Apa Manfaat Jamur Lions Mane untuk Kesehatan Otak?

Apa Manfaat Jamur Lion’s Mane untuk Kesehatan Otak?

Jamur lion’s mane (Hericium erinaceus) semakin populer dalam dunia kesehatan karena khasiatnya yang menjanjikan, terutama bagi kesehatan otak dan sistem pencernaan. Jamur ini memiliki bentuk unik menyerupai surai singa, dengan warna putih berserat yang khas. Tidak hanya digunakan dalam kuliner Asia Timur, lion’s mane kini juga banyak dikonsumsi dalam bentuk suplemen oleh masyarakat global. Selain mendukung fungsi kognitif, berbagai studi mulai menunjukkan potensi lion’s mane untuk kesehatan otak, terutama melalui perannya dalam memperkuat lapisan usus dan mendukung keseimbangan mikrobioma.

Apa Manfaat Jamur Lion’s Mane untuk Kesehatan Otak?

Berikut beberapa manfaat lion’s mane untuk kesehatan otak, antara lain:

1. Meningkatkan Fungsi Kognitif 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lion’s mane untuk kesehatan otak mampu meningkatkan fungsi kognitif. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Phytotherapy Research, partisipan lansia dengan gangguan kognitif ringan yang mengonsumsi suplemen lion’s mane selama 16 minggu mengalami peningkatan kemampuan kognitif dibandingkan dengan kelompok plasebo. Hasil ini menunjukkan bahwa jamur ini memiliki potensi sebagai terapi pendukung bagi lansia atau individu dengan risiko demensia.

Zat aktif dalam lion’s mane untuk kesehatan otak seperti hericenone dan erinacine diyakini merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru (neurogenesis), terutama di hippocampus, area otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori.

2. Merangsang Pertumbuhan Saraf 

Salah satu keunggulan lion’s mane adalah kemampuannya dalam merangsang sintesis Nerve Growth Factor (NGF), yaitu protein penting dalam pertumbuhan, pemeliharaan, dan regenerasi sel saraf. Studi pada hewan dan sel kultur menunjukkan bahwa ekstrak lion’s mane dapat meningkatkan kadar NGF, yang berperan penting dalam mempercepat pemulihan jaringan saraf yang rusak.

Menurut jurnal International Journal of Molecular Sciences, senyawa erinacine A dalam lion’s mane terbukti mampu meningkatkan ekspresi NGF di otak tikus. Ini menjadi dasar ilmiah dari klaim bahwa jamur ini dapat membantu memperbaiki kerusakan saraf akibat cedera atau penyakit neurodegeneratif.

3. Perlindungan terhadap Penyakit Alzheimer dan Parkinson

Penyakit Alzheimer dan Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang ditandai oleh kerusakan progresif pada sel otak. Dalam beberapa studi pra-klinis, lion’s mane terbukti mampu mengurangi penumpukan plak beta-amyloid di otak, yang merupakan salah satu penyebab utama Alzheimer.

Sebuah penelitian dalam Biomedical Research Journal menunjukkan bahwa lion’s mane untuk kesehatan otak mampu memperlambat kehilangan memori pada tikus yang dimodelkan mengalami Alzheimer. Selain itu, potensi antioksidan dan anti-inflamasi dari lion’s mane juga dapat melindungi otak dari stres oksidatif, yang merupakan kontributor utama kerusakan saraf pada penyakit Parkinson.

4. Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi

Menariknya, lion’s mane untuk kesehatan otak juga memiliki manfaat dalam menurunkan gejala kecemasan dan depresi. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Biomedical Research, wanita menopause yang mengonsumsi kue yang mengandung lion’s mane selama 4 minggu melaporkan penurunan gejala iritabilitas dan kecemasan secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Hipotesisnya adalah bahwa dengan meningkatkan kadar NGF dan mendukung kesehatan hippocampus, lion’s mane turut menstabilkan mood dan membantu dalam regulasi emosi. Kandungan bioaktifnya mungkin juga berperan dalam menyeimbangkan kadar neurotransmitter seperti serotonin dan dopamine.

5. Potensi sebagai Neuroprotektan

Sifat neuroprotektif dari lion’s mane untuk kesehatan otak menjadi sorotan utama dalam penelitian modern. Dalam jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry, disebutkan bahwa senyawa dalam lion’s mane dapat menurunkan peradangan di otak dan meningkatkan aktivitas antioksidan.

Peradangan otak kronis merupakan faktor risiko untuk berbagai gangguan otak, termasuk multiple sclerosis dan sklerosis lateral amiotrofik (ALS). Dengan kemampuannya untuk melindungi sel-sel saraf dari kerusakan, lion’s mane berpotensi menjadi terapi tambahan dalam pengelolaan penyakit-penyakit tersebut.

Baca juga: 8 Manfaat Black Garlic dan Bedanya dengan Bawang Putih Biasa

Cara Mengonsumsi Lion’s Mane untuk Kesehatan Otak

Tabel Jenis Lion’s Mane

Jenis Aturan Konsumsi Keterangan
Segar (Fresh)100-200 gram per hari: Dimasak  seperti jamur biasa (tumis,sup, dan panggang)Tersedia di pasar Asia atau toko organik (rasanya mirip daging kepiting)
KeringDirendam air hangat 20-30 menit, lalu digunakan untuk sup dan tehIdeal untuk membuat teh jamur herbal dan penyimpanan lebih tahan lama
Bubuk (Powder)1-3 gram per hari, dicampur ke dalam smoothies, teh, kopi dan makananPilih produk bersertifikasi, pastikan kandungan hericenone/erinaci
Suplemen (Kapsul/Tablet)500-3000 mg per hari. Konsumsi sesuai dosis di label atau anjuran dokter Pastikan bersertifikasi GMP dan diuji laboratorium untuk keamanan
Ekstrak Cair (Tintcure/Liquid Extract)1-2 ml per hari. Dikonsumsi langsung di bawah lidah atau dicampur minuman Lebih cepat diserap tubuh. Konsentrasi lebih tinggi dibanding bentuk lain

Tabel diatas menjelaskan beberapa jenis lion’s mane dan cara mengonsumsinya.

Baca juga: Mengenal Tanaman Herbal Brotowali: Obat Tradisional yang Bermanfaat untuk Kesehatan Anda

Efek Samping Lion’s Mane untuk Kesehatan Otak

Secara umum, jamur lion’s mane untuk kesehatan otak dianggap aman dikonsumsi dalam dosis moderat. Namun, beberapa individu mungkin mengalami efek samping saat mengonsumsinya. Efek samping yang dirasakan antara lain: 

1. Reaksi Alergi Kulit 

Beberapa individu melaporkan munculnya gejala alergi seperti:

  • Ruam kemerahan
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan ringan di kulit

Gejala ini bisa muncul pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap jamur atau zat bioaktif dalam lion’s mane seperti hericenone dan erinacine. Sebaiknya lakukan “uji coba” dalam dosis kecil terlebih dahulu untuk mengamati reaksi tubuh.

2. Gangguan Pencernaan 

Efek samping ringan yang cukup sering dilaporkan meliputi:

  • Mual
  • Perut kembung
  • Diare Ringan 

Hal ini biasanya terjadi saat mengonsumsi lion’s mane untuk kesehatan otak dalam dosis tinggi atau bentuk konsentrat (ekstrak).

3. Reaksi Alergi Pernapasan

Walau jarang, inhalasi serbuk jamur lion’s mane kering dapat memicu:

  • Batuk
  • Hidung berair
  • Sesak napas ringan

Terutama pada individu dengan riwayat asma atau alergi pernapasan lainnya.

4. Efek Sedatif Ringan

Bagi sebagian orang, lion’s mane untuk kesehatan otak dapat memberikan efek menenangkan yang berlebihan, seperti:

  • Kantuk di siang hari
  • Penurunan konsentrasi

Efek ini lebih terasa saat dikonsumsi dalam dosis besar atau digabung dengan bahan sedatif lain (misalnya ashwagandha atau valerian root).

5. Gangguan pada Penderita Penyakit Autoimun

Karena efek imunomodulator dari lion’s mane, penderita penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau multiple sclerosis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi. Potensi stimulasi sistem imun bisa memperburuk gejala autoimun.

Baca juga: Tips Diet Sehat Pasien Autoimun: Apa Saja yang Baik untuk Dikonsumsi?

Jamur lion’s mane memiliki berbagai manfaat potensial untuk kesehatan otak, mulai dari meningkatkan fungsi kognitif, merangsang pertumbuhan saraf, hingga melindungi dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Meski umumnya aman dikonsumsi, penting untuk memperhatikan efek samping seperti gangguan pencernaan, alergi, dan interaksi obat. Konsumsi secara bijak dan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan untuk memperoleh manfaat optimal dari lion’s mane.

Jika Anda ingin mengonsumsi jamur lion’s mane untuk kesehatan otak tetapi mempunyai kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Kavacare dapat membantu Anda membuat janji temu dengan dokter spesialis gizi di rumah sakit terbaik. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. 

Sumber: 

  1. Mushrooms Magnify Memory by Boosting Nerve Growth – The University of Queensland. https://www.uq.edu.au/news/article/2023/02/mushrooms-magnify-memory-boosting-nerve-growth. Diakses pada 23 April 2025. 
  2. Puei-Lene Lai, Murali Naidu, Vikineswary Sabaratnam, Kah-Hui Wong, Rosie Pamela David, Umah Rani Kuppusamy, Noorlidah Abdullah, Sri Nurestri A Malek. Neurotrophic properties of the Lion’s mane medicinal mushroom, Hericium erinaceus (Higher Basidiomycetes) from Malaysia. 2013;15(6):539-54. doi: 10.1615/intjmedmushr.v15.i6.30. PMID: 24266378. 
  3. Yuusuke Saitsu, Akemi Nishide, Kuniyoshi Shimizu,  Koichiro Ohnuki. Improvement of cognitive functions by oral intake of Hericium erinaceus. 2019;40(4):125-131. doi: 10.2220/biomedres.40.125. PMID: 31413233. 
  4. Izabela Szućko-Kociuba. Neurotrophic and Neuroprotective Effects of Hericium erinaceus. 2023, 24(21), 15960; https://doi.org/10.3390/ijms242115960. 

 

Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare