5 Makanan Pantangan untuk Pasien Liver

5 Makanan Pantangan untuk Pasien Liver

  • Post category:Gizi
Share

Pasien yang menderita penyakit liver, seperti sirosis hati atau fatty liver, perlu untuk memperhatikan makanan dengan cermat. Beberapa pantangan perlu diperhatikan agar bisa mengelola kondisi hati tetap sehat, termasuk menghindari alkohol serta membatasi garam dan lemak jenuh.

Berikut adalah beberapa jenis pantangan makanan untuk pasien liver yang telah dirangkum Kavacare untuk Anda.

1. Gula dan Gula Tambahan

alternatif pengganti gula, gula blok, gula putih
Pantangan makanan untuk pasien liver: gula dan gula tambahan (Kavacare)

Pantangan makanan untuk pasien liver yang pertama adalah gula dan gula tambahan. Konsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat menyebabkan hati mengubah kelebihan gula menjadi lemak. Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan penyakit hati berlemak.

Sebuah studi tahun 2021 di Journal of Hepatology menyatakan bahwa konsumsi rutin minuman yang diberi pemanis fruktosa meningkatkan produksi lemak di organ hati pada pria sehat dan langsing.

Produsen makanan seringkali menambahkan gula ke dalam es krim, permen, dan minuman manis seperti soda dan minuman buah. Gula tambahan juga seringkali terdapat dalam makanan kemasan, produk roti, bahkan kopi dan teh.

Menghindari jenis gula lain, seperti fruktosa dan sirup jagung, juga dapat membantu mengurangi kadar lemak di organ hati.

Pedoman Gizi untuk Amerika 2020-2025 merekomendasikan bahwa tidak lebih dari 10% dari total kalori Anda berasal dari gula tambahan.

Menurut Pembaruan Praktik Klinis AGA, apabila Anda menderita penyakit hati berlemak non alkohol, atau NAFLD (Non Alcoholic Fatty Liver Disease), sebaiknya Anda menghindari atau membatasi konsumsi gula tambahan. Hal Ini dapat berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah dan peningkatan kadar lemak di organ hati.

Untuk mendapatkan manis gula, Anda bisa menggunakan alternatif pemanis yang lebih aman.

2. Alkohol

minuman beralkohol, wine, bir, dampak minum alkohol, pantangan makanan GERD
Pantangan makanan untuk pasien liver: alkohol (Kavacare)

Pantangan makanan sakit liver selanjutnya adalah konsumsi alkohol. Penyakit hati terkait alkohol disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan.

Konsumsi alkohol mempengaruhi kesehatan organ hati, berkontribusi pada penyakit hati berlemak dan kondisi lain seperti sirosis.

Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, mengonsumsi lebih dari 7 minuman beralkohol per minggu untuk perempuan, dan lebih dari 14 minuman beralkohol per minggu untuk laki-laki sudah termasuk sebagai konsumsi alkohol berat.

Akibat konsumsi alkohol yang berlebihan, organ hati mengalami peradangan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen, yang dikenal sebagai sirosis.

Apabila Anda memiliki masalah di organ hati seperti penyakit hati berlemak, Anda bisa mencoba untuk mengurangi konsumsi alkohol atau bahkan menghilangkan alkohol dari konsumsi harian Anda. 

3. Makanan Berlemak, Makanan yang Digoreng, atau Makanan Asin

Infografis Bahaya Makan Gorengan Kavacare
Infografis Bahaya Makan Gorengan – Kavacare

Pasien liver juga sebaiknya menghindari makanan berlemak, makanan yang digoreng, dan makanan yang asin.

Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng krispi dan kentang goreng, merupakan makanan yang tinggi lemak jenuh. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak di hati.

Menurut sebuah studi di tahun 2021, peningkatan kadar lemak di hati ini lama kelamaan dapat menjadi sirosis hati. Menurut Pedoman Gizi untuk Amerika 2020-2025, disarankan untuk membatasi lemak jenuh menjadi kurang dari 10% dari total kalori harian Anda, atau sekitar 13 gram.

Terlalu banyak makanan berlemak, makanan yang digoreng, atau makanan asin kemungkinan besar akan meningkatkan asupan kalori dan dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Obesitas merupakan penyebab umum dari penyakit hati berlemak atau NAFLD (Non Alcoholic Fatty Liver Disease).

Beri rasa pada makanan dengan menambahkan rempah-rempah dan herbal tambahan. Anda juga bisa mengurangi makanan yang digoreng dengan cara merebus atau memanggang makanan Anda. 

 

Baca Juga 10 Anjuran Makanan untuk Pasien Liver

 

4. Daging dan Daging Olahan

Tips Makan Daging
Pantangan makanan untuk pasien liver: daging dan daging olahan (Kavacare)

Daging dan daging olahan adalah pantangan makan sakit liver selanjutnya. Menurut sebuah studi di tahun 2019, asupan lemak jenuh meningkatkan jumlah lemak di sekitar organ, termasuk organ hati.

Daging sapi, babi, dan daging olahan seperti sosis, salami, dan bacon merupakan makanan yang tinggi lemak jenuh. Konsumsi lemak jenuh yang terlalu berlebihan dan melebihi standar asupan lemak jenuh harian, dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.

Selain itu, sebuah studi di awal tahun 2022 yang diterbitkan dalam Clinical Nutrition Research menyarankan bahwa daging merah dan olahan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit hati berlemak non alkohol (NAFLD atau Non Alcoholic Fatty Liver Disease).

Daging tanpa lemak, ikan, tahu, atau tempe bisa menjadi pengganti yang cocok. Namun, ikan bisa menjadi pilihan terbaik karena memberikan nutrisi lainnya seperti asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan organ hati.

5. Biji-bijian Olahan

nasi putih
Pantangan makanan untuk pasien sakit liver: nasi putih (Kavacare)

Biji-bijian olahan juga merupakan larangan makanan sakit liver yang perlu dihindari. Biji-bijian yang diolah biasanya terdapat dalam roti putih, pasta putih, dan nasi putih.

Biasanya, produsen menghilangkan serat dari biji-bijian yang diolah. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah saat tubuh mencernanya. 

Pada suatu studi tahun 2022, ditemukan bahwa orang dewasa dengan penyakit NAFLD (Non Alcoholic Fatty Liver Disease) yang mengonsumsi lebih sedikit biji-bijian olahan memiliki risiko lebih rendah terkena sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena berbagai masalah kesehatan.

Anda bisa mengganti biji-bijian olahan dengan kentang, kacang-kacangan, atau alternatif gandum utuh.

Konsultasi Ahli Gizi dengan Layanan Homecare Kavacare

Penting untuk dicatat bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan menu makan yang berbeda tergantung pada kondisi spesifik kesehatan Anda.

Sebelum mengubah menu makan Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu  untuk bisa mendapatkan saran terbaik yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Anda bisa konsultasi dengan dokter ahli gizi dari jarak jauh melalui layanan telekonsultasi Kavacare. Hubungi layanan homecare Kavacare melalui Whatsapp di nomor 0811-1446-777.

Sumber: 

  1. A Healthy Diet, a Healthier Liver, a Healthier You. https://liverfoundation.org/health-and-wellness/healthy-lifestyle/liver-disease-diets/ Diakses pada 6 Januari 2024
  2. Best and Worst Foods for Your Liver, According to a Dietitian. https://www.eatingwell.com/article/7918285/best-and-worst-foods-for-your-liver-according-to-a-dietitian/ Diakses pada 6 Januari 2024
  3. What to Eat For a Fatty Liver. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320082#foods-to-avoid Diakses pada 6 Januari 2024
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare