Makanan untuk Pasien Jantung: Apa yang Perlu Dihindari?

Makanan untuk Pasien Jantung: Apa yang Perlu Dihindari?

Share

Untuk pasien dengan kelainan jantung, ada banyak hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan kesehatannya. Dimulai dari pola makan, kebutuhan olahraga yang cukup hingga aktivitas lainnya agar tidak memberatkan kerja jantung. 

Dalam artikel ini akan dibahas peran penting makanan dalam meningkatkan maupun mengurangi risiko penyakit jantung. Selain informasi tersebut, Anda juga dapat menemukan pilihan makanan untuk pasien jantung yang bisa digunakan dalam diet sehari-hari dengan gizi seimbang.

 

Tentang Gangguan Jantung

Penyakit jantung adalah gangguan yang terjadi ketika jantung tidak dapat melakukan fungsinya sebagai organ tubuh seperti seharusnya. Istilah penyakit jantung merujuk pada beberapa kondisi yang mempengaruhi kinerja jantung hingga berada di bawah normal. Penyakit jantung dapat terjadi pada bagian katup jantung, pembuluh darah jantung, maupun otot jantung. Penyebab penyakit jantung juga beragam, dimulai dari pola hidup tidak sehat hingga bawaan genetik.

Setiap jenis penyakit jantung memiliki gejala dan perawatannya masing-masing. Pada kasus tertentu, perubahan pola hidup dengan didukung obat-obatan sudah bisa memberikan dampak besar untuk memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Namun pada kasus lain, tindakan berupa operasi mungkin perlu dilakukan untuk memastikan jantung dapat bekerja dengan lebih baik.

Tipe-tipe Gangguan Jantung

Beberapa tipe gangguan jantung antara lain: 

  • Penyakit jantung koroner, penyempitan/pengerasan pada pembuluh darah jantung
  • Aritmia, gangguan irama detak jantung
  • Gangguan jantung bawaan (genetik), kondisi jantung sudah mengalami kelainan sejak lahir
  • Kardiomiopati, kelainan pada otot jantung (menebal dan kaku)
  • Penyakit katup jantung, salah satu atau keempat katup jantung memiliki kelainan (lebih sempit, tidak menutup sempurna, bocor) yang mengganggu kerja jantung secara menyeluruh
  • Gagal jantung, kondisi jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh karena terlalu lemah
  • Endokarditis, infeksi yang menyerang katup dan jaringan pelapis dinding jantung

Gejala Gangguan Jantung

Beberapa gejala yang dapat mengindikasikan adanya gangguan jantung:

  • Sesak napas
  • Nyeri dada 
  • Detak jantung terasa cepat/lambat
  • Pembengkakan di kaki, tungkai, maupun sekitar leher
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Lemas
  • Pingsan

Penyebab Gangguan Jantung

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita gangguan jantung. Faktor tersebut di antaranya:

  • Usia. Semakin bertambahnya umur, risiko kerusakan atau penyempitan arteri jantung dan melemahnya otot jantung pun meningkat
  • Jenis kelamin. Laki-laki secara umum lebih berisiko terkena gangguan jantung. Perempuan lebih berisiko terkena gangguan jantung setelah menopause
  • Riwayat keluarga. Keluarga dengan riwayat penyakit jantung berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung pada keturunannya
  • Merokok
  • Pola makan tidak sehat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan lemak, kolesterol, garam, dan gula dapat meningkatkan risiko menderita penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penebalan pada arteri jantung yang menganggu aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh.
  • Kolesterol tinggi. Kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung
  • Diabetes mellitus (kencing manis)
  • Obesitas
  • Kurang berolahraga
  • Stress
  • Kesehatan gigi yang buruk. Gigi dan gusi yang tidak sehat memudahkan bakteri masuk ke aliran darah yang dapat menyebabkan endokarditis.

 

Baca Juga: Lansia Hidup Mandiri dan Sehat Lebih Lama dengan Penyakit Jantung

 

Perawatan untuk Pasien Jantung

Perawatan untuk pasien jantung disesuaikan kembali dengan tipe gangguan yang diderita. Seperti yang sudah disebutkan di atas, perawatan pasien jantung dapat bervariasi dari perubahan pola hidup hingga tindakan operasi.

Selain penyakit jantung bawaan, beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung. Beberapa tindakan pencegahan itu di antaranya:

  • Tidak merokok
  • Kurangi konsumsi garam dan lemak jenuh
  • Olahraga setidaknya 30 menit tiap beberapa hari, seperti berjalan kaki atau jogging
  • Jaga berat badan ideal
  • Kurangi dan kelola stress
  • Kontrol tekanan darah, tingkat kolesterol, dan kadar gula darah dalam batas normal
  • Jaga pola tidur. Bagi orang dewasa, usahakan untuk mendapat waktu tidur 7-9 jam per hari.

 

Makanan dan Nutrisi yang Diperlukan Pasien Jantung

Memilih makanan untuk pasien jantung memerlukan ketelitian. Selain memastikan nutrisi yang tersedia tetap seimbang, variasi rasa, tekstur dan warna makanan juga bisa harus diperhatikan. Makanan untuk pasien jantung tidak berarti harus tawar maupun memiliki tampilan yang pucat.

Penting diingat bahwa makanan untuk pasien jantung berperan dalam  menjaga dan mencegah kondisi pasien agar tidak semakin menurun. Makanan untuk pasien jantung harus dibatasi konsumsi kalori, garam, gula maupun lemak jenuhnya.

Berikut daftar makanan untuk pasien jantung:

  • Sayur dan Buah

Makanan untuk pasien jantung yang kaya sayur dan buah memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Sayur dan buah dapat mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi seperti daging, keju dan makanan ringan instan lainnya. Pilihlah buah dan sayuran segar atau yang beku. Jika mengonsumsi sayur dan buah kalengan, carilah yang memiliki kadar sodium rendah dan kaleng berisi air biasa.

  • Gandum

Gandum dapat dijadikan sebagai makanan untuk pasien jantung karena sumber seratnya yang tinggi. Gandum juga dilengkapi nutrisi lain yang diperlukan untuk meregulasi aliran darah dan kesehatan jantung. Pilihlah olahan gandum dalam bentuk tepung gandum, roti gandum (usahakan yang kandungan gandumnya 100%), sereal dengan serat tinggi, pasta gandum, oatmeal

  • Kurangi konsumsi lemak jenuh dan hindari lemak trans.
  • Dalam menu makanan untuk pasien jantung pilih sumber protein dengan lemak rendah seperti susu skim atau susu rendah lemak, telur, ikan (terutama ikan air dingin seperti salmon), dan olahan kedelai.
  • Kurangi atau batasi konsumsi makanan dengan kadar garam tinggi

Dengan menggunakan panduan di atas, pilihlah menu yang seimbang antara sayur, buah dan konsumsi gandum. Pilihlah menu dengan sumber protein rendah lemak dan batasi konsumsi makanan asin.

 

Makanan yang Perlu Dihindari Pasien Jantung

Selain beberapa makanan yang perlu lebih banyak dikonsumsi, juga ada beberapa makanan untuk pasien jantung yang harus dihindari. Sejumlah kandungan dalam makanan tersebut berpotensi memperburuk kondisi pasien jantung bahkan dapat memicu serangan jantung selanjutnya jika tidak diawasi.

Jenis-jenis makanan yang perlu dihindari pasien jantung antara lain:

  • Makanan dengan kadar gula, garam dan lemak tinggi

Untuk mengakali hal ini, pasien jantung dapat menggantinya dengan konsumsi sayur dan buah, olahan gandum maupun alternatif olahan susu rendah lemak lainnya.

  • Bacon

Bacon berasal dari bagian tubuh babi dengan tingkat lemak jenuh dan garam yang tinggi. Kandungan garam ini dapat memicu stroke, gangguan jantung hingga gagal jantung.

  • Daging merah

Mengonsumsi terlalu banyak daging merah seperti daging sapi, kambing maupun babi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Hal ini karena daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi.

  • Soda

Sebotol soda memiliki kandungan gula yang jauh lebih tinggi dari yang dianjurkan dokter untuk dikonsumsi dalam satu hari.

  • Alkohol

Konsumsi alkohol dalam kadar sedikit tidak akan mengganggu kondisi jantung. Namun, bagi pasien jantung sebaiknya menghindari konsumsi alkohol secara menyeluruh.

  • Makanan olahan dalam kaleng

Dalam proses pembuatannya, makanan olahan dalam kaleng memerlukan banyak kandungan garam untuk mencegah makanan dari kerusakan. Tingginya kadar garam dan lemak jenuh terutama pada sup berbahan dasar krim dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Demikian informasi jenis makanan untuk pasien jantung yang dapat dikonsumsi dan dihindari. Dapatkan resep diet sehat dan seimbang bagi pasien jantung dengan pendampingan ahli gizi dan perawat profesional di rumah. Hubungi layanan homecare dari Kavacare di nomor Whatsapp Kavacare Support 0811-1446-777.

 

Sumber

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare