Mengenal 2 Jenis Implan Payudara dan Cara Memilihnya

Mengenal 2 Jenis Implan Payudara dan Cara Memilihnya

Share

Operasi payudara banyak dilakukan untuk memperbaiki bentuk dan memperbesar ukuran payudara. Dalam prosedur ini dibutuhkan penggunaan implan untuk mendapatkan bentuk serta ukuran yang diinginkan.

Implan payudara adalah benda artifisial yang dibuat dari silikon atau berisi air saline (air garam steril). Kedua jenis implan ini dimasukkan ke payudara oleh dokter bedah plastik, dengan ukuran dan bentuk sesuai keinginan pasien. Prosedur ini bisa dilakukan oleh penyintas kanker payudara yang memerlukan rekonstruksi payudara maupun pasien yang sehat dan ingin mengubah bentuk payudara sesuai keinginan.

Berikut informasi yang telah dirangkum Kavacare seputar jenis implan payudara dan cara tepat untuk memilihnya.

Jenis-jenis Implan Payudara

Ada 2 jenis implan payudara, yakni yang berisi air saline dan silikon. Semua jenis implan payudara pada bagian luar terbuat dari silikon, hanya bagian dalamnya yang berbeda.

Secara umum, baik implan saline maupun silikon dianggap aman digunakan dalam operasi payudara selama prosedur dilakukan oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman.

1. Implan Saline

Infografis Implan Saline Payudara Kavacare
Infografis Implan Saline Payudara Kavacare

 

Implan saline terbuat dari kantung silikon yang diisi air garam steril atau air saline. Pada prosedurnya, terkadang implan ini telah diisi lebih dulu. Ada pula yang baru diisi ketika operasi dilaksanakan. Bagian luar implan saline bisa berbentuk licin atau memiliki tekstur tertentu, ukurannya pun berbeda-beda.

Implan jenis ini bisa digunakan untuk mengubah ukuran payudara pada pasien mulai usia 18 tahun dan boleh digunakan sebagai implan rekonstruksi setelah mastektomi untuk segala usia. Implan ini juga sering digunakan dalam operasi untuk memperbaiki hasil prosedur sebelumnya.

Menggunakan implan saline dalam operasi payudara memungkinkan sayatan yang diperlukan lebih kecil. Implan saline bisa dimasukkan dalam keadaan kosong, baru kemudian diisi setelah masuk ke posisi yang diinginkan. Umumnya harga implan saline juga sedikit lebih murah dibandingkan implan silikon.

Kekurangan dari jenis implan saline adalah bentuknya yang mungkin mudah terlihat di bawah kulit. Pasien mungkin juga bisa merasakan gerakan air saline di dalam kantung implan. Ada pula yang merasakan jika implan saline lebih padat dari jaringan payudara asli. Karena bentuknya, implan ini sering diisi lebih banyak untuk mencegah munculnya kerutan.

Jika implan saline pecah, pasien lebih mudah untuk mengenali gejalanya karena payudara segera tampak menyusut. Implan saline dianggap lebih aman jika pecah karena air garam steril bisa diserap oleh tubuh. Akan tetapi, kantung implan tetap harus diambil melalui prosedur bedah. Implan yang pecah bisa diganti dalam prosedur tersebut.

 

Baca Juga: Operasi Payudara: Jenis, Manfaat, dan Estimasi Biaya

 

2. Implan Silikon

Infografis Implan Silikon Payudara Kavacare
Infografis Implan Silikon Payudara Kavacare

 

Implan silikon berisi gel silikon dengan bagian luar yang juga terbuat dari silikon. Implan ini memiliki berbagai ukuran dengan tekstur bagian luar yang berbeda-beda. Jenis implan ini bisa digunakan untuk operasi payudara pada wanita berusia 22 tahun atau lebih tua, dapat digunakan pula untuk rekonstruksi payudara setelah mastektomi maupun operasi korektif.

Beberapa implan silikon terbilang lebih padat dibandingkan implan lainnya. Implan silikon yang padat ini kadang disebut sebagai implan ‘gummy bear’. Untuk bentuk dan ukuran implan silikon bisa disesuaikan dengan diskusi pasien bersama dokter.

Banyak orang yang berpikir silikon implan tampak dan terasa lebih alami, mendekati payudara natural. Namun, implan silikon berisiko pecah lebih tinggi. Pabrikan implan silikon merekomendasikan pemeriksaan rutin dengan MRI setiap tahunnya untuk memastikan implan tidak pecah. Anda bisa menjadwalkan pemeriksaan MRI sejak awal sebelum pemasangan dan berkonsultasi dengan dokter.

Implan silikon yang pecah mungkin lebih sulit dideteksi dibandingkan implan saline. Ini karena silikon bisa terperangkap dalam lapisan jaringan yang terbentuk di sekitar implan. Kondisi ini dikenal sebagai kebocoran senyap. Akan tetapi, bentuk dan kepadatan payudara yang berubah mungkin akan terdeteksi.

Jika tidak segera ditangani, kebocoran implan silikon bisa menyebabkan nyeri payudara atau perubahan bentuk. Implan silikon yang pecah harus segera diangkat dengan operasi.

 

Baca Juga: Mengenal Prosedur Breast Augmentation dan Estimasi Biayanya

 

Pertanyaan Umum Seputar Implan Payudara

Bagaimana Cara Memilih Implan Payudara yang Tepat?

Untuk menentukan jenis implan payudara yang tepat, sebelum prosedur operasi payudara tentunya pasien akan berdiskusi dengan dokter. Pada konsultasi tersebut, dokter akan memeriksa berbagai faktor, termasuk kondisi mental dan sosial pasien. Pertanyaan yang diberikan seperti:

  • Mengapa Anda menginginkan implan payudara?
  • Seperti apa harapan Anda?
  • Apakah sebelumnya Anda pernah menjalani operasi plastik?
  • Apakah Anda sering memikirkan kekurangan pada tubuh?
  • Siapa yang mendorong Anda untuk menjalani operasi payudara?

Kesehatan fisik dan bentuk tubuh pasien juga menjadi faktor penting. Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien untuk membantu menentukan jenis implan yang tepat. Pasien akan diukur tinggi, berat, dan diamati struktur tubuhnya secara umum.

Berapa Lama Implan Payudara Bertahan?

Implan payudara tergolong aman digunakan dan memiliki daya tahan hingga 10 tahun, tetapi lamanya umur implan berbeda-beda pada setiap orang. Semakin lama implan digunakan, maka implan semakin rentan untuk pecah.

Gejala implan payudara pecah mungkin tampak dari bentuk dan ukuran payudara yang berubah, pembengkakan, atau payudara terasa lebih kencang. Namun bisa juga tidak ada gejala khusus.

Setiap jenis implan payudara bukan pilihan permanen. Sekitar 20% pasien yang melakukan operasi payudara perlu mendapatkan prosedur pengangkatan implan payudara dan menggantinya dengan implan baru dalam kurun waktu 8 – 10 tahun. Hal ini karena faktor pecah atau bocornya implan, juga karena alasan estetik perubahan bentuk.

Baca Juga: Benarkah Deodoran Penyebab Kanker Payudara?

 

Apa Risiko Pasang Implan untuk Payudara?

Setiap jenis implan payudara memiliki risiko yang sama, beberapa di antaranya seperti:

  • Bekas luka yang mungkin mengubah bentuk implan payudara (capsular contracture)
  • Nyeri payudara
  • Infeksi
  • Perubahan sensasi pada puting dan payudara secara keseluruhan, tetapi umumnya kondisi ini hanya sementara
  • Adanya rembesan cairan atau sobeknya implan

Dokter akan membantu pasien menentukan jenis implan silikon atau saline yang paling baik untuk digunakan pasien. Dari pemeriksaan fisik juga akan ditentukan ukuran, bentuk, tekstur, dan penempatan implan payudara. Pastikan Anda selalu berdiskusi dengan dokter untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap pilihan dalam penggunaan implan.

Setiap jenis implan payudara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada pilihan pasien pula. Jika Anda hendak melakukan operasi payudara dan masih menimbang-nimbang jenis implan yang diinginkan, Anda bisa berkonsultasi dengan menghubungi konsultan medis Kavacare di nomor 0857 8000 8707.

SUMBER:

  1. Types of Breast Implants. https://www.fda.gov/medical-devices/breast-implants/types-breast-implants diakses 18 Februari 2023
  2. Saline vs. Silicone Implants: Pros and Cons, Cost, and Safety. https://www.healthline.com/health/saline-vs-silicone-implants diakses 18 Februari 2023
  3. Breast Implants: Types, Surgery, Recovery & Risks. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21724-breast-implants diakses 18 Februari 2023
  4. Breast implants: Saline vs. silicone. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/breast-implants/art-20045957 diakses 18 Februari 2023
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare