Artikel ini telah direview oleh dr. Eddy Wiria PhD.
Untuk kualitas daya ingat pada orang dewasa, peran vitamin ternyata sangat penting dan tidak dapat diabaikan. Umumnya masih banyak yang belum mengetahuinya, namun vitamin menjaga otak tetap sehat, terlindung, dan lebih mudah untuk berkonsentrasi. Bila asupan nutrisi dan vitamin cukup, didukung dengan aktivitas yang menyenangkan, maka semakin banyak orang dewasa atau lansia yang dapat menjaga daya ingatnya dengan lebih baik.
Vitamin, Nutrisi, dan Aktivitas Penting untuk Mendukung Kesehatan Otak Orang Dewasa
1. Vitamin B Kompleks
Vitamin B sebenarnya dapat diperoleh melalui makanan sehari-hari. Beberapa sumbernya antara lain:
- kacang-kacangan,
- pisang,
- jeruk,
- susu,
- telur,
- daging, dan
- berbagai makanan sumber protein lainnya.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menyerap atau memanfaatkan beberapa nutrisi dapat berubah. Karena itu, kebutuhan nutrisi pada orang dewasa dan lansia perlu diperhatikan. Suplemen vitamin B kompleks dapat menjadi pilihan pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Baca juga: Bagaimana Cara Meningkatkan Nafsu Makan untuk Lansia?
2. Vitamin D
Vitamin D sangat bermanfaat untuk kognitif otak, juga untuk kesehatan mental dengan mendukung produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamine, dan aseltilkolin yang berperan mengendalikan emosi serta menurunkan risiko depresi.
Reseptor vitamin D juga berada dan berperanan di berbagai area strategis system saraf, antara lain di:
- Hippocampus: busat memori dan pembelajaran, dan salah satu daerah pertama yang terkena penyakit seperti Alzheimer.
- Korteks Prefrontal: bertanggung jawab untuk perencanaan, kontrol impuls, dan pengambilan keputusan yang kompleks.
- Otak kecil: mengawasi keseimbangan motorik, koordinasi otot, dan presisi dalam melakukan tugas motorik.
Setelah Vitamin D memasuki sel, ia mengikat reseptor di dalam nukleus dan bertindak sebagai faktor transkripsi, menghidupkan atau mematikan gen tertentu sehingga bentuk sel saraf dan selubungnya bisa tetap terjaga yang membantu percepatan transmisi sinyal.
Vitamin D merangsang produksi faktor neurotrofik otak (Brain-Derived Neurotropic Factor) yang berperan sebagai molekul penting untuk membangun dan menstabilkan jalur saraf baru. Ini mengarah pada pembelajaran yang lebih cepat, fokus yang lebih tajam, dan pemikiran yang lebih fleksibel.
Vitamin D membantu menjaga integritas sambungan sel endotel, mengurangi kemungkinan racun atau agen inflamasi bocor ke otak dan menyebabkan kerusakan.
Tubuh dapat memproduksi vitamin D ketika kulit terkena paparan sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dari beberapa sumber makanan.
Contoh makanan yang mengandung vitamin D antara lain:
- ikan berlemak seperti salmon,
- kuning telur,
3. Vitamin E
Vitamin E dikenal sebagai salah satu vitamin yang memiliki fungsi antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Bagi orang dewasa dan lansia, menjaga kesehatan sel serta fungsi tubuh secara keseluruhan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup. Dalam hal ini, vitamin E, beserta nutrisi dan vitamin lain, ternyata mampu mengurangi risiko kerusakan sel saraf dan sel otak. Bahkan sifat antioksidan dan antiinflamasi di dalamnya dapat membantu memperlambat hilangnya memori serta menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.
Beberapa makanan yang mengandung vitamin E antara lain:
- kacang almond,
- alpukat,
- bayam,
- kacang-kacangan dan biji-bijian tertentu.
4. Omega-3
Fungsi utama omega-3 untuk otak adalah membentuk struktur sel saraf dan menjaga ketajaman fungsi kognitif sepanjang usia. Selain untuk perkembangan otak anak, untuk orang dewasa dan lansia Omega-3 dapat merangsang otak hingga mengurangi risiko demensia dan membantu fokus serta konsentrasi.
Sekitar 60% otak terdiri dari lemak, di mana DHA (Docosahexaenoic Acid) adalah komponen lemak utama yang menyusun membran sel saraf dan retina. Sedangkan, EPA (Eicosapentaenoic Acid) membantu meredakan peradangan di sel saraf, melawan gejala depresi, serta meringankan kecemasan.
Asupan yang cukup membantu mempercepat komunikasi antar-neuron, sehingga meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan belajar.
Untuk orang dewasa, sumber omega-3 dapat diperoleh dari ikan berlemak, seperti:
- ikan kembung,
- ikan salmon,
- ikan teri,
- ikan sarden.
Mengonsumsi omega-3 secara rutin dapat memperlambat proses penyusutan volume otak dan menurunkan risiko demensia atau penyakit Alzheimer pada lansia.
Baca juga: 5 Tips Memilih Caregiver Lansia yang Tepat dan Aman
Aktivitas untuk “olahraga otak” yang memperkuat daya ingat orang dewasa
Nah, jika 4 vitamin di atas adalah untuk mendukung Kesehatan otak pada lansia hingga dapat secara tidak langsung mendukung daya ingat pada dewasa, maka 3 hal di bawah ini adalah aktivitas yang dapat lebih mempertajam fungsi otak:
1. Mengaji atau Membaca untuk Menstimulasi Otak
Saat mempelajari hal baru, otak akan mengoptimalkan jalur-jalur saraf dan sinyal baru. Belajar bahasa baru dan membaca juga termasuk latihan penting untuk otak. Mengaji membantu seseorang mengingat huruf huruf Arabik sehingga menstimulasi otak, sedangkan membaca membuat otak mengenali kata, memahami serta menghubungkan informasi, dan memvisualisasikan apa yang dibaca di dalam otaknya. Dengan hal-hal di atas, maka otak akan tetap terstimulasi dan berfungsi tajam.
2. Bermain Puzzle dan Teka-Teki Silang
Ketika mengerjakan teka-teki silang, seseorang perlu menggali informasi yang tersimpan dalam ingatan sekaligus mencari hubungan antara petunjuk dan jawaban. Sementara itu, puzzle mengharuskan seseorang mengamati, mencari pola, mencoba berbagai kemungkinan, dan memecahkan masalah. Oleh karenanya aktivitas ini membuat otak berkonsentrasi dan menggunakan kemampuan berpikir, menstimulasi otak dengan menyenangkan.
3. Bermain Catur
Saat bermain catur, seseorang akan membutuhkan konsentrasi, membuat rencana dan strategi, mengambil keputusan, dan memvisualisasi berbagai kemungkinan. Catur sangat merangsang fungsi otak, membuat otak berpikir secara aktif. Apalagi jika dilakukan dengan kawan, pemain catur pun turut bersosialisasi, menyehatkan mental dan menjaga lansia tetap aktif dalam komunitas dan tidak terisolasi.
Menjadi dewasa atau memasuki usia lanjut bukan berarti kemampuan otak tidak dapat terus digunakan dan dilatih. Tidak ada vitamin “instan” yang dapat langsung memperbaiki daya ingat orang dewasa atau lansia, sama seperti tidak ada pil instan yang dapat membuat seseorang menjadi berotot. Selain konsumsi vitamin dan nutrisi, dewasa maupun lansia juga perlu terus mengasah fungsi otak dengan aktivitas-aktivitas sederhana yang menyenangkan.
Saat ini semakin dimungkinkan untuk melakukan deteksi dini demensia dan fungsi otak, termasuk termasuk penanganan awal dengan stemcell. Jika membutuhkan konsultasi untuk mengasah otak dewasa atau lansia dengan lebih dalam. Hubungi Kavacare untuk membuat janji dengan dokter geriatri di 0811-1446-777.

