Mengenal 5 Jenis Luka dan Peran Perawat Luka

Mengenal 5 Jenis Luka dan Peran Perawat Luka

Share

Kehidupan sehari-hari tak lepas dari risiko berbagai jenis luka atau cedera, entah itu karena diri sendiri, orang lain, atau benda di sekitar. Tubuh memiliki kemampuan menyembuhkan diri, terutama untuk luka minor.

Namun perawatan luka tetap diperlukan untuk mencegah luka kecil menjadi serius atau terinfeksi. Selain itu, luka paska operasi memiliki cara perawatan yang lebih sulit, sehingga banyak orang memilih untuk memanggil perawat luka ke rumah.

Simak penjelasan tentang jenis-jenis luka serta pentingnya peran perawat luka di bawah ini!

Apa Saja Jenis-Jenis Luka?                             

Luka adalah cedera yang menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, misalnya kulit. Ada beragam jenis luka berdasarkan bentuknya, seperti sayatan, goresan, parutan, dan tusukan. Jenis luka juga bisa diklasifikasikan berdasarkan lama penyembuhan dan tingkat keparahan yang mempengaruhi metode perawatan luka.

Berikut ini adalah penjelasan berbagai jenis luka.

1. Terbuka atau Tertutup

Luka terbuka adalah luka yang ditandai dengan terbukanya jaringan atau organ di bawah kulit sehingga tampak dari luar. Luka ini merupakan luka tembus yang bisa ditimbulkan dari lecet atau tusukan dengan permukaan benda yang kasar atau tajam pada kulit. Contoh luka terbuka adalah luka tembus, luka diabetes, dan luka bakar.

Sedangkan luka tertutup adalah luka yang terjadi pada jaringan atau organ di bawah kulit yang tak terlihat dari luar. Luka ini ditandai dengan tidak adanya kerusakan pada jaringan kulit sehingga jaringan/organ di bawahnya tidak terekspos. Contoh luka tertutup adalah luka memar, hematoma (penumpukan darah di luar pembuluh), dan ulkus dekubitus (luka akibat tekanan).

2. Akut atau Kronis

Luka akut mengacu pada luka yang dapat sembuh tanpa komplikasi dalam waktu tertentu yang dapat diperkirakan. Biasanya, luka ini bisa sembuh maksimal dalam 4-6 minggu. Contoh luka akut adalah luka pascaoperasi, luka bakar, dan bekas gigitan.

Adapun luka kronis adalah luka yang biasanya butuh waktu lebih lama untuk dapat sembuh hingga lebih dari 6 pekan dan ada komplikasi yang menyertai. Contohnya luka kronis adalah:

  • Ulkus diabetik/ulkus kaki diabetik: kondisi ketika ada luka terbuka pada kaki yang sering diamali pasien diabetes melitus, biasanya disertai dengan keluarnya nanah atau cairan nanah yang berbau tak sedap dari kaki. 
  • Luka tekanan/luka baring/ulkus dekubitus: luka yang terjadi karena tekanan berkepanjangan pada kulit akibat posisi tubuh yang sama dalam waktu yang lama. Luka ini rentan dialami oleh mereka yang memiliki mobilitas terbatas karena penyakit tertentu, tidak dapat berjalan, maupun tidak dapat memindahkan seluruh atau sebagian tubuhnya ke posisi yang berbeda.

3. Internal atau Eksternal

Luka internal disebabkan oleh gangguan sistem peredaran darah atau fungsi sistem saraf atau penurunan suplai darah dan oksigen. Sedangkan luka eksternal terjadi karena tenaga dari luar atau trauma yang disebabkan oleh benda tajam ataupun tumpul.

Luka eksternal sendiri masih bisa dibedakan lagi menjadi 2 tipe yaitu:

  • Luka tembus (luka penetrasi), merupakan luka yang timbul akibat trauma akibat benda tajam yang menembus seluruh lapisan kulit. Misalnya seperti luka tusuk dan luka operasi.
  • Luka tidak tembus (luka non-penetrasi), adalah luka yang dihasilkan dari trauma akibat benda tumpul maupun gesekan dengan permukaan benda lain. Contohnya seperti luka lecet (abrasi), luka robek (laserasi), memar, dan gegar otak.

4. Penetrasi atau Nonpenetrasi

Luka non-penetrasi terjadi akibat benturan benda tumpul atau gesekan dengan permukaan benda lain. Contoh luka nonpenetrasi adalah memar, lecet, dan robek.

Adapun jenis luka penetrasi adalah luka yang terjadi ketika ada penetrasi yang menembus kulit. Contohnya luka tusukan, sayatan, dan luka paska operasi.

5. Bersih atau Terkontaminasi

Luka bersih adalah luka tanpa benda asing atau kotoran di dalamnya. Sementara luka terkontaminasi merupakan luka terinfeksi yang mungkin terdapat bakteri, kotoran, maupun benda asing lainnya. 

Apa Saja Jenis-Jenis Perawatan Luka?

Dalam perawatan luka diperlukan wound dressing (balutan luka) untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam mendukung proses penyembuhan luka.

Berikut jenis-jenis metode wound dressing yang umumnya digunakan:

1. Conventional Dressing 

Conventional dressing (dressing tradisional) merupakan metode pembalutan luka yang memanfaatkan lingkungan kering menggunakan kain kasa dan perban. Kain kasa berfungsi utama sebagai penyerap eksudat dan cairan dari luka terbuka karena memiliki tekstur berserat, yang menciptakan lingkungan kering di sekitar luka. Perban digunakan sebagai lapisan kedua dalam proses dressing.

Penggantian secara teratur diperlukan untuk mencegah maserasi atau kerusakan jaringan sehat akibat kelembaban yang berlebihan. Namun, saat mengganti dressing, kain kasa yang sudah basah bisa melekat pada luka, menyebabkan rasa nyeri. Selain itu, serpihan kain kasa yang tertinggal di luka juga dapat menghambat penyembuhan dengan menjadi benda asing.

2. Modern Dressing

Modern dressing adalah metode perawatan luka yang memanfaatkan metode moist wound healing, yaitu memanfaatkan lingkungan lembab untuk pemulihan luka. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi pada luka.

Perawatan ini dapat menggunakan dressing yang bersifat semi-oklusif atau oklusif. Umumnya, dressing ini terbuat dari bahan yang semipermeabel sehingga memungkinkan penetrasi oksigen, karbon dioksida, dan uap air, tetapi mencegah bakteri dan air untuk melaluinya.

Bagaimana Mencegah Komplikasi Luka?

Perawatan luka bertujuan mencegah komplikasi luka yang bisa terjadi akibat infeksi kuman. Infeksi ini membuat luka lebih lama sembuh dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Untuk menghindari risiko infeksi, umumnya perlu melakukan langkah berikut ini:

  • Membersihkan luka segera dengan air mengalir dan sabun
  • Tutup luka dengan perban atau kain kasa
  • Ganti perban atau kasa tiap hari atau kapan pun jika basah atau kotor
  • Pastikan luka bersih dan kering selama setidaknya 24 jam pertama
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah merawat luka

Perawatan Luka Sendiri                 

Infografis Isi Kotak P3K di Rumah Kavacare
Infografis Isi Kotak P3K di Rumah Kavacare

Jenis luka minor dan tidak parah seperti sayatan kecil biasanya tak memerlukan perawatan khusus sehingga Anda bisa melakukannya sendiri. Perawatan luka sendiri berfokus pada penghentian perdarahan, pembersihan luka, dan perlindungan dari risiko infeksi. Karena luka bisa terjadi kapan saja di rumah, sebaiknya Anda memiliki perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K. Alat itu antara lain:

  • Kain kasa steril
  • Kapas
  • Obat merah
  • Obat luka bakar
  • Obat antinyeri
  • Obat penurun panas
  • Cairan atau gel antiseptik
  • Sarung tangan lateks
  • Peniti
  • Gunting
  • Termometer
  • Pinset
  • Gunting
  • Plester dan plester obat
  • Obat luka

Luka Kronis dan Bandel                            

Jenis luka kronis dan bandel adalah luka yang tak dapat sembuh meski sudah dirawat hingga lebih dari 6 minggu, bahkan bertahun-tahun. Perawatan untuk jenis luka ini memerlukan perhatian lebih karena rasa sakit dan efek sampingnya dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Luka kronis bisa berujung pada komplikasi yang mengancam jiwa.

Faktor yang bisa membuat penyembuhan luka menjadi lama antara lain kondisi luka itu sendiri (faktor lokal) dan kondisi yang mempengaruhi bagian tubuh lain (faktor sistemik). Pasokan darah ke area luka menjadi faktor krusial dalam proses penyembuhan. Faktor lain yang penting termasuk:

  • Adanya material asing dalam luka
  • Kebersihan tidak terjaga
  • Kebiasaan merokok
  • Stres psikologis
  • Kekurangan nutrisi
  • Usia

Perawatan luka pada lansia umumnya lebih lambat karena berkurangnya jumlah fibroblas dalam jaringan seiring dengan bertambahnya usia. Fibroblas adalah sel yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, adanya penyakit yang melatarbelakangi seperti diabetes dan penyakit jantung dapat mengganggu penyembuhan. 

Perawatan Luka dari Rumah (Homecare)                            

Luka yang parah dan berpotensi menimbulkan infeksi memerlukan perawatan oleh tenaga medis untuk mengurangi rasa sakit pasien dan menyembuhkan luka lebih cepat. Tenaga medis yang bertugas merawat luka harus memiliki keahlian dalam perawatan luka yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Masalah timbul ketika pasien kesulitan berpindah ke rumah sakit karena luka, oleh sebab itu perlu mendatangkan perawat ke rumah dan melakukan perawatan luka di rumah atau homecare.

Homecare perawatan luka oleh tenaga medis di rumah tak sekadar membersihkan dan membalut luka. Luka kronis dan akut butuh perhatian tenaga kesehatan yang ahli dan dilengkapi keterampilan khusus untuk memantau dan menilai kondisi luka. Perawat luka juga dapat memberikan edukasi kepada pasien mengenai perawatan luka yang baik dan benar. Dengan melakukan perawatan di rumah atau homecare, pasien dapat merasa lebih nyaman. 

 

Dapatkan Layanan: Perawat Luka ke Rumah

 

Kebersihan Diri dan Perawatan Luka di Rumah

Kebersihan sangatlah penting dalam perawatan luka. Ada kecenderungan perawatan luka di rumah tak terlalu memperhatikan kebersihan karena kurangnya pengetahuan ataupun keterbatasan perlengkapan. Penggunaan sabun dan air bersih untuk mencuci luka adalah tahap awal yang tak boleh dilewatkan.

Tahap selanjutnya adalah memastikan luka terhindar dari kotoran dan kelembapan yang bisa menimbulkan komplikasi dan infeksi serta memperlambat penyembuhan. Tangan harus selalu bersih baik sebelum maupun sesudah merawat luka. Luka terbuka khususnya lebih mudah terinfeksi jika kebersihan tak terjaga. Bila luka tak kunjung sembuh atau ada tanda-tanda infeksi, sebaiknya datangi rumah sakit untuk mendapat perawatan dari tenaga medis. Pasien dapat menjalani homecare untuk penanganan luka.

Pertanyaan Umum Seputar Luka

Apa Saja yang Termasuk Luka Terbuka?

Jenis luka yang termasuk luka terbuka yaitu:

  • Luka lecet (abrasi)
  • Luka robek (laserasi)
  • Luka koyak (avulsi)
  • Luka tusuk (puncture wound)
  • Luka sayatan (insisi)
  • Luka bakar

Tindakan keperawatan di rumah seperti pemberian obat, perawatan luka, hingga layanan medis merupakan beberapa layanan Kavacare. Kavacare memahami bahwa beberapa pasien merasa lebih nyaman melakukan perawatan di rumah dan mungkin kesulitan untuk mobilisasi ke rumah sakit. Oleh karenanya, Kavacare menyediakan kunjungan perawat atau dokter ke rumah. Hubungi 0811 1446 777. untuk mendapatkan kunjungan dokter atau perawat ke rumah dari Kavacare.

Sumber:

  1. Different types of wounds and their healing.
    https://www.researchgate.net/publication/290260808_Different_types_of_wounds_and_their_healing. Diakses 18 Januari 2022
  2. The role of the wound care nurse: An integrative review.
    https://www.researchgate.net/publication/260915264_The_role_of_the_wound_care_nurse_An_integrative_review. Diakses 18 Januari 2022
  3. Wounds and Injuries.
    https://medlineplus.gov/woundsandinjuries.html. Diakses 18 Januari 2022
  4. Chronic Wounds: Evaluation and Management.
    https://www.aafp.org/afp/2020/0201/p159.html. Diakses 18 Januari 2022
  5. Wound Care Treatment & Management.
    https://emedicine.medscape.com/article/194018-treatment. Diakses 18 Januari 2022
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare