7 Makanan Tinggi Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik

7 Makanan Tinggi Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik

Share

Kolesterol adalah zat menyerupai lemak yang terkandung di dalam darah. Jumlah kolesterol yang tepat dan sehat diperlukan tubuh untuk membentuk sel yang sehat, membuat vitamin hingga sejumlah hormon.

Akan tetapi, kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Di mana kolesterol akan membentuk plak yang menumpuk di pembuluh darah hingga kelamaan menyumbat aliran darah.

Ternyata, tidak semua makanan tinggi kolesterol harus dihindari. Kolesterol sendiri terdiri dua jenis, yaitu kolesterol ‘jahat’ dan kolesterol ‘baik’. Berikut ini pemaparan mengenai berbagai jenis makanan tinggi kolesterol yang telah kami rangkum untuk Anda.

7 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol Jahat (LDL)

Kolesterol ‘jahat’, memiliki sebutan ilmiah low-density lipoprotein (LDL). Kolesterol ini dianggap jahat, karena merupakan jenis kolesterol yang berperan dalam penumpukan plak pada dinding arteri.

Ini kemudian mempersempit hingga menyumbat pembuluh darah yang dapat berujung pada serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer. Untuk menjaga kesehatan jantung Anda, tentunya makanan dengan tinggi kolesterol jahat harus dihindari.

 

Baca Juga: 5 Tips Cara Turunkan Kolesterol

 

Kolesterol jahat sering dijumpai pada makanan yang mengandung lemak jenuh. Berikut adalah sejumlah makanan yang mengandung kolesterol jahat atau LDL:

1. Produk Susu Tinggi Lemak

Berbagai jenis makanan yang termasuk ke dalam jenis ini, antara lain susu, mentega, yogurt tinggi lemak, hingga keju. Bahkan, keju memiliki kandungan tinggi sodium yang berisiko menaikkan tekanan darah, sementara tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan stroke.

2. Otak Sapi dan Jeroan

Menurut Kemkes, kandungan kolesterol yang terdapat dalam 10 gram otak sapi bisa mencapai 2.500 mg, sedangkan pada 110 g hati setidaknya terdapat 564 mg kolesterol. Makanan tinggi lemak jenuh yang berasal dari protein hewani, termasuk di dalamnya otak dan jeroan yang lain, oleh karena itu harus dihindari atau dibatasi konsumsinya seminimal mungkin.

3. Kuning Telur

Masih menurut Kemkes, kandungan kolesterol yang ada pada kuning telur pun terhitung tinggi bila dibandingkan dengan makanan lainnya. Terdapat sekitar 1200 mg kandungan kolesterol dalam setiap 100 g kuning telur. Bila masih ingin mendapatkan manfaat protein dari telur, Anda dapat mengonsumsi hanya bagian putih telurnya saja dan menyisihkan kuning telurnya yang tinggi kolesterol.

4. Daging Merah

Yang termasuk ke dalam daging merah, seperti daging sapi, domba, kambing, hingga babi, cenderung memiliki kandungan lemak jenuh yang berkolesterol yang tinggi. Bila ingin mengonsumsi daging merah, pilihlah bagian yang tidak mengandung lemak. Atau ubahlah pilihan menu daging Anda menjadi daging unggas tanpa kulit atau lemak.

5. Daging Olahan

Makanan seperti sosis, nugget, dan produk daging olahan lain biasanya memiliki kandungan sodium yang tinggi dan nutrisi yang rendah, di mana daging yang dipakai dalam pengolahan pun merupakan potongan daging yang berlemak.

6. Gorengan/Makanan Cepat Saji

Penggunaan minyak berulang pada banyak jenis gorengan dan metode penggorengan secara deep fry membuat gorengan tinggi akan kandungan kolesterol. Selain itu, makanan cepat saji yang banyak beredar luas di pasaran pun mengandung kandungan kolesterol yang tinggi akibat penggunaan minyak yang biasanya sudah ditambah dengan hidrogen untuk menggoreng.

7. Kue yang Dipanggang dan Makanan Manis

Biskuit, kue, dan donat biasanya mengandung mentega, yang tinggi akan kandungan lemak jenuh dan kolesterol. Selain itu, makanan-makanan ini juga mengandung banyak gula yang dapat menaikkan kadar trigliserida dalam darah, yang juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

 

Baca Juga: Berapa Konsumsi Gula Harian yang Ideal?

 

7 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol Baik (HDL)

Kolesterol ‘baik’, atau high-density lipoprotein (HDL), dianggap baik karena dapat menurunkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada tubuh Anda. HDL membawa penumpukan plak dan kolesterol pada dinding arteri menuju hati, sehingga zat-zat tersebut dapat dibuang dari dalam tubuh.

Kolesterol baik, biasanya ditemukan pada makanan dan minyak berbasis tumbuhan, yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. Berikut ini merupakan contoh makanan dengan kandungan kolesterol baik yang baik untuk Anda konsumsi setiap hari.

1. Minyak Zaitun

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam minyak zaitun dapat membantu untuk mencegah tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain minyak zaitun, pilihan sehat lainnya adalah minyak kanola dan minyak bunga matahari. Keduanya memiliki manfaat yang setara dengan minyak zaitun dalam menurunkan kadar kolesterol jahat.

2. Ikan Salmon

Selain lezat, ikan salmon juga kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung. Asam lemak omega-3 ini dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL dalam darah, yang kemudian dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.

3. Kacang Polong

Kacang-kacangan dan polong-polongan adalah sumber serat larut dan vitamin B yang sangat baik dalam menjaga jantung kita supaya berfungsi dengan baik. Serat larut dapat membantu memblokir penyerapan kolesterol jahat, sehingga perbandingan jumlah kolesterol baik dan kolesterol jahat di dalam tubuh menjadi lebih sehat.

4. Buah Alpukat

Alpukat mengandung banyak serat dan lemak tak jenuh tunggal. Perpaduan nutrisi ini memungkinkan alpukat untuk membantu membersihkan kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL di dalam tubuh.

5. Gandum Utuh

Seperti kacang polong, gandum utuh mengandung vitamin dan serat larut yang dapat membantu untuk membersihkan kolesterol jahat berlebih di dalam tubuh. Tingkatkan asupan gandum utuh Anda dengan mengganti roti putih atau pasta olahan dengan roti gandum utuh atau pasta gandum. 

6. Kacang dan Biji-Bijian

Kacang mengandung lemak tak jenuh dan serat yang sehat untuk membantu menjaga agar kadar kolesterol Anda tetap terkendali. Biji-bijian seperti biji chia juga dilengkapi dengan asam lemak omega-3 yang bermanfaat meningkatkan kadar kolesterol baik yang lebih banyak lagi.

7. Buah Beri

Kombinasi antioksidan dan serat dalam buah beri seperti raspberi dan blueberry membantu menjaga kolesterol LDL tetap terkendali sambil meningkatkan rasio kolesterol HDL dalam tubuh Anda.

 

Dapatkan Layanan: Cek Darah di Rumah

 

Bila Anda merupakan orang dewasa dalam keadaan sehat, Anda tetap perlu memeriksa kolesterol setiap 4 atau 6 tahun sekali. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, paling tidak periksakan kolesterol satu kali dalam rentang usia 9-11 tahun dan 17-21 tahun.

Anak-anak yang mengalami obesitas dan orang dewasa dengan riwayat keluarga tinggi kolesterol atau penyakit jantung dan diabetes, perlu memeriksakan kolesterol lebih sering.

Apabila Anda memerlukan informasi mengenai menu makan sehari-hari yang sehat untuk kondisi kolesterol tinggi, ahli gizi Kavacare siap membantu Anda. Segera hubungi kami di 0811-1446-777 untuk mendapatkan layanan telekonsultasi dengan ahli gizi atau cek darah di rumah.

Sumber:

  1. Hindari Makanan Tinggi Kolesterol ini – Direktorat P2PTM. https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/hindari-makanan-tinggi-kolesterol-ini. Diakses 21 Maret 2023.
  2. 5 High Cholesterol Foods to Eat and Avoid – Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/high-cholesterol-foods-to-eat-and-avoid/. Diakses 21 Maret 2023.
  3. 8 Foods to Boost Your Good Cholesterol | EatingWell. https://www.eatingwell.com/article/7912602/foods-to-boost-your-good-cholesterol/. Diakses 21 Maret 2023.
  4. What is Blood Cholesterol? | NHLBI, NIH. https://www.nhlbi.nih.gov/health/blood-cholesterol. Diakses 21 Maret 2023.
  5. Dietary fat: Know which to choose – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fat/art-20045550. Diakses 21 Maret 2023.
  6. Get a Cholesterol Test | cdc.gov. https://www.cdc.gov/cholesterol/cholesterol_screening.htm. Diakses 14 April 2023.
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare