Vaginoplasti: Manfaat dan Prosedur

Vaginoplasti: Manfaat dan Prosedur

Share

Banyak orang melakukan bedah plastik untuk meningkatkan kepercayaan diri atau dilakukan sesuai indikasi medis sebagai upaya memperbaiki bagian tertentu. Prosedur bedah plastik bisa dilakukan pada macam-macam bagian tubuh. Salah satunya pada vagina, yang dikenal sebagai vaginoplasti.

Berikut informasi yang telah dirangkum Kavacare terkait vaginoplasti.

Apa Itu Vaginoplasti?

Vaginoplasti secara umum adalah prosedur untuk merekonstruksi atau memperbaiki vagina. Prosedur ini dapat dilakukan untuk merapatkan vagina. Prosedur ini juga termasuk sebagai bedah plastik untuk memperbaiki penampilan maupun fungsi vagina.

Vaginoplasti termasuk prosedur peremajaan atau rejuvenasi pada vagina. Prosedur peremajaan lainnya yang dapat dilakukan pada vagina adalah:

Nama ProsedurPenjelasan
Labiaplastiprosedur untuk mengurangi ukuran labia (bibir vagina, atau lipatan kulit di luar vagina)
Vulvoplastiprosedur bedah untuk mengubah bentuk luar vagina

 

Kapan Membutuhkan Vaginoplasti?

Prosedur ini dilakukan pada pasien yang membutuhkan rekonstruksi atau perbaikan vagina, contohnya:

  • Wanita yang hendak memperbaiki bentuk vagina setelah persalinan, termasuk dengan tujuan meningkatkan fungsi seksual
  • Wanita yang menjalani terapi radiasi atau pembedahan untuk pengangkatan kanker atau kondisi lainnya
  • Mereka yang membutuhkan operasi penggantian kelamin
  • Wanita yang lahir dengan kelainan bawaan mempengaruhi perkembangan, fungsi, dan bentuk vagina

 

Baca Juga: 5 Perawatan Pasca Melahirkan oleh Perawat ke Rumah

 

Manfaat Vaginoplasti

Melakukan prosedur vaginoplasti dapat merapatkan kanal vagina, memperbaiki bentuk sesuai keinginan, meningkatkan kepuasan seksual, dan kepercayaan diri. Sedangkan pada pasien yang melakukan vaginoplasti sebagai operasi penggantian kelamin, manfaatnya adalah perasaan lebih nyaman dengan diri sendiri dan konsistensi gender yang dipilih. Prosedur ini mungkin dapat meningkatkan kualitas kesehatan mental bagi mereka yang merasa membutuhkannya.

Pada pasien dengan kelainan bawaan yang mempengaruhi kondisi vagina, prosedur ini dapat memperbaiki bentuk vagina yang abnormal. Rekonstruksi vagina ini termasuk memperbaiki kanal yang terlalu pendek maupun tidak adanya kanal vagina (seperti vaginal agenesis). Pada kondisi tersebut, prosedur ini bermanfaat membantu pasien dapat buang air kecil , menstruasi, serta berhubungan seksual dengan normal.

Persiapan Sebelum Vaginoplasti

Sebelum melakukan vaginoplasti, perlu diketahui berbagai risiko yang mungkin terjadi. 

Jika prosedur dilakukan pascapersalinan untuk merekonstruksi bentuk vagina, maka beberapa risiko yang perlu diperhatikan adalah:

  • Dyspareunia, atau rasa nyeri dan sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Mati rasa di area vagina, sensitivitas vagina berkurang bahkan pasien mungkin tidak akan merasakan sensasi apapun.

Pada prosedur vaginoplasti yang dilakukan untuk penggantian kelamin (gender affirmation surgery) male to female, risikonya adalah:

  • Vaginal stenosis (munculnya jaringan parut pada saluran vagina)
  • Kedalaman saluran vagina yang kurang tepat
  • Vesicovaginal fistula (penyatuan abnormal antara kanal vagina dengan saluran pembuangan urin)
  • Rectovaginal fistula (penyatuan abnormal vagina dengan rektum)
  • Cedera saraf
  • Hasil operasi plastik yang gagal, tidak sesuai keinginan.

Risiko lain yang mungkin terjadi adalah infeksi, adanya perdarahan, nyeri, dan komplikasi-komplikasi pascabedah lainnya.

Jika pasien telah yakin melakukan vaginoplasti, akan dilakukan beberapa pemeriksaan dan tes-tes sebagai persiapan sebelum prosedur operasi.

Tes dan pemeriksaan tersebut termasuk:

  • Pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum dan mempelajari riwayat medis pasien
  • Penjelasan dari dokter seputar risiko, manfaat, dan apa yang harus dilakukan setelah prosedur 
  • Rekomendasi untuk mengurangi risiko komplikasi, termasuk berhenti merokok.

Pada pasien yang hendak melakukan vaginoplasti sebagai prosedur ganti kelamin, diperlukan persiapan spesifik. Biasanya pasien akan diminta mencukur rambut di sekitar area organ intim. Selain itu beberapa syarat kesehatan untuk melakukan operasi ganti kelamin juga harus dipenuhi pasien, antara lain:

  • Riwayat inkongruensi gender, selama 6 bulan atau lebih
  • Memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan secara sadar
  • Mencapai usia minimal untuk menjalani operasi. Gender affirming surgery di bagian alat kelamin baru bisa dilakukan pada pasien berusia minimal 18 tahun. Namun ada beberapa prosedur pembedahan terkait prosedur ganti kelamin pada pasien berusia lebih muda, tetapi tergantung kondisi spesifik
  • Dalam kondisi fisik dan mental yang baik, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

 

Baca Juga: Prosedur Operasi Ganti Kelamin Wanita ke Pria

 

Prosedur Vaginoplasti

Pelaksanaan prosedur vaginoplasti dapat dilakukan dengan bius lokal, tetapi banyak pasien yang memilih mendapat bius total. Bius total bisa dipilih karena pasien bisa merasa lebih nyaman untuk menjalani prosedur bedah dalam keadaan tidak sadar.

Prosedur yang dilakukan pada pasien dengan keluhan trauma pasca persalinan biasanya dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Memotong bagian kulit berlebih
  2. Menjahit jaringan yang longgar pada bagian dalam vagina
  3. Mengurangi ukuran pada area bukaan vagina

Sedangkan bila tujuannya untuk memperbaiki kelainan bawaan, prosedurnya adalah:

  1. Membuat vagina yang berfungsi selayaknya vagina normal
  2. Membuang jaringan berlebih atau struktur yang abnormal
  3. Mencegah menggenangnya darah menstruasi saat haid.

Vaginoplasti untuk operasi penggantian kelamin dilakukan dengan mengangkat sebagian alat kelamin laki-laki, kemudian bagian yang disisakan diubah bentuknya. Kulit dari penis dan skrotum digunakan untuk membuat kanal vagina dan labia.

Pasca Vaginoplasti

Dalam proses pemulihan, pasien mungkin akan merasakan beberapa efek samping seperti munculnya memar, bengkak, dan rasa tidak nyaman. Efek samping ini akan mereda dengan sendirinya setelah 7 hari dan hilang sepenuhnya dalam 14 hari.

Jika nyeri dan sensasi tidak nyaman terasa, pasien dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter. Selain itu untuk mencegah penggumpalan darah, pasien bisa beraktivitas fisik ringan.

Pada vaginoplasti untuk perbaikan pasca persalinan, hal-hal yang harus diperhatikan setelah operasi adalah:

  • Tidur terlentang untuk menghindari gesekan pada area vagina, paling tidak selama 1 bulan
  • Gunakan bantalan khusus, contohnya bantalan berbentuk donat untuk mengurangi tekanan pada area vagina
  • Setelah operasi, kemungkinan terjadi perdarahan dan keluarnya cairan dari vagina. Pasien mungkin perlu menggunakan pembalut
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan kapas dan tidak terlalu ketat untuk menghindari iritasi
  • Membersihkan area vagina bisa dilakukan 2 hari setelah operasi, tetapi hindari menggosok terlalu kuat
  • Jika dibutuhkan, kompres dingin area vagina selama 20 menit
  • Hindari menggunakan sabun atau bahan-bahan topikal agar mengurangi risiko infeksi jamur
  • Rutin memeriksakan jahitan sesuai jadwal yang ditentukan dokter
  • Hindari aktivitas berat yang dapat meningkatkan detak jantung secara signifikan, seperti maraton
  • Hindari latihan yang melibatkan resistansi fisik seperti angkat beban
  • Hindari bersepeda
  • Konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi agar area vagina tidak mengalami stres berlebih
  • Hindari bersepeda dan olahraga lari selama 6 minggu untuk menghindari iritasi vagina
  • Hindari sauna setidaknya selama 8 minggu
  • Hindari berenang atau berendam setidaknya selama 8 minggu
  • Hindari merokok

Pasien yang menjalani prosedur ini sebagai operasi ganti kelamin biasanya akan dianjurkan menghindari beberapa hal selama pemulihan:

  • Berhenti merokok setidaknya hingga satu bulan setelah operasi
  • Menghindari aktivitas fisik berat selama 6 minggu
  • Jangan berendam selama 8 minggu
  • Menghindari hubungan seksual, berenang, atau mengendarai sepeda selama 12 minggu.

 

Baca Juga: Berbagai Jenis dan Penggunaan Kompres

 

Pertanyaan Seputar Vaginoplasti

Di Mana Bisa Melakukan Prosedur Ini?

Vaginoplasti dilakukan di rumah sakit oleh dokter spesialis bedah plastik dan dokter kandungan (obgyn). Sebelumnya pasien bisa menghubungi rumah sakit lebih dulu untuk mengetahui apakah prosedur ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tujuan.

Berapa Biaya Vaginoplasti?

Biaya prosedur ini beragam, tergantung jenis prosedur yang dilakukan. Tiap negara memiliki standar harga yang berbeda pula. Contohnya di Amerika Serikat, vaginoplasti untuk penggantian kelamin berkisar 20.000 US$ – 25.000 US$ atau sekitar Rp 300 juta – Rp 378 juta, sedangkan untuk memperbaiki bentuk vagina membutuhkan biaya sekitar 4.000 US$ – 12.000 US$ atau Rp 60 juta – Rp 181 juta.

Berapa Lama Penyembuhan Vaginoplasti?

Pemulihan setelah operasi vaginoplasti bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung jenis operasi yang dilakukan.

Bagaimana Merapatkan Vagina Tanpa Operasi?

Selain operasi, ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk merapatkan vagina tanpa operasi, misalnya:

CaraPenjelasan
Senam kegelcara ini efektif untuk membentuk otot bagian bawah panggul, mengurangi inkontinensia urine, dan meningkatkan kepuasan hubungan seksual. Senam kegel dilakukan dengan serangkaian gerakan mengetatkan dan meregangkan otot-otot panggul, seperti sedang menahan buang air kecil
Terapi estrogenhormone replacement therapy (HRT) dapat diformulasikan khusus sesuai kebutuhan, respons tubuh, dan tujuan pasien. HRT adalah prosedur menggantikan hormon-hormon yang tidak lagi diproduksi setelah menopause

 

Mungkin Anda butuh informasi lebih lengkap seputar prosedur perbaikan bentuk maupun fungsi vagina, mulai dari prosedur non-bedah hingga operasi seperti vaginoplasti. Jika Anda berminat untuk menjalani prosedur-prosedur tersebut, Anda bisa menghubungi layanan Medical Assistance KavaLink dari Kavacare. Kami akan membantu Anda merencanakan vaginoplasti di rumah sakit dalam maupun luar negeri, seperti di Thailand atau Korea Selatan. Hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0857 8000 8707.

SUMBER:

  1. Vaginoplasty: Procedure Details, Risks, Benefits & Recovery. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21572-vaginoplasty diakses 19 Januari 2023
  2. How to Tighten Your Vagina Naturally https://coyleinstitute.com/how-to-tighten-your-vagina-naturally/ diakses 19 Januari 2023
  3. Vaginal Plastic Surgery: Vaginoplasty and Labiaplasty Procedures. https://www.webmd.com/women/guide/vaginoplasty-and-labiaplasty-procedures diakses 19 Januari 2023
  4. Vaginoplasty. https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/aesthetic-genital-plastic-surgery/vaginoplasty diakses 19 Januari 2023
  5. What is recovery like after vaginoplasty surgery? https://centreforsurgery.com/what-is-recovery-like-after-vaginoplasty-surgery/ diakses 19 Januari 2023
  6. Vaginoplasty: Recovery. https://www.verywellhealth.com/vaginoplasty-recovery-5069410 diakses 19 Januari 2023
  7. Vaginoplasty: What Is It, Process, Results, Cost. https://ro.co/health-guide/vaginoplasty/ diakses 19 Januari 2023
  8. OBGYN vs Plastic Surgeon. https://cosmeticgynecologydallas.com/obgyn-vs-plastic-surgeon/ diakses 17 Mei 2023
  9. Gender affirming surgery. https://www.healthdirect.gov.au/gender-affirming-surgery diakses 17 Mei 2023
  10. General anaesthesia. https://www.nhs.uk/conditions/general-anaesthesia/ diakses 17 Mei 2023
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare