Normalkah Demensia pada Lansia?

Normalkah Demensia pada Lansia?

Share

Apakah demensia pada lansia merupakan sesuatu yang normal? Persepsi ini sering muncul karena orang usia lanjut atau lansia seringkali mengalami gangguan daya ingat ringan atau menjadi pelupa. Namun, dengan kondisi ini, lansia dapat tetap mengurus dirinya sendiri dan beraktivitas normal.

Beberapa tanda gangguan daya ingat adalah sering kehilangan barang, lupa pergi ke suatu acara atau menghadiri janji, atau sulit mengingat kata tertentu. Gangguan daya ingat inilah yang dapat berlanjut menjadi Alzheimer’s atau demensia.

Apa Itu Demensia?

Demensia sendiri sebenarnya bukanlah hal alami pada proses penuaan. Demensia didefinisikan sebagai kehilangan fungsi kognitif seperti berpikir, mengingat, belajar, dan kemampuan perilaku hingga tingkat yang menganggu kualitas hidup dan aktivitas.

Gangguan daya ingat bukanlah satu-satunya tanda demensia. Orang dengan demensia mungkin mengalami masalah berbahasa, persepsi visual, atau perhatian. Gangguan daya ingat juga dapat disebabkan oleh depresi, infeksi, efek samping obat, yang semua dapat diobati. Tanda-tanda demensia ini bisa saja terjadi pada lansia. 

Nutrisi Penting untuk Mencegah Demensia

Mengatur asupan nutrisi dalam menu makan harian menjadi hal yang penting dalam merawat lansia. Ini karena nutrisi menjadi salah satu ujung tombak untuk mencegah munculnya tanda-tanda demensia pada lansia. Berikut jenis-jenis makanan yang dapat membantu fungsi kognitif:

Sayur Berdaun Hijau 

Sayur seperti bayam, brokoli, dan kale adalah sayur kaya vitamin K, lutein, folat, dan beta karoten. Penelitian menunjukkan bahwa makanan tersebut dapat membantu memperlambat penurunan kognitif. Tambahkan sayuran ini dalam menu makanan harian untuk membantu mencegah demensia pada lansia.

Ikan

Ikan berlemak adalah sumber asam lemak omega 3, lemak tidak jenuh sehat yang berhubungan dengan penurunan kadar beta amyloid, yaitu protein yang membuat gumpalan pada otak penderita Alzheimer’s. Jika tidak menyukai ikan maka dapat meminum suplemen atau memilih sumber omega 3 lain seperti alpukat dan kacang walnut.

Buah Beri

Buah beri yang memiliki flavonoid untuk meningkatkan memori. Buah seperti blackberry, blueberry, raspberry, dan ceri mengandung banyak flavonoid dan baik untuk dikonsumsi. Buah-buahan ini memiliki ukuran yang kecil dan mudah dikonsumsi oleh lansia. Anda bisa menjadikan buah beri sebagai opsi pencuci mulut.

Teh dan Kopi

Teh dan kopi ditemukan pada berbagai penelitian dapat meningkatkan konsentrasi. Kandungan kafein dalam kedua jenis minuman ini dapat membantu meningkatkan daya ingat jangka pendek serta kemampuan berkonsentrasi. Perlu diingat bahwa kafein tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi lansia.

Kacang-Kacangan

Kacang walnut dan kacang lain adalah sumber yang sangat baik untuk protein dan lemak sehat. Walnut secara spesifik telah dibuktikan dapat meningkatkan fungsi kognitif karena memiliki kadar omega 3 yang tinggi. Campurkan kacang yang sudah dihancurkan atau dihaluskan sebagai topping dalam berbagai menu makanan lansia agar lebih mudah dikonsumsi.

Telur

Telur sebagai salah satu sumber terbaik kolin yang pada banyak penelitian telah ditemukan dapat mengurangi inflamasi dan mendukung fungsi otak seperti mempertahankan memori dan komunikasi antar sel otak. Selain sebagai makanan lauk sehari-hari, telur juga dapat digunakan dalam makanan lain seperti sebagai bahan makanan pencuci mulut. Telur adalah opsi paling mudah dan murah untuk disertakan dalam menu harian sebagai upaya mencegah demensia pada lansia.

Kegiatan untuk Mencegah Demensia

Selain asupan nutrisi, cara lain untuk menjaga fungsi kognitif adalah dengan menstimulasi otak agar mengurangi stres. Berbagai kegiatan sederhana dapat dilakukan untuk menghibur sekaligus menjaga agar otak tetap aktif. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh lansia untuk mencegah demensia adalah sebagai berikut:

  • Bermain kartu atau puzzle
  • Membaca buku atau majalah
  • Menulis buku harian
  • Berkreasi seni sesuai minat
  • Menekuni hobi seperti berkebun atau menjahit

Tujuan kegiatan-kegiatan tersebut adalah untuk tetap mengaktifkan berbagai area di otak dan mengurangi stres sehingga tidak terjadi penurunan kognitif dan daya ingat. Keluarga atau caregiver perlu mengajak orang tua untuk terus beraktivitas ringan dan terlibat dalam kegiatan sehari-hari di rumah sesuai kemampuan. 

Jika Anda dan keluarga membutuhkan telekonsultasi atau kunjungan homecare untuk perawatan lansia dengan demensia, hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777.

 

Sumber:

Memory, Forgetfulness, and Aging – https://www.nia.nih.gov/health/memory-forgetfulness-and-aging-whats-normal-and-whats-not

Foods Linked to Better Brainpower – https://www.health.harvard.edu/healthbeat/foods-linked-to-better-brainpowerch 

Foods to Eat Everyday for Brain Health – https://www.eatingwell.com/article/7920294/foods-to-eat-every-day-for-brain-health/

10 Simple Activities to Exercise your Brain and Manage Stress – https://Alzheimer’ssprevention.org/10-simple-activities-to-exercise-your-brain-and-manage-stress/

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare