Kenali Perbedaan Lansia dan Geriatri

Kenali Perbedaan Lansia dan Geriatri

Share

Usia tua identik dengan peningkatan risiko masalah kesehatan. Namun tidak semua orang yang memasuki masa lanjut usia alias lansia pasti memiliki penyakit hingga mesti dirawat di rumah sakit. Di bidang medis, ada istilah geriatri yang berkaitan dengan pasien lansia.

Lantas, apa perbedaan lansia dan geriatri? Masyarakat perlu mengetahui perbedaan ini terutama bila hendak memutuskan untuk mencari perawat lansia bagi keluarganya.

Perbedaan Lansia dan Geriatri

Di bawah ini adalah perbedaan lansia dan geriatri:

LansiaGeriatri
Orang yang berusia 60 tahun ke atasSpesialisasi kedokteran yang berfokus pada layanan kesehatan lansia
Golongan rentan dan lebih berisiko terhadap masalah kesehatanBertujuan mempromosikan kesehatan lansia lewat pencegahan dan perawatan penyakit serta disabilitas pada lansia

 

Untuk lebih memahami perbedaan lansia dan geriatri, simak penjelasan lebih lengkap berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Lansia?

Selama ini istilah lansia kerap digunakan untuk mengacu pada orang yang tampak berusia tua. Misalnya orang yang telah memiliki cucu, berambut putih, berkulit keriput, semua yang menandakan bahwa orang tersebut sudah tua. Namun tidak ada patokan secara medis untuk menentukan kapan seseorang bisa dikatakan sebagai lansia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan lansia sebagai orang yang berusia 60 tahun ke atas. Pemerintah Indonesia lewat Undang-Undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia juga mematok batas usia yang sama untuk lansia. Namun ada juga sejumlah organisasi yang menyatakan batas usia lansia adalah 65 tahun.

Definisi lansia diperlukan untuk memastikan orang yang masuk kelompok ini mendapatkan kesejahteraan layaknya orang lain yang berusia lebih muda. Sebab, usia lansia termasuk golongan rentan. Ketika masuk usia lansia, seseorang biasanya lebih berisiko terhadap masalah kesehatan. Diperlukan upaya keluarga dan masyarakat untuk membantu lansia hidup sehat dan berkualitas, termasuk dengan bantuan perawat atau caregiver lansia.

 

Baca Juga: Berbagai Aktivitas untuk Lansia Sehat dan Ceria

 

Apa yang Dimaksud Dengan Sindrom Geriatri?

Geriatri adalah spesialisasi kedokteran yang berfokus pada layanan kesehatan lansia. Tujuan layanan ini adalah mempromosikan kesehatan lansia lewat pencegahan dan perawatan penyakit serta disabilitas pada lansia. Pada masa lansia, ada kemungkinan muncul sindrom geriatri yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Sindrom geriatri adalah berbagai gejala yang lebih umum terjadi pada kalangan lansia dibanding kelompok usia lain. Dalam Oxford Textbook of Geriatric Medicine dijelaskan bahwa sindrom geriatri ditandai dengan adanya sejumlah gangguan pada saat bersamaan. Ada setidaknya tujuh macam gangguan atau gejala yang kerap menjadi sindrom geriatri, yaitu:

  • Masalah kontrol kandung kemih (tidak bisa menahan buang air kecil/buang air kecil tanpa sadar)
  • Masalah tidur (sulit tidur)
  • Delirium (kebingungan parah)
  • Demensia (penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, berkomunikasi, dan berpikir)
  • Jatuh (lansia cenderung mudah jatuh karena penurunan koordinasi dan keseimbangan tubuh)
  • Osteoporosis (tulang keropos sehingga mudah patah ketika jatuh)
  • Penurunan berat badan (saat memasuki masa lansia, umumnya berat badan turun karena berbagai penyebab)

Sindrom geriatri adalah penyebab utama penurunan kualitas hidup lansia. Perawat lansia dan keluarga perlu memahami kondisi ini agar dapat semaksimal mungkin mempertahankan kualitas hidup lansia hingga akhir hayatnya.

Bagaimana Cara untuk Menjadi Lansia yang Sehat dan Kuat?

Bagi lansia, sakit biasa seperti flu sangat mungkin berkembang menjadi masalah medis yang lebih serius. Namun itu bukan berarti lansia tak bisa menjadi sehat dan kuat. Ada beberapa cara yang bisa dipraktikkan, seperti:

  • Aktif bergerak, baik lewat olahraga maupun aktivitas sosial. Makin banyak gerak, sistem imun akan makin kuat dalam melawan infeksi dan inflamasi.
  • Makan makanan sehat dengan gizi seimbang. Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan.
  • Kendalikan stres karena stres memicu produksi hormon kortisol yang bila berlebihan dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan.
  • Pastikan cukup tidur karena dengan tidur tubuh mendapat kesempatan untuk memulihkan diri, termasuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
  • Terapkan pola hidup bersih, misalnya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Jalani pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya setahun sekali agar potensi penyakit dapat terdeteksi sejak dini sehingga memperbesar peluang kesembuhan.
  • Tetap berhubungan dengan keluarga dan orang lain serta berusaha terus berbahagia

Menurut penelitian, kebahagiaan dan hubungan dengan orang lain juga mempengaruhi kesehatan seseorang hingga lansia. Karena itu, pastikan juga menjaga komunikasi terutama dengan keluarga serta melakukan aktivitas yang disukai agar hati tetap gembira.

 

Baca Juga:6 Tips Liburan Bersama Lansia

 

Tips Tetap Aktif dan Cerdas sebagai Lansia

Otak adalah bagian dari sistem saraf pusat kendali tubuh yang cenderung mengalami penurunan kinerja pada lansia. Lansia dapat menjaga keaktifan dan kecerdasan dengan melatih otak, antara lain dengan:

  • Bersosialisasi, misalnya dengan aktif mengikuti kegiatan kelompok tertentu di lingkungan.
  • Rilekskan tubuh dan pikiran, misalnya dengan rutin bermeditasi, melakukan yoga, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
  • Rutin berolahraga karena olahraga bisa meningkatkan protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor yang penting untuk menjaga dan mengembangkan saraf. 
  • Makan makanan yang sehat. Menu diet Mediterania dengan buah, sayur, ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, misalnya, dapat menurunkan risiko Alzheimer pada lansia.
  • Pastikan tidur berkualitas selama 7-8 jam sehari. Bila pada masa muda kurang tidur, ada risiko mengalami masalah ingatan pada masa lansia.

Tips Menjadi Caregiver atau Perawat Lansia yang Baik 

Merawat lansia adalah tugas yang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan seputar geriatri. American Geriatrics Society’s Health in Aging Foundation memberikan tips untuk menjadi perawat lansia yang baik, antara lain:

  • Bangun kepercayaan diri lansia yang dirawat agar mereka bersemangat menjalani perawatan dan yakin perawatan itu bermanfaat bagi mereka.
  • Tunjukkan kasih sayang, misalnya dengan kerap mengajak bicara atau membuatkan makanan/minuman yang disukai.
  • Hindari tindakan yang tidak perlu, misalnya mengatakan “panggil saya, ya, kalau butuh sesuatu”, melainkan langsung berinisiatif memberikan bantuan secara konkret tanpa diminta.
  • Tunjukkan kepedulian agar mereka merasa mendapat dukungan sosial yang dibutuhkan untuk menjalani perawatan.
  •  Jangan lupa rawat diri sendiri karena hanya dengan merawat diri dengan baik seorang caregiver lansia dapat memberikan perawatan yang optimal.

Merawat lansia memang bukan pekerjaan yang mudah dan bisa menambah beban mental. Salah satu cara mengurangi beban mental caregiver lansia adalah dengan menganggap perawatan lansia sebagai pengalaman positif.

 

Baca Juga: Tips Memilih Perawat Homecare untuk Lansia di Rumah

 

Apa Bedanya Rumah Jompo, Senior Home, dan Nursing Home?

Rumah jompo, senior home, dan nursing home kerap menjadi pilihan untuk perawatan lansia. Perbedaan utama ketiganya terletak pada kondisi lansia yang dirawat serta fasilitas layanan yang didapatkan. Secara umum, rumah jompo merawat lansia yang tidak memiliki masalah kesehatan serius. Adapun senior home adalah kompleks hunian yang bisa dipilih oleh lansia untuk beristirahat atau menikmati masa pensiun. Penghuni senior home bisa mengakses berbagai layanan yang dirancang eksklusif untuk mendukung masa pensiun. Lansia yang tinggal di senior home umumnya dalam kondisi sehat.

Sedangkan nursing home adalah fasilitas yang didesain bagi lansia yang memiliki masalah kesehatan yang lebih serius. Lansia biasanya tinggal di nursing home karena memang memerlukan perawatan medis. Karena itu, ada perawat lansia di nursing home yang merupakan tenaga medis terlatih. Keberadaan caregiver lansia terlatih ini diperlukan untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal sesuai dengan kondisi mereka.

Kini, Anda bisa mendapatkan perawat lansia profesional melalui layanan homecare. Hubungi Kavacare Support melalui WA 0811 – 1446 – 777 untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Sumber:

  1. Defining ‘elderly’ in clinical practice guidelines for pharmacotherapy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4282767/ 
  2. Perbedaan Lansia dengan Geriatri. https://www.geriatri.id/artikel/146/perbedaan-lansia-dengan-geriatri 
  3. Conceptualizing geriatric syndromes. https://oxfordmedicine.com/view/10.1093/med/9780198701590.001.0001/med-9780198701590-chapter-48 
  4. Kenali 7 Sindrom Geriatrik yang Sering Dialami Lansia. https://www.geriatri.id/artikel/377/kenali-7-sindrom-geriatrik-yang-sering-dialami-lansia 
  5. Good genes are nice, but joy is better. https://news.harvard.edu/gazette/story/2017/04/over-nearly-80-years-harvard-study-has-been-showing-how-to-live-a-healthy-and-happy-life/ 
  6. Tip Sheet: How To Be The Best Caregiver You Can Be. https://www.healthinaging.org/tools-and-tips/tip-sheet-how-be-best-caregiver-you-can-be 
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare