Cara Pasang Kateter Pria: Perlengkapan dan Langkah

Cara Pasang Kateter Pria: Perlengkapan dan Langkah

Pemasangan kateter pria adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengalirkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis terlatih, baik perawat atau dokter, dan tidak disarankan untuk dilakukan sendiri. Prosedur ini dapat dilakukan dalam berbagai kondisi medis, seperti retensi urin atau ketika pasien tidak dapat buang air kecil secara normal. Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai langkah-langkah pemasangan kateter pria, indikasi, kontraindikasi, serta efek samping yang dapat terjadi. 

Langkah Pasang Kateter Pria

A. Langkah Persiapan Pemasangan Kateter Pria

  1. Jelaskan indikasi prosedur kepada pasien: Jelaskan alasan pemasangan kateter kepada pasien, potensi komplikasi, dan estimasi waktu penggunaan kateter.
  2. Periksa alergi: Pastikan pasien tidak alergi terhadap lateks atau gel anestesi lokal yang akan digunakan.
  3. Dapatkan persetujuan pasien: Pastikan pasien memberikan persetujuan tertulis setelah memahami risiko dan prosedur pemasangan kateter pria.
  4. Persiapkan perlengkapan dan posisikan pasien dengan memastikan martabatnya
  • Kateter dengan ukuran yang sesuai (biasanya 12Ch atau 14Ch untuk pria)
  • Alat untuk membersihkan pasien (Chlorhexidine)
  • Sarung tangan steril, apron, dan masker
  • Alat untuk mengukur volume urin jika diperlukan (misalnya, urometer)
  • Tempatkan pasien dalam posisi berbaring dengan kaki ditekuk, dan pastikan pasien tetap tertutup sampai saat prosedur dimulai.

B. Langkah Prosedur Pasang Kateter Pria

  1. Menjaga kenyamanan pasien
    Pastikan pasien merasa nyaman dan aman sepanjang prosedur. Posisikan: berbaring dengan kaki ditekuk, dan pastikan pasien tetap tertutup sampai saat prosedur dimulai.
  2. Bersihkan area genital
    Bersihkan area sekitar penis dan skrotum menggunakan swab steril, mulai dari ujung uretra dan naik ke arah pangkal penis.
  3. Aplikasi gel anestesi lokal
    Setelah membersihkan area, masukkan gel anestesi lokal ke dalam uretra, dan beri waktu agar gel bekerja.
  4. Pemasangan kateter
    Masukkan kateter ke dalam uretra dengan hati-hati. Jika ada hambatan, jangan gunakan kekuatan berlebihan. Gunakan teknik-teknik seperti memberikan tekanan lembut atau meminta pasien untuk batuk.
  5. Pasang kantung urin dan kembalikan posisi
    Setelah kateter masuk ke kandung kemih, pasang kantung urin untuk mengalirkan urin dengan aman.

Baca juga: 4 Tips Memilih Kateter

C. Langkah Setelah Pemasangan Kateter Pria

  1. Berikan penjelasan kepada pasien agar pasien merasa tenang
    Jelaskan bahwa prosedur telah selesai dan pastikan pasien merasa nyaman. Yakinkan pasien bahwa urin akan dikumpulkan dalam kantung urin. Pasien sering kali melaporkan adanya perasaan urgensi untuk buang air kecil setelah pemasangan kateter.
  2. Pastikan urin mengalir ke dalam kantung urin dengan baik
    Dalam beberapa kasus, dokumentasi pemasangan kateter memerlukan stiker dari kemasan kateter yang harus dilekatkan. Jika diperlukan pengukuran volume urin per jam, urometer harus dipasang pada kateter. Urometer biasanya dilengkapi dengan kait yang memungkinkan urometer digantung di tempat tidur pasien untuk pemantauan yang lebih mudah.
  3. Pembuangan peralatan sesuai prosedur limbah klinis lokal
    Setelah prosedur, pastikan semua peralatan dibuang sesuai dengan prosedur limbah klinis yang berlaku. Jika diperlukan, lakukan urinalisis dan/atau ambil sampel urin untuk analisis bakterialogis. 
  4. Untuk pasien yang dapat bergerak atau proses mobilisasi
    Jika pasien dalam keadaan dapat bergerak atau dalam proses mobilisasi misalnya ambulans, kantung urin dapat dipasang di kaki pasien menggunakan tali pengikat untuk memastikan kenyamanan dan mencegah kebocoran.
  5. Catat prosedur di rekam medis pasien
    Pastikan untuk mencatat tanggal dan hasil prosedur dalam rekam medis pasien sebagai bagian dari dokumentasi perawatan yang lengkap.
Ceklist Pasang Kateter Pria
Ceklist Persiapan dan Langkah Pasang Kateter Pria

Indikasi Pasang Kateter Pria

Tabel Indikasi Pasang Kateter

Indikasi Keterangan 
Retensi UrinTerjadi akibat obstruksi mekanis atau gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan buang air kecil.
Pemantauan Output UrinDiperlukan untuk menghitung keseimbangan cairan yang akurat pada pasien dengan syok atau gagal ginjal.
Ketidakmampuan Buang Air Kecil NormalPada pasien tak sadarkan diri, atau setelah prosedur bedah tertentu.
Mengatasi Inkontinensia UrinUntuk mencegah masalah kulit akibat penggunaan alat kontinensia seperti popok.
Pemberian ObatBeberapa obat, seperti kemoterapi, memerlukan pemberian melalui kandung kemih.

 

Baca juga: 6 Langkah Pemasangan Kateter di Rumah

Kontraindikasi Pasang Kateter Pria

Pemasangan kateter pria tidak disarankan dalam situasi berikut:

  • Tidak ada persetujuan dari pasien.
  • Striktur Uretra: Penyempitan saluran uretra akibat jaringan parut yang membuat pemasangan kateter menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin.
  • Cedera Uretra: Adanya darah pada ujung uretra setelah trauma menunjukkan kemungkinan cedera saluran kemih yang memerlukan pencitraan lebih lanjut sebelum pemasangan kateter dilakukan.

Efek Samping Pasang Kateter Pria

Pada dasarnya pasang kateter pria adalah tindakan aman jika dilakukan oleh perawat profesional. Namun pahamilah efek samping yang mungkin terjadi sebelum memutuskan menggunakan kateter:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi ini adalah komplikasi yang paling umum. ISK dapat terjadi jika teknik sterilisasi tidak dijaga dengan baik selama pemasangan kateter atau jika pasang kateter pria digunakan dalam jangka waktu lama.

2. Kejang Kandung Kemih atau Kehilangan Tonus Kandung Kemih

Kejang atau gangguan tonus kandung kemih dapat terjadi akibat kontraksi kandung kemih melawan balon kateter. Penggunaan pasang kateter pria dalam jangka panjang juga dapat mengganggu kemampuan kandung kemih untuk berfungsi normal.

3. Trauma Uretra

Penggunaan peralatan yang tidak tepat atau perbedaan anatomi dapat menyebabkan cedera pada uretra. Penggunaan kekuatan berlebihan saat pasang kateter pria dapat merusak uretra, menyebabkan perdarahan atau bahkan pembuatan saluran palsu.

Baca juga: Pasang Kateter di Rumah

Butuh Pasang Kateter Pria di Rumah Anda? Hubungi Kavacare

Pemasangan kateter pria adalah prosedur medis yang penting dalam berbagai kondisi klinis. Prosedur ini harus dilakukan dengan teknik yang tepat untuk mencegah komplikasi. Di Kavacare, kami menyediakan layanan pemasangan kateter di rumah oleh tenaga medis yang berpengalaman, sehingga pasien dapat merasa lebih nyaman dan aman. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di WhatsApp 0811 1446 777 untuk wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Karawang.

Sumber:

  1. Carolyn V. Gould, MD, MSCR, Craig A. Umscheid, MD, MSCE, Rajender K. Agarwal. Guideline for Prevention of Catheter-Associated Urinary Tract Infections (CAUTI). Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2009. 
  2. Urinary Wicking Devices: What Are They and What Are the Benefits? – Healthline. https://www.healthline.com/health/urinary-incontinence/urinary-wick. Diakses pada tanggal 1 Juli 2025. 
  3. Cardiac Catheterization – Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/cardiac-catheterization. Diakses pada tanggal 1 Juli 2025. 

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare