Apa Saja Makanan Penambah Trombosit Anak Homecare Kavacare

Apa Saja Makanan Penambah Trombosit Anak?

Menjaga kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orang tua. Salah satu aspek penting dalam kesehatan anak adalah memastikan jumlah trombosit dalam darah berada pada tingkat yang optimal. Trombosit berperan vital dalam proses pembekuan darah dan mencegah perdarahan berlebih. Ketika jumlah trombosit menurun, anak menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. 

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui makanan penambah trombosit anak yang dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit secara alami. Mengonsumsi makanan penambah trombosit anak secara rutin dapat mempercepat pemulihan dari penyakit, memperkuat sistem imun, dan mencegah komplikasi akibat trombosit rendah. Dengan mengetahui berbagai jenis makanan penambah trombosit anak, orang tua dapat menyusun menu harian yang tidak hanya lezat tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan darah si kecil.

Makanan Penambah Trombosit Anak 

Berikut adalah beberapa jenis makanan penambah trombosit anak yang dapat Anda pertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam menu harian, antara lain: 

1. Makanan Kaya Folat 

Folat, atau vitamin B9, esensial dalam pembentukan dan pertumbuhan sel, termasuk trombosit. Kekurangan folat dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Beberapa makanan penambah trombosit anak yang kaya akan folat meliputi: 

  • Bayam 
  • Asparagus 
  • Kacang-kacangan seperti kacang merah 
  • Buah jeruk
  • Alpukat 

Mengonsumsi makanan penambah trombosit anak yang kaya folat dapat membantu meningkatkan produksi trombosit secara alami

2. Makanan Mengandung Vitamin B12 

Vitamin B12 berperan penting dalam produksi sel darah merah dan trombosit. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit. Makanan penambah trombosit anak yang kaya vitamin B12 antara lain:

  • Daging Sapi 
  • Hati Sapi 
  • Ikan seperti salmon dan tuna 
  • Telur 
  • Produk susu seperti susu dan keju 

3. Makanan Kaya Zat Besi 

Zat besi penting untuk produksi hemoglobin dan sel darah merah, yang pada gilirannya mendukung produksi trombosit. Beberapa makanan penambah trombosit anak yang kaya zat besi meliputi: 

  • Daging merah 
  • Hati ayam 
  • Bayam
  • Kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang putih 
  • Tofu 
  • Biji labu kuning 

4. Makanan Sumber Vitamin C 

Vitamin C membantu tubuh dalam penyerapan zat besi dan meningkatkan fungsi trombosit. Makanan penambah trombosit anak yang kaya vitamin C antara lain:​

  • Jeruk 
  • Kiwi
  • Stroberi 
  • Paprika merah dan hijau 
  • Brokoli 

Mengonsumsi makanan penambah trombosit anak yang mengandung vitamin C dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

5. Makanan Kaya Vitamin D

Vitamin D berperan dalam fungsi sumsum tulang yang menghasilkan trombosit dan sel darah lainnya. Makanan penambah trombosit anak yang mengandung vitamin D meliputi:​

  • Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan mackerel
  • Kuning telur 
  • Jamur 
  • Produk susu yang diperkaya vitamin D

Selain dari makanan penambah trombosit anak, paparan sinar matahari juga membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Minyak Ikan bagi Kesehatan?

6. Makanan Mengandung Vitamin K

Vitamin K penting untuk proses pembekuan darah dan produksi trombosit. Makanan penambah trombosit anak yang kaya vitamin K antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli​
  • Kedelai dan produk olahannya
  • Labu kuning 
  • Minyak sayur 

Memasukkan makanan penambah trombosit anak yang mengandung vitamin K dalam diet anak dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit mereka.

7. Daun Pepaya 

Ekstrak daun pepaya telah terbukti dapat meningkatkan jumlah trombosit secara signifikan, terutama pada kasus demam berdarah. Cara mengonsumsinya adalah dengan merebus daun pepaya dan meminum air rebusannya. Meskipun rasanya pahit, manfaatnya dalam meningkatkan trombosit cukup signifikan.

8. Gandum Utuh 

Gandum utuh mengandung vitamin B, zat besi, seng, magnesium, dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit. Mengonsumsi gandum utuh sebagai bagian dari diet seimbang dapat membantu menjaga kadar trombosit dalam darah.

9. Jambu Biji 

Jambu biji dikenal sebagai makanan penambah trombosit anak yang efektif. Buah ini kaya akan vitamin C dan quercetin, yang dapat meningkatkan produksi trombosit dan memiliki aktivitas antivirus. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus jambu biji merah dapat meningkatkan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah dengue dalam waktu kurang lebih 16 jam.

10. Jus Kurma 

Kurma mengandung zat-zat gula alami, vitamin, dan mineral yang dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus kurma efektif dalam meningkatkan kadar trombosit darah pada pasien demam berdarah. Kelompok yang mengonsumsi jus kurma memiliki rata-rata kadar trombosit yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.

Baca juga: Apa Makanan untuk Penderita Vakulitis?

Makanan yang Harus Dihindari

Infografis, Makanan yang Harus Dihindari  

Selain mengonsumsi makanan penambah trombosit anak, penting juga untuk menghindari jenis makanan yang dapat menghambat proses peningkatan trombosit atau bahkan menurunkan jumlah trombosit dalam darah. Berikut beberapa jenis makanan yang perlu dihindari, antara lain: 

1. Makanan Berlemak Tinggi 

Makanan berlemak, terutama yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti gorengan, fast food, dan makanan olahan berlemak tinggi, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat mengganggu fungsi hati dan sumsum tulang, yang merupakan tempat produksi trombosit. Jika ingin mengoptimalkan efek dari makanan penambah trombosit anak, sebaiknya batasi konsumsi makanan ini.

2. Makanan dan Minuman Tinggi Gula 

Konsumsi gula berlebih, baik dari makanan ringan, minuman kemasan, maupun permen, dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh anak. Sistem imun yang lemah dapat memperburuk kondisi penurunan trombosit, terutama saat anak mengalami infeksi virus seperti demam berdarah. Untuk memaksimalkan manfaat dari makanan penambah trombosit anak, hindari asupan gula yang tidak perlu.

3. Minuman Berkafein 

Kafein yang ditemukan dalam teh, kopi, atau minuman energi dapat mengganggu penyerapan zat besi dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk produksi trombosit. Anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berkafein, apalagi ketika sedang fokus meningkatkan jumlah trombosit dengan makanan penambah trombosit anak.

4. Makanan Mengandung Alkohol atau Fermentasi Berlebihan

Walaupun tidak umum dikonsumsi oleh anak-anak, beberapa makanan atau minuman fermentasi tinggi (seperti tape atau minuman tradisional tertentu) sebaiknya dihindari. Kandungan alkohol atau bahan fermentasi berlebih dapat menurunkan fungsi hati, yang penting dalam metabolisme trombosit. Hindari jenis makanan ini agar makanan penambah trombosit anak dapat bekerja lebih efektif.

5. Makanan dengan Pewarna dan Pengawet Buatan

Makanan ringan yang mengandung pewarna buatan, pengawet, atau MSG dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan reaksi peradangan dalam tubuh. Hal ini dapat berdampak buruk pada produksi trombosit di sumsum tulang. Untuk hasil maksimal dari konsumsi makanan penambah trombosit anak, pilih makanan alami dan minim olahan.

Penyebab Trombosit Anak Bisa Menurun 

Trombosit anak bisa menurun karena berbagai faktor, di antaranya:

1. Infeksi Virus 

Penyakit seperti demam berdarah (DBD), campak, atau flu berat merupakan penyebab utama penurunan trombosit pada anak. Virus-virus ini menyerang sistem kekebalan dan mengganggu produksi trombosit dalam sumsum tulang. Ketika anak mengalami infeksi virus, sangat penting untuk segera memberikan makanan penambah trombosit anak agar proses pemulihan lebih cepat dan aman.

2. Efek Obat-Obatan 

Penggunaan antibiotik atau obat anti-kejang dalam jangka panjang dapat memengaruhi fungsi sumsum tulang. Sumsum tulang yang tidak bekerja optimal akan mengurangi produksi trombosit. Dalam kondisi seperti ini, penting untuk menyeimbangkan dengan makanan penambah trombosit anak yang kaya nutrisi untuk mendukung regenerasi sel darah.

3. Kondisi Autoimun 

Pada beberapa anak, sistem kekebalan tubuh justru menyerang trombosit yang sehat karena keliru mengenalinya sebagai ancaman. Kondisi ini dikenal sebagai Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP). Untuk membantu tubuh memperbaiki jumlah trombosit, konsumsi makanan penambah trombosit anak yang mengandung vitamin C dan antioksidan sangat disarankan.

4. Kekurangan Nutrisi 

Jika anak kekurangan vitamin B12, folat, atau zat besi, maka proses pembentukan trombosit akan terganggu. Kondisi ini bisa terjadi karena pola makan yang kurang seimbang. Memberikan makanan penambah trombosit anak yang mengandung bahan alami seperti sayuran hijau, hati ayam, atau buah-buahan segar dapat menjadi solusi yang efektif.

Dengan memahami penyebab penurunan trombosit, orang tua dapat lebih bijak dalam memilih makanan penambah trombosit anak yang sesuai dan mempercepat proses penyembuhan serta menjaga daya tahan tubuh si kecil.

Baca juga: Apa Manfaat Tidur untuk Otak Balita?

Jika Anda membutuhkan panduan lebih lanjut dalam merancang pola makan sehat untuk anak atau konsultasi medis terkait kondisi trombosit rendah, Kavacare siap membantu Anda. Tim medis profesional kami dapat memberikan pendampingan, layanan homecare, dan konsultasi gizi yang sesuai dengan kebutuhan si kecil. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777.

Sumber: 

  1. Khanduri, U., & Sharma, A. Megaloblastic Anemia: Vitamin B12 and Folate. 2007, Jan. doi.org/10.1016/j.mcna.2006.10.005. 
  2. Ahmed, S., Zengeya, T. T., & Naidoo, R. N. The Role of Papaya Leaf Extract in the Management of Dengue Fever: A Review. 2018, Okt. doi.org/10.1155/2018/5367626. 
  3. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control – World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241547871. Diakses pada 9 April 2025. 
Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare