7 Kemungkinan Penyebab Muncul Memar Tiba-tiba

7 Kemungkinan Penyebab Muncul Memar Tiba-tiba

  • Post category:Perawatan
Share

Memar sering terjadi pada kehidupan sehari-hari karena berbagai hal, seperti terbentur furnitur atau cedera pada saat olahraga. Namun, ada juga kondisi di mana terjadi memar tanpa sebab yang jelas. Jika ini terjadi, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Biasanya, hal ini terjadi akibat gangguan kesehatan lainnya.

Berikut adalah penjelasan seputar memar tanpa sebab serta beberapa kondisi yang mungkin mendasarinya.

Apa itu Memar?

Memar adalah cedera kulit yang umum terjadi dan menyebabkan perubahan warna pada kulit. Darah yang keluar dari pembuluh darah yang mengalami kerusakan di bawah kulit akan menumpuk di bawah area yang dekat dengan permukaan kulit. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya warna hitam dan biru.

Dalam dunia medis, memar disebut dengan ecchymosis dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, walaupun memar tanpa sebab dapat menjadi tanda-tanda gangguan kesehatan lain.

Pembuluh darah yang pecah dapat menyebabkan memar di kulit. Pembuluh darah merupakan saluran yang membawa darah ke seluruh tubuh dan dapat mengalami kerusakan atau kebocoran.

Masalah ini membuat darah mengalir keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di bawah kulit karena tidak ada kulit yang terbuka. Sehingga, darah tidak dapat keluar dari bawah kulit.

Penumpukan darah ini kemudian menunjukkan tanda yang jelas di bagian kulit, yaitu perubahan warna kulit. Namun, sel-sel darah merah akan memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah ini sehingga menghentikan perdarahan dan perlahan menyembuhkan memar.

Apa Penyebab Memar Tiba-tiba?

Memar tanpa sebab yang jelas bisa juga terjadi. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan kesehatan lain yang menyebabkan lebam muncul. 

Berikut ini adalah kemungkinan penyakit dan kondisi yang menyebabkan memar.

1. Olahraga Terlalu Intens

Olahraga yang terlalu keras dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah. Hal ini sering terjadi pada atlet dan binaragawan, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang biasa.

2. Gangguan Perdarahan

Gangguan perdarahan dapat menyebabkan memar tanpa sebab, terutama apabila diikuti dengan mimisan atau gusi berdarah.

3. Benturan Tanpa Disadari

Benturan atau cedera yang tidak disadari di area yang mengalami lebam. Ini juga bisa terjadi pada lansia dengan kulit yang telah menipis sehingga rentan mengalami lebam. Jaringan di sekitar pembuluh darah juga rentan untuk rusak.

4. Penggunaan Obat Tertentu

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan memar, yaitu OAINS, seperti aspirin atau ibuprofen, dan pengencer darah seperti heparin dan warfarin.

5. Kecelakaan

Kecelakaan berikut ini juga sering menyebabkan lebam:

  • Cedera olahraga;
  • Kecelakaan yang melibatkan kendaraan;
  • Gegar otak;
  • Cedera kepala;
  • Terkilir;
  • Cedera otot;
  • Pukulan atau benturan;
  • Memar yang terjadi setelah terjadi luka sayat dan luka bakar.

6. Kekurangan Vitamin

Beberapa vitamin membantu tubuh menyembuhkan luka dengan cara pembekuan darah. Kekurangan vitamin C dan vitamin K dapat menyebabkan tubuh kesulitan untuk menyembuhkan luka sehingga menyebabkan perdarahan dan memar.

7. Kondisi Kesehatan Lainnya

Beberapa kondisi kesehatan lain dapat memicu timbulnya lebam secara tiba-tiba, seperti:

  • Trombositopenia, yaitu kondisi ketika jumlah sel darah merah yang lebih rendah daripada kadar normalnya yang biasanya disebabkan oleh gangguan sumsum tulang belakang, seperti leukimia, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Leukemia, terjadi ketika sel-sel darah putih di sumsum tulang belakang diproduksi berlebihan sehingga menyebabkan infeksi, peradangan, atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
  • Hemofilia A, Penyakit ini merupakan gangguan perdarahan yang diturunkan. Penderitanya kekurangan kadar protein tertentu dalam darah, yaitu protein yang mengatur proses penggumpalan darah. Hal ini menyebabkan penggumpalan darah yang tidak normal.
  • Hemofilia B, merupakan penyakit genetik yang jarang terjadi, namun dapat menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal seperti halnya hemofilia A. Perbedaannya, hemofilia A adalah kondisi kekurangan faktor VIII, sedangkan hemofilia B kekurangan faktor IX. Keduanya merupakan protein dalam darah.
  • Kekurangan Faktor VII, yaitu salah satu protein lain dalam darah yang menyebabkan ketidaknormalan pada pembekuan darah . Faktor VII merupakan protein yang sensitif terhadap vitamin K. Gejala dari penyakit ini termasuk perdarahan abnormal setelah melahirkan, operasi, atau kecelakaan, mudah memar, mimisan, gusi berdarah, dan periode menstruasi yang lama.
  • Kekurangan Faktor X, disebut juga kekurangan faktor Stuart-Prower, yang juga merupakan gangguan perdarahan yang diturunkan, tetapi dapat juga diakibatkan oleh obat-obatan tertentu. Kekurangan faktor X juga menyebabkan gangguan pada mekanisme pembekuan darah. Gejalanya sama dengan gejala kekurangan faktor X.
  • Kekurangan Faktor V, disebut juga proaccelerin, yang juga merupakan bagian penting pada mekanisme pembekuan darah. Hal ini menyebabkan perdarahan lebih lama setelah operasi atau kecelakaan dan gejalanya termasuk mudah memar, mimisan, dan gusi berdarah.
  • Kekurangan Faktor II, atau disebut dengan prothrombin dan juga mempunyai peran penting dalam pembekuan darah. Gejalanya termasuk perdarahan pada plasenta pada proses kelahiran, memar tanpa sebab, mimisan yang lama, gusi berdarah, masa menstruasi yang lama dan berat, dan perdarahan internal di organ-organ tubuh, otot, tengkorak, atau otak.
  • Varises, kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat pembuluh darah membesar, melebar, dan dipenuhi oleh terlalu banyak darah. Gejala utamanya adalah pembuluh darah yang tampak jelas dengan bentuk yang ganjil, rasa sakit, bengkak, rasa berat dan rasa sakit di sekitar pembuluh darah.
  • Deep Vein Thrombosis (DVT), yaitu penggumpalan darah di pembuluh darah vena yang berlokasi di bagian dalam tubuh dan termasuk kondisi gawat darurat yang harus ditangani secepat mungkin. Gejala-gejalanya termasuk pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau tungkai kaki, biasanya hanya pada salah satu tungkai.  Selain itu juga terasa kejang pada kaki yang terserang DVT dan rasa sakit tanpa sebab di kaki dan pergelangan kaki, termasuk juga kulit berubah warna menjadi kemerahan atau kebiruan.
  • Vasculitis, kondisi di mana pembuluh darah mengalami peradangan. Gejalanya termasuk perdarahan dan memar, napas pendek-pendek, mati rasa pada anggota tubuh, borok, benjolan pada kulit, dan petechiae.
  • Senile Purpura, kondisi yang biasa terjadi pada lansia ini terjadi akibat perdarahan dan dapat berisiko merobek kulit.
  • Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP), penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan jumlah trombosit rendah, purpura (perdarahan dalam kulit), dan episode hemorragia (perdarahan) yang disebabkan oleh antiplatelet autoantibodi (tubuh menghasilkan antibodi yang menghancurkan trombosit).

 

Baca Juga 5 Cara Mengobati Memar Sendiri

 

Cara Mengobati Memar

Walaupun ada beberapa memar yang membutuhkan pengobatan, tetapi umumnya memar akan hilang dengan sendirinya. Baik memar yang dipicu oleh cedera maupun kondisi memar tanpa sebab dapat diobati dengan langkah-langkah sederhana berikut ini untuk membantu penyembuhan lebih cepat:

  1. Beristirahat dan tempatkan area yang cedera pada posisi yang lebih tinggi dari jantung. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah bengkak dan untuk meredakan rasa sakit;
  2. Kompres area yang memar dengan kompres dingin pada 24-48 jam setelah cedera. Pastikan es tidak langsung terkena kulit, sebaliknya bungkus es di handuk dan kompres memar tidak lebih dari 15 menit setiap kali. Ulangi sepanjang hari.
  3. Minum obat yang dijual bebas, seperti asetaminofen, tetapi sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi obat.
  4. Jika terdapat perdarahan aktif, maka sebaiknya lakukan penekanan dengan kasa selama mungkin sebagai penanganan awal dan segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus Ke Dokter Saat Memar?

Meski memar dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi ada beberapa kondisi di mana Anda harus memeriksakan memar, yaitu:

  1. Memar lebih sering terjadi dan lebih parah daripada biasanya;
  2. Terdapat gejala lain yang mengikuti memar, seperti demam, rasa mudah letih, atau perubahan pada kulit;
  3. Memar timbul setelah mengonsumsi obat;
  4. Memar lama sembuh;
  5. Timbulnya petechiae, yaitu bintik-bintik merah kecil serupa ruam di area yang memar;
  6. Timbulnya purpura, lapisan keunguan di area yang memar;

Anda juga harus menghubungi dokter apabila memar besar timbul setelah trauma atau kecelakaan tertentu, khususnya apabila diikuti dengan rasa ringan di kepala (lightheadedness) atau rasa pusing karena hal ini merupakan tanda-tanda perdarahan internal.

Memar tanpa sebab bisa jadi berbahaya, maka Anda perlu segera menghubungi dokter ketika menyadari gejala ini. Hubungi tim Kavacare di nomor 0811 1446 777 untuk mendapatkan pemeriksaan langsung di rumah oleh dokter.

Sumber:

  1. Bruises. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/bruises-article diakses pada tanggal 2 Mei 2023
  2. Bruises (Ecchymosis). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises diakses pada tanggal 2 Mei 2023 
  3. What’s Causing These Black and Blue Marks? https://www.healthline.com/health/bruise#types-of-bruises diakses pada tanggal 2 Mei 2023
  4. What to Know About Bruising Easily. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325525#treatment diakses pada tanggal 2 Mei 2023

 

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare