Suhu tubuh adalah salah satu indikator penting dalam memantau kesehatan bayi dan kemampuan sistem imunnya. Namun, banyak orang tua yang masih bingung mengenai berapa suhu normal bayi yang seharusnya, termasuk juga bagaimana bereaksi terhadap angka hasil pemeriksaan. Pemahaman yang baik tentang suhu tubuh bayi dapat membantu orang tua mengenali tanda-tanda awal penyakit dan mengambil tindakan yang tepat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang suhu normal bayi, faktor yang memengaruhi suhu tubuh bayi, serta cara pengukuran dan tindakan yang dapat dilakukan bila suhu tidak normal.
Suhu Normal Bayi
Suhu normal bayi umumnya berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Nilai ini bisa sedikit bervariasi tergantung dari metode pengukuran yang digunakan. Berdasarkan jurnal dari American Academy of Pediatrics, suhu tubuh bayi yang diukur secara rektal atau lewat pantat, lebih akurat menunjukkan suhu tubuh yang sebenarnya, dibandingkan dengan metode lainnya, namun sering membuat tidak nyaman bayi. Berikut perbandingan suhu normal bayi dengan menggunakan beberapa metode:
Tabel Perbandingan Metode Pengukuran Suhu Normal Bayi
| Metode | Kisaran Suhu Normal Bayi | Akurasi | Rekomendasi Usia |
| Rektal (anus) | 36,6°C – 38°C | Paling akurat | Bayi baru lahir hingga 3 tahun |
| Oral (mulut) | 35,5°C – 37,5°C | Sedang | Anak usia > 4 tahun |
| Aksila (ketiak) | 36,5°C – 37,2°C | Kurang akurat | Semua usia |
| Timpanik (telinga) | 35,8°C – 38°C | Cukup akurat | Bayi > 6 bulan |
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Suhu Normal Bayi
Beberapa faktor yang bisa memengaruhi suhu normal bayi antara lain:
1. Usia
Pada bayi yang baru lahir, sistem pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) masih belum berkembang dengan sempurna. Hal ini menyebabkan suhu tubuh bayi cenderung fluktuatif dan mudah dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitar. Bayi baru lahir (< 28 hari) sangat rentan mengalami hipotermia, terutama bila tidak segera dikeringkan dan dibungkus setelah lahir. Oleh karenanya penting untuk persiapan kain atau baju penutup yang sebisa mungkin sudah dihangatkan untuk membungkus bayi baru lahir. Waktu membersihkan dan memandikan, juga perlu cepat dan menggunakan air hangat.
Bayi prematur lebih berisiko karena jumlah lemak coklat lebih sedikit, padahal lemak ini penting dalam menghasilkan panas tubuh. Seiring bertambahnya usia dan kematangan organ tubuh, kemampuan bayi dalam menjaga suhu tubuh mulai stabil, dan suhu normal bayi menjadi lebih konsisten. Usia memengaruhi kemampuan bayi dalam menyesuaikan suhu tubuh, sehingga penting untuk memantau suhu tubuh lebih sering pada bayi baru lahir dibandingkan bayi yang lebih besar.
2. Aktivitas
Aktivitas fisik atau emosional yang meningkat dapat menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh bayi. Menangis lama atau histeris bisa menyebabkan peningkatan sementara suhu tubuh, walau bukan berarti bayi mengalami demam. Bayi yang aktif bergerak atau menggeliat juga menghasilkan panas tambahan yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Sebaliknya, bayi yang tidur dalam waktu lama atau tidak aktif bisa menunjukkan suhu tubuh yang sedikit lebih rendah. Pengukuran suhu sebaiknya dilakukan saat bayi dalam kondisi tenang atau istirahat untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan suhu normal bayi yang sebenarnya.
3. Waktu Pengukuran
Suhu tubuh bayi mengikuti ritme sirkadian, yaitu perubahan suhu tubuh alami berdasarkan waktu dalam sehari. Pada umumnya, suhu tubuh lebih rendah di pagi hari dan perlahan naik menjelang sore dan malam hari. Perbedaan suhu ini bisa berkisar 0,5°C–1°C tanpa menandakan adanya gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pengukuran suhu yang dilakukan pada malam hari bisa menunjukkan angka lebih tinggi, meskipun bayi tidak sakit. Bila memantau suhu tubuh dalam jangka panjang, lakukan pengukuran pada waktu yang sama setiap harinya agar konsisten dalam menilai apakah suhu bayi termasuk dalam kisaran suhu normal bayi.
4. Lingkungan
Suhu lingkungan atau kondisi tempat bayi berada juga sangat memengaruhi suhu tubuhnya. Ruangan yang terlalu dingin bisa menyebabkan bayi mengalami penurunan suhu tubuh, bahkan berisiko hipotermia. Sebaliknya, ruangan yang terlalu panas atau bayi yang dibedong terlalu ketat bisa membuat suhu tubuhnya meningkat meskipun tidak sedang demam.
Kelembaban tinggi dan kurangnya ventilasi juga bisa menghambat pengeluaran panas dari tubuh bayi. Jaga suhu ruangan pada rentang ideal 22°C–26°C, pakaikan bayi baju yang sesuai (tidak terlalu tebal atau terlalu tipis), dan hindari penggunaan selimut berlapis jika ruangan sudah cukup hangat. Untungnya suhu ruangan di Indonesia cenderung lebih hangat. Namun, bila terlalu panas, perlu juga menggunakan pendingin udara dan pengatur kelembaban ruangan.
Baca juga: Apa Saja Gejala Sembelit pada Bayi?
Peran Orang Tua dalam Pemantauan Suhu Normal Bayi
Orang tua memegang peran kunci dalam memastikan suhu normal bayi tetap terjaga. Dengan perhatian dan pemahaman yang tepat, banyak potensi gangguan kesehatan yang bisa dicegah sejak dini. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Pastikan Bayi Berpakaian Sesuai Cuaca
- Kenapa penting: Bayi belum mampu menyesuaikan suhu tubuh seperti orang dewasa, sehingga pakaian mereka sangat berpengaruh terhadap suhu tubuh.
- Cara melakukannya:
- Saat cuaca panas, kenakan pakaian tipis dan longgar agar bayi tidak kepanasan.
- Saat cuaca dingin, pakaikan baju berlapis dan gunakan kaus kaki atau topi untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.
- Hindari penggunaan bedong yang terlalu ketat atau tebal karena bisa menyebabkan peningkatan suhu berlebih.
Pakaian yang terlalu tebal bisa membuat suhu tubuh bayi di atas suhu normal bayi tanpa bayi benar-benar mengalami demam.
2. Jaga Suhu Ruangan Ideal (22°C – 26°C)
- Kenapa penting: Lingkungan tempat bayi tidur atau beraktivitas akan sangat memengaruhi suhu tubuhnya.
- Cara melakukannya:
- Gunakan AC atau kipas angin dengan pengaturan suhu yang stabil dan tidak langsung mengenai tubuh bayi.
- Hindari ruangan tertutup tanpa ventilasi yang bisa membuat suhu naik drastis.
- Bila perlu, gunakan thermometer ruangan untuk memantau suhu udara secara berkala.
Menjaga suhu ruangan pada kisaran ideal membantu mempertahankan suhu normal bayi dan mencegah gangguan seperti keringat berlebih, ruam, atau hipotermia.
Baca juga: 5 Tips Memilih Mainan yang Aman untuk Bayi
3. Rutin Cek Suhu Tubuh Bayi, Terutama Saat Tidak Nyaman
- Kenapa penting: Suhu tubuh bayi bisa berubah dengan cepat, apalagi saat sakit atau setelah imunisasi.
- Cara melakukannya:
- Gunakan termometer digital (rektal atau aksila) untuk pengukuran yang akurat.
- Cek suhu bila bayi terlihat lesu, rewel tanpa sebab jelas, susah menyusu, atau terlihat berkeringat dingin.
- Lakukan pengukuran pada waktu yang sama setiap harinya untuk mendeteksi pola suhu tubuh bayi.
Rutin mengecek suhu membantu orang tua mengenali apakah bayi berada dalam suhu normal bayi atau mengalami fluktuasi berbahaya.
4. Lakukan Kontak Kulit ke Kulit Bila Suhu Turun
- Kenapa penting: Saat bayi mengalami suhu di bawah normal (hipotermia ringan), kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) bisa membantu menghangatkan tubuhnya secara alami.
- Cara melakukannya:
- Letakkan bayi (tanpa pakaian atau hanya popok) di dada ibu atau ayah.
- Tutupi dengan selimut hangat sambil tetap menjaga kelembaban dan sirkulasi udara.
Proses ini membantu suhu tubuh bayi kembali ke suhu normal bayi secara perlahan dan efektif, sekaligus memperkuat bonding antara bayi dan orang tua. Suhu normal bayi umumnya berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C, tergantung metode pengukuran. Memahami kisaran suhu ini penting untuk mendeteksi gejala awal demam atau hipotermia.
Baca juga: Dr. Teh Chee Ming: Top Spesialis Saraf Anak di Island Hospital Penang
Faktor seperti usia, aktivitas, waktu pengukuran, dan suhu lingkungan memengaruhi stabilitas suhu bayi. Orang tua perlu rutin memantau suhu tubuh bayi dengan cara yang benar dan segera mencari bantuan medis jika suhu berada di luar batas normal, terutama jika disertai gejala lain.
Jika bayi Anda berada di luar batas suhu normal bayi (di bawah 36°C atau di atas 38°C), segera berkonsultasi ke dokter. Kavacare dapat menjadwalkan kunjungan dokter ke rumah Anda. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777.
Sumber:
- What Is the Normal Body Temperature Range? – Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-normal-body-temperature. Diakses pada 21 April 2025.
- How to Take Your Baby’s Temperature – National Health Service UK. https://www.nhs.uk/conditions/baby/health/how-to-take-your-babys-temperature/. Diakses pada 21 April 2025.
- Lars Tveiten, Lien My Diep, Thomas Halvorsen, Trond Markestad. Normal range and risk factors for deviating body temperatures during the first 24 hours in term-born infants under standardised care: an observational study. 2024 May 31;8(1):e002596. doi: 10.1136/bmjpo-2024-002596. PMID: 38823799 PMCID: PMC11149163.
- John l. Takayama, MD, MPH, Wang Teng, MD, Robert H. Pantell, MD. Body Temperature of Newborns: What is Normal?. https://doi.org/10.1177/0009922800039009.

