Menu Makanan untuk Penderita Stroke

Menu Makanan untuk Penderita Stroke

Share

Makanan yang sehat dan seimbang sangat penting dalam mendukung proses penyembuhan dan mencegah terjadinya stroke ulang. Diet sehat bagi penderita stroke tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga mengatur tekanan darah, kolesterol, dan menjaga berat badan yang ideal. Prinsip menu makanan untuk penderita stroke yang dianjurkan adalah DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang fokus pada:

  1. Rendah Lemak Jenuh dan Trans
  2. Kaya Serat, Potasium, Magnesium, Kalsium, dan Protein
  3. Rendah Sodium

Langkah Menyusun Menu Makanan untuk Penderita Stroke

  1. Konsumsi Makanan Bervariasi. Menyusun menu makanan untuk penderita stroke perlu seimbang dengan konsep “My Plate” yang mencakup biji-bijian, sayuran, protein, buah-buahan, dan produk susu.
  2. Gunakan Konsep Pelangi Makanan Kombinasi makanan dari berbagai warna memastikan asupan nutrisi yang beragam:
    • Merah: Tomat, semangka, delima (kaya likopen)
    • Oranye/Kuning: Wortel, jeruk, pisang (kaya karotenoid)
    • Hijau: Brokoli, bayam, alpukat (kaya klorofil dan karotenoid)
    • Ungu/Biru: Ubi ungu, blueberry (kaya antosianin)
    • Putih: Bunga kol, bawang putih, jamur (kaya serat dan vitamin)
  3. Pilih Makanan Tinggi Serat Serat membantu mengatur gula darah, mencegah penyakit pencernaan, dan mengelola berat badan. Sumber serat termasuk buah dan sayur, dengan minimal 5 porsi sehari.
  4. Kurangi Asupan Gula Tambahan Gula tambahan dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe 2. Batasi konsumsi gula seperti pada minuman manis dan kue.
  5. Batasi Lemak Jenuh Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Hindari lemak jenuh dalam membuat menu makanan untuk penderita stroke, seperti minyak kelapa, mentega, dan gorengan.
  6. Kurangi Asupan Garam Garam berlebih meningkatkan tekanan darah. Batas konsumsi garam harian untuk penderita stroke adalah maksimal 1.500 miligram.
  7. Cukupi Asupan Potasium Potasium penting untuk kesehatan jantung. Sumber potasium termasuk pisang, jeruk, bayam, dan kentang. Konsultasikan dengan dokter untuk kebutuhan kalium yang tepat.

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Stroke

Menjaga pola makan yang seimbang dengan variasi makanan sehat dapat membantu proses pemulihan pasien stroke dan mencegah terjadinya stroke kembali. Selalu konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan signifikan dalam pola makan. Perhatikan kalori, protein, serta serat pada tiap makanan.

  • Kalori: Total energi yang diperoleh dari makanan.
  • Protein: Penting untuk perbaikan dan pembentukan jaringan tubuh.
  • Serat: Membantu pencernaan dan menjaga kesehatan jantung.

Contoh Menu Makanan 1

Waktu MakanMenuEstimasi Kandungan Nutrisi
SarapanOatmeal dengan buah beri dan almondKalori: 250, Protein: 7g, Serat: 5g
CamilanSmoothie bayam, pisang, dan susu almondKalori: 150, Protein: 3g, Serat: 4g
Makan SiangNasi merah, dada ayam panggang, sayur bayamKalori: 400, Protein: 30g, Serat: 6g
CamilanApel dan yogurt rendah lemakKalori: 100, Protein: 5g, Serat: 3g
Makan MalamSup sayuran dengan tahu dan quinoaKalori: 300, Protein: 15g, Serat: 7g

Contoh Menu Makanan 2

Waktu MakanMenuEstimasi Kandungan Nutrisi
SarapanSmoothie mangga, pisang, dan bayamKalori: 200, Protein: 3g, Serat: 4g
CamilanSmoothie bayam, pisang, dan susu almondKalori: 150, Protein: 3g, Serat: 4g
Makan SiangNasi merah, ikan panggang, sayur brokoliKalori: 350, Protein: 28g, Serat: 5g
CamilanBuah pirKalori: 80, Protein: 0g, Serat: 4g
Makan MalamSalad sayuran dengan kacang merah dan alpukatKalori: 250, Protein: 10g, Serat: 8g

Baca juga: 5 Ikan Lokal Bergizi Tinggi sebagai Alternatif Salmon

 

Makanan yang Dilarang untuk Pasien Pasca Stroke

Pasien stroke perlu memperhatikan asupan makanan untuk mencegah komplikasi dan serangan stroke kembali. Berikut ini adalah jenis dan contoh-contoh makanan yang harus dihindari oleh pasien pasca stroke:

Makanan Tinggi Garam

Garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, memperburuk kondisi kesehatan jantung, serta berisiko memicu serangan stroke kembali.

Jenis MakananContoh MakananAlasan mengapa dilarang
Makanan OlahanKeripik kentang, daging olahan (sosis, nugget)Mengandung sodium tinggi yang meningkatkan tekanan darah.
Makanan KalenganSarden kaleng, daging kalengBiasanya diawetkan dengan garam tinggi.
Makanan Cepat SajiBurger, kentang goreng, pizzaMengandung banyak garam dan lemak tidak sehat.

Makanan dengan Gula Berlebihan

Gula berlebih dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2, yang keduanya meningkatkan risiko stroke. Gula juga dapat memperburuk kondisi pembuluh darah.

Jenis MakananContoh MakananAlasan mengapa dilarang
Minuman ManisSoda, jus buah kemasanMengandung gula tambahan yang tinggi dan mempengaruhi gula darah.
Makanan RinganPermen, kue, roti-roti dengan topping gulaMengandung gula dan lemak yang tinggi.

Lemak Jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (lemak jahat) yang berisiko menyebabkan penumpukan plak di arteri, menghambat aliran darah, dan meningkatkan risiko stroke.

Jenis MakananContoh MakananAlasan mengapa dilarang
Produk Susu Tinggi LemakMentega, keju, susu penuhMengandung lemak jenuh tinggi yang buruk untuk kesehatan jantung.
Daging BerlemakDaging merah berlemak, kulit ayamTinggi lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol LDL.
Makanan GorenganAyam goreng, kentang gorengMengandung lemak trans dan lemak jenuh yang sangat tidak sehat.

Alkohol

Alkohol meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, dan stroke. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat menyebabkan dehidrasi, dan meningkatkan tekanan darah.

Jenis MinumanContoh MinumanAlasan mengapa dilarang
Minuman BeralkoholBir, wine, soju, sakeMeningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung.

 

Baca juga: 5 Makanan Pantangan untuk Pasien Liver

Mengapa Penderita Stroke Harus Menghindari Makanan Tertentu?

  1. Mengatur Tekanan Darah: Makanan tinggi garam dan alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama stroke.
  2. Mengelola Kolesterol: Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol LDL (lemak jahat)
  3. Mengendalikan Gula Darah: Makanan tinggi gula dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, yang meningkatkan risiko stroke.
  4. Menjaga Berat Badan Ideal: Asupan kalori dan lemak berlebih dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes.

Menyusun menu makanan yang sehat bagi penderita stroke membutuhkan perhatian dan pemahaman yang mendalam. Jika Anda merasa membutuhkan bantuan lebih lanjut, Kavacare memiliki layanan konsultasi ahli gizi baik kunjungan ahli gizi ke rumah atau telekonsultasi ahli gizi yang dapat membantu Anda menyusun menu makanan untuk penderita stroke. Selain itu Kavacare juga menyediakan konsultasi dokter umum dan spesialis, pendampingan perawat, hingga fisioterapi atau terapi wicara di rumah. Hubungi Kavacare Support di nomor WA 0811 – 1446 – 777

Sumber: 

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare