6 Jenis Jahitan Luka dan Perawatannya

6 Jenis Jahitan Luka dan Perawatannya

  • Post category:Perawatan
Share

Luka kecil dan ringan pada kulit umumnya bisa sembuh sendiri tanpa perawatan khusus. Tapi luka yang lebih besar dan serius membutuhkan penanganan secara spesifik. Salah satu caranya adalah dengan menjahit luka.

Terdapat beberapa jenis jahitan luka. Perawatannya diperlukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Berikut informasi lengkap yang telah dirangkum Kavacare seputar jenis-jenis jahitan luka serta cara perawatannya.

Berbagi Jenis Jahitan Luka

Jahitan luka dibutuhkan untuk menahan jaringan selama masa penyembuhan. Tujuannya adalah menyambungkan kulit yang terbuka sehingga semua jaringan dapat menyatu kembali. Setelah luka tertutup, jahitan itu akan dibuka. Cara buka jahitan luka memiliki prosedur yang harus ditaati agar luka dapat sembuh dengan maksimal. Ada beberapa jenis jahitan luka yang umum dipakai para dokter, yakni:

1. Jahitan Terputus Sederhana

jahitan terputus sederhana, jenis jahitan luka, macam-macam jahitan luka, homecare, perawatan luka
Ilustrasi jahitan terputus sederhana – Kavacare

 

Jahitan terputus sederhana adalah jenis jahitan luka yang paling umum. Jahitan dibuat dengan memasukkan jarum tegak lurus terhadap lapisan terluar kulit. Dengan cara ini, jahitan bisa menjangkau jaringan lebih dalam sehingga mempercepat penyembuhan luka.

2. Jahitan Jelujur Kontinu

jahitan jelujur kontinu, jenis jahitan luka, macam-macam jahitan luka, homecare, perawatan luka
Ilustrasi jahitan jelujur kontinu – Kavacare

 

Jenis jahitan luka ini dibuat tanpa terputus. Dokter menjahit luka secara berurutan tanpa memotong benang jahit luka. Setelah seluruh luka tertutup jahitan, barulah benang diikat dengan simpul.

3. Jahitan Jelujur Terkunci

jahitan jelujur kontinu, jenis jahitan luka, macam-macam jahitan luka, homecare, perawatan luka
Ilustrasi jahitan jelujur terkunci – Kavacare

 

Jahitan jelujur sederhana bisa dikunci ataupun tidak. Dengan teknik jahitan luka jelujur terkunci, dokter akan mengunci jahitan dengan memasukkan jarum melewati benang setiap kali jahitan dibuat.

4. Jahitan Matras Vertikal

jahitan jelujur kontinu, jenis jahitan luka, macam-macam jahitan luka, homecare, perawatan luka
Ilustrasi jahitan matras vertikal – Kavacare

 

Jenis jahitan luka ini adalah variasi jahitan terputus sederhana. Jarum dimasukkan di tepi luka dan keluar dari kulit pada posisi yang sama di ujung yang berlawanan dari tepi luka. Jarum kemudian dimasukkan kembali di sisi kedua luka dan keluar dari kulit pada posisi yang sama di sisi pertama luka. Jahitan diamankan dengan simpul.

5. Jahitan Matras Horizontal

jahitan jelujur kontinu, jenis jahitan luka, macam-macam jahitan luka, homecare, perawatan luka
Ilustrasi jahitan matras horizontal – Kavacare

 

Jarum dimasukkan 5-10 mm dari tepi luka dan keluar di sisi berlawanan dari luka. Jarum lalu dimasukkan lagi di sisi kedua luka dan keluar dari kulit pada posisi yang sama di sisi pertama luka. Jahitan diamankan dengan simpul.

6. Jahitan Jelujur Subkutikuler

jahitan jelujur kontinu, jenis jahitan luka, macam-macam jahitan luka, homecare, perawatan luka
Ilustrasi jahitan jelujur subtikuler – Kavacare

 

Jahitan jenis ini sama dengan matras horizontal, tapi dibenamkan dalam kulit secara zigzag sehingga bekas jahitan tak terlihat.

 

Baca Juga: Prosedur dan Perawatan Luka Bekas Operasi Caesar

 

Berbagai Jarum untuk Menjahit Luka

Layaknya proses menjahit pakaian, dokter memerlukan jarum dan benang jahit luka. Namun jarum dan benang jahitan luka berbeda dengan jarum dan benang biasa. Umumnya, jarum medis terbuat dari stainless steel.

Jenis jarum jahit luka bisa dikelompokkan berdasarkan bentuk mata jarum, kelengkungan jarum, dan ujung jarum. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Berbagai Bentuk Mata Jarum

  • Mata Jarum untuk Jahitan Luka Traumatik: terdapat lubang sebagai tempat masuk benang jahit luka, bisa digunakan beberapa kali. Lubang tusukan lebih besar.
  • Mata Jarum untuk Jahitan Luka Atraumatik: jarum sekali pakai tersambung dengan benang jahit luka dan lubang tusukan lebih kecil. Begitu benang yang tersambung sudah habis, jarum harus dibuang.

2. Berbagai Jenis Kelengkungan Jarum

  • 1/2
  • 3/8
  • 1/4
  • 5/8
  • Bentuk J
  • Compound curved
  • 1/2 melengkung
  • Lurus

3. Berbagai Jenis Ujung Jarum

  • Conventional cutting: memiliki tiga ujung, ujung ketiga berada di bagian dalam jarum.
  • Beveled conventional cutting: hasil pengembangan jarum konvensional, direkomendasikan untuk penutupan laserasi
  • Reverse cutting: kebalikan dari jenis conventional cutting, yakni ujung ketiga berada di lekukan cembung di luar jarum. Biasanya untuk jaringan yang lebih sulit ditembus jarum konvensional.
  • Side-cutting (spatula): ujungnya berbentuk trapesium, dirancang untuk bedah minor.
  • Taper point: jarum lancip ini bisa menembus dan melewati jaringan dengan cara meregangkan tanpa memotong jaringan.
  • Precision point: jarum ini berbentuk segitiga
  • Blunt point: jarum dengan ujung bulat dan tumpul, digunakan untuk membedah jaringan yang rapuh.

Berbagai Benang yang Digunakan untuk Menjahit Luka

Sementara itu, benang jahit luka bisa dibedakan menurut struktur, daya serap, dan bahannya. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Berdasarkan Struktur

  • Benang jahit luka monofilamen: terdiri atas satu utas (thread) dan lebih mudah masuk ke kulit, namun sifatnya kurang kuat. Jahitan luka dengan multifilamen biasanya diberi antibiotik untuk mencegah inflamasi.
  • Benang jahit luka multifilamen: benang dengan beberapa utas yang dijalin menjadi satu. Benang ini bersifat kebalikan dari benang monofilamen

2. Berdasarkan Daya Serap

  • Benang jahit luka non-absorbable: benang ini harus diambil setelah beberapa hari, tapi hasilnya bagus secara estetika.
  • Benang jahit luka absorbable: benang yang bisa diserap ke dalam kulit. Namun, penggunaan benang absorbable meningkatkan risiko inflamasi dan bekas luka.

3. Berdasarkan Bahan

  • Benang jahit luka alami: terbuat dari kolagen atau jaringan hewan yang telah dimurnikan.
  • Benang jahit luka sintetis: terbuat dari bahan nilon atau polyester.

 

Baca Juga: 3 Jenis Benang untuk Operasi Wajah dan Perbedaannya

 

Pertanyaan Seputar Luka Jahitan

Bagaimana Tanda Infeksi pada Luka Jahitan?

Jahitan luka memerlukan perawatan yang memadai untuk menghindari infeksi dan memastikan penyembuhan luka berjalan sesuai dengan perkiraan medis. Jika terjadi infeksi, luka akan sulit sembuh dan bahkan bisa bertambah parah. Tanda infeksi yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Area jahitan memerah dan bengkak
  • Intensitas rasa sakit meningkat
  • Muncul nanah atau perdarahan dari lokasi luka
  • Keluar bau tidak sedap dari lokasi luka
  • Luka tak kunjung tertutup
  • Demam 48 jam setelah mendapat jahitan.

Peralatan Apa Saja yang Diperlukan untuk Perawatan dan Buka Jahitan?

Tergantung jenis luka dan jahitan, Anda bisa melakukan perawatan jahitan sendiri di rumah, termasuk membuka jahitan setelah luka tertutup.

  1. Alat untuk Perawatan Luka Jahitan: Kasa dan perban, plester, salep antibiotik, sarung tangan medis sekali pakai.
  2. Alat untuk Membuka Jahitan Luka: Pinset, kain bersih, gunting kecil.

Anda dapat membeli bahan-bahan ini di apotek. Untuk memastikan apa saja peralatan yang dibutuhkan, Anda bisa bertanya kepada dokter atau perawat yang memberikan jahitan. Beberapa jenis luka tak memerlukan salep antibiotik.

Bagaimana Cara Mengganti Perban Luka Jahitan di Rumah?

Langkah merawat dan mengganti perban luka jahitan di rumah antara lain:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan tangan untuk menghindari infeksi bakteri
  2. Lepas perban dengan lembut dan bertahap, bukan sekaligus.
  3. Bersihkan jahitan dengan air mengalir dan sabun. Usap bagian yang luka dengan lembut agar jahitan tak terbuka.
  4. Keringkan jahitan dengan ditepuk-tepuk memakai handuk atau lap kering yang bersih. Bisa juga membiarkan jahitan kering sendiri tanpa diapa-apakan. Jahitan luka harus benar-benar kering setelah dibersihkan dengan air.
  5. Jika diresepkan dokter, oleskan salep antibiotik ke jahitan luka.
  6. Tutup kembali dengan perban setelah semua proses di atas selesai. Rekatkan dengan plester pada kulit di sekitarnya.

Bagaimana Cara Membuka Jahitan Luka di Rumah?

Untuk membuka jahitan di rumah, harus diperhatikan bahwa tidak semua jenis jahitan bisa dibuka sendiri. Beberapa jenis jahitan hanya bisa dan boleh dibuka oleh tenaga medis profesional demi keamanan pasien sendiri. Selain itu, pastikan jahitan sudah benar-benar kering dan aman untuk dibuka sesuai dengan instruksi dokter.

Langkah awal buka jahitan luka sama dengan perawatan jahitan, yakni memastikan tangan dan jahitan sudah bersih. Setelah itu, sterilkan gunting dan pinset yang akan digunakan untuk membuka jahitan dengan cara memasukkannya ke air mendidih selama sekurangnya 20 menit. Cari tempat yang nyaman dan terang agar jahitan bisa terlihat dengan jelas.

Adapun langkah buka jahitan di rumah tergantung jenis jahitan. Umumnya langkahnya mencakup:

  1. Pegang simpul di ujung jahitan dengan pinset, lalu tarik sedikit demi sedikit pelan-pelan
  2. Ambil gunting, kemudian potong simpul
  3. Tarik satu jahitan dengan perlahan setelah simpul sudah putus
  4. Ulangi proses di atas hingga semua jahitan lepas satu per satu
  5. Hitung jahitan yang sudah lepas, pastikan sudah lengkap semuanya.

Untuk menghindari terjadinya infeksi, cari pertolongan tenaga medis untuk membuka luka jahitan di rumah Anda. Anda bisa memesan layanan homecare perawat luka dari Kavacare. Kavacare menyediakan layanan perawat luka oleh tenaga medis profesional dan berpengalaman di IGD/ICU yang tepercaya dan bersertifikat.

 

Dapatkan Layanan: Perawat Luka ke Rumah

 

Kapan Perlu ke Dokter untuk Buka Jahitan Luka?

Dokter akan memberi tahu kapan waktunya jahitan bisa dibuka, termasuk apakah bisa dibuka sendiri di rumah atau tidak. Umumnya, dokter akan merekomendasikan jahitan luka dibuka di rumah sakit demi keamanan. Sebelumnya, dokter akan mengecek kondisi jahitan dulu untuk memastikan jahitan itu sudah bisa dibuka.

Gunakanlah layanan medis professional untuk merawat luka. Kavacare menyediakan layanan homecare perawatan luka dari rumah. Kunjungan perawat ke rumah Anda akan membuat Anda dengan lebih nyaman mendapatkan perawatan tanpa perlu memusingkan mobilisasi ke rumah sakit. Hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777.

Sumber:

  1. What are the types of needle points and when are they used in suturing?. https://www.medscape.com/answers/1824895-32116/what-are-the-types-of-needle-points-and-when-are-they-used-in-suturing. Diakses 14 Mei 2022
  2. Everything You Need to Know About Surgical Sutures. https://www.healthline.com/health/sutures. Diakses 14 Mei 2022
  3. Understanding The Different Types of Sutures. https://www.urgentcare-sj.com/blog/understanding-the-different-types-of-sutures. Diakses 14 Mei 2022
  4. Wound Closure Techniques. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470598/. Diakses 14 Mei 2022
  5. What is Suture: Overview, Benefits, and Expected Results. https://www.docdoc.com/medical-information/procedures/surgical-suture. Diakses 14 Mei 2022
  6. Materials for Wound Closure. https://emedicine.medscape.com/article/1127693-overview. Diakses 14 Mei 2022
  7. Getting Stitches (Sutures). https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/getting-stitches-and-caring-for-stitches. Diakses 14 Mei 2022
  8. Wound Management and Suturing: Assessment, Dressing, and Closure. https://patient.info/doctor/simple-wound-management-and-suturing. Diakses 14 Mei 2022
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare