Latihan Apa yang Paling Cocok untuk Pemulihan Fungsi Bicara Pasca Stroke Homecare Kavacare

Latihan Apa yang Paling Cocok untuk Pemulihan Fungsi Bicara Pasca Stroke?

Judul di atas seringkali menjadi pertanyaan dari banyak pasien dan keluarga pasien sebagai bagian dari terapi pasca stroke. Post Stroke Aphasia atau PSA adalah kondisi dimana pasien pasca stroke mengalami gangguan fungsi bahasa karena lokasi otak yang terkena mencakup daerah yang mengatur fungsi untuk bicara dan berkomunikasi. Bila terlambat dilatih atau diatasi, gangguan ini bisa mempengaruhi kualitas hidup dari pasien dan bahkan mengganggu psikologis dari pasien serta menghambat proses rehabilitasi lainnya. Sayangnya masih ada juga yang menganggap latihan bicara dan menelan bukan hal yang penting pada proses rehabilitasi, dan hanya berfokus pada latihan fisioterapi otot-otot besar saja.

Saat ini ada berbagai macam metode latihan dan terapi bicara yang sudah dikenal dan dilakukan bertahun-tahun lamanya, antara lain: Schuell stimulation therapy (SST), music therapy (MT), dan constraint-induced language therapy (CILT). Latihan rutin terapi wicara dan juga bahasa biasanya menjadi pilihan utama dan pertama dalam pemulihan kemampuan bicara dan menelan pasca stroke. Dalam perkembangannya juga ada berbagai metode lain yang diperkenalkan dan digunakan seperti Latihan perhatian (attention training (AT)), motor imagery therapy (MIT), mirror neuron therapy (MNT), repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS), dan transcranial direct current stimulation (tDCS). 

Untuk pembahasan wawasan kali ini saya akan membahas rangkuman dari artikel meta-analisis yang disusun oleh Congli Han dan timnya, yang berasal dari gabungan berbagai Universitas di Cina di wilayah Shandong. Mereka membuat analisa manfaat dari berbagai metode rehabilitasi pemulihan fungsi bahasa yang umumnya dikenal sebagai terapi wicara. Artikel ini terbit tahun 2024 lalu di jurnal bergengsi Medicine dan bisa memberikan pengetahuan serta pemahaman lebih lanjut mengenai metode terapi wicara yang bisa dipilih dan dilakukan untuk target pemulihan tertentu.

Penulis menyaring hasil penelitian hingga Agustus 2023. Dari lima ribuan artikel dan penelitian yang berhasil mereka kumpulkan dan analisa, hasilnya antara lain: terdapat 29 penelitian yang melaporkan pemulihan spontan kemampuan bicara dan latihan yang memberikan hasil terbaik adalah latihan MIT, diikuti oleh tDCS, rTMS, dan MNT. Efek manfaat paling sedikit adalah SST, music therapy, attention training dan CILT. Untuk hasil yang bagus untuk kemampuan mendengarkan dan memahami, MNT, MT, AT, dan rTMS memberikan hasil yang baik dibanding latihan rutin bicara (RT). Sedangkan untuk kemampuan mengulang atau repetisi, 45 penelitian melaporkan perbaikan fungsi ini dengan hasil metode MNT, MT, MIT, rTMS, dan tDCS menunjukkan perbaikan fungsi yang signifikan lebih baik dibandingkan RT dan SST. Untuk komponen naming atau penamaan, lebih dari 40 penelitian melaporkan adanya perbaikan fungsi ini dengan skor MNT, MT, CILT, MIT, AT, rTMS, serta tDCS lebih baik dari RT dan SST di mana MIT memberikan hasil yang superior dibandingkan seluruh metode lainnya.

Hasil laporan dari meta-analisis penulis bisa memberikan informasi bagi kita untuk memilih program terapi apa yang tepat untuk kondisi pasien kita. Tentunya pemilihan metode ini tetap harus hati-hati dan memperhatikan kondisi klinis dari pasien kita yang bisa saja berbeda dari populasi penelitian. Dari kesimpulan analisa meta-analisis yang terbit tahun 2024 kemarin ini, metode MIT adalah yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan bicara secara spontan, kemampuan mengulang dan kemampuan melakukan penamaan. Pengertian secara umum dari Motor Imagery Therapy adalah kombinasi latihan mental dan aksi tanpa adanya gerakan atau aktivasi otot, dan merupakan teknik rehabilitasi yang menawarkan sarana untuk mengganti atau memulihkan fungsi motorik yang hilang pada pasien stroke yang dapat digunakan bersama dengan prosedur fisioterapi konvensional.

Ini bisa menjadi pertimbangan pemilihan pilihan terapi di kemudian hari selain terapi standar latihan bicara dan bahasa yang rutin.

Artikel lengkapnya bisa di baca di: Han C, Pan J, Du J, Feng L, Ma H, Tang J. Efficacy of different rehabilitation therapies on post-stroke aphasia patients: A network metaanalysis. Medicine 2024;103:21(e38255).

Bacaan lain yang juga menarik sebagai bahan pengetahuan:

  1. Tong Y, Pendy JT Jr, Li WA, Du H, Zhang T, Geng X, Ding Y. Motor Imagery-Based Rehabilitation: Potential Neural Correlates and Clinical Application for Functional Recovery of Motor Deficits after Stroke. Aging Dis. 2017;8(3):364-371. doi: 10.14336/AD.2016.1012.
  2. Dickstein R, Deutsch JE. Motor Imagery in Physical Therapist Practice. Physical Therapy. 2007:87:942–953.
Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare