Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus dan Cara Mengobatinya

Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus dan Cara Mengobatinya

Share

Sakit kepala salah satu kondisi kesehatan yang umum dialami setiap orang. Biasanya yang dirasakan adalah nyeri tajam atau berdenyut di salah satu bagian kepala. Namun sakit kepala juga bisa menyebar atau berpindah-pindah.

Penyebab sakit kepala terjadi bisa bermacam-macam, tergantung letak, serta seberapa sering sakit kepala terjadi. Umumnya nyeri yang timbul di kepala ini termasuk salah satu gejala kondisi kesehatan lainnya.

Biasanya mengobati sakit kepala bisa dengan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas. Sakit kepala juga bisa reda dengan sendirinya. Namun, sakit kepala dapat terjadi terus menerus.

Sakit kepala dikatakan kronis atau dianggap berkepanjangan jika terjadi selama 15 hari atau lebih. Ketika nyeri tidak kunjung reda, bisa mengganggu kegiatan sehari-hari.

Apa Penyebab Sakit Kepala Terus Menerus?

Infografis Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus Kavacare
Infografis Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus Kavacare

 

Perlu dipahami penyebab sakit kepala terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Jika disebabkan kelainan neurologis yang bukan penyerta penyakit lain, bisa disebut sebagai sakit kepala primer. Contoh kondisi ini antara lain migrain kronis, sakit kepala terkluster, atau sakit kepala harian yang tidak kunjung reda.
  2. Jika disebabkan oleh penyakit lainnya, kondisi ini disebut sebagai sakit kepala sekunder. Contoh sakit kepala sekunder seperti gejala penyerta COVID-19, flu, atau adanya infeksi otak.

 

Baca Juga: Efek Long Covid, Apa yang Harus Dilakukan?

 

Pada sakit kepala terus menerus, penyebabnya seringkali dikaitkan dengan respon berlebih pada sel saraf otak dan korteks. Penyebab sakit kepala yang tak kunjung sembuh juga bisa karena sensitivitas berlebih di area otak tertentu.

Kondisi sakit kepala sekunder juga bisa berlanjut walau tergolong jarang. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan sakit kepala terus menerus seperti ensefalitis, meningitis, dan infeksi virus.

Penyebab sakit kepala terus menerus juga bisa dikaitkan pada hal-hal berikut.

1. Stres

Stres adalah faktor paling sering menjadi penyebab penyakit. Sakit kepala terus menerus juga bisa terjadi sebagai dampak stres yang tidak diregulasi dengan baik.

2. Gangguan Tidur

Penyebab sakit kepala terus menerus salah satunya masalah tidur. Insomnia dan apnea tidur sering dikaitkan dengan sakit kepala tak kunjung reda.

Biasanya jika seseorang tidur kurang dari 7 – 8 jam sehari akan meningkatkan risiko sakit kepala kronis. Jam tidur tidak teratur juga bisa menyebabkan sakit kepala berulang.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan ternyata dikaitkan dengan penyebab sakit kepala. Penjelasan pasti tentang apa hubungan obesitas dan sakit kepala kronis memang belum ditemukan.

Namun kemungkinan pada individu dengan obesitas, lebih besar kemungkinan mengalami peradangan sehingga tubuh akan mengeluarkan hormon-hormon yang terkait dengan rasa sakit.

4. Konsumsi Kafein

Kafein adalah stimulan yang dapat mempengaruhi fungsi otak. Konsumsi berlebih kafein ternyata meningkatkan risiko sakit kepala terus menerus.

Walau kafein juga dapat meredakan sakit kepala, mereka yang mengkonsumsi kafein secara rutin bisa jadi penyebab sakit kepala terus menerus ketika berhenti mengkonsumsinya.

5. Konsumsi Obat Berlebih

Mengonsumsi terlalu banyak obat pereda nyeri ternyata bisa jadi penyebab sakit kepala tak kunjung sembuh. Beberapa obat-obatan yang dapat memicu sakit kepala terus menerus jika dikonsumsi berlebih seperti analgesik dan ergotamine.

 

Baca Juga: Pentingnya Memahami Aturan Pakai Obat

 

Cara Mengatasi Sakit Kepala Terus Menerus

Mengobati sakit kepala yang tak kunjung sembuh tidak sekadar dengan obat. Perlu diperhatikan apa penyebab utamanya agar pengobatan berjalan efektif. Selain obat bisa juga pengidapnya perlu melakukan terapi dan kombinasi tertentu.

Beberapa cara yang biasanya dilakukan adalah:

1. Konsumsi Obat Sesuai Resep

Sakit kepala terus menerus kadang sulit untuk diatasi. Rangkaian obat bisa diresepkan untuk meredakannya. Namun konsumsi obat ini harus sesuai anjuran dokter, karena di kasus-kasus tertentu justru obatlah yang memicu sakit kepala.

Sesuai dengan jenis dan penyebabnya, obat yang biasa diberikan seperti analgesik, triptan, dan alkaloid. Ada pun kombinasi lain yang mungkin dibutuhkan seperti obat anti kejang, obat beta-blocker, hingga injeksi botoks.

2. Terapi dan Konseling

Riset menemukan sakit kepala terus menerus berdampak negatif pada kesehatan mental. Bahkan kondisi ini terkait erat dengan depresi dan gangguan kecemasaan yang terjadi berbarengan.

Terapi tertentu untuk gangguan kesehatan mental ternyata termasuk cara mengatasi sakit kepala terus menerus. Teknik-teknik terapi perilaku juga membantu meredakan stres dan ketegangan yang sering menyebabkan sakit kepala.

Maka rangkaian cara mengatasi sakit kepala terus menerus antara lain terapi perilaku kognitif (CBT), terapi biofeedback, dan relaksasi.

3. Ubah Pola Hidup

Untuk mengatasi sakit kepala yang tak kunjung sembuh, perlu manajemen gaya hidup yang tepat. Setelah terapi dan pengobatan, pola hidup sehat berfungsi mencegah sakit kepala kembali menyerang.

Bagi penderita sakit kepala kronis perlu diperhatikan untuk:

  • Rutin Olahraga: Lakukan aktivitas fisik ringan hingga menengah minimal 30 menit sehari, bermanfaat meningkatkan kualitas tidur dan meringankan sakit kepala
  • Pola Makan Sehat: Selain pemilihan menu makanan kaya gizi, dianjurkan tidak melewatkan waktu makan. Usahakan makan di waktu sama tiap harinya, hindari pula cemilan kurang sehat
  • Tidur Berkualitas: Kurang tidur atau pola tidur yang tidak baik bisa menimbulkan sakit kepala, maka sebaiknya buat rutinitas tidur yang tepat. Atur pola tidur untuk mendapat istirahat 7 – 8 jam setiap malamnya
  • Manajemen Stres: Carilah cara untuk meregulasi stres dengan sehat, misalnya melakukan yoga, meditasi, atau aktivitas yang dapat mengalihkan stres
  • Hindari Pemicu Sakit Kepala: Sakit kepala kronis seperti migrain bisa dipicu beberapa hal, mulai dari makanan hingga aktivitas tertentu. Catat hal-hal yang mungkin menjadi pemicu sakit kepala, usahakan selalu menghindarinya.

 

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Vertigo Tanpa Obat

 

Kapan Harus Menemui Dokter?

Setelah mengetahui penyebab sakit kepala terus menerus, yang perlu diperhatikan adalah kapan harus berobat. Walau telah banyak informasi cara mengatasi sakit kepala kronis, sebaiknya tetap periksakan ke dokter jika mengalami hal-hal berikut:

  • Sakit kepala menyerang lebih dari 2 kali dalam seminggu
  • Harus mengkonsumsi pereda nyeri hampir setiap hari untuk meringankan sakit kepala
  • Mengonsumsi obat bebas pereda sakit kepala lebih dari dosis yang dianjurkan
  • Pola serangan sakit kepala berubah atau memburuk
  • Saat sakit kepala menyerang, aktivitas terganggu sehingga tidak dapat melakukan apapun
  • Sakit kepala menyerang tiba-tiba dengan hebat
  • Disertai demam, leher kaku, kebingungan, kejang, pandangan berkunang-kunang, tubuh mendadak lemas atau mati rasa, hingga kesulitan bicara
  • Terjadi karena cedera kepala
  • Tidak reda walau sudah mengkonsumsi obat dan beristirahat.

Tentunya tenaga kesehatan profesional lebih memahami penyebab sakit kepala terus menerus serta cara mengatasinya. Maka jangan menunda temui dokter jika sakit kepala yang tak kunjung sembuh mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Hubungi Kavacare untuk mendapatkan layanan medis di rumah, hubungi Kavacare Support di nomor  0811 1446 777.

SUMBER:

  1. Here’s What You Can Do About Continuous Headache. (2022, 24 Maret). Verywell Health; www.verywellhealth.com. https://www.verywellhealth.com/headache-for-days-5219458
  2. Chronic daily headaches – Symptoms and causes. (2019, 9 April). Mayo Clinic; www.mayoclinic.org. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/symptoms-causes/syc-20370891
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare