Berbagai Jenis dan Penggunaan Kompres

Berbagai Jenis dan Penggunaan Kompres

Share

Kompres merupakan penanganan umum yang dipakai sehari-hari oleh banyak  orang. Penggunaan kompres dapat dibedakan sesuai jenisnya, yaitu kompres dingin dan hangat. Kompres mempunyai fungsi berbeda dan diterapkan pada kondisi yang berbeda pula. Simak bagaimana penggunaan kompres sesuai dengan jenis dan fungsinya berikut ini.

Apa Itu Kompres?

Anda tentu tidak asing dengan istilah kompres yang memang sering dijadikan salah satu metode pengobatan pada jenis penyakit tertentu, terutama demam.

Kompres merupakan tindakan terapi tanpa obat-obatan untuk mengurangi gejala penyakit  tertentu. Kompres dilakukan dengan cara mengendalikan suhu di luar tubuh sehingga tubuh akan merespons berkebalikan dengan rangsang yang diberikan. Reaksi yang muncul diharapkan dapat membantu meredakan gejala penyakit.

Berdasarkan cara kerjanya, kompres terbagi menjadi dua yaitu kompres dingin dan kompres hangat. Kedua jenis ini berfungsi pada penanganan kasus yang berbeda, maka perlu Anda ketahui kapan harus menggunakan kompres dingin dan kapan harus menggunakan kompres hangat.

Perbedaan Kompres Dingin dan Hangat

Di bawah ini adalah tabel perbedaan kompres dingin dan kompres hangat sesuai fungsi, bentuk, dan kondisi yang bisa ditangani oleh masing-masing jenis kompres.

PerbedaanKompres DinginKompres Hangat
FungsiMemperlambat laju peradangan, mengurangi bengkak, nyeri, dan perdarahanMerangsang termoreseptor pada kulit untuk mengirimkan sinyal ke otak
BentukHanduk es, ice pack, cold packHanduk/waslap hangat
Kondisi yang Bisa DitanganiSakit kepala, salah urat, penyakit gout, tendinitis (cedera pada urat tendon), alergi mata, wasir.Demam, kaku sendi dan otot, kram saat menstruasi, penyumbatan sinus, cedera setelah fase akut.

Untuk mengetahui lebih jelas lagi, simak penjelasan lengkap mengenai penggunaan kompres dingin dan kompres hangat berikut ini.

Kompres Dingin

Fungsi 

Kompres dingin bertujuan memperlambat laju peradangan, mengurangi bengkak, nyeri, dan perdarahan. Cara kerjanya sendiri adalah dengan menghambat aliran darah pada bagian yang cedera. Suhu dingin akan menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pada aliran darah dan dengan sendirinya menghambat aliran darah di lokasi peradangan tersebut.

Penyakit dan Kondisi yang Membutuhkan Kompres Dingin

  • Sakit kepala. Penggunaan kompres dingin memberikan efek yang mematikan rasa,sehingga dapat mengurangi rasa sakit pada kepala;
  • Strain otot (salah urat). Meletakkan kompres dingin segera pada otot yang terasa nyeri sehingga dapat mengurangi pembengkakan. Ulangi setiap jam selama sekitar 20 menit pada hari pertama. Untuk hari berikutnya, gunakan kompres setiap 4 jam;
  • Penyakit gout. Mengompres bagian sendi yang sakit dapat meringankan rasa sakit dan peradangan;
  • Tendinitis (cedera pada urat tendon). Sensasi dingin pada kompres akan menyempitkan pembuluh darah dan menurunkan alirannya. Hal ini akan meredakan peradangan dan rasa sakit;
  • Alergi mata. Penggunaan kompres dingin pada alergi mata selama 15 menit dapat meredakan rasa sakit pada mata yang alergi;
  • Hemorrhoid (wasir). Kompres dingin selama 15 menit pada bagian anus juga dapat meredakan bengkak pada wasir. Metode ini dikenal dengan istilah sitz bath

 

Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus dan Cara Mengobatinya

 

Kapan Boleh Menggunakan Kompres Dingin?

Suhu akan mendorong tubuh untuk memberikan reaksi yang  berbeda, Oleh karena itu Anda perlu tahu kapan boleh menggunakan kompres dingin. Secara umum kompres dingin biasanya berfungsi untuk meredakan peradangan atau inflamasi, karena cara kerja kompres dingin ini berupa mengurangi aliran darah ke lokasi peradangan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kompres dingin adalah:

  • Jangan menggunakan es yang langsung ditempelkan ke kulit. Menempelkan es langsung ke kulit dapat membakar kulit. Anda dapat menggunakan handuk atau ice pack dengan suhu yang mencairkan es batu;
  • Kompres dingin tidak boleh digunakan pada: luka terbuka, luka bakar, kram, demam, atau pun sebelum berolahraga;
  • Penggunaan kompres dilakukan tidak lebih dari 20 menit. Apabila lebih dari itu, kompres dingin akan menyebabkan vasodilatasi, atau pelebaran pembuluh darah karena tubuh memastikan jaringan-jaringan tubuh mendapatkan suplai darah yang mereka butuhkan;
  • Perhatikan suhu yang digunakan, sebaiknya suhu yang digunakan tidak boleh terlalu ekstrim;
  • Perhatikan penggunaan kompres dingin bagi pada mereka yang memiliki riwayat kulit sensitif terhadap paparan dingin.

Cara Membuat Kompres Dingin

Ada beberapa cara membuat kompres dingin dengan media yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis kompres dingin yang dapat digunakan:

1. Handuk Es

Infografis Jenis Kompres Kavacare 1
Infografis Handuk Es Kavacare

 

Cara membuat kompres dingin dengan handuk ini cukup dengan membasahi handuk dengan air dingin, lalu peras handuk hingga masih terasa lembap. Lipat handuk dan masukkan ke kantong plastik, lantas bekukan handuk selama 15 menit. Setelah itu, kompres handuk ini dapat Anda gunakan.

2. Ice Pack/Kantong Es

Infografis Jenis Kompres Kavacare 2
Infografis Ice Pack Kavacare

 

Cara membuat kompres dengan ice pack adalah cukup dengan memasukkan es batu sebanyak 0,5 kg ke dalam kantong plastik, lalu tambahkan air secukupnya. Sebelum menutupnya, keluarkan udara dari kantong plastik terlebih dahulu dan tutup rapat kantong tersebut. Untuk menggunakan kompres ini, Anda harus membungkusnya dengan handuk basah dan letakkan kompres pada area yang cedera.

3. Cold Pack

Infografis Jenis Kompres Kavacare 3
Infografis Cold Pack Kavacare

 

Cold pack berbentuk seperti paket yang berbahan dasar karet dan terdapat rongga untuk mengisinya dengan air, namun ada jenis cold pack yang berisi partikel-partikel senyawa kimia. Cara penggunaan cold pack jauh lebih sederhana. Anda cukup masukkan cold pack ini ke dalam freezer selama 1 jam dan Anda bisa langsung menempelkannya pada area yang cedera.

Kompres Hangat

Fungsi

Fungsi kompres hangat adalah untuk merangsang termoreseptor pada kulit untuk mengirimkan sinyal ke otak. Hipotalamus di otak akan bereaksi untuk memberikan respons vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah sehingga membuat darah mengalir lancar dan peningkatan suhu akan terjadi lebih cepat. Panas ini membuat otot lebih rileks dan otak akan menurunkan suhu tubuh menjadi normal.

Penyakit dan Kondisi yang Membutuhkan Kompres Hangat

  • Demam. Kompres hangat dapat meningkatkan suhu tubuh lebih cepat sehingga demam dapat menurun. Untuk penanganan pada demam, sebaiknya kompres diletakkan pada lipatan-lipatan tubuh, seperti lipatan lutut, siku, ketiak, selangkangan, ataupun pada leher belakang.
  • Kaku sendi dan otot. Pelebaran pembuluh darah sebagai efek dari kompres hangat akan mencegah penumpukan asam laktat. Selain itu, kompres hangat membuat otot menjadi lebih rileks.
  • Kram saat menstruasi. Kompres hangat akan mengakibatkan relaksasi yang dapat menurunkan nyeri ketika kram, terutama saat menstruasi.
  • Penyumbatan sinus. Hangat dari kompres akan melancarkan tekanan pada sinus Anda. Anda dapat menggunakannya di area hidung dan kening.
  • Cedera setelah fase akut. Fase akut pada cedera akan lewat setelah 48 jam. Pada saat ini, kompres hangat telah bisa diterapkan pada cedera. Pada fase akut, kompres hangat dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan rasa nyeri.

 

Baca Juga: Tips Menangani Sakit Sendi pada Orang Tua

 

Kapan Boleh Menggunakan Kompres Hangat?

Kompres panas sendiri bekerja lebih baik pada kelompok otot yang lebih besar, misalnya otot punggung. Apabila otot punggung terasa kaku dan tegang, maka yang terbaik adalah mengaplikasikan kompres panas. Prinsip kerja dari kompres panas ialah menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), berlawanan dengan prinsip kerja kompres dingin. 

Selain itu, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan pada penggunaan kompres panas/hangat, yaitu:

  • Pada dasarnya kompres hangat ini akan membawa lebih banyak aliran darah pada area yang dikompres;
  • Kompres jenis ini dapat membantu mengurangi kekakuan sendi dan rasa tegang otot;
  • Tidak boleh digunakan selama 48 jam pertama setelah luka.

Cara Membuat Kompres Hangat

Untuk membuat kompres hangat, Anda harus memperhatikan suhu air yang digunakan. Pastikan air tidak terlalu panas dan suhunya di kisaran 40 derajat celcius. Anda bisa menggunakan handuk atau kain atau waslap sebagai media untuk mengompres.

Pertanyaan Seputar Penggunaan Kompres

Apa Tujuan Kompres Dingin dan Kompres Hangat?

Kompres dingin dan hangat mempunyai efek yang berbeda pada tubuh. Pada kompres dingin, tubuh akan memberikan reaksi dengan menyempitkan pembuluh darah (vasokontriksi) untuk menghambat aliran darah. Hal ini akan membantu mengurangi bengkak, nyeri, dan perdarahan.

Di sisi lain, kompres hangat memberikan efek sebaliknya, yaitu melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga aliran darah akan meningkat dan otak juga bereaksi dengan menurunkan suhu tubuh menjadi normal. Anda harus memperhatikan penggunaan masing-masing kompres agar tidak terjadi kesalahan penanganan.

Berapa Lama Waktu Kompres?

Waktu kompres yang dianjurkan sendiri adalah selama 15-20 menit. Pada kompres dingin, penggunaannya tidak boleh lebih dari 20 menit. Hal ini disebabkan oleh karena pembuluh darah justru akan melebar sehingga mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan yang semakin parah.

Bagaimana Penggunaan Kompres ketika Demam?

Selama ini, orang-orang lebih banyak menggunakan kompres dingin untuk menurunkan demam. Namun, sebaliknya, kompres dingin justru dapat memperparah demam karena otak akan memberikan sinyal bahwa suhu luar tubuh mengalami penurunan  sehingga membuat tubuh meningkatkan suhu. Maka, lebih baik menggunakan kompres hangat untuk menurunkan demam.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penggunaan kompres untuk perawatan medis keluarga di rumah, atau jika Anda membutuhkan perawat ke rumah profesional, Kavacare siap membantu. Hubungi Kavacare Support di nomor Whatsapp 0811 – 1446 – 777 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/muscle-strains/ (29 Oktober 2022)
  2. http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/781-kompres-hangat-atau-kompres-dingin-ketahui-kapan-penggunaannya (29 Oktober 2022)
  3. https://www.orthocarolina.com/media/ice-vs-heat-what-should-i-use-when (29 Oktober 2022)
  4. https://www.healthline.com/health/make-cold-compress#other-uses (29 Oktober 2022)
  5. https://www.healthline.com/health/how-to-make-a-warm-compress (29 Oktober 2022)
dr. Albert Novianto Kavacare
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Albert Novianto Kavacare

Care Pro, Dokter Umum Kavacare