Apa Penyebab Anak Demam Tinggi di Malam Hari Homecare Kavacare

Apa Penyebab Anak Demam Tinggi di Malam Hari?

Demam adalah salah satu keluhan paling umum pada anak-anak yang sering membuat orang tua khawatir, terutama jika demamnya meningkat drastis di malam hari. Ketika anak demam tinggi di malam hari, sering kali orang tua merasa panik dan tidak tahu harus bertindak seperti apa. Padahal, memahami penyebabnya bisa membantu menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius.

Secara alami, suhu tubuh manusia dipengaruhi oleh ritme sirkadian jam biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi tubuh dalam 24 jam. Pada malam hari, suhu tubuh cenderung meningkat karena perubahan hormonal dan penurunan aktivitas tubuh. Inilah penyebab anak demam tinggi di malam hari lebih sering terjadi dibandingkan siang hari.

Penyebab Anak Demam Tinggi di Malam Hari

1. Infeksi Virus 

Infeksi virus adalah alasan paling umum dari penyebab anak demam tinggi di malam hari. Beberapa virus yang sering menyerang anak antara lain:

  • Influenza 
  • Virus Corona (COVID-19)
  • Adenovirus
  • Virus penyebab flu biasa (Rhinovirus)

Virus-virus ini menimbulkan demam sebagai respons tubuh terhadap invasi patogen. Pada malam hari, sistem kekebalan lebih aktif dan suhu tubuh meningkat sebagai mekanisme pertahanan.

2. Infeksi Bakteri 

Meski tidak sebanyak infeksi virus, infeksi bakteri bisa menyebabkan demam yang lebih serius. Infeksi seperti radang tenggorokan (Streptococcus), infeksi saluran kemih, atau pneumonia bisa menjadi penyebab anak demam tinggi di malam hari.

Infeksi bakteri biasanya memerlukan pengobatan antibiotik. Karena itu, penting untuk membedakan apakah demam disebabkan oleh virus atau bakteri.

3. Reaksi Imun Pasca Vaksinasi

Salah satu penyebab anak demam tinggi di malam hari yang cukup umum namun sering membuat orang tua panik adalah reaksi imun pasca vaksinasi. Saat seorang anak menerima vaksin, tubuhnya merespons dengan membentuk sistem kekebalan terhadap patogen yang dikenalkan melalui vaksin tersebut. Dalam proses ini, sistem imun akan mengaktifkan berbagai mekanisme perlindungan, salah satunya adalah peningkatan suhu tubuh.

Demam ini sebenarnya merupakan tanda bahwa vaksin bekerja sebagaimana mestinya, dan tubuh sedang “belajar” untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu. Biasanya demam pasca imunisasi bersifat ringan hingga sedang dan muncul dalam 6 hingga 12 jam setelah vaksin diberikan. Kondisi ini juga lebih sering terjadi di malam hari karena pada saat itulah aktivitas tubuh menurun dan sistem kekebalan bekerja lebih aktif.

4. Tumbuh Gigi 

Proses tumbuh gigi atau erupsi gigi (teething) pada bayi dan balita sering kali dikaitkan dengan gejala seperti rewel, air liur berlebihan, hingga demam ringan. Meskipun banyak dokter anak dan pakar kesehatan menyebut bahwa tumbuh gigi hanya menimbulkan peningkatan suhu ringan (di bawah 38°C), sebagian orang tua tetap melaporkan adanya anak demam tinggi di malam hari saat anak mereka sedang mengalami pertumbuhan gigi.

Ada beberapa kemungkinan mengapa hal ini terjadi. Salah satunya adalah penurunan daya tahan tubuh selama fase tumbuh gigi, yang membuka peluang bagi infeksi virus atau bakteri ringan untuk masuk. Selain itu, anak juga lebih sering memasukkan tangan atau benda ke mulutnya guna meredakan rasa tidak nyaman di gusi, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi kuman.

5. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah salah satu penyebab paling sering dari anak demam tinggi di malam hari, terutama pada anak usia dini yang sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan. ISPA mencakup infeksi pada hidung, tenggorokan, dan sinus, seperti pilek, radang tenggorokan, faringitis, dan sinusitis.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus dan menimbulkan gejala demam, batuk, pilek, hidung tersumbat, dan nyeri tenggorokan. Saat anak tidur, lendir bisa menumpuk dan menyebabkan peradangan yang lebih berat, sehingga demam bisa meningkat pada malam hari.

6. Dehidrasi 

Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh juga dapat menjadi faktor yang memperparah anak demam tinggi di malam hari. Saat anak mengalami demam, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat dan pernapasan. Jika asupan cairan tidak mencukupi, maka tubuh kesulitan dalam mengatur suhu, sehingga suhu tubuh bisa terus meningkat, terutama di malam hari ketika anak cenderung kurang minum.

Tanda-tanda dehidrasi pada anak antara lain adalah bibir dan mulut kering, jarang buang air kecil, urin berwarna gelap, dan anak tampak lesu. Dehidrasi ringan bisa diperbaiki dengan memberikan cairan seperti air putih, ASI (untuk bayi), atau oralit. Namun pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi bisa memperburuk fungsi organ dan menjadi penyebab anak demam tinggi di malam hari yang sulit turun.

Baca juga:  7 Penyebab Demam dan Langkah Penanganannya

Tips Penanganan Anak Demam Tinggi di Malam Hari

Agar orang tua lebih siap menghadapi anak demam tinggi di malam hari, berikut beberapa tips praktis yang bisa diterapkan, antara lain: 

1. Cek Suhu Tubuh Secara Berkala 

Langkah pertama dan paling penting saat menghadapi anak demam tinggi di malam hari adalah memantau suhu tubuhnya secara rutin. Gunakan termometer digital yang diletakkan di ketiak, telinga, atau dahi sesuai usia anak. Pemeriksaan suhu sebaiknya dilakukan setiap 4 jam sekali, terutama saat anak terlihat lesu, berkeringat, atau menggigil. Dengan memantau suhu secara berkala, orang tua bisa mengetahui tren perubahan suhu dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberikan obat atau membawa anak ke dokter.

Penting juga untuk mencatat suhu dalam buku kecil atau aplikasi kesehatan agar dapat disampaikan ke tenaga medis jika diperlukan. Suhu yang mencapai 39°C atau lebih di malam hari, yang tidak kunjung turun setelah pemberian obat, bisa menjadi indikasi bahwa kondisi anak demam tinggi di malam hari perlu penanganan lebih lanjut.

2. Berikan Cairan yang Cukup 

Saat anak demam tinggi di malam hari, tubuhnya kehilangan banyak cairan akibat peningkatan suhu tubuh yang memicu pengeluaran keringat. Dehidrasi bisa memperparah demam dan memperlambat proses pemulihan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan asupan cairan tetap terpenuhi. Berikan air putih, air kelapa, jus buah tanpa tambahan gula, atau sup kaldu hangat.

Untuk anak yang masih menyusu, pemberian ASI secara lebih sering sangat dianjurkan karena tidak hanya menghidrasi, tapi juga mengandung antibodi alami. Cairan ini membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan mendukung sistem imun anak dalam melawan infeksi, sehingga mempercepat penurunan demam.

3. Menggunakan Pakaian yang Tipis

Salah satu kesalahan umum saat menghadapi anak demam tinggi di malam hari adalah memakaikan pakaian tebal atau menyelimuti anak secara berlebihan. Padahal, hal ini justru bisa menghambat pengeluaran panas tubuh dan memperburuk kondisi demam. Anak sebaiknya dipakaikan pakaian tipis yang longgar dan berbahan katun agar panas tubuh bisa menguap secara alami.

Jika anak merasa kedinginan, cukup berikan selimut tipis dan pastikan sirkulasi udara di ruangan tetap baik. Biarkan tubuh anak menyesuaikan suhu lingkungan tanpa tertutup berlapis-lapis, karena keseimbangan suhu sangat penting dalam proses pemulihan saat terjadi anak demam tinggi di malam hari.

4. Gunakan Kompres Hangat 

Salah satu cara sederhana dan aman untuk membantu menurunkan suhu tubuh saat anak demam tinggi di malam hari adalah dengan melakukan kompres hangat. Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat (sekitar suhu tubuh, ±37°C), kemudian letakkan di bagian tubuh seperti dahi, ketiak, atau lipatan paha.

Kompres hangat membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga panas dalam tubuh lebih mudah keluar. Hindari penggunaan air dingin atau es batu, karena bisa menyebabkan tubuh menggigil dan justru meningkatkan suhu tubuh lebih lanjut. Ulangi proses kompres setiap 15–20 menit sampai suhu mulai menurun atau anak terlihat lebih nyaman.

5. Berikan Obat Penurun Panas Jika Diperlukan

Pemberian obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan suhu dan memberikan kenyamanan pada anak demam tinggi di malam hari, terutama jika demam disertai rasa nyeri, rewel, atau anak kesulitan tidur. Paracetamol cocok diberikan untuk hampir semua usia, sedangkan ibuprofen disarankan untuk anak di atas 6 bulan dan yang tidak memiliki gangguan lambung atau ginjal.

Dosis harus disesuaikan dengan berat badan dan usia anak. Jangan memberikan obat lebih sering dari anjuran pada label atau resep dokter. Hindari juga memberikan aspirin pada anak, karena dapat meningkatkan risiko sindrom Reye — kondisi serius yang bisa menyerang hati dan otak.

Baca juga: Apa Saja Makanan Penambah Trombosit Anak?

6. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Saat anak demam tinggi di malam hari, lingkungan tidur yang nyaman dan sejuk sangat membantu proses penyembuhan. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik, tidak pengap, dan suhu ruangan berkisar antara 24–26°C. Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan (AC) jika diperlukan, tapi hindari arah angin langsung ke tubuh anak.

Pencahayaan yang redup dan suasana yang tenang akan membuat anak lebih mudah tertidur, yang sangat penting dalam proses pemulihan. Tidur yang cukup membantu tubuh memperbaiki jaringan dan memperkuat sistem kekebalan. Dengan begitu, anak dapat melalui episode anak demam tinggi di malam hari dengan lebih nyaman dan risiko komplikasi pun berkurang.

Pencegahan Anak Demam Tinggi di Malam Hari 

1. Mencuci Tangan Secara Rutin 

Salah satu langkah paling sederhana namun sangat efektif untuk mencegah anak demam tinggi di malam hari adalah dengan membiasakan cuci tangan secara rutin. Tangan adalah media utama penyebaran virus dan bakteri, terutama pada anak-anak yang aktif menyentuh berbagai benda dan kemudian menyentuh wajah, hidung, atau mulut mereka.

Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik, terutama setelah bermain, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bersin atau batuk. Anda juga dapat menyediakan hand sanitizer berbasis alkohol saat berada di luar rumah.

Kebiasaan mencuci tangan yang baik dapat mencegah berbagai infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan atas dan penyakit akibat virus seperti influenza, yang sering menjadi penyebab anak demam tinggi di malam hari.

2. Menjaga Imunisasi Anak Tetap Up-to-Date

Imunisasi adalah salah satu bentuk perlindungan paling penting terhadap berbagai penyakit menular serius yang dapat penyebab anak demam tinggi di malam hari, seperti campak, influenza, difteri, pertusis, dan pneumonia. Vaksin membantu tubuh anak membentuk antibodi khusus untuk melawan infeksi tertentu.

Pastikan anak Anda mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi nasional atau yang direkomendasikan oleh dokter anak. Jangan ragu untuk mengecek kembali apakah ada vaksin yang terlewat, apalagi jika anak akan masuk sekolah atau bepergian ke tempat umum yang padat.

Dengan menjaga imunisasi anak tetap lengkap dan sesuai jadwal, Anda secara signifikan menurunkan risiko terjadinya infeksi berat yang dapat memicu anak demam tinggi di malam hari dan komplikasi yang lebih serius.

3. Memberikan Makanan Bergizi dan Cukup Istirahat

Nutrisi yang cukup dan pola tidur yang baik adalah fondasi utama sistem kekebalan tubuh anak. Anak yang kekurangan nutrisi atau kurang tidur lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat jadi penyebab anak demam tinggi di malam hari.

Berikan anak asupan makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti sayuran hijau, buah-buahan, sumber protein seperti ikan, telur, dan daging, serta makanan tinggi antioksidan. Vitamin C, vitamin D, dan zinc sangat berperan dalam menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, anak perlu cukup istirahat setiap harinya. Anak usia prasekolah memerlukan sekitar 10–13 jam tidur, sedangkan anak usia sekolah sekitar 9–11 jam. Tidur yang cukup membantu proses regenerasi sel, memperkuat sistem imun, dan mengurangi kemungkinan terjadinya anak demam tinggi di malam hari akibat kelelahan atau infeksi.

4. Hindari Kontak dengan Orang yang Sedang Sakit

Menghindari paparan langsung terhadap orang yang sedang sakit, terutama yang menderita infeksi saluran napas seperti flu, sangat penting untuk mencegah anak demam tinggi di malam hari. Virus dan bakteri mudah menular melalui droplet saat orang bersin, batuk, atau bahkan berbicara.

Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, sebisa mungkin pisahkan peralatan makan, tidur, dan batasi interaksi langsung dengan anak. Ajarkan anak untuk menjaga jarak dan memakai masker saat berada di tempat umum atau ketika ada orang di sekitar yang menunjukkan gejala sakit.

Langkah pencegahan ini sangat penting terutama jika anak memiliki sistem imun yang belum berkembang sempurna atau sedang dalam masa pemulihan, karena mereka lebih rentan terkena infeksi yang dapat berujung pada anak demam tinggi di malam hari.

Baca juga: Dr. Chua Yi Cheau Top Dokter Spesialis Pernapasan Anak di Gleneagles Penang

Menghadapi dan mencari tahu penyebab anak demam tinggi di malam hari bisa menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan bagi setiap orang tua. Namun, Anda tidak harus menghadapinya sendiri. Kavacare siap mendampingi Anda dengan layanan kesehatan terpercaya, termasuk konsultasi dokter spesial anak di rumah sakit terbaik, pemeriksaan kesehatan di rumah, hingga layanan home visit jika diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777.

Sumber: 

  1. Janice E Sullivan, Henry C Farrar. Fever and antipyretic use in children. 2011 Mar;127(3):580-7. doi: 10.1542/peds.2010-3852. PMID: 21357332. 
  2. Fever – National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/003090.htm. Diakses pada 21 April 2025. 
  3. What to Do if Your Child Has a Fever – Verrywell Health. https://www.verywellhealth.com/dont-panic-your-child-has-fever-2633577. Diakses pada 21 April 2025. 

 

Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare