Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua produk olahan mengandung zat aditif pada makanan. Banyak orang mengonsumsinya tanpa sadar, padahal zat aditif pada makanan memiliki fungsi penting sekaligus potensi risiko bila digunakan berlebihan. Artikel ini akan membahas jenis, manfaat, hingga cara memilih produk yang aman agar penggunaan zat aditif pada makanan tidak membahayakan kesehatan.
Fungsi Zat Aditif pada Makanan
Beragam zat aditif pada makanan ditambahkan untuk tujuan tertentu. Berikut beberapa fungsi yang paling umum ditemukan:
1. Pengawet
Pengawet adalah zat aditif pada makanan yang membantu mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi sehingga produk lebih tahan lama. Misalnya natrium benzoat dan nitrit. Walaupun bermanfaat, konsumsi berlebihan dari zat aditif pada makanan jenis ini bisa meningkatkan risiko iritasi pencernaan atau reaksi alergi tertentu.
2. Pewarna
Pewarna adalah zat aditif pada makanan yang membuat tampilan makanan lebih menarik. Ada pewarna alami seperti kunyit dan spirulina, tetapi banyak juga pewarna sintetis. Beberapa jenis pewarna sintetis dapat menimbulkan reaksi sensitif pada anak-anak, sehingga penting memilih produk dengan pewarna yang aman.
3. Pemanis
Pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa sering digunakan sebagai zat aditif pada makanan untuk mengurangi kalori. Namun, pemanis buatan yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan gangguan metabolisme atau sensasi lapar berlebih. Pilih produk dengan pemanis alami bila memungkinkan.
4. Penguat Rasa
Monosodium glutamate (MSG) adalah contoh zat aditif pada makanan yang berfungsi memperkuat rasa gurih. Sebagian besar orang aman mengonsumsinya, tetapi bagi individu sensitif, MSG bisa menyebabkan sakit kepala atau rasa tidak nyaman sementara.
5. Antioksidan
Antioksidan sebagai zat aditif pada makanan berfungsi mencegah oksidasi sehingga lemak dan minyak tidak cepat tengik. Jenis umum yang sering digunakan adalah vitamin C (asam askorbat) atau vitamin E (tokoferol).
Baca juga: Sensitivitas Makanan Non Alergi: Mengenal Gejala dan Cara Mengatasinya
Cara Memilih Produk dengan Zat Aditif yang Lebih Aman
1. Cek Daftar Komposisi dengan Teliti
- Cari istilah pengawet, pewarna, pemanis, dan penguat rasa.
- Semakin panjang daftar bahan, biasanya semakin banyak zat aditif pada makanan.
2. Pilih Makanan Segar
- Buah, sayur, dan bahan segar lain hampir tidak mengandung zat aditif pada makanan.
- Memasak sendiri membantu mengontrol bahan tambahan.
3. Pilih Label “Natural” yang Tersertifikasi
- Label credible biasanya menggunakan aditif alami yang lebih aman.
- Tetap cek komposisinya, jangan hanya bergantung pada label.
4. Hindari Warna atau Aroma yang Terlalu Mencolok
- Warna neon atau aroma sangat kuat biasanya berasal dari zat aditif sintetis dosis tinggi.
Baca juga: 5 Cara Membaca Label Makanan dengan Benar
Apa Zat Aditif pada Makanan Aman?
1. Kebanyakan Sudah Melalui Uji Keamanan
- Zat aditif pada makanan yang beredar wajib melalui ujian dan evaluasi oleh BPOM dan FDA.
- Regulasi ini memastikan dosis aman untuk dikonsumsi masyarakat.
2. Sensitivitas Tiap Orang Berbeda
- Anak-anak, ibu hamil, dan penderita alergi dapat lebih mudah bereaksi terhadap zat aditif.
- Gejala bisa berupa ruam, sakit kepala, atau ketidaknyamanan pencernaan.
3. Risiko Muncul Jika Dikonsumsi Berlebihan
- Makanan olahan yang sering dikonsumsi harian dapat menyebabkan paparan berlebihan, karena akumulasi yang terus menerus.
- Efek jangka panjang bisa berupa gangguan metabolisme atau peningkatan sensitivitas tubuh terhadap bahan kimia.
4. Kombinasi Beberapa Aditif dapat Meningkatkan Beban Tubuh
- Produk ultra-proses biasanya mengandung lebih dari satu zat aditif.
- Kombinasi ini dapat menambah beban kerja hati dan ginjal
Baca juga: Berbagai Penyakit Penyebab Gagal Ginjal yang Umum
Zat aditif memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan daya tahan produk, namun tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Memahami jenis, fungsi, dan risiko zat aditif pada makanan membantu Anda memilih produk yang lebih aman untuk kesehatan keluarga. Prioritaskan makanan segar, baca label komposisi, dan batasi makanan olahan agar tubuh tetap sehat jangka panjang.
Butuh bantuan untuk mengatur pola makan yang lebih sehat atau konsultasi gizi langsung dari rumah? Ahli gizi Kavacare siap membantu memberikan panduan personal sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777 .
Sumber:
- Food Additives – World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-additives. Diakses pada 8 Desember 2025.
- Food Additives and GRAS Ingredients – Information for Consumers – U.S. FDA (Food and Drug Administration). https://www.fda.gov/food/food-ingredients-packaging/food-additives-and-gras-ingredients-information-consumers. Diakses pada 8 Desember 2025.
- The Health Impact of Food Additives – European Research Ouncil. https://erc.europa.eu/projects-statistics/science-stories/health-impact-food-additives. Diakses pada 8 Desember 2025.
- Informasi Bahan Tambahan Pangan (BTP) – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. https://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/202x/Peraturan_Badan_Pengawas_Obat_Dan_Makanan_Nomor_29_Tahun_2021_Tentang_Persyaratan_Bahan_Tambahan_Pangan_Campuran.pdf. Diakses pada 8 Desember 2025.

