Apa Penyebab Leukosit Tinggi Ini 9 Penyebab yang Paling Sering Terjadi Homecare Kavacare

Apa Penyebab Leukosit Tinggi? Ini 9 Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Hasil darah yang menunjukkan leukosit tinggi (leukositosis) artinya jumlah sel darah putih berada di atas kisaran normal. Kondisi ini paling sering merupakan respons tubuh saat melawan infeksi atau peradangan, tetapi kadang perlu evaluasi lebih lanjut bila nilainya sangat tinggi, menetap, atau disertai keluhan tertentu.

Penyebab Paling Umum Leukosit Tinggi 

1. Infeksi Bakteri 

Pada infeksi, leukosit tinggi terjadi karena sumsum tulang dipacu memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan kuman. Gejalanya bergantung lokasi infeksi: demam dan menggigil (infeksi sistemik), batuk/nyeri tenggorokan (saluran napas), nyeri saat BAK (saluran kemih), atau nyeri gigi/gusi (infeksi gigi). Biasanya dokter akan melihat pola di hematologi lengkap/diferensial misalnya neutrofil cenderung naik pada infeksi bakteri, sementara limfosit bisa meningkat pada beberapa infeksi virus.

2. Peradangan dan Penyakit Autoimun 

Pada kondisi peradangan (misalnya rheumatoid arthritis atau lupus), leukosit tinggi bisa muncul karena tubuh terus-menerus memproduksi mediator inflamasi sehingga sel imun lebih banyak beredar di darah. Tanda yang sering menyertai: nyeri/bengkak sendi, kaku pagi hari, sariawan berulang, ruam, atau mudah lelah. Evaluasinya biasanya dikombinasikan dengan keluhan klinis dan pemeriksaan penanda inflamasi sesuai kebutuhan dokter.

Baca juga: 6 Jenis Penyakit Autoimun yang Umum

3. Alergi dan Reaksi Hipersensitivitas

Pada alergi, leukosit tinggi dapat disebabkan peningkatan jenis leukosit tertentu (misalnya eosinofil) yang terkait reaksi alergi. Keluhan khas: bersin/pilek alergi, gatal pada mata/ kulit, biduran, atau sesak pada asma. Dokter biasanya menilai “diferensial leukosit” untuk melihat apakah eosinofil dominan dan mencocokkannya dengan riwayat alergi/asma.

4. Stres Fisik Mendadak 

Pada stres akut, leukosit tinggi bisa terjadi sementara karena hormon stres membantu “memobilisasi” sel darah putih dari dinding pembuluh ke aliran darah. Contohnya setelah olahraga sangat berat, kecelakaan/cedera, atau nyeri hebat. Biasanya akan turun kembali setelah pemicu membaik, tetapi bila tetap tinggi perlu dicari penyebab lain. 

5. Kebiasaan Merokok 

Merokok dapat menyebabkan leukosit tinggi menetap (seringnya ringan–sedang) karena paparan zat iritan memicu inflamasi kronis pada saluran napas dan pembuluh darah. Nilai leukosit dapat membaik seiring berhenti merokok, meski waktunya bervariasi pada tiap orang.

6. Efek Obat Tertentu 

Beberapa obat bisa memicu leukosit tinggi karena efek zat aktif dalam obat yang mengubah distribusi sel darah putih di tubuh atau reaksi tubuh terhadap obat. Contoh yang sering disebut dalam referensi dan ada bukti klinisnya adalah kortikosteroid; karena itu penting memberi tahu dokter semua obat, inhaler, suntikan, maupun suplemen yang sedang digunakan. 

7. Kehamilan 

Pada kehamilan, leukosit tinggi dapat terjadi sebagai perubahan fisiologis akibat adaptasi sistem imun dan stres fisik kehamilan. Interpretasinya harus mempertimbangkan usia kehamilan, keluhan (misalnya demam/nyeri), dan hasil pemeriksaan lain agar tidak “menyamarkan” infeksi yang memang perlu diobati.

8. Kerusakan Jaringan 

Setelah operasi, luka bakar, atau cedera jaringan, leukosit tinggi bisa muncul karena tubuh sedang menjalankan proses inflamasi dan penyembuhan. Kenaikan ini sering disertai penanda inflamasi lain dan biasanya membaik seiring pemulihan namun bila disertai demam, nyeri yang makin berat, atau keluar cairan bernanah, perlu evaluasi infeksi.

9. Gangguan Sumsum Tulang dan Kanker Darah 

Pada kondisi tertentu, nilai leukosit yang tinggi dapat dikaitkan dengan gangguan produksi sel darah di sumsum tulang, termasuk leukemia atau penyakit Hodgkin. Tanda-tanda yang sering muncul dan perlu membuat dokter lebih waspada: nilai leukosit yang sangat tinggi, menetap pada pemeriksaan ulang, disertai perubahan nilai komponen darah yang lain seperti terdapatnya anemia/trombosit turun, pembesaran kelenjar getah bening, keluhan keringat berlebihan di malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab.

Baca juga: Bagaimana Gejala Darah Rendah pada Remaja? Kenali juga Penyebabnya

Kapan Perlu Segera Mencari Pertolongan Jika Ditemukan Kadar Leukosit Tinggi? 

Tidak semua kondisi leukosit tinggi berbahaya. Namun, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan karena bisa menunjukkan infeksi serius atau gangguan kesehatan tertentu. Segera konsultasi ke dokter jika leukosit tinggi disertai kondisi berikut:

1. Demam Tinggi atau Demam Berlangsung Lebih dari 3 Hari 

Jika leukosit tinggi muncul bersamaan dengan demam yang tidak kunjung turun, ini bisa menjadi tanda infeksi bakteri, virus berat, atau peradangan serius. Demam yang menetap menunjukkan tubuh masih aktif melawan penyebab penyakit dan perlu penanganan medis.

2. Sesak Nafas atau Nafas Terasa Berat 

Leukosit tinggi yang disertai sesak napas dapat menandakan infeksi paru, pneumonia, atau kondisi inflamasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini perlu evaluasi segera karena dapat mengganggu suplai oksigen ke tubuh.

3. Nyeri Dada yang Tidak Biasa 

Nyeri dada bersama leukosit tinggi bisa berkaitan dengan infeksi, peradangan jaringan sekitar jantung atau paru, hingga kondisi serius lain. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya.

4. Lemas Berat dan Cepat Lelah 

Jika leukosit tinggi disertai rasa lemas ekstrem, tubuh bisa sedang mengalami infeksi berat atau gangguan sistemik. Kondisi ini berbeda dengan lelah biasa dan sering tidak membaik meski sudah istirahat.

5. Mudah Memar atau Mudah Berdarah 

Kadar leukosit yang tinggi, yang muncul bersamaan dengan memar tanpa sebab jelas, mimisan berulang, atau gusi mudah berdarah dapat mengarah pada gangguan darah atau masalah sumsum tulang. Gejala ini perlu perhatian khusus dan dikonsultasikan dengan dokter ahli hematologi.

6. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas 

Jika leukosit tinggi disertai penurunan berat badan drastis tanpa diet atau olahraga tertentu, hal ini bisa menjadi tanda penyakit kronis, infeksi menahun, atau gangguan darah yang perlu pemeriksaan lanjutan.

7. Hasil Leukosit Tetap Tinggi Pada Pemeriksaan Ulang 

Apabila leukosit tinggi tidak menurun setelah beberapa hari atau tetap tinggi pada pemeriksaan darah lengkap, dokter biasanya akan menilai jenis leukosit yang dominan untuk mencari penyebab yang lebih spesifik.

8. Disertai Pembengkakan Kelenjar 

Leukosit tinggi yang muncul bersama pembesaran kelenjar getah bening, keringat malam berlebihan, atau nyeri tulang perlu dievaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan sistem imun atau darah.

Baca juga: Leukemia (Kanker Darah): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Leukosit tinggi umumnya merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi, peradangan, atau kondisi stres tertentu. Sebagian besar kasus bersifat sementara dan dapat membaik setelah penyebabnya ditangani. Namun, bila leukosit tinggi terjadi berulang, menetap, atau disertai gejala seperti demam berkepanjangan, lemas berat, sesak napas, atau penurunan berat badan tanpa sebab, pemeriksaan medis lanjutan sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Jika Anda mengalami leukosit tinggi dan membutuhkan konsultasi dokter dan pemeriksaan lanjutan, Kavacare siap membantu mulai dari konsultasi medis hingga pemeriksaan dengan dokter spesialis hematologi di rumah sakit terbaik. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare support di nomor WhatsApp 0811-1446-777. 

Sumber: 

  1. Leukocytosis – National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560882/. Diakses pada 29 Desember 2025. 
  2. Victoria Mank, Waqas Azhar, Kevin Brown. Leukocytosis. StatPearls Publishing; 2025 Jan. 2024 Apr 21. PMID: 32809717. 
  3. Lyrad K Riley, Jedda Rupert. Evaluation of Patients with Leukocytosis. 2015 Dec 1;92(11):1004-11. PMID: 26760415. 
Artikel ini telah direview oleh

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare