Mengapa Sering Buang Air Kecil Homecare Kavacare

Mengapa Sering Buang Air Kecil?

Sering buang air kecil, atau disebut juga poliuria, merupakan kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan sehari-hari. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya dianggap sebagai masalah kecil, tetapi bagi sebagian lainnya, sering buang air kecil bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Fenomena ini terjadi ketika seseorang merasa perlu untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya, baik pada siang maupun malam hari. Meskipun hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, penting untuk memahami penyebab yang mendasari kondisi ini.

9 Penyebab Sering Buang Air Kecil

1. Infeksi Saluran Kemih 

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyebab utama sering buang air kecil. ISK terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih, yang mengarah pada peradangan dan rasa ingin buang air kecil yang lebih sering, kadang-kadang disertai dengan rasa sakit. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk sensasi terbakar saat buang air kecil dan urine yang keruh atau berdarah.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih?

2. Diabetes Melitus 

Diabetes mellitus, baik tipe 1 maupun tipe 2, dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Ketika kadar gula darah sangat tinggi, ginjal berusaha untuk mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine, yang menyebabkan peningkatan volume urine. Hal ini sering disertai dengan rasa haus yang berlebihan.

3. Kehamilan 

Selama kehamilan, terutama pada trimester pertama, perubahan hormon dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Rahim yang membesar juga memberikan tekanan pada kandung kemih, yang mengarah pada dorongan untuk buang air kecil lebih sering.

4. Pembesaran Prostat

Pada pria, pembesaran prostat sering menjadi penyebab sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Kondisi ini, yang dikenal dengan sebutan benign prostatic hyperplasia (BPH), dapat menyebabkan penyempitan saluran kemih dan kesulitan mengeluarkan urine.

5. Konsumsi Cairan yang Berlebihan

Terkadang, sering buang air kecil disebabkan oleh konsumsi cairan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Terutama jika seseorang mengkonsumsi minuman diuretik seperti kopi, teh, atau alkohol, yang dapat meningkatkan produksi urine.

6. Gangguan Ginjal 

Penyakit ginjal juga dapat menyebabkan sering buang air kecil. Gangguan pada ginjal, seperti gagal ginjal atau glomerulonefritis, dapat mempengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring cairan dengan benar, yang dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil.

7. Obat-obatan Diuretik

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau masalah jantung, yang dikenal dengan nama diuretik, juga dapat menyebabkan sering buang air kecil. Obat-obatan ini bekerja dengan cara meningkatkan pengeluaran urine dari tubuh.

8. Sindrom Kesehatan Mental

Kecemasan atau stres dapat menyebabkan sering buang air kecil. Ketika seseorang merasa cemas atau stres, sistem saraf yang terlibat dalam pengaturan buang air kecil menjadi lebih aktif, yang dapat memicu dorongan untuk buang air kecil lebih sering.

9. Penyakit Pankreas atau Kelenjar Endokrin

Beberapa kondisi endokrin, seperti masalah pada kelenjar tiroid atau pankreas, juga dapat menyebabkan sering buang air kecil. Penyakit seperti hipertiroidisme dapat meningkatkan metabolisme tubuh, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi frekuensi buang air kecil.

Baca juga: Suka Menahan Buang Air Kecil? Ini 5 Bahayanya!

5 Gejala Penting saat Buang Air Kecil 

1. Nyeri atau Rasa Terbakar Saat Buang Air Kecil

Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil sering kali menandakan adanya infeksi saluran kemih (ISK) atau peradangan pada kandung kemih. Rasa terbakar ini terjadi ketika bakteri mengiritasi saluran kemih atau ketika ada peradangan yang menyebabkan iritasi pada dinding kandung kemih. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman atau bahkan kesulitan untuk buang air kecil.

2. Urine Berdarah atau Berwarna Keruh

Urine yang berdarah (hematuria) atau berwarna keruh bisa menjadi tanda adanya infeksi atau masalah pada ginjal, kandung kemih, atau saluran kemih. Hematuria bisa terjadi karena trauma pada saluran kemih, batu ginjal, atau infeksi. Urine yang keruh biasanya mengindikasikan adanya nanah atau bakteri, yang menandakan infeksi pada saluran kemih.

3. Rasa Ingin Buang Air Kecil yang Tidak Bisa Ditahan

Ketika seseorang merasa dorongan untuk buang air kecil yang kuat namun tidak dapat menahan keinginan tersebut, ini bisa menunjukkan masalah pada kandung kemih, seperti overactive bladder (pembesaran kandung kemih yang berlebihan). Keadaan ini bisa disebabkan oleh stres, infeksi, atau gangguan neurologis yang memengaruhi kontrol kandung kemih.

4. Demam atau Rasa Tidak Enak Badan

Demam atau rasa tidak enak badan yang disertai dengan sering buang air kecil bisa menjadi indikasi adanya infeksi serius, seperti infeksi ginjal atau saluran kemih bagian atas. Infeksi ini memerlukan perhatian medis segera karena bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih berat jika tidak ditangani.

5. Kesulitan untuk Mulai Buang Air Kecil atau Aliran Urine yang Lemah

Kesulitan untuk memulai buang air kecil atau aliran urine yang lemah dapat terjadi pada pria yang mengalami pembesaran prostat (BPH) atau pada orang yang mengalami gangguan pada otot-otot kandung kemih. Aliran urine yang lemah bisa juga menandakan adanya penyempitan saluran kemih atau masalah saraf yang mengontrol kandung kemih.

Gejala-gejala ini perlu diwaspadai karena bisa menunjukkan masalah kesehatan yang lebih serius. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil 

1. Perawatan untuk Infeksi Saluran Kemih

Jika ISK menjadi penyebab, pengobatan antibiotik akan diperlukan untuk mengobati infeksi dan meredakan gejala.

2. Kontrol Gula Darah 

Untuk penderita diabetes, menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal dapat membantu mengurangi frekuensi buang air kecil.

3. Pengelolaan Stres dan Kecemasan

Jika stres atau kecemasan merupakan penyebabnya, terapi perilaku kognitif atau teknik relaksasi dapat membantu mengurangi gejala.

4. Obat untuk Pembesaran Prostat

Bagi pria dengan pembesaran prostat, dokter dapat meresepkan obat yang membantu mengurangi ukuran prostat atau merelaksasi otot di sekitar saluran kemih untuk memudahkan buang air kecil.

Sering buang air kecil, atau poliuria, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi saluran kemih hingga gangguan ginjal, diabetes, atau gangguan hormonal. Mengenali penyebab yang mendasari sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengalami gejala ini secara berkelanjutan atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan perawatan yang lebih lanjut.

Baca juga: Dr. Nada Sudhakaran: Top Dokter Bedah dan Urologi Anak di Pantai Hospital Kuala Lumpur

Jika Anda mengalami gejala-gejala sering buang air kecil dan cukup menganggu aktivitas, segera berkonsultasi ke dokter. Kavacare dapat membantu Anda untuk membuat janji temu dengan dokter spesialis terbaik di rumah sakit. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777. 

Sumber: 

  1. Frequent Urination – Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15533-frequent-urination. Diakses pada 12 Juni 2025. 
  2. Frequent Urination – Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/frequent-urination-5222975. Diakses pada 12 Juni 2025. 
  3. Frequent Urination: Causes and Treatments – WebMD. https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/frequent-urination-causes-and-treatments. Diakses pada 12 Juni 2025.

 

Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare