Perawatan DBD di Rumah

Perawatan DBD di Rumah

Share

Penanganan demam berdarah dengue memerlukan perhatian serius dari penderita dan keluarganya. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), demam berdarah yang parah adalah penyebab utama masalah kesehatan serius dan kematian di sejumlah negara Asia dan Amerika Latin. Karena itu, dibutuhkan penanganan oleh tenaga medis profesional. Lantas, apakah perawatan DBD di rumah mungkin dilakukan?

Apa Itu Demam Berdarah Dengue?

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Penyakit ini ditandai dengan adanya kebocoran plasma darah di dalam tubuh sehingga bisa membahayakan jiwa pasien. Bila belum terjadi kebocoran plasma, penyakit akibat infeksi virus dengue disebut demam dengue dengan gejala yang umumnya lebih ringan.

Terdapat empat tipe virus dengue yang berbeda. Tapi penanganan demam berdarah dengue bergantung pada tingkat keparahannya, bukan tipe virus. Virus ini ditularkan kepada manusia lewat gigitan oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi sebelumnya, terutama Aedes aegypti, Aedes scutellaris, dan Aedes albopictus.

Nyamuk yang menyebarkan virus dengue umumnya berkembang biak di daerah perkotaan atau dan lebih aktif selama pagi (pukul 06.00-09.00) dan siang hingga sore hari (15.00-17.00). Virus dengue lebih cepat menyebar di tengah pemukiman padat penduduk yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama saat musim hujan. Sebab, nyamuk pembawa virus itu dapat lebih mudah berkembang biak dalam genangan air di lingkungan yang kurang bersih.

Di beberapa daerah di Indonesia, sudah terjadi banyak kasus kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue. Ketika suatu daerah menetapkan KLB demam berdarah, berarti angka penularan di daerah itu meningkat cepat. Demikian pula jumlah orang yang tertular dan jumlah pasien yang meninggal. Sebagian besar pasien demam berdarah adalah anak-anak yang umumnya memiliki antibodi lebih rendah.

Orang yang tertular demam berdarah dengue membutuhkan penanganan medis untuk mengendalikan gejalanya hingga pulih. Penanganan demam berdarah dengue secara memadai oleh tenaga medis telah terbukti dapat menghindarkan pasien dari risiko sakit lebih parah hingga kehilangan nyawa.

 

Baca Juga: 5 Tips agar Anak Mau Minum Obat

 

Kapan Kita Tahu, Kita Terkena Demam Berdarah?

Ada sejumlah pendapat mengenai berapa lama jarak antara gigitan nyamuk Aedes dan munculnya gejala pada seseorang. Menurut WHO, masa inkubasi virus dengue dalam tubuh manusia adalah 4-10 hari setelah gigitan nyamuk. Adapun gejala muncul selama kira-kira 2-7 hari. Sebagai langkah awal untuk mengetahui apakah kita tertular, lihat apakah ada tanda dan gejala demam berdarah yang muncul.

Tanda Utama DBD

Tanda utama yang bisa dilihat ketika seseorang terkena demam berdarah adalah timbulnya ruam atau bintik-bintik merah pada tubuhnya.

Misalnya:

  • Demam tinggi di atas 38 derajat Celsius secara tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri di belakang mata
  • Sekujur tubuh terasa pegal dan lemas
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut bagian bawah

Kemungkinan seseorang terkena demam berdarah lebih besar bila baru-baru ini ada orang di sekitarnya yang sebelumnya juga terkena. Misalnya anggota keluarga serumah, tetangga, atau teman sekolah. Jika memiliki antibodi yang kuat, seseorang mungkin terhindar dari demam berdarah dengue walau digigit nyamuk pembawa virus dengue.

Untuk mengetahui lebih pasti apakah kita tertular demam berdarah, diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Diagnosis antara lain ditegakkan lewat tes darah untuk menghitung jumlah sel darah putih (leukosit), keping sel darah (trombosit), dan kadar sel darah merah atau eritrosit dalam darah keseluruhan (hematokrit). Pemeriksaan dokter juga penting untuk memastikan penanganan demam berdarah dengue yang tepat bagi pasien, dan apakah dapat dilakukan perawatan DBD di rumah untuk pasien tersebut.

Apakah Boleh Menjalankan Perawatan DBD di Rumah?

Pada prinsipnya, fokus penanganan demam berdarah dengue adalah mengendalikan gejala yang dialami pasien. Karena itu, pasien bisa saja menjalani perawatan DBD di rumah. Namun, demi keselamatan pasien, hanya dokter yang dapat memutuskan apakah seseorang boleh tetap di rumah jika terkena demam berdarah dengue.

Dokter akan memeriksa kondisi pasien dulu untuk mengecek tingkat keparahan gejalanya. Secara umum, sesuai dengan anjuran WHO, pasien demam berdarah dengue mesti menjalani rawat inap di rumah sakit agar peluang kesembuhannya lebih besar. Sebab, penanganan demam berdarah dengue membutuhkan keahlian medis yang hanya dimiliki dokter dan perawat yang telah menjalani pelatihan.

Peralatan dan obat-obatan untuk menunjang pemulihan pasien pun lebih banyak tersedia di rumah sakit daripada di rumah. Pasien demam berdarah akan mengalami tiga fase, yakni demam, kritis, dan pemulihan. Pada fase kritis, pasien rentan mengalami penurunan kondisi secara tiba-tiba. Jika dirawat di rumah sakit, pasien dapat segera mendapat penanganan yang memadai pada fase tersebut. Misalnya lewat pemasangan infus untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang atau transfusi darah bila pasien mengalami perdarahan hebat. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan perawatan DBD di rumah berlangsung dengan aman.

 

Baca Juga: Kapan Kita Perlu Home Care atau Layanan Kesehatan di Rumah?

 

Apa yang Perlu Dilakukan untuk Pemulihan Perawatan DBD di Rumah Hingga Kembali Bugar?

Orang yang sudah dinyatakan sembuh dari demam berdarah dengue kerap masih merasa lesu sehingga mempengaruhi kebugarannya. Kondisi ini disebut post-viral fatigue syndrome yang ditandai dengan rasa capek atau kekurangan energi dalam tubuh. Agar dapat kembali bugar, Anda pertama-tama perlu beristirahat yang cukup. Tidur selama 7-8 jam per hari bisa membantu regenerasi jaringan tubuh yang terkena dampak penyakit demam berdarah.

Selain itu, pastikan Anda menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Anda perlu banyak mengonsumsi vitamin, protein, dan mineral yang penting untuk mempercepat pemulihan. Tubuh juga harus tetap terhidrasi sehingga Anda perlu minum cukup air putih setiap hari. Air kelapa juga bisa diminum karena kaya elektrolit yang dapat menambah energi. Olahraga ringan seperti berjalan pagi atau bersepeda santai juga akan membantu membuat tubuh kembali bugar.

 

Baca juga: 10 Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan

 

Perlukah Pemeriksaan Kesehatan Paska Demam Berdarah Dengue?

Pasien yang telah melewati fase pemulihan umumnya akan menjalani tes darah lagi untuk memastikan kadar sel darahnya sudah kembali normal. Namun pasien tetap akan diwanti-wanti untuk memperhatikan kondisi kesehatannya seusai penanganan demam berdarah dengue di rumah sakit. Sebab, beberapa gejala demam dengue bisa bertahan hingga berminggu-minggu setelah sembuh. Apalagi demam berdarah dengue yang parah bisa mempengaruhi kinerja organ.

Gejala yang paling kerap dikeluhkan adalah mudah capek dan badan terasa letih. Orang yang sudah sembuh dari demam dengue juga rentan mengalami kekurangan nutrisi dan gangguan kecemasan. Karena itu, pemeriksaan paska sakit demam berdarah mungkin diperlukan bila gejala-gejala itu masih ada. Jaga juga vitamin dan nutrisi Anda, perhatikan asupannya.

Penanganan demam berdarah dengue sendiri tidak terbatas pada pemulangan pasien setelah dinyatakan sembuh. Pasien bisa berkonsultasi lagi dengan dokter—baik konsultasi langsung ataupun konsultasi online—ketika gejala yang dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari atau mendapatkan perawatan pribadi di rumah melalui layanan homecare untuk terus mengawasi kondisi terutama selama masa kritis. Jika Anda membutuhkan layanan homecare, hubungi Kavacare Support di nomor 0811 1446 777.

Sumber:

  1. Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue. Diakses 9 Mei 2022
  2. Dengue virus: A global human threat: Review of literature. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4784057/. Diakses 9 Mei 2022
  3. Dengue Fever. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P01425. Diakses 9 Mei 2022
  4. Delayed anxiety and depressive morbidity among dengue patients in a multi-ethnic urban setting: first report from Sri Lanka. https://ijmhs.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13033-018-0202-6. Diakses 9 Mei 2022
  5. Dengue viral infections. https://pmj.bmj.com/content/80/948/588. Diakses 9 Mei 2022
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare