Mengungkap 7 Penyebab Gatal pada Orang Tua Kenapa Kulit Lansia Rentan Gatal Homecare Kavacare

Mengungkap 7 Penyebab Gatal pada Orang Tua: Kenapa Kulit Lansia Rentan Gatal?

Rasa gatal pada orang tua di kulit yang lokal atau seluruh tubuh, pada lansia merupakan salah satu keluhan yang sangat sering dialami dan dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Gatal yang tampak sederhana sering kali membuat orang tua sulit tidur, merasa tidak nyaman saat beraktivitas, hingga menimbulkan luka akibat garukan berulang. Sayangnya, masih banyak keluarga yang menganggap keluhan ini sepele tanpa menyadari bahwa ada beragam faktor medis maupun non-medis yang menjadi penyebab gatal pada orang tua.

Dengan bertambahnya usia, kulit dan sistem tubuh mengalami banyak perubahan, mulai dari penurunan kelembapan kulit, gangguan metabolisme, hingga kerentanan terhadap penyakit tertentu. Semua hal tersebut bisa menjadi pemicu rasa gatal yang berulang dan sulit hilang. Oleh karena itu, penting bagi kita memahami secara lebih mendalam penyebab gatal pada orang tua, agar penanganan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu mengatasi akar masalahnya. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai faktor-faktor yang dapat memicu gatal pada orang tua , serta langkah sederhana untuk membantu mengurangi keluhan tersebut.

7 Penyebab Gatal pada Orang Tua 

1. Kulit Kering (Xerosis)

Kulit kering atau xerosis merupakan penyebab gatal pada orang tua yang paling sering terjadi. Seiring pertambahan usia, produksi minyak alami kulit berkurang sehingga lapisan pelindung kulit menjadi lebih tipis dan kurang mampu menahan kelembapan. Kondisi ini membuat kulit mudah kering, pecah-pecah, dan terasa kasar. Gatal biasanya muncul setelah mandi dengan air panas, berada di ruangan ber-AC terlalu lama, atau saat cuaca dingin. Jika tidak dirawat, kulit kering dapat menimbulkan luka akibat garukan yang berulang.

2. Penurunan Produksi Sebum dan Kadar Air Kulit

Selain kulit kering, faktor lain yang turut menjadi penyebab gatal pada orang tua adalah menurunnya produksi sebum (minyak alami kulit) dan berkurangnya kadar air di lapisan epidermis. Kulit lansia kehilangan elastisitas dan kelembapan sehingga lebih mudah iritasi. Gejala yang sering muncul adalah kulit bersisik, terasa tertarik, dan menimbulkan rasa gatal yang mengganggu terutama di area tungkai, lengan, dan punggung.

3. Penyakit Kulit Khusus pada Lansia 

Dermatitis seboroik, eksim, psoriasis, hingga infeksi kulit seperti scabies sering menjadi penyebab gatal pada orang tua. Dermatitis seboroik biasanya menimbulkan gatal di kulit kepala atau wajah. Eksim membuat kulit merah, kering, dan gatal kronis. Psoriasis ditandai dengan bercak tebal bersisik yang gatal, sedangkan skabies disebabkan oleh tungau yang menimbulkan rasa gatal hebat terutama pada malam hari. Lansia yang hidup di panti wredha sangat rentan terhadap infeksi parasit yang mudah menular ini. Penyakit-penyakit ini memerlukan diagnosis dan terapi khusus dari dokter kulit.

4. Gangguan Saraf dan Penyakit Sistemik

Tidak hanya masalah kulit, beberapa penyakit sistemik juga dapat menjadi penyebab gatal pada orang tua. Gangguan ginjal kronis, penyakit hati, diabetes, serta neuropati (kerusakan saraf) dapat memicu rasa gatal yang menyebar ke seluruh tubuh tanpa adanya ruam yang jelas. Gatal akibat gangguan sistemik sering sulit diatasi hanya dengan pelembap, karena sumber masalahnya berasal dari kondisi medis lain yang harus ditangani lebih dahulu.

5. Alergi dan Iritasi 

Reaksi alergi merupakan penyebab gatal pada orang tua yang sering diabaikan. Kulit lansia yang tipis dan sensitif lebih mudah bereaksi terhadap sabun, lotion, deterjen, atau bahkan bahan pakaian tertentu. Gejalanya bisa berupa ruam kemerahan, bentol, atau gatal yang muncul segera setelah kontak dengan alergen. Menghindari pemicu alergi serta menggunakan produk perawatan kulit yang lembut sangat penting untuk mencegah gatal berulang.

6. Ruam Popok dan Gesekan

Pada lansia dengan keterbatasan mobilitas yang menggunakan popok, ruam popok menjadi penyebab gatal pada orang tua yang cukup sering terjadi. Kulit yang terus-menerus lembab akibat urine atau keringat mudah mengalami iritasi, ditambah gesekan dengan popok yang kasar. Kondisi ini bisa diperparah dengan infeksi jamur atau bakteri. Perawatan kulit yang baik, penggantian popok secara teratur setiap 1-2 jam, serta penggunaan krim pelindung kulit dapat membantu mencegah ruam popok.

7. Faktor Psikologis dan Hormonal 

Stres, depresi, dan kecemasan juga dapat memicu rasa gatal tanpa kelainan kulit yang jelas. Kondisi ini disebut pruritus psikogenik, dan merupakan penyebab gatal pada orang tua yang sering terabaikan. Selain itu, perubahan hormonal pada lansia, misalnya pada wanita pascamenopause, dapat menyebabkan kulit semakin kering dan rentan gatal. Pendekatan penanganan biasanya melibatkan kombinasi antara perawatan kulit, relaksasi, serta konseling psikologis bila diperlukan.

Baca juga: 9 Jenis Medical Check Up untuk Lansia

Pencegahan Gatal pada Orang Tua 

Agar penyebab gatal pada orang tua dapat diminimalisir, beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain: 

1. Gunakan Pelembab dan Pelindung Kulit Secara Rutin 

Kulit lansia cenderung kering sehingga mudah gatal. Oleskan pelembab segera setelah mandi saat kulit masih sedikit lembab agar kandungan air lebih terkunci. Pilih pelembab khusus kulit kering atau mengandung bahan seperti gliserin, ceramide, atau urea yang dapat menahan kelembapan lebih lama.

2. Hindari Mandi Air Panas Terlalu Lama 

Mandi dengan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit, membuatnya semakin kering. Lansia sebaiknya mandi dengan air hangat suam-suam kuku dan durasi singkat (5–10 menit). Setelah mandi, segera keringkan tubuh dengan menepuk lembut, bukan menggosok keras, agar kulit tidak iritasi.

3. Gunakan Sabun Lembut, Non Alergenik, atau Sabun Bayi 

Sabun yang mengandung pewangi, deterjen, atau alkohol bisa memperparah kulit kering. Sabun bayi atau sabun khusus kulit sensitif lebih aman untuk lansia karena tidak merusak lapisan pelindung kulit. Hindari penggunaan sabun antibakteri keras yang membuat kulit semakin gatal.

4. Perhatikan Penggunaan Popok Lansia 

Pada lansia yang memakai popok, kelembaban akibat urine atau keringat bisa memicu iritasi dan infeksi jamur. Gantilah popok secara teratur, bersihkan area dengan air hangat atau tisu khusus, lalu keringkan dengan lembut. Gunakan krim pelindung berbahan zinc oxide atau petroleum jelly untuk mengurangi gesekan.

5. Gunakan Pakaian Berbahan Katun 

Pakaian katun lebih sejuk, menyerap keringat, dan lembut di kulit. Hindari pakaian berbahan wol atau sintetis karena dapat menimbulkan gesekan dan iritasi. Pastikan juga pakaian tidak terlalu ketat atau terlalu tebal agar kulit dapat “bernapas” dengan baik.

6. Jaga Asupan Cairan dan Nutrisi 

Kekurangan cairan dapat memperburuk kulit kering. Lansia dianjurkan minum cukup air, kecuali ada batasan cairan dari dokter. Konsumsi makanan kaya vitamin C, E, dan omega-3 (seperti ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan) juga membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam.

7. Kelola Stres dengan Baik 

Stres dapat memperburuk rasa gatal atau bahkan memicu gatal tanpa kelainan kulit. Ajak lansia melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan, seperti jalan santai, bercocok tanam, atau mendengarkan musik. Teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam juga dapat membantu.

8. Segera Konsultasikan ke Dokter 

Jika gatal berlangsung lebih dari empat minggu, menyebar luas, atau disertai ruam, luka, dan gangguan tidur, segera periksakan ke dokter. Konsultasi penting untuk memastikan apakah gatal hanya akibat kulit kering atau merupakan gejala penyakit serius seperti diabetes, gangguan hati, atau masalah ginjal.

Baca juga: Ini Cara Merawat Orang Tua Lansia Menurut Dokter!

Tips untuk Mengurangi Gatal pada Lansia

1. Gunakan Humidifier di Ruangan ber-AC 

Udara kering dari AC dapat memperparah kulit kering. Meletakkan humidifier di kamar lansia membantu menjaga kelembaban udara sehingga kulit tetap terhidrasi.

2. Kompres Dingin pada Area Gatal 

Jika gatal terasa mengganggu, gunakan handuk bersih yang dicelup air dingin lalu tempelkan ke area gatal selama beberapa menit. Kompres dingin bisa meredakan rasa tidak nyaman tanpa perlu menggaruk.

3. Potong Kuku Secara Teratur 

Kuku yang panjang dapat melukai kulit ketika lansia menggaruk. Pastikan kuku selalu pendek dan bersih. Bila perlu, gunakan sarung tangan lembut saat tidur untuk mencegah garukan berlebihan.

4. Hindari Penggunaan Pewangi dan Deterjen Keras

Pewangi pakaian, pelembut, atau deterjen yang mengandung bahan kimia kuat dapat memicu iritasi. Gunakan deterjen hipoalergenik khusus kulit sensitif.

5. Atur Suhu Ruangan Tetap Sejuk 

Suhu ruangan yang terlalu panas dapat memperparah rasa gatal. Jagalah sirkulasi udara yang baik dan hindari lingkungan yang lembab berlebihan.

6. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Beberapa penyebab gatal pada orang tua berhubungan dengan penyakit sistemik seperti diabetes atau gangguan ginjal. Pemeriksaan kesehatan secara rutin membantu deteksi dini dan pengobatan lebih cepat.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Kulit untuk Bayi hingga Lansia

Rasa gatal pada lansia bukan sekadar keluhan ringan yang bisa diabaikan, tetapi dapat sangat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab gatal pada orang tua, mulai dari kulit kering, penurunan sebum, alergi, penyakit kulit, hingga kondisi medis serius seperti gangguan ginjal atau hati. Dengan memahami penyebabnya, keluarga bisa memberikan langkah pencegahan yang tepat, mulai dari menjaga kelembaban kulit, menggunakan produk perawatan yang aman, hingga memastikan lansia mendapatkan pemeriksaan medis jika gatal menetap.

Kavacare hadir untuk membantu keluarga dalam memberikan perawatan lansia di rumah yang aman, nyaman, dan profesional. Caregiver Kavacare siap mendampingi kebutuhan harian, mulai dari perawatan kulit, penggantian popok, hingga pemantauan kesehatan secara menyeluruh. Setiap problem medis atau perubahan kondisi dilaporkan oleh caregiver kepada tim perawat medis dan dokter casemanager sehingga keamanan dan kesehatan dari klien terjaga baik. Dengan layanan Homecare Kavacare, keluarga tidak perlu khawatir karena orang tua mendapatkan perhatian medis dan perawatan personal langsung di rumah. Info lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777.

Sumber: 

  1. Dry Skin: Who Gets and Causes – American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-causes. Diakses pada 19 Agustus 2025. 
  2. Xerosis Cutis – Healthline. https://www.healthline.com/health/xerosis. Diakses pada 19 Agustus 2025. 
  3. Alina Shevchenko BS, Rodrigo Valdes-Rodriguez MD, Gil Yosipovitch MD. Causes, pathophysiology, and treatment of pruritus in the mature patient. March–April 2018. https://doi.org/10.1016/j.clindermatol.2017.10.005.
  4. Kenneth R Cohen,  Jerry Frank, Rebecca L Salbu. Pruritus in the Elderly. 2012 Apr;37(4):227-232, 236-239. PMCID: PMC3351862  PMID: 22593635. 

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare