Tahi Lalat Berbahaya atau Normal? Kenali dengan ABCDE!

Tahi Lalat Berbahaya atau Normal? Kenali dengan ABCDE!

  • Post category:Kanker
Share

Tahi lalat adalah bintik hitam atau coklat berukuran kecil yang terbentuk pada permukaan kulit manusia. Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya dan tidak memerlukan perhatian khusus. Namun di antara jenis yang ada, ada beberapa jenis tahi lalat berbahaya. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis tahi lalat berbahaya agar mampu mengidentifikasinya secara tepat. Sehingga, Anda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Simak penjelasan mengenai tahi lalat berbahaya dan prinsip ABCDE berikut ini.

Apa Itu Tahi Lalat?

Tahi lalat atau juga dikenal sebagai nevus melanositik adalah lesi kecil yang terbentuk pada kulit manusia yang sebagian besar didapat akibat proliferasi jinak sel nevus. Bentuk tahi lalat yang normal adalah bintik-bintik berpigmen dengan warna yang berbeda-beda. Beberapa mungkin juga memiliki rambut yang tumbuh dari tahi lalat tersebut.

Perkembangan tahi lalat ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kendali genetik yang kuat. Faktor lain yang tak kalah penting adalah paparan sinar matahari di masa kanak-kanak. Tahi lalat ini juga bisa terlihat lebih banyak pada etnis kulit putih dan rambut pirang daripada kelompok etnis lainnya.

Jenis-Jenis Tahi Lalat

Terdapat beberapa jenis tahi lalat yang dapat muncul pada kulit manusia. Berikut ini adalah 3 jenis utama tahi lalat yang umum dijumpai:

  1. Tahi Lalat Kongenital (Bawaan): Tahi lalat kongenital adalah jenis tahi lalat yang hadir saat lahir, yang mempengaruhi 1 dari setiap 100 bayi menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD). Mereka muncul sebagai bintik-bintik kecil berpigmen dengan warna yang bervariasi dan kebanyakan tahi lalat bawaan tidak menjadi kanker.
  2. Tahi Lalat yang Didapat: Tahi lalat yang didapat adalah tahi lalat yang baru muncul dan berkembang seiring bertambahnya usia. Jenis ini muncul sebagai bintik-bintik kecil berpigmen dengan warna yang berbeda-beda, seperti coklat, hitam, merah muda, dan warna daging. Bentuknya simetris, memiliki tepian halus, dan ukuran yang stabil seiring waktu. Mereka cenderung jinak dan tidak menimbulkan masalah kesehatan.
  3. Tahi Lalat Atipikal: Tahi lalat atipikal adalah jenis tahi lalat yang memiliki karakteristik yang tidak biasa, seperti ukuran yang lebih besar dari tahi lalat biasa dan memiliki batas yang berbentuk tidak beraturan. Inilah jenis tahi lalat berbahaya yang berisiko lebih besar menjadi kanker.

Apakah Tahi Lalat Merupakan Tanda Kanker?

Tahi lalat tidak selalu merupakan tanda kanker dan umumnya bukan hal yang berbahaya. Akan tetapi, tahi lalat yang abnormal dapat menjadi tanda awal kanker kulit seperti melanoma.

Risiko terjadinya tahi lalat abnormal ini bisa distimulasi dari paparan sinar matahari intens. Hal ini mengganggu aktivitas normal sel imunologi dan menghancurkan melanosit abnormal.

 

Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Deteksi Dini Kanker

 

Prinsip ABCDE untuk Mengenali Tahi Lalat Berbahaya

Sebagian besar tahi lalat adalah jinak dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Mereka dapat muncul pada berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, leher, lengan, atau tubuh bagian lainnya. Tahi lalat biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau gatal, kecuali jika teriritasi atau digaruk.

Namun, ada beberapa tahi lalat yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi berbahaya. Tahi lalat berbahaya dapat memiliki karakteristik seperti ukuran yang besar, bentuk yang tidak teratur, tepi yang tidak teratur, warna yang tidak merata, atau memiliki pertumbuhan abnormal di sekitarnya. 

Prinsip ABCDE adalah suatu panduan yang digunakan untuk memantau tahi lalat yang berubah dan membantu mengidentifikasi potensi tahi lalat berbahaya. Berikut penjelasan prinsip ABCDE:

A – Asymmetry

Tahi lalat normal dan tidak berbahaya cenderung memiliki bentuk yang simetris. Maksudnya, jika tahi lalat dibagi menjadi dua bagian, maka masing-masing bagian akan tampak sama. Sedangkan tahi lalat yang asimetri akan menghasilkan separuh bagian tidak seperti separuh lainnya.

B – Border

Perhatikan tepi atau batas tahi lalat. Tahi lalat yang jinak memiliki tepi yang halus dan terdefinisi dengan jelas. Sedangkan batas tahi lalat yang berbahaya mungkin tampak tidak teratur, berlekuk, atau kasar.

C – Color

Tahi lalat yang biasa hanya memiliki satu warna yang merata, seperti warna coklat saja. Sedangkan tahi lalat berbahaya cenderung memiliki warna yang tidak merata atau memiliki corak warna lain.

D – Diameter

Tahi lalat jinak biasanya memiliki diameter kurang dari 6 mm. Jika tahi lalat memiliki ukuran yang lebih besar dari itu maka perlu diwaspadai. Meski begitu, tahi lalat yang berbahaya juga mungkin bisa lebih kecil atau kurang dari 6 mm saat didiagnosis.

E – Evolution 

Perhatikan apakah tahi lalat mengalami perubahan seiring waktu. Jika tahi lalat tumbuh, berubah bentuk, warna, atau mengalami perubahan lain yang signifikan segera konsultasikan dengan dokter. 

 

Baca Juga: 4 Mitos Tahi Lalat dan Faktanya

 

Agar lebih mudah dalam membedakan mana tahi lalat biasa dengan tahi lalat yang berbahaya, perhatikan tabel di bawah ini:

PerbandinganTahi Lalat NormalTahi Lalat Berbahaya
UkuranBiasanya kecil, diameter kurang dari 6 mmDapat lebih besar dari 6 mm
BentukBiasanya simetris dan teraturBisa memiliki bentuk yang tidak teratur
WarnaWarna rata, seperti coklat atau hitam sajaWarna yang tidak merata atau memiliki warna corak yang berbeda. 
TepiTepi yang halus dan terdefinisi dengan jelasTepi yang tidak teratur, berlekuk, atau kasar
PerubahanTidak mengalami perubahan secara signifikanMengalami perubahan ukuran, bentuk, atau warna.
GejalaBiasanya tidak menyebabkan gejalaDapat menyebabkan gejala seperti gatal, nyeri, atau perdarahan
Potensi KankerBiasanya jinakBerpotensi menjadi kanker kulit, seperti melanoma
RisikoRisiko rendahRisiko lebih tinggi
Evaluasi MedisTidak memerlukan evaluasi medis jika tidak ada perubahan mencurigakanPerlu evaluasi medis jika ada perubahan mencurigakan
Tindakan yang DiperlukanBiasanya tidak memerlukan tindakan khususMungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, biopsi, atau pengangkatan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Dan berikut adalah beberapa kondisi di mana Anda harus mempertimbangkan untuk segera pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan tahi lalat:

  1. Perubahan Ukuran: Jika tahi lalat tumbuh lebih besar dari 6 milimeter atau mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam waktu singkat.
  2. Perubahan Bentuk: Jika tahi lalat mengalami perubahan bentuk, seperti menjadi tidak simetris, memiliki tepi yang tidak teratur, atau berubah secara drastis bentuknya.
  3. Perubahan Warna: Jika tahi lalat mengalami perubahan warna yang mencurigakan, seperti warna yang tidak merata, bercak putih, merah, atau biru.
  4. Gejala yang Mencurigakan: Jika tahi lalat menyebabkan gejala seperti gatal, nyeri, perdarahan, atau jika ada perubahan di sekitarnya, segera temui dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
  5. Riwayat Kanker Kulit: Jika Anda memiliki riwayat keluarga atau pribadi terkait kanker kulit, termasuk melanoma, sangat penting untuk memeriksakan tahi lalat secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan rutin.

 

Baca Juga: 4 Cara Mencerahkan Kulit Kusam dan Hiperpigmentasi

 

Sebaiknya lakukan pemeriksaan tahi lalat secara rutin di rumah menggunakan prinsip ABCDE yang telah dijelaskan di atas untuk membantu mencari perubahan pada tahi lalat Anda. Apabila Anda melihat salah satu tanda dan gejala yang mencurigakan, penting untuk mencari nasihat medis dari dokter atau dermatologis yang berpengalaman. 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh, memberikan diagnosis yang akurat, dan menentukan langkah-langkah yang tepat yang perlu diambil terkait tahi lalat yang mencurigakan. 

Anda bisa menghubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777 untuk melakukan telekonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda serta mendapatkan pendampingan medis yang tepat dan terpercaya. 

Sumber: 

  1. Optimal Management of Common Acquired Melanocytic Nevi (Moles). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3965271. Diakses 5 Juli 2023.
  2. Skin Moles: Types, Causes, and Skin Care. https://www.healthline.com/health/skin-moles. Diakses 5 Juli 2023. 
  3. What To Look For: ABCDEs of Melanoma. https://www.aad.org/public/diseases/skin-cancer/find/at-risk/abcdes. Diakses 5 Juli 2023. 
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare