Skrining tuberkulosis pada anak merupakan langkah penting untuk mendeteksi infeksi Mycobacterium tuberculosis sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit berat. Pada anak, gejalanya sering tidak khas sehingga pemeriksaan dini menjadi sangat penting. Melalui skrining tuberkulosis pada anak, dokter dapat menilai apakah anak mengalami TB laten ataupun TB aktif yang memerlukan pengobatan segera.
Mengapa Skrining TB pada Anak Perlu Dilakukan?
1. Deteksi Dini Sangat Menentukan
Skrining tuberkulosis pada anak membantu mendeteksi infeksi TB sedini mungkin sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih parah. Dengan deteksi awal, dokter dapat menilai tingkat risiko dan menentukan apakah anak memerlukan pengobatan segera atau cukup pemantauan.
Baca juga: Tuberkulosis: Gejala dan Penanganan
2. Mengurangi Risiko Komplikasi Serius
Ketika proses skrining tuberkulosis pada anak dilakukan tepat waktu, peluang munculnya komplikasi berat seperti meningitis TB atau TB milier dapat ditekan. TB pada anak berkembang lebih cepat dibandingkan orang dewasa sehingga pemeriksaan dini menjadi sangat krusial.
3. Membantu Menentukan Terapi yang Tepat
Melalui skrining tuberkulosis pada anak, dokter bisa membedakan apakah anak mengalami TB laten atau TB aktif. Hasil ini penting untuk menentukan langkah terapi—apakah perlu obat pencegahan atau harus menjalani regimen pengobatan TB lengkap.
4. Mencegah Penularan dalam Keluarga
Anak dengan TB bisa menularkan bakteri kepada orang lain, terutama bayi dan lansia yang lebih rentan. Karena itu, skrining tuberkulosis pada anak membantu memutus rantai penularan dan menjaga keamanan seluruh anggota keluarga.
5. Penting untuk Anak dengan Risiko Tinggi
Anak yang tinggal bersama pasien TB aktif, memiliki daya tahan tubuh lemah, atau menunjukkan gejala yang mencurigakan sangat dianjurkan menjalani skrining tuberkulosis pada anak. Kelompok ini berisiko tinggi mengalami infeksi TB berulang.
6. Bagian dari Pemantauan Kesehatan Jangka Panjang
Dengan melakukan skrining tuberkulosis pada anak secara rutin pada situasi berisiko, orang tua dapat memantau kesehatan paru anak secara komprehensif. Ini membantu mencegah kondisi tidak terdeteksi dalam waktu lama.
7. Langkah Pencegahan untuk Lingkungan Sekitar
Tidak hanya bermanfaat untuk anak, skrining tuberkulosis pada anak juga membantu melindungi teman sebaya, sekolah, dan komunitas dari kemungkinan penyebaran TB.
Baca juga: Prof. Dr. Richard Loh Li-Cher: Top Spesialis Paru di Loh Guan Lye Specialist Centre
Proses Skrining TB pada Anak
1. Wawancara Riwayat Kontak
Dokter akan menilai apakah anak memiliki kontak erat dengan pasien TB aktif. Langkah ini menjadi dasar awal skrining tuberkulosis pada anak.
2. Tes Tuberkulin (TST) / Mantoux
Tes ini mendeteksi reaksi kulit terhadap tuberkulin untuk melihat kemungkinan infeksi. Tes Mantoux merupakan pemeriksaan yang paling sering digunakan dalam skrining tuberkulosis pada anak.
3. IGRA (Interferon-Gamma Release Assay)
Tes darah yang lebih spesifik dan tidak terpengaruh vaksin BCG. IGRA digunakan sebagai bagian dari skrining tuberkulosis pada anak terutama untuk anak yang berisiko tinggi.
4. Foto Rontgen Dada
Digunakan jika dicurigai TB aktif dan menjadi bagian penting dari rangkaian skrining tuberkulosis pada anak, terutama ketika gejala klinis menunjukkan kemungkinan infeksi paru.
Siapa Saja Anak yang Memerlukan Skrining Tuberkulosis?
1. Kontak Erat dengan Pasien TB Aktif
Anak yang tinggal atau sering bertemu dengan pasien TB memiliki risiko tinggi sehingga skrining tuberkulosis perlu dilakukan segera untuk mencegah penularan dan mendeteksi infeksi sejak dini.
2. Daya Tahan Tubuh Lemah
Anak dengan kondisi kurang gizi, penyakit kronis, atau imun rendah membutuhkan skrining tuberkulosis lebih cepat karena tubuh mereka lebih rentan terhadap infeksi TB, terutama TB berat seperti meningitis TB.
3. Batuk Lama atau Gejala Tidak Khas
Batuk lebih dari dua minggu, demam berulang, lemas, dan berat badan sulit naik adalah tanda anak perlu menjalani skrining tuberkulosis sebagai langkah awal memastikan kondisi paru dan mendeteksi TB laten.
4. Tinggal di Wilayah dengan Angka TB Tinggi
Lingkungan padat atau daerah dengan banyak kasus TB membuat anak lebih rentan, sehingga skrining tuberkulosis secara berkala penting untuk mencegah infeksi dan memutus rantai penularan dalam keluarga.
5. Mendukung Pengobatan Lebih Cepat
Ketika dilakukan tepat waktu, skrining tuberkulosis membantu dokter menentukan langkah terapi, baik pengobatan TB aktif maupun pencegahan TB laten, sehingga anak tidak mengalami komplikasi berat.
Skrining tuberkulosis pada anak sangat penting untuk mendeteksi TB sejak dini, mencegah penularan, dan memastikan pengobatan lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi berat. Dengan memahami gejala, faktor risiko, dan pentingnya pemeriksaan rutin, orang tua dapat melindungi kesehatan anak secara optimal.
Butuh bantuan konsultasi dokter spesialis anak atau ingin menjadwalkan skrining tuberkulosis di rumah sakit di dalam dan luar negeri? Kavacare siap membantu! Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Sumber:
- Tuberculosis – World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/tuberculosis. Diakses pada 27 November 2025.
- Clinical Testing and Diagnosis for Tuberculosis – Centers for Disease Control and Prevention (CDC). https://www.cdc.gov/tb/hcp/testing-diagnosis/index.html. Diakses pada 27 November 2025.
- Devan Jaganath, Jeanette Beaudry, Nicole Salazar-Austin. Tuberculosis in Children. 2022 Mar;36(1):49-71. doi: 10.1016/j.idc.2021.11.008.PMID: 35168714 PMCID: PMC8867883

