Apa Manfaat Bekam bagi Kesehatan Tubuh Homecare Kavacare

Apa Manfaat Bekam bagi Kesehatan Tubuh?

Terapi bekam atau cupping therapy merupakan metode pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di Timur Tengah dan Asia. Prosedur ini dilakukan dengan menempelkan gelas khusus di permukaan kulit untuk menciptakan tekanan negatif, sehingga darah tertarik ke permukaan kulit dan sirkulasi meningkat. Terdapat dua jenis utama, yaitu bekam kering yang hanya menggunakan hisapan udara tanpa melukai kulit, dan bekam basah yang melibatkan sayatan kecil untuk mengeluarkan sedikit darah. Kini, prosedur bekam semakin populer karena diyakini mampu melancarkan aliran darah, meredakan nyeri otot, dan membantu proses detoksifikasi, meskipun tetap perlu dilakukan secara higienis dan oleh terapis berpengalaman agar aman dan efektif.

Manfaat Bekam Menurut Medis Modern 

Penelitian medis beberapa tahun terakhir mulai mengkaji manfaat bekam secara lebih objektif. Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat bekam tidak hanya berasal dari efek psikologis atau sugesti, tetapi juga dari reaksi fisiologis tubuh terhadap perubahan tekanan dan peningkatan aliran darah. Berikut beberapa manfaat bekam yang telah diteliti:

1. Meningkatkan Sirkulasi Darah dan Relaksasi Otot

Manfaat bekam yang paling umum adalah memperlancar sirkulasi darah di area yang dibekam. Peningkatan aliran darah ini membantu mengurangi kekakuan otot, mempercepat proses penyembuhan jaringan, dan memberikan efek relaksasi. Karena itu, banyak orang menggunakan terapi ini untuk mengatasi pegal, nyeri punggung, atau leher kaku.

2. Mengurangi Nyeri dan Peradangan 

Beberapa studi menyebutkan bahwa manfaat bekam juga dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada kondisi seperti sakit punggung bawah, migrain, dan nyeri sendi. Efeknya diyakini mirip dengan terapi akupunktur, yaitu merangsang pelepasan endorfin (hormon pereda nyeri alami).

3. Meningkatkan Sistem Imun 

Selain efek lokal, manfaat bekam diduga berkaitan dengan peningkatan aktivitas sistem imun. Saat kulit dan pembuluh darah kecil mengalami stimulasi, tubuh memproduksi zat kimia yang memperkuat respon kekebalan terhadap infeksi. Karena itu, terapi ini kadang digunakan sebagai metode pendukung untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Membantu Mengurangi Stres dan Kelelahan

Rasa rileks setelah bekam bukan hanya efek fisik, tetapi juga psikologis. Saat aliran darah lancar dan otot-otot tegang berkurang, kadar hormon stres seperti kortisol ikut menurun. Hal ini membuat manfaat bekam terasa seperti kombinasi antara terapi fisik dan relaksasi mental.

5. Menurunkan Tekanan Darah dan Kolesterol

Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa bekam basah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah. Efek ini diduga berasal dari peningkatan metabolisme serta pembuangan sel darah merah tua melalui proses bekam. Meskipun masih memerlukan bukti lebih kuat, temuan ini mendukung manfaat bekam dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

Baca juga: 4 Jenis Cek Gula Darah, Perlu yang Mana?

Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski manfaat bekam cukup banyak, prosedur ini tetap memiliki risiko, terutama jika dilakukan tanpa standar kebersihan yang tepat. Berikut resiko yang harus Anda perhatikan, antara lain: 

1. Risiko Infeksi Kulit 

Bekam basah melibatkan sayatan kecil pada kulit untuk mengeluarkan darah, sehingga apabila alat atau lingkungan tidak steril, risiko infeksi meningkat. Bakteri dapat masuk melalui luka terbuka dan menyebabkan peradangan atau abses. Oleh karena itu, pastikan alat bekam dibersihkan atau sekali pakai, dan kulit pasien disterilkan sebelum tindakan dilakukan.

2. Perdarahan dan Memar 

Karena melibatkan penarikan darah ke permukaan kulit, terapi bekam dapat menimbulkan memar atau bintik-bintik merah yang biasanya bertahan selama beberapa hari. Pada kasus tertentu, bekam basah juga bisa menyebabkan perdarahan lebih lama terutama pada pasien dengan kulit sensitif atau gangguan pembekuan darah.

3. Reaksi Alergi atau Iritasi Kulit

Beberapa orang mengalami iritasi atau reaksi alergi terhadap bahan gelas, minyak, atau alat bekam yang digunakan. Kulit bisa terasa gatal, panas, atau kemerahan berlebihan. Untuk menghindarinya, lakukan uji coba kecil di area kulit terbatas sebelum prosedur penuh, terutama bagi individu dengan kulit sensitif.

4. Risiko pada Pasien dengan Kondisi Medis Tertentu

Orang dengan penyakit kronis seperti anemia, hipertensi berat, diabetes yang tidak terkontrol, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan) sebaiknya tidak melakukan bekam tanpa pengawasan dokter. Kondisi ini meningkatkan risiko perdarahan, infeksi, atau komplikasi lain.

5. Bekam Tidak Menggantikan Pengobatan Medis

Meskipun manfaat bekam cukup banyak, terapi ini sebaiknya digunakan sebagai terapi komplementer, bukan pengganti pengobatan medis utama. Pasien dengan penyakit kronis seperti jantung, ginjal, atau autoimun tetap harus mengikuti pengobatan dokter dan menjadikan bekam hanya sebagai pendukung perawatan.

6. Perhatikan Frekuensi dan Teknik Pelaksanaan

Melakukan bekam terlalu sering bisa menyebabkan kulit rusak, menimbulkan bekas luka, atau penurunan kadar darah bila dilakukan berulang tanpa jeda cukup. Disarankan melakukan bekam maksimal 1–2 kali per bulan dengan terapis berpengalaman agar manfaat bekam tetap optimal tanpa menimbulkan efek samping.

Baca juga: Fisioterapi Jantung: Solusi Tepat Menjaga Kesehatan Jantung untuk Pemulihan Pasca Operasi

Pandangan Dunia Medis Terhadap Terapi Bekam 

1. Bekam sebagai Terapi Komplementer (Pelengkap Medis)

Dunia medis modern menilai bahwa bekam termasuk dalam kategori complementary medicine, yaitu terapi tambahan yang digunakan untuk mendukung pengobatan utama. Artinya, manfaat bekam dapat membantu meringankan gejala seperti nyeri otot, migrain, atau kelelahan, namun tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis konvensional. Dokter biasanya memperbolehkan terapi ini bila dilakukan secara higienis dan tidak mengganggu perawatan utama pasien.

2. Penelitian Awal Menunjukkan Efek Positif

Sejumlah penelitian awal menemukan bahwa terapi bekam dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan lokal, dan merangsang pelepasan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami tubuh. Efek ini membuat manfaat bekam sering digunakan untuk kondisi nyeri muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah, leher kaku, atau nyeri bahu. Meski demikian, hasil penelitian masih terbatas dan memerlukan uji klinis berskala besar untuk memastikan efektivitasnya secara ilmiah.

3. Pendekatan Holistik terhadap Kesehatan Tubuh

Banyak tenaga medis menganggap bahwa bekam bisa mendukung pendekatan holistic care, yaitu menjaga keseimbangan antara fisik, mental, dan emosional. Proses bekam yang menimbulkan efek relaksasi dan peredaran darah lancar dapat membantu pasien merasa lebih tenang dan berenergi. Dalam beberapa kasus, bekam juga dikombinasikan dengan terapi relaksasi, pijat medis, atau fisioterapi untuk hasil yang lebih menyeluruh.

4. Keterbatasan Bukti Ilmiah

Meskipun manfaat bekam banyak dilaporkan oleh pasien, bukti ilmiah yang kuat masih terbatas. Sebagian penelitian tidak memiliki kelompok kontrol atau menggunakan jumlah sampel kecil. Karena itu, dunia medis masih berhati-hati dalam menyimpulkan efektivitasnya. Terapi ini sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter dan tidak menggantikan pengobatan utama bagi pasien dengan kondisi kronis.

5. Panduan Medis: Aman Jika Dilakukan dengan Standar Kebersihan dan Ahli Terlatih

Organisasi kesehatan seperti WHO dan National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyatakan bahwa bekam relatif aman jika dilakukan oleh terapis profesional dengan alat steril. Kebersihan, teknik yang benar, dan evaluasi medis sebelum tindakan menjadi kunci utama agar manfaat bekam dapat dirasakan tanpa risiko komplikasi seperti infeksi atau perdarahan.

Baca juga: Paket Layanan Home Care Kavacare: Dokter, Perawat dan Terapi

Bekam dapat memberikan manfaat dalam melancarkan sirkulasi darah, meredakan nyeri, dan membantu relaksasi tubuh bila dilakukan dengan cara yang benar dan higienis. Meski termasuk terapi tradisional, dunia medis mengakui bahwa manfaat bekam bisa menjadi pelengkap pengobatan modern, bukan pengganti. Konsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani terapi penting agar hasilnya aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Kavacare siap membantu Anda memahami terapi komplementer seperti bekam secara aman dan profesional. Saat ini Kavacare juga memiliki layanan akupuntur di rumah oleh dokter spesialis akupuntur dan juga dokter rehabilitasi medik. Dapatkan panduan medis, rekomendasi dokter, dan layanan konsultasi untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. 

Sumber: 

  1. Jong-In Kim,  Myeong Soo Lee, Dong-Hyo Lee, Kate Boddy, Edzard Ernst. Cupping for treating pain: a systematic review. 2011:2011:467014. doi: 10.1093/ecam/nep035. PMID: 19423657
  2. PMCID: PMC3136528. 
  3. Holger Cramer, Petra Klose, Michael Teut, Gabriele Rotter. Cupping for Patients With Chronic Pain: A Systematic Review and Meta-Analysis. September–October 2020, Pages 943-956. doi.org/10.1016/j.jpain.2020.01.002. 
  4. Cupping – National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). https://www.nccih.nih.gov/health/cupping. Diakses pada 6 Oktober 2025. 
Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare