 40 tahun, risiko penyakit jantung meningkat karena elastisitas pembuluh darah mulai berkurang dan metabolisme tubuh melambat. Screening jantung penting untuk mendeteksi perubahan kecil pada fungsi jantung yang mungkin tidak disadari, seperti penumpukan plak atau tekanan darah tinggi yang berpotensi berkembang menjadi penyakit jantung koroner.
2. Perokok Aktif
Kebiasaan merokok mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyempitan arteri. Zat kimia dalam rokok dapat memicu inflamasi baik lokal maupun sistemik dan mempercepat pembentukan plak, sehingga screening jantung diperlukan untuk menilai kondisi pembuluh darah serta fungsi jantung secara keseluruhan.
3. Penderita Hipertensi atau Diabetes
Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras, sedangkan diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil dan besar. Kombinasi keduanya sangat meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, screening jantung menjadi langkah penting untuk memantau dampak kedua kondisi ini dan mencegah komplikasi seperti serangan jantung atau gagal jantung.
4. Pengidap Obesitas
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, hipertensi, dan resistensi insulin, yang semuanya berkaitan erat dengan penyakit jantung. Screening jantung membantu menilai efek obesitas terhadap kesehatan jantung dan menentukan langkah penurunan berat badan yang lebih aman dan efektif.
5. Mereka dengan Riwayat Keluarga Penyakit Jantung
Jika orang tua atau saudara kandung pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit jantung lainnya, risiko Anda bisa meningkat secara genetik. Melakukan screening jantung membantu mendeteksi faktor bawaan tersebut lebih awal dan memungkinkan tindakan pencegahan yang lebih tepat sasaran.
6. Sering Mengalami Stres atau Kurang Olahraga
Stres berlebih dapat meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin yang memicu lonjakan tekanan darah, detak jantung tidak stabil, serta peradangan di tubuh. Selain itu, kurang aktivitas fisik juga melemahkan fungsi kardiovaskular. Screening jantung dapat membantu memantau dampaknya dan memberikan rekomendasi aktivitas fisik yang sesuai untuk menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: Apa Saja Pemeriksaan Untuk Screening Kanker?
Pemeriksaan yang Termasuk dalam Screening Jantung
Berbagai metode digunakan dalam screening jantung untuk memberikan gambaran lengkap tentang fungsi kardiovaskular. Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:
1. EKG (Elektrokardiogram)
Pemeriksaan ini menilai aktivitas listrik jantung. Screening jantung melalui EKG dapat mendeteksi irama jantung tidak teratur, serangan jantung lama, maupun gangguan konduksi listrik jantung.
2. Tes Darah Profil Lemak
Untuk mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Hasil tes ini sangat berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan merupakan bagian penting dari screening jantung.
3. Echocardiography (USG Jantung)
Melalui gelombang ultrasound, pemeriksaan ini memberikan gambaran struktur dan fungsi otot jantung. Ini membantu menilai katup jantung, kekuatan pompa jantung, hingga kemungkinan gangguan bawaan.
4. Treadmill Test (Uji Toleransi Latihan)
Tes ini memantau kinerja jantung saat tubuh diberi beban fisik dan sering dikenal sebagai stress test. Dalam screening jantung, tes ini sangat penting untuk mendeteksi penyempitan pembuluh darah yang tidak tampak saat istirahat. Selain treadmill, bisa dilakukan juga dengan sepeda statis atau e-bike bagi mereka yang sulit berdiri lama atau mengalami gangguan lutut.
5. CT Scan Jantung / Calcium Score
Digunakan untuk mengukur tingkat kalsifikasi pada pembuluh darah jantung. Screening jantung dengan metode ini membantu memprediksi risiko jangka panjang penyakit jantung koroner.
Screening jantung merupakan langkah penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, perokok, penderita hipertensi, diabetes, obesitas, atau riwayat keluarga penyakit jantung. Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mencegah komplikasi serius, menjaga fungsi jantung tetap optimal, serta mengambil keputusan gaya hidup yang lebih sehat dan aman.
Baca juga: Dato’ Dr. Tamil Selvan Muthusamy Top Dokter Jantung di CVSKL Hospital
Ingin melakukan screening jantung dengan nyaman dan terarah?
Kavacare siap membantu pendaftaran pemeriksaan jantung di rumah sakit di dalam dan luar negeri sesuai pilihan Anda, lengkap dengan pendampingan medis dan rekomendasi dokter spesialis jantung terbaik. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Sumber:
- Heart Screening – Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/heart-screening. Diakses pada 20 November 2025.
- Heart-Health Screenings – American Heart Association – Heart Screening & Prevention Guidelines. https://www.heart.org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/heart-health-screenings. Diakses pada 20 November 2025.
- Charles A German, Seth J Baum, Keith C Ferdinand, Martha Gulati. Defining preventive cardiology: A clinical practice statement from the American Society for Preventive Cardiology. 2022 Nov 16;12:100432. doi: 10.1016/j.ajpc.2022.100432. PMCID: PMC9679464 PMID: 36425534.

