Flu Burung: Gejala, Penularan, dan Penanganan

Flu Burung: Gejala, Penularan, dan Penanganan

Share

Sejak 2003, infeksi virus H5N1 atau virus flu burung telah berstatus endemik di Indonesia. Pengetahuan tentang peternakan unggas penting untuk mengendalikan penyebaran infeksi flu burung. Selain itu, rumah yang mengoleksi burung dan pasar burung berperan dalam penyebaran infeksi ini.  

Kenali gejala, penularan, hingga cara menangani flu burung selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Flu Burung?

Flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A, yang termasuk keluarga Orthomyoxoviridae. Biasanya, penyakit ini menyerang burung dan kemudian menular kepada manusia.

Virus ini dapat diklasifikasikan sebagai virus yang bersifat patogenitas (berpotensi mengakibatkan penyakit) tinggi maupun rendah dan menunjukkan gejala yang berbeda-beda pada burung yang terinfeksi.

Flu burung patogenitas rendah dapat menyebabkan penyakit ringan, kadang tidak terdeteksi atau tidak menunjukkan gejala apa pun. Sedangkan jenis patogenitas yang tinggi menyebabkan penyakit yang serius pada burung dan menyebar dengan cepat, yang dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi pada jenis-jenis burung yang berbeda.

Bagaimana Cara Flu Burung Menular?

Virus ini secara alami menular di antara burung akuatik (burung air) liar di seluruh dunia dan dapat menginfeksi unggas domestik dan burung, serta spesies hewan lainnya. Virus H5N1 biasanya tidak dapat menular kepada manusia, tetapi akhir-akhir ini infeksi flu burung juga menjangkit pada manusia.

Penularan yang paling umum terjadi adalah melalui burung-burung liar yang bermigrasi ke satu daerah. Faktor risiko utama penularan dari burung ke manusia adalah lewat kontak langsung atau tidak langsung dengan binatang yang terinfeksi atau dengan lingkungan serta permukaan yang terkontaminasi oleh kotoran burung.

Mencabut bulu, membersihkan tulang unggas yang terinfeksi, dan mempersiapkan unggas untuk dimakan, terutama di rumah tangga, juga dapat menjadi faktor risikonya.

Gejala

Gejala-gejala umum pada orang yang terinfeksi flu ini adalah:

  • Demam;
  • Batuk;
  • Gagal napas;
  • Sakit tenggorokan;
  • Nyeri otot;
  • Sakit kepala;
  • Hidung berair atau tersumbat;

Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, infeksi flu dapat berkembang hingga gagal napas atau sindrom distres pernapasan akut, pneumonia (radang paru), syok, hingga kerusakan organ-organ tubuh, bahkan dapat menyebabkan kematian.

 

Baca Juga: Kapan Kita Perlu Vaksin Flu?

 

Diagnosis 

Berikut adalah berbagai tes laboratorium dan pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis infeksi virus H5N1 pada manusia, yaitu:

  1. Apabila pasien menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala infeksi flu burung dan baru saja melakukan kontak dengan burung yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi oleh virus tersebut, spesimen pernapasan dari pasien perlu diambil untuk tes molekuler (RT-PCR) untuk memeriksa virus influenza, termasuk virus flu burung.
  2. Untuk pasien rawat jalan, spesimen saluran pernapasan atas juga harus diambil. Jika terdapat konjungtivitis atau mata merah, tes swab konjungtiva (lapisan membran pada mata) juga akan diperiksa.
  3. Pasien yang sakit parah harus memeriksakan spesimen saluran pernapasan atas dan bawah untuk tes influenza.
  4. Perlu diperhatikan bahwa tes rapid bukan indikator yang baik untuk memeriksa flu ini karena kebanyakan tes molekuler influenza tidak dapat membedakan infeksi flu musiman dan infeksi flu burung.
  5. Karena flu ini dapat menunjukkan berbagai gejala-gejala yang mirip dengan penyakit lain, diagnosis diferensial (diagnosis pada gejala penyakit yang tumpang-tindih) penting untuk dilakukan selain pemeriksaan di atas, misalnya:
  6. Pasien dengan sakit kepala baik dengan ataupun tanpa demam akan mendapatkan diagnosis diferensial, termasuk pemeriksaan meningitis, pendarahan intrakranial, migrain, dan sindrom sakit kepala lainnya.
  7. Untuk pasien dengan gejala pernapasan, pemeriksaan infeksi jalur pernapasan atas dan bawah harus dipertimbangkan, termasuk pemeriksaan pneumonia (radang paru), Faringitis streptokokus (radang tenggorokan), asma, penyakit paru obstruktif kronis, embolisme paru, dan pasien dengan napas pendek-pendek atau keterlibatan kardiak, perikarditis (radang pada selaput pembungkus jantung), dan miokarditis (radang otot jantung).

Penanganan 

Mayoritas pengobatan flu ini bertujuan untuk mengatur kondisi penyakit akibat infeksi. Misalnya saja, kondisi-kondisi tertentu akan membutuhkan penanganan berbeda, seperti:

  1. Pasien yang kekurangan cairan atau ketidakseimbangan elektrolit harus menerima resusitasi cairan dan pengobatan untuk mengembalikan ketidakseimbangan tersebut. Pasien dengan demam berkelanjutan harus menerima obat-obatan antipiretik (obat penurun demam).
  2. Masalah pernapasan harus mendapatkan oksigen buatan dan pengawasan yang ketat akan tanda-tanda penurunan kondisi kesehatan karena pasien ini berisiko tinggi membutuhkan intubasi (bantuan medis untuk pernapasan) dan ventilasi mekanik (alat bantu pernapasan).
  3. Penyakit yang parah dapat menyebabkan disfungsi dan kegagalan organ, sehingga harus diawasi dengan ketat dan diobati dengan agresif untuk mencegah dekompensasi (kegagalan memompa darah).
  4. Secara umum, apabila Anda dianggap memiliki gejala infeksi virus H5N1, Anda akan disarankan untuk tinggal di rumah atau yang sekarang ini dikenal dengan isolasi diri. Kalau tidak di rumah, Anda akan dirawat di rumah sakit yang terpisah dari pasien lainnya.
  5. Dokter akan memberikan obat antiviral, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza) yang dapat membantu mengurangi parahnya kondisi Anda, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kemungkinan untuk sembuh.
  6. Obat-obatan ini juga terkadang diberikan kepada orang-orang yang berada dekat dengan burung atau unggas yang terinfeksi atau mereka yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, misalnya keluarga atau tenaga medis yang merawat pasien yang terinfeksi.

Pencegahan

Untuk menghindari infeksi flu burung ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal;
  • Cuci tangan Anda secara teratur dengan air hangat dan sabun, terutama sebelum dan setelah menyiapkan bahan makanan, khususnya unggas mentah;
  • Gunakan peralatan yang berbeda untuk daging matang dan daging mentah;
  • Memilih daging unggas dalam kondisi baik dan segar;
  • Pastikan daging dimasak hingga matang atau hingga panas beruap;
  • Hindari kontak dengan burung-burung dan unggas hidup. Jika harus kontak dengan unggas, gunakan Alat Pelindung Diri (masker, sepatu, topi, kacamata, serta sarung tangan);
  • Jangan mendekati atau menyentuh kotoran burung atau burung yang sakit dan mati;
  • Hindari pasar hewan yang hidup atau peternakan unggas;
  • Jangan memakan unggas mentah atau yang kurang matang;
  • Membersihkan telur unggas dari kotoran sebelum menyimpannya dan tidak memakan telur mentah
  • Melakukan imunisasi untuk hewan peliharaan.
  • Mencuci dan menyemprot kandang atau sangkar burung atau unggas dengan desinfektan. Kemudian, jemur di bawah paparan sinar matahari untuk mematikan virus dengan sinar ultraviolet.
  • Jika ada unggas yang mati mendadak dengan tanda –tanda seperti flu burung, maka perlu dimusnahkan dengan dibakar dan dikubur di kedalaman 1 meter.

Pertanyaan Seputar Flu Burung

Bagaimana Cara Memasak Unggas untuk Menghindari Flu Burung?

Untuk menghindari flu burung, Anda harus memasak unggas dan yang berhubungan dengannya, seperti telur, hingga matang.

Semua bagian unggas harus dimasak dengan suhu 73,8ºC hingga semua bagian yang berwarna pink hilang atau semua bagian berwarna putih. Suhu ini akan membunuh virus flu burung. Sedangkan untuk memasak telur, pastikan kuning telurnya padat dan tidak mengalir atau masih dalam kondisi cair.

Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Flu Burung?

Secara teori, pekerja-pekerja yang berhubungan dengan unggas berisiko tinggi untuk terinfeksi oleh flu tersebut, termasuk tenaga medis yang menangani pasien yang terinfeksi virus H5N1 dan pekerja yang berhubungan dengan saluran pembuangan yang mengandung virus ini.

Akan tetapi, orang yang mempunyai risiko paling tinggi untuk terserang virus flu ini adalah orang-orang yang tinggal di rumah yang sama dengan pasien yang telah terinfeksi.

Apakah Masih Ada Kasus Flu Burung di Indonesia?

Hingga bulan Maret tahun 2023, belum ada laporan mengenai kasus infeksi flu burung pada manusia di Indonesia. Namun, terdapat laporan kasus kematian akibat flu ini di desa Roleang, Provinsi Prey Veng, Kamboja pada anak perempuan berusia 11 tahun pada Februari 2023. 

Anda harus berhati-hati seiring dengan munculnya beberapa kasus flu burung. Apabila Anda mengalami gejala-gejala infeksi flu ini, segera hubungi tim Kavacare di nomor Whatsapp 0811 1446 777 untuk mendapatkan pemeriksaan segera di rumah Anda oleh dokter.

Kavacare adalah homecare yang menyediakan layanan kesehatan holistik di rumah. Kami menjaga kenyamanan dan keamanan dengan menghadirkan tenaga medis profesional ke rumah. Layanan kami mencakup kunjungan dokter dan telekonsultasi, kunjungan perawat ke rumah, hingga pengiriman obat.

Sumber:

  1. Highly Pathogenic Avian Influenza A(H5N1) Outbreaks in West Java Indonesia 2015–2016: Clinical Manifestation and Associated Risk Factors. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6788193/ diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  2. Avian Influenze. https://www.paho.org/en/topics/avian-influenza diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  3. Avian Influenza. https://www.paho.org/en/topics/avian-influenza diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  4. Avian Flu. https://www.cdc.gov/flu/avianflu/index.htm diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  5. Mengenal Gejala Flu Burung pada Manusia. https://promkes.kemkes.go.id/mengenal-gejala-flu-burung-pada-manusia diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  6. For Clinicians: Evaluating and Managing Patients. https://www.cdc.gov/flu/avianflu/clinicians-evaluating-patients.htm diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  7. Bird Flu. https://www.nhs.uk/conditions/bird-flu/ diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  8. [9] https://www.dhhs.nh.gov/sites/g/files/ehbemt476/files/documents/2021-11/aviancooking.pdf diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  9. [10] https://www.ecdc.europa.eu/sites/default/files/media/en/publications/Publications/0605_TER_Avian_Influenza_Who_is_at_Risk.pdf diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  10. Kamboja Melaporkan Temuan Kasus Konfirmasi dan Kematian Pertama Akibat Flu Burung A H5N1 di Tahun 2023. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/kamboja-melaporkan-temuan-kasus-konfirmasi-dan-kematian-pertama-akibat-flu-burung-a-h5n1-di-tahun-2023 diakses pada tanggal 17 Mei 2023
  11. Mengenal Gejala Flu Burung pada Manusia. https://promkes.kemkes.go.id/mengenal-gejala-flu-burung-pada-manusia diakses pada tanggal 25 Juli 2023.
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare