Apa Itu iTind? Penanganan Minimal Invasif untuk Prostat

Apa Itu iTind? Penanganan Minimal Invasif untuk Prostat

Share

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah masalah kesehatan pada pria yang menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Kondisi ini juga disebut sebagai pembesaran prostat jinak. Pembesaran prostat dapat menyebabkan gejala saluran kemih bagian bawah yang kronis seperti sulit buang air kecil, sering ingin buang air kecil, dan buang air kecil terasa tidak tuntas.

Penanganan pembesaran prostat jinak tergantung pada banyak faktor. Beberapa di antaranya yaitu usia, ukuran prostat, serta tingkat keparahan gejala. Pilihan metode pengobatan yang aman dan efektif yang bisa dilakukan termasuk salah satunya yaitu iTind. Simak informasi lengkap mengenai prosedur ini serta rekomendasi rumah sakit untuk mendapatkan tindakan ini.

Apa Itu iTind?

iTind (Temporarily Implanted Nitinol Device) adalah prosedur minimal invasif yang terbukti secara klinis dapat meredakan gejala saluran kemih bagian bawah akibat pembesaran prostat jinak. Prosedur ini melibatkan penempatan sementara perangkat iTind di dalam uretra prostat (bagian prostat yang menyempit), tanpa pemotongan atau pengangkatan jaringan. 

Perangkat tersebut terdiri dari 3 penyangga memanjang, yang dikonfigurasi pada posisi jam 12, 5, dan 7 menggunakan kabel nitinol yang saling bertautan. Perangkat tersebut berfungsi untuk memodelkan ulang anatomi leher kandung kemih dan uretra prostat dengan lembut untuk memperlebar lubang uretra prostat sehingga urin dapat mengalir lebih mudah.

Apa Itu Pembesaran Prostat Jinak?

Pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)) mengacu pada pertumbuhan non-ganas atau hiperplasia jaringan prostat yang menyebabkan kelenjar prostat membesar. Prostat sendiri merupakan bagian dari sistem reproduksi pria berupa kelenjar kecil yang terletak tepat di bawah leher kandung kemih.

Kelenjar prostat yang membesar berisiko menekan uretra, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan kandung kemih untuk mengeluarkan urin. Kondisi ini dapat terjadi pada hampir semua pria, terutama pada usia 60 tahun ke atas. Prevalensi histologis pembesaran prostat jinak sebesar 50% pada pria berusia 51-60 tahun dan meningkat menjadi 90% pada pria berusia 81-90 tahun. 

Jika Anda atau orang terdekat terdiagnosis pembesaran prostat jinak, penting untuk memeriksakan diri dan mendapat pantauan ahli urologi. Jika tidak diobati, BPH dapat mempengaruhi fungsi ereksi dan libido. Serta dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu di kandung kemih atau ginjal, retensi urin, dan kerusakan ginjal.

 

Baca Juga: 9 Kondisi Warna Urine dan Kemungkinan Penyebabnya

 

Kapan Membutuhkan iTind?

Prosedur ini merupakan pilihan yang tepat bagi pasien pria yang ingin mempertahankan fungsi seksual, khawatir tentang pemasangan implan permanen, atau khawatir menjalani operasi besar yang memerlukan waktu pemulihan yang lama.

Adapun kandidat yang baik yaitu pria dengan volume prostat antara 25 sampai 75 cc, dan tidak memiliki lobus media yang obstruktif. Bersama dengan ahli urologi, pasien dapat mengetahui apakah prosedur ini cocok, dimana dokter akan meninjau gejala, rutinitas, dan kebutuhan gaya hidup pasien.

Persiapan Sebelum Prosedur

Pasien diposisikan dalam posisi berbaring litotomi, yaitu pasien berbaring dengan punggung lurus pada permukaan tempat tidur sementara kedua kaki dinaikkan sekitar 30 sampai 45 derajat di atas bagian perut dengan lutut ditekuk. Prosedur melibatkan penggunaan sistoskopi fleksibel, dengan obat penenang ringan dan anestesi lokal tergantung kondisi pasien.

Bagaimana Prosedur iTind?

1. Pemasangan

Ahli urologi akan memasukkan sebuah tabung tipis kecil yang terhubung dengan kamera mini ke dalam uretra pasien untuk visualisasi langsung. Kemudian perangkat iTind ditempatkan di prostat pasien. Setelah perangkat terpasang, umumnya pasien bisa buang air kecil dengan leluasa sehingga tidak perlu dipasang kateter dan diperbolehkan pulang beberapa jam setelah prosedur.

2. Periode Implantasi

Selama 5 hingga 7 hari setelah perangkat dipasang, perangkat perlahan-lahan mengembang dan memberikan tekanan lembut pada 3 titik yang tepat untuk memperlebar lubang uretra prostat. Pada tahap ini, pasien dapat melanjutkan aktivitas normal, tergantung seberapa nyaman perasaan pasien.

3. Pelepasan

Perangkat yang telah terpasang selama 5 hingga 7 hari kemudian dilepas sepenuhnya oleh ahli urologi dimana pasien diposisikan supine (terlentang) di tempat tidur pemeriksaan. Prosedur ini akan dilakukan dengan obat penenang ringan atau anestesi lokal, tergantung kondisi pasien. 

Jika setelah perangkat dilepas pasien tidak bisa buang air kecil, kateter mungkin ditempatkan sementara untuk membantu mengosongkan kandung kemih pasien. Setelah itu, pasien dapat kembali ke aktivitas normal 1-2 hari setelahnya perangkat dilepas.

Pasca-Prosedur iTind

Saat perangkat masih berada di tempatnya, pasien tidak diperbolehkan menggunakannya dalam aktivitas seksual apapun. Selain itu, pasien juga harus menghindari olahraga berat termasuk angkat berat, bersepeda, lari dan aktivitas duduk atau bekerja dengan mesin atau peralatan yang memungkinkan adanya getaran.

Setelah perangkat dilepas, episode ringan darah dalam urin mungkin terjadi selama beberapa hari hingga satu minggu setelah prosedur, tetapi hal ini akan teratasi dengan dirinya sendiri.

 

Baca Juga: Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

 

Pertanyaan Umum Terkait iTind

Apakah Ada Efek Samping iTind?

Selama periode implantasi atau saat perangkat berada di tempatnya, efek samping berikut dapat terjadi dan sebagian besar efek samping akan hilang setelah perangkat dilepas.

  • Infeksi saluran kemih.
  • Disuria (nyeri berkemih), yaitu rasa nyeri, tidak nyaman, atau rasa terbakar ringan saat buang air kecil.
  • Hematuria (kencing berdarah), yaitu munculnya darah dalam urin yang dapat berkisar dari sangat jelas sampai mikroskopis dan tidak terlihat sama sekali.
  • Urgensi berkemih.
  • Retensi urin.
  • Frekuensi yang lebih besar dan keinginan untuk buang air kecil. Ini karena perangkat memberi tekanan di area pertemuan kandung kemih dengan prostat. 
  • Perasaan tertekan dan kehadiran objek asing di area perineum. Kebanyakan pasien mengalami ini sebagai sedikit tidak nyaman, khususnya saat duduk. Jika ketidaknyamanan cukup mengganggu, ahli urologi mungkin dapat meresepkan obat penghilang rasa sakit atau obat antiinflamasi nonsteroid.

Seberapa Efektif Prosedur Ini?

Bukti menunjukkan prosedur iTind merupakan alternatif yang efektif dari operasi yang lebih besar atau implan permanen. Prosedur ini juga terbukti meringankan gejala tanpa mempengaruhi fungsi seksual dan ejakulasi, atau kontinensia urin. Hasil dari prosedur juga dapat bertahan lama. Pasien pun dapat kembali dengan cepat ke kehidupan sehari-hari.

Apa Alternatif Cara Menyembuhkan Pembesaran Prostat Selain iTind?

Perawatan untuk menyembuhkan pembesaran prostat antara lain yaitu:

  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat bisa membantu meringankan gejala pembesaran prostat, seperti obat golongan alpha blocker, anticholinergics, dan 5-alpha reductase inhibitors.
  • Terapi laser. Jenis terapi laser yang ada termasuk Holmium laser (HoLEP) dan Greenlight XPS. Prosedur HoLEP menggunakan laser untuk mengangkat bagian prostat yang menghalangi aliran kencing. Sedangkan Greenlight XPS merupakan jenis terapi laser yang dapat digunakan untuk menghancurkan jaringan prostat.
  • Operasi. Ada beberapa jenis prosedur bedah yang dapat dilakukan, yang paling umum yaitu Transurethral Resection of the Prostate (TURP) dan Transurethral Incision of The Prostate (TUIP). TURP melibatkan pengangkatan sebagian kelenjar prostat menggunakan alat yang disebut resectoscope yang dilewatkan melalui uretra. Sementara TUIP dilakukan dengan menggunakan alat bedah khusus untuk memotong kelenjar prostat menjadi beberapa bagian di lokasi penyempitan saluran urin.

 

Dapatkan Layanan: Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak di Thailand

 

Di Mana Bisa Mendapatkan Tindakan iTind?

Beberapa rumah sakit di dalam dan luar negeri yang menyediakan prosedur iTind adalah BNH Hospital di Thailand. Anda dapat melakukan konsultasi seputar iTind dengan menghubungi layanan medical travel facilitator KavaLink dari Kavacare. Dapatkan rekomendasi rumah sakit untuk menjalani prosedur tersebut hingga bantuan persiapan pengobatan. Hubungi kami di nomor Whatsapp 0857-8000-8707 hari ini juga untuk mulai konsultasi.

Sumber:

  1. Temporarily Implanted Nitinol Device. https://www.itind.com. Diakses 28 September 2023.
  2. Benign Prostatic Hyperplasia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558920. Diakses 28 September 2023.
  3. Temporarily Implanted Nitinol Device for BPH. https://uuaurology.com/treatments-and-procedures/itind-for-bph. Diakses 28 September 2023. 
  4. iTIND for BPH. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9612743. Diakses 28 September 2023.
  5. Temporarily Implanted Nitinol Device. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7328474. Diakses 28 September 2023.
  6. Urology Partners: Temporarily Implanted Nitinol Device. https://www.urologypartners.co.uk/treament.php?id=265. Diakses 28 September 2023.
  7. How I Do It: Temporarily Implanted Nitinol Device. https://www.canjurol.com/html/free-articles/Cdn_JU28_I4_15_FREE_DrEltermanS.pdf. Diakses 28 September 2023. 
  8. Study Proves iTind Treatment for Enlarged Prostate Lasts More than Four Years. https://medical.olympusamerica.com/articles/study-proves-itind-treatment-enlarged-prostate-lasts-more-four-years. Diakses 28 September 2023. 
  9. Mengenal Operasi Prostat. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/222/mengenal-operasi-prostat. Diakses 28 September 2023.
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare