Carpal Tunnel Syndrome: Gejala dan Penyebab

Carpal Tunnel Syndrome: Gejala dan Penyebab

Share

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah salah satu masalah paling umum yang terjadi di pergelangan tangan. Penderitanya merasakan sakit, mati rasa, dan kelemahan di tangan dan pergelangan tangan. Sindrom ini disebabkan oleh tekanan pada saraf median, yaitu saraf yang menjadi indera perasa di tangan dan pergelangan tangan.

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel merupakan saluran sempit yang dikelilingi oleh tulang dan ligamen (jaringan penghubung antar tulang) di telapak tangan. Gejala CTS berputar pada area carpal tunnel, diantaranya:

  1. Mati rasa, rasa menggelitik, rasa terbakar, dan rasa sakit, terutama pada jari-jari, kecuali jari kelingking.
  2. Rasa tertusuk pada jari-jari.
  3. Jari yang terasa membengkak.
  4. Sensasi seperti tersengat listrik yang kadang-kadang terjadi. Sensasi ini biasanya menyebar dari ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
  5. Rasa lemah dan rasa kaku pada tangan, sehingga membuat Anda kesulitan untuk melakukan gerakan tertentu, seperti mengancingkan baju Anda.
  6. Menjatuhkan barang-barang akibat rasa lemah, mati rasa, atau kehilangan proprioseptif, atau persepsi Anda untuk mengetahui letak anggota badan tanpa melihat. Pada CTS, persepsi ini akan terganggu sehingga Anda tidak menyadari keberadaan tangan Anda.

Penyebab dari Carpal Tunnel Syndrome

CTS disebabkan oleh tekanan pada saraf median, yang berfungsi untuk merasakan sensasi dari rangsang luar pada bagian telapak tangan dan jari tangan, kecuali pada jari kelingking. Selain itu, saraf ini juga membantu sinyal-sinyal saraf berpindah ke otot-otot sekitar pangkal ibu jari. Apa pun yang menekan atau mengiritasi saraf median di ruang carpal tunnel dapat mengarah pada CTS. Patah tulang di bagian pergelangan tangan dapat mempersempit carpal tunnel ini dan mengiritasi saraf, serta mengakibatkan pembengkakan dan peradangan yang diakibatkan oleh rematik.

Penyebab CTS ini biasanya tidak hanya karena satu masalah, tetapi merupakan gabungan dari beberapa faktor-faktor risiko yang berkontribusi pada kondisi ini. Faktor risiko CTS ini adalah sebagai berikut:

  1. Faktor anatomi. Patah tulang, dislokasi pada pergelangan tangan, atau artritis yang menyebabkan perubahan bentuk pada pergelangan tangan dapat mengubah ruang di antara carpal tunnel dan menyebabkan tekanan pada saraf median.
  2. Orang yang mempunyai carpal tunnel yang lebih kecil cenderung mengalami CTS.
  3. Jenis kelamin. Carpal tunnel pada wanita lebih kecil daripada pria sehingga CTS lebih umum terjadi pada wanita.
  4. Kondisi yang merusak saraf. Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, meningkatkan risiko kerusakan saraf, termasuk saraf median.
  5. Peradangan. Rematik dan kondisi lain yang disertai oleh peradangan dapat mempengaruhi dinding tendon (jaringan ikat tebal) di pergelangan tangan dan menekan saraf median.
  6. Obat-obatan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara CTS dan penggunaan anastrozole (Arimidex), yaitu obat untuk kanker payudara.
  7. Obesitas.
  8. Perubahan pada cairan tubuh. Penumpukan cairan juga dapat meningkatkan tekanan dalam carpal tunnel dan mengiritasi saraf median, sering terjadi pada wanita hamil dan wanita yang mengalami menopause.
  9. Faktor pekerjaan, dimana pekerjaan dengan alat-alat yang bergetar atau pekerjaan yang membutuhkan gerakan pergelangan tangan yang berulang-ulang, seperti pada pekerjaan rumah tangga, khususnya di suhu yang dingin.
  10. Kondisi lain, seperti gangguan tiroid, gagal ginjal, limfedema (pembengkakan di tungkai atau lengan akibat penyumbatan pembuluh getah bening)

Komplikasi Carpal Tunnel Syndrome

Komplikasi dari carpal tunnel syndrom dapat terjadi karena sindrom itu sendiri dan karena operasi carpal tunnel.

Komplikasi akibat carpal tunnel syndrome:

  • Kerusakan saraf median yang tidak dapat disembuhkan, mengarah pada kerusakan dan kecacatan permanen;
  • Rasa sakit pada pergelangan tangan dan tangan kronis dengan atau tanpa distrofi refleks simpatik (kelainan otot yang menyebabkan rasa sakit);
  • Atrofi (massa otot yang berkurang) dan rasa lemah pada otot di pangkal ibu jari pada telapak tangan sehingga mengurangi kemampuan gerak jari;

Komplikasi akibat operasi carpal tunnel:

  • Yang paling sering terjadi adalah neuroma (tumor jinak saraf) pada cabang saraf median;
  • Parut hipertrofik atau luka yang menebal pada garis luka;
  • Dysesthesia (gangguan indera peraba) setelah beberapa prosedur pengobatan CTS;
  • Kekakuan sendi pada pergelangan tangan;
  • Kegagalan untuk menyembuhkan gejala.

Pertanyaan Umum Seputar Carpal Tunnel Syndrome

Seberapa Serius CTS?

CTS biasanya tidak serius dan tidak berbahaya, bahkan sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila rasa sakit telah mengganggu aktivitas sehari-hari Anda atau rasa sakit tidak kunjung mereda, Anda sebaiknya menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Baca Juga Tentang 6 Teknik Fisioterapi untuk Carpal Tunnel Syndrome, Mudah Dilakukan!

Apa Cara Terbaik Untuk Menyembuhkan CTS?

Sekalipun CTS dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan, ada beberapa cara untuk mengobati kondisi ini, yaitu:

  • Menggunakan wrist splint, yaitu semacam perban elastis yang dapat dipakai pada pergelangan tangan untuk memastikan pergelangan tangan anda tetap lurus untuk membantu meredakan tekanan pada saraf. Anda dapat menggunakannya pada malam hari ketika tidur. Biasanya penanganan ini membutuhkan waktu selama empat minggu.
  • Menghentikan atau mengurangi kegiatan yang mungkin menyebabkan CTS.
  • Mengkonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat-obat ini dapat membantu meredakan rasa sakit akibat CTS sementara waktu, tetapi obat-obatan ini tidak terbukti dapat menyembuhkan CTS, sehingga Anda tidak dapat bergantung pada obat-obatan ini.
  • Latihan tangan. Beberapa sumber menyatakan bahwa latihan tangan dapat membantu meredakan gejala CTS.

Kalau gejala CTS tidak sembuh setelah penanganan di rumah ini, bahkan memburuk, maka Anda sebaiknya menghubungi dokter.

Selengkapnya tentang Layanan Terapi Rehabilitasi di Rumah Kavacare

Pasien yang mengalami CTS biasanya disarankan untuk segera menemui dokter. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan, seperti:

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan ini berguna apabila terdapat lesi yang cukup besar di bagian yang terkena CTS sebelum operasi dilakukan;
  • Ultrasonography (USG), dilakukan apabila terdapat lesi yang cukup besar di carpal tunnel dan dapat mendeteksi abnormalitas di saraf median;
  • Elektromiografi dan Studi Konduksi Saraf, yaitu pemeriksaan untuk memeriksa aktivitas listrik pada otot dan saraf yang terkena CTS. [7]

Apakah CTS Bisa Sembuh Dengan Sendirinya?

CTS biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, khususnya apabila CTS terjadi ketika hamil. Namun, kalau gejala dari penyakit ini tidak sembuh dalam beberapa bulan atau gejala-gejalanya semakin mengganggu, maka Anda sebaiknya segera menghubungi dokter. Berikut ini merupakan beberapa pengobatan yang biasa dilakukan dokter:

  • Terapi Fisik dan Okupasi, yaitu terapi dimana dokter mengubah gejala yang menyebabkan gerakan pergelangan tangan, seperti menempatkan keyboard pada tinggi yang tepat untuk mengurangi tangan menekuk, memanjang, mengulur, dan lain-lain.
  • Pengobatan medis, yaitu melalui pengobatan konservatif, termasuk melakukan splinting (memberikan penekanan pada bagian yang cedera dengan pakaian kompresi) pada malam hari sekurang-kurangnya tiga minggu.
  • Pengobatan dengan cara operasi, yaitu menyayat ligamen (serat yang menjadi penghubung antar jaringan tubuh) yang menekan bagian carpal tunnel sehingga mengurangi rasa sakit.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala Carpal Tunnel Syndrome yang mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, penting bagi Anda untuk mengetahui fisioterapi yang paling cocok untuk kondisi dan kebutuhan Anda demi mendapatkan hasil yang terbaik.  Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, hubungi kami di nomor Whatsapp 0811-1446-777.

Sumber:

  1. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4005-carpal-tunnel-syndrome
  2. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603
  3. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/carpal-tunnel-syndrome/
  4. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/carpal-tunnel-syndrome
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448179/
  6. https://www.nhs.uk/conditions/carpal-tunnel-syndrome/
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare