Bengkak di Kaki, Berbahayakah?

Bengkak di Kaki, Berbahayakah?

Share

Bengkak di kaki adalah gejala yang sering ditemui dalam praktik sehari-hari. Pasien datang dengan keluhan bengkak yang mengganggu aktivitasnya sehari-hari karena sulit berjalan dan kadang menimbulkan tasa nyeri. Namun, apakah sebenarnya bengkak di kaki, atau sering juga disebut edema, berbahaya bagi kesehatan?

Perlu kita ketahui bahwa bengkak di kaki tidak hanya disebabkan oleh satu kondisi penyakit tertentu saja melainkan ada banyak kemungkinan diagnosis bengkak di kaki. Dugaan diagnosis bengkak di kaki meliputi gangguan jantung, ginjal, hati, infeksi, kanker, obat-obatan, atau kelainan pada pembuluh balik di kaki.  Bengkak di kaki sendiri disebabkan oleh tertumpuknya cairan di rongga sekitar pembuluh darah akibat berbagai hal di atas.

Kelainan jantung seperti gagal jantung/congestive heart disease dapat menyebabkan bengkak di kaki karena gangguan pada peredaran darah. Kerja jantung yang melemah menyebabkan darah melambat dan memaksa cairan keluar melalui dinding kapiler. Akhirnya terjadi penumpukan cairan di kaki dan organ-organ lain.

Diagnosis lain adalah gangguan ginjal akibat ginjal gagal atau tidak mampu mengatur jumlah cairan seperti kerja ginjal yang sehat. Akibatnya kelebihan cairan tubuh terdistribusi ke kaki dan anggota badan lainnya. Tidak jarang disertai keluhan seperti sesak napas karena paru-parunya juga terisi cairan.

Kerusakan hati pada sirosis hati memiliki keluhan penumpukan cairan di perut/asites yang juga dapat nampak sebagai bengkak di anggota tubuh lain termasuk kaki. Adanya keluhan lain seperti kuning/jaundice dapat menjadi informasi yang penting.

Penyebab lain dari bengkak di kaki bisa juga lokal seperti gangguan pada vena di kaki atau penyakit kaki gajah (elephantiasis). Gangguan vena biasanya karena katup vena yang melemah akibat usia atau kondisi herediter sehingga aliran darah kembali ke jantung dengan lambat. Namun perlu diingat, untuk kondisi lokal maka keluhannya mungkin hanya ada di salah satu kaki dan tidak keduanya.

Penyakit kaki gajah atau elephantiasis atau filariasis disebabkan oleh infeksi parasit yang dibawa oleh nyamuk.  Selain bengkak, kulit dapat menebal dan tampak seperti kulit gajah disertai keluhan seperti demam dan tidak enak badan.

Selain itu, kondisi hamil dan obesitas juga dapat menyebabkan insufisiensi vena yang memunculkan gejala bengkak di kaki. Berdiri dalam waktu yang lama atau posisi kaki yang menggantung dapat mengakibatkan keluhan yang sama.

Tata laksana awal untuk bengkak di kaki (dan bagian tubuh lain) adalah dengan menggunakan obat diuretik yang tujuannya mengeluarkan cairan dari tubuh. Selanjutnya akan ditelusuri untuk mencari penyebab utama dari kondisi bengkak tersebut termasuk penyakit jantung, ginjal, hati, atau infeksi lain sehingga dapat memberikan tata laksana yang sesuai.

Konsultasikan dengan dokter jika kaki Anda mengalami bengkak. Jika Anda membutuhkan telekonsultasi dokter atau pengambilan sampel pemeriksaan laboratorium dari rumah serta pelayanan homecare lainnya, hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777.

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare