Cara Sukses Beri ASI Eksklusif Untuk si Buah Hati

Cara Sukses Beri ASI Eksklusif Untuk si Buah Hati

Share

Air Susu Ibu atau ASI eksklusif adalah nutrisi terbaik yang bisa diberikan oleh setiap ibu menyusui (busui) pasca kelahiran guna menunjang pertumbuhan bayi agar tetap sehat. Karena mengandung gizi yang aman bagi bayi, bersih, dan mengandung antibodi, ASI eksklusif diharapkan mampu membentuk fisik, intelektual, dan imunitas bayi dengan baik.  

Untuk menghasilkan ASI eksklusif bagi si buah hati, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan ASI eksklusif secara aman dan lancar. Mulai dari bagaimana teknik menyusui yang benar sampai pada perawatan payudara agar dapat menghasilkan ASI eksklusif yang berkualitas.

 

Gunakan Teknik Pelekatan / Latching yang Tepat dan Nyaman Bagi Ibu dan Bayi

Secara alami, keterampilan pelekatan menyusui tergantung pada kemampuan bayi untuk memposisikan puting ibu di mulut si kecil. Meski begitu, kadang kala kondisi tersebut tidak berjalan secara lancar. Salah satu alasannya adalah karena bayi belum terbiasa menggunakan payudara ibunya atau ibu belum mengetahui bagaimana caranya menyusui yang baik dan aman.  

Untuk mencegah hal tersebut, di bawah ini adalah cara menggunakan teknik pelekatan (latching) yang nyaman bagi ibu dan bayi supaya bisa menghasilkan ASI eksklusif:

  1. Kenali tanda awal lapar pada bayi. 
  2. Pastikan tangan ibu bersih dan higienis ketika bayi telah menunjukkan tanda awal lapar.
  3. Pasang posisi yang nyaman untuk ibu dan bayi.
  4. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan sekitar areola sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  5. Posisikan bayi dengan benar.
  6. Rangsang bayi dengan puting ibu.
  7. Pastikan puting susu masuk ke dalam mulut bayi dengan benar hingga bibirnya menutup area areola Busui.
  8. Hindari penggunaan empeng dan sarung tangan bayi karena hal itu akan membuat Busui sulit membaca isyarat saat bayi merasa lapar. 
  9. Bila Busui mengalami hambatan atau kesulitan dalam menyusui si Kecil walau sudah melakukan banyak cara, jangan sungkan berkonsultasi ke dokter anak atau konsultan laktasi. 

 

Jadwal Menyusui ASI Eksklusif menurut Usia Bayi

Mengetahui jadwal menyusui bagi bayi yang semestinya sangatlah penting untuk memberikan buah hati asupan ASI eksklusif yang baik. Di tahun pertama pasca kelahiran, ada penjadwalan yang harus diketahui oleh ibu menyusui untuk menjaga keberlangsungan nutrisi secara sehat dan rutin. 

Usia BayiFrekuensi
Bayi baru lahir8-12 kali sehari (durasi 10-15 menit)
Usia 1 bulan8-12 kali sehari (durasi 20-45 menit)
Usia 2 bulan7-9 kali sehari
Usia 3-5 bulan7-8 kali sehari
Usia 6 bulan4-6 kali sehari

 

Usia Bayi Baru Lahir

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa jadwal menyusui baru lahir sebaiknya berkisar antara 8-12 kali dalam sehari. Untuk durasi menyusuinya sendiri, bayi yang awal lahir biasanya membutuhkan waktu menyusui kurang lebih 10-15 menit. 

Waktu menyusui tersebut berlaku hanya untuk satu sisi payudara, sedangkan sisi yang lainnya bisa diberikan di sesi selanjutnya.

Di beberapa minggu pertama pasca kelahiran, jadwal bayi untuk menyusui umumnya tidak dapat dipastikan namun bergantung pada keinginan bayi sendiri. 

Sedangkan jadwal tiap menyusui bayi baru lahir yakni berkisar antara 1.5 – 3 jam sekali. Hal itu dikarenakan di masa awal pasca melahirkan, tubuh Busui dan bayi akan beradaptasi terlebih dahulu. Setelah itu, jadwal menyusui bayi umumkan akan lebih rutin dan teratur dengan sendirinya.  

Usia 1-6 bulan

Saat usia bayi menginjak usia satu bulan, waktu menyusui biasanya berubah dengan lebih tertata. Dengan begitu, bayi biasanya sudah bisa memprediksi pada jam berapa bayi akan merasa lapar dan ingin menyusu.

Di bulan pertama, keinginan bayi menyusu dalam sehari berkisar antara 2-3 jam. Sedangkan jadwal menyusui bayi di usia ini masih hampir sama seperti pasca lahir, yakni 8-12 kali dalam sehari. Sementara untuk durasinya, bayi dapat memakan waktu selama 20-45 menit. Namun durasi ini bisa berkurang seiring bertambahnya usia bayi. 

Sedangkan di bulan kedua, frekuensi bayi menyusui bisa berkurang di kisaran 7-9 kali dalam sehari sampai bulan kedua. Namun di bulan ketiga sampai kelima, intensitasnya berkisar antara 7-8 kali, dan di bulan keenam, jadwal menyusui bayi bisa berkurang sekitar 4-6 kali dalam sehari.

 

Baca juga: Panduan Gizi Ibu Hamil

 

Cara Menjaga Kesehatan Payudara Ibu Menyusui

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat menyusui bayi, berikut beberapa tips merawat payudara untuk ibu menyusui agar menjaga kesehatan dan ketenangan ibu dan bayi selama proses ASI eksklusif. 

Ketahui berbagai posisi menyusui

Menemukan posisi menyusui yang benar bukanlah hal yang mudah bagi ibu yang baru memiliki bayi. Dalam beberapa kondisi yang menjadi kendala pasca melahirkan secara Caesar, atau memiliki bayi kembar, memiliki payudara besar, tentu ada posisi yang dirasa lebih dan kurang nyaman ketika menyusui bayi.

Selain mengetahui posisi yang nyaman dan aman ketika hendak menyusui, posisi menyusui juga dapat mencegah masalah payudara yang dimungkinkan timbul akibat salah mengambil posisi ketika menyusui.

Pahami pelekatan yang benar

Selain posisi menyusui, pelekatan yang tepat sangat penting diketahui setiap ibu menyusui. Posisi pelekatan yang baik adalah ketika mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, tetapi menutupi sebagian besar areola atau area gelap di sekitar puting.

Selain itu, pelekatan yang tepat dapat diketahui ketika ibu tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan ASI terlihat keluar dengan lancar. Pelekatan yang salah dapat menyebabkan payudara ibu mengalami luka atau lecet.

Pastikan payudara kosong setelah menyusui

Pastikan mengosongkan payudara secara optimal untuk mencegah pembengkakan payudara atau penyumbatan saluran ASI. Hal ini dapat dilakukan dengan menyusui bayi pada payudara kiri dan kanan secara bergantian serta susui si Kecil sesuai kebutuhan.

Jika payudara terasa penuh setelah si Kecil selesai menyusu, dibolehkan untuk memompa ASI yang tersisa.

Hindari pemakaian bra yang terlalu ketat

Tidak hanya sekadar nyaman, pemilihan dan penggunaan bra yang tepat juga perlu diperhatikan guna mencegah tekanan yang berlebihan pada payudara. Kenyamanan ibu penting untuk proses ASI Eksklusif.

Ibu menyusui dianjurkan untuk memakai bra khusus untuk menyusui selama proses pemberian ASI eksklusif. Meski sebenarnya bisa menggunakan bra biasa yang berukuran lebih besar, tetapi bra menyusui biasanya memiliki desain yang telah disesuaikan dengan kebutuhan ibu selama menyusui.

Pijat payudara secara rutin

Untuk melancarkan aliran ASI, pijat payudara atau kompres hangat payudara secara rutin untuk membuka saluran dan mencegah penyumbatan di kelenjar ASI. Jika payudara terasa nyeri, keras, dan bengkak, ibu menyusui bisa menggunakan kompres dingin.

Selain melakukan perawatan saat menyusui, ada beberapa hal yang juga perlu dilakukan untuk merawat payudara agar tetap terjaga secara higienis dan aman bagi bayi selama proses ASI Eksklusif. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa lakukan usai menyusui:

  1. Cuci tangan sampai bersih sebelum menyusui atau menyentuh payudara.
  2. Bersihkan puting dengan lembut dengan air hangat. 
  3. Hindari penggunaan sabun guna mencegah kulit kering, pecah-pecah, dan iritasi.
  4. Oleskan salep atau krim yang mengandung lanolin bila puting mengalami lecet, kering, atau terasa nyeri.
  5. Jika menggunakan bantalan payudara pada bra untuk menyerap kelebihan ASI, pastikan untuk menggantinya saat basah guna mencegah pertumbuhan kuman yang dapat menyebabkan infeksi.
  6. Oleskan beberapa tetes ASI pada puting dan biarkan sampai mengering setiap kali selesai menyusui. Tetes ASI dapat melembapkan dan melindungi puting dari infeksi.

 

Baca juga: Menjadi Ibu Hamil yang Bahagia

 

Hubungi Kavacare untuk mendapatkan pendampingan perawat untuk ibu baru melahirkan dan mendapatkan pendampingan program ASI eksklusif. Kavacare juga menyediakan layanan perawat ke rumah untuk homecare perawatan luka setelah proses melahirkan. Hubungi Kavacare Support di WA 0811 1446 777.

 

Sumber

Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar. Diakses pada Jumat, 29 Juli 2022.

Positioning and Attachment. https://www2.hse.ie/babies-children/breastfeeding/a-good-start/positioning-and-attachment/. Diakses pada 3 Agustus 2022.

Should I Breastfeed On Demand or on a Schedule?. https://www.happyfamilyorganics.com/learning-center/article/breastfeeding-on-demand-vs-on-a-schedule/. Diakses pada 3 Agustus 2022.

Caring for Your Breasts When Breastfeeding. https://www.verywellfamily.com/how-to-care-for-your-nursing-breasts-431863 . Diakses pada 3 Agustus 2022.

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare