Luka Terbuka: Definisi, Jenis, dan Langkah Perawatan

Luka Terbuka: Definisi, Jenis, dan Langkah Perawatan

  • Post category:Perawatan
Share

Dalam aktivitas sehari-hari, Anda bisa mengalami luka akibat terbentur atau tersayat benda tajam. Biasanya luka terbuka yang ringan bisa dirawat di rumah dengan cara membersihkan luka dan membalutnya dengan perban. Meskipun demikian merawat luka terbuka harus dilakukan dengan tepat. Pasalnya jika salah dalam menangani, luka bisa berakibat infeksi.

Simak apa saja luka terbuka serta bagaimana cara mengobatinya berikut ini.

Apa Itu Luka Terbuka?

Luka terbuka adalah sebuah cedera yang membuat jaringan tubuh bagian luar dan dalam robek. Biasanya luka terbuka membuat jaringan kulit robek dan menimbulkan pendarahan ringan atau berat. Tergantung seberapa parah atau dalam robekan yang terjadi pada jaringan tubuh.

Luka yang ringan biasanya terjadi akibat terbentur benda tajam atau tersayat pisau. Luka ini bisa dirawat di rumah secara mandiri. Namun, jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan pendarahan yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit, sebaiknya Anda segera mencari pertolongan medis.

Jenis-Jenis Luka Terbuka

Ada empat jenis luka terbuka yang perlu Anda tahu yang mana digolongkan berdasarkan penyebab cedera. Hal ini tentu agar Anda bisa merawat luka terbuka dengan tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi yang parah.

1. Abrasi

luka terbuka, luka abrasi
Infografis Luka Terbuka Abrasi – Kavacare

Abrasi adalah luka terbuka yang terjadi akibat kulit bergesekan dengan sebuah benda dengan permukaan yang kasar. Misalnya kulit yang bergesekan dengan lantai yang kasar.

Biasanya luka abrasi tidak menimbulkan pendarahan yang parah. Meskipun demikian, Anda tetap perlu merawat luka ini dengan tepat. Salah satu caranya yakni membersihkan luka dari tanah atau kotoran dengan cairan NaCl agar Anda tidak mengalami infeksi.

2. Laserasi

luka terbuka, laserasi
Infografis Luka Terbuka Laserasi – Kavacare

Laserasi adalah cedera atau luka di mana menyebabkan robekan yang dalam pada jaringan kulit. Jenis luka ini biasanya terjadi akibat sayatan pisau atau kecelakaan dengan perkakas yang tajam seperti gunting atau alat pahat kayu. Biasanya luka laserasi menimbulkan pendarahan yang cepat dan ekstensif.

3. Luka Tusukan

luka terbuka, luka tusukan
Infografis Luka Terbuka Luka Tusukan – Kavacare

Luka tusukan adalah luka terbuka yang terjadi karena adanya tusukan dari benda panjang yang runcing dan tajam seperti paku atau jarum. Sehingga menyebabkan luka berbentuk lubang kecil pada jaringan tubuh. Luka tusukan biasanya menimbulkan pendarahan yang cukup serius, tetapi terkadang juga tidak mengeluarkan banyak darah.

Walaupun terkadang tidak menimbulkan pendarahan yang parah, luka tusukan tetap perlu dirawat dengan serius. Sebab, biasanya tusukan menyebabkan luka yang cukup dalam, bahkan hingga bisa merusak organ dalam. Sehingga Anda perlu mendapatkan pertolongan medis untuk merawat luka terbuka akibat tusukan.

Anda mungkin juga akan mendapatkan suntikan tetanus dari dokter. Di mana ini demi mencegah infeksi tetanus, terutama untuk Anda yang tertusuk paku atau jarum yang berkarat.

4. Avulsi

luka terbuka, avulsi
Infografis Luka Terbuka Avulsi – Kavacare

Avulsi adalah luka terbuka akibat adanya robekan sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya. Luka ini bisa terjadi karena kecelakaan parah, ledakan, dan tembakan. Misalnya kecelakaan motor atau mobil yang membuat jaringan tubuh terbentur sebuah benda dengan keras lalu hancur. Biasanya luka ini menyebabkan pendarahan hebat.

 

Baca Juga: Cara Penanganan Luka dan 3 Macam Obat Luka

 

Cara Merawat Luka Terbuka

Jika Anda mengalami cedera yang menyebabkan luka terbuka ringan, berikut empat cara perawatan luka di rumah yang bisa Anda lakukan.

1. Cuci Luka

Langkah pertama dalam perawatan luka terbuka yakni dengan mencuci atau desinfeksi luka. Di mana langkah ini bertujuan untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel pada luka. Namun sebelum membersihkan luka, sebaiknya Anda mencuci tangan terlebih dahulu.

Selanjutnya bilas luka dengan cairan NaCl sesegera mungkin. Dalam membersihkan luka ini, Anda bisa mandi dan membiarkan cairan NaCl mengalir melalui luka. Pastikan juga jika Anda menyiram luka  secara menyeluruh.

Anda mungkin ingin menggunakan antiseptik untuk membersihkan luka. Namun, sebaiknya Anda menghindari membersihkan luka dengan alkohol ataupun hidrogen peroksida. Pasalnya kedua bahan tersebut bisa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Jika terdapat serpihan atau kerikil kecil, Anda mungkin bisa menggunakan pinset yang telah disterilkan dengan alkohol untuk menghilangkannya. Namun, jika serpihan yang menancap besar, alangkah baiknya Anda mencari pertolongan medis. Hal ini demi menghindari pendarahan atau luka yang lebih serius.

2. Tutup Luka

Cara merawat luka terbuka selanjutnya yakni dengan menutup lukanya. Anda bisa menggunakan perban atau kasa untuk membalut luka yang telah dibersihkan. Namun, pastikan jika luka terbuka telah kering sebelum Anda membalutnya dengan perban steril.

Sebelum proses pengaplikasian perban, Anda bisa mengoleskan antibiotik atau gel petroleum yang banyak dijual bebas di apotek. Pengolesan antibiotik pada luka bisa membantu mencegah infeksi dan menjaga kelembaban jaringan kulit di sekitar luka terbuka.

3. Bersihkan Area Sekitar Luka

Langkah ketiga adalah membersihkan area yang ada di sekitar luka setiap hari. Caranya Anda perlu melepaskan balutan perban secara perlahan, lalu membersihkan luka dengan teknik mengairi. Langkah menyiram luka dengan cairan NaCl dapat mencegah luka mengalami infeksi. Setelah selesai dibersihkan, selanjutnya Anda perlu membalut luka kembali dengan perban yang steril.

4. Mengatasi Rasa Sakit pada Luka Terbuka

Jika Anda merasa nyeri pada area tubuh yang mengalami luka terbuka, angkat bagian tubuh yang cedera di atas ketinggian jantung. Langkah ini berguna untuk meminimalisir rasa sakit, mengatur tahap penyembuhan, dan mengurangi pembengkakan yang mungkin terjadi pada area luka. Anda mungkin juga perlu mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Namun, jika rasa nyeri yang muncul hanya ada pada saat Anda melakukan aktivitas tertentu. Anda perlu melakukan sedikit observasi terhadap kegiatan apa yang menyebabkan rasa nyeri muncul. Pada kondisi ini Anda sebaiknya menghentikan konsumsi obat pereda nyeri. Sebaiknya Anda juga berhenti merokok, pasalnya konsumsi rokok dapat menghambat proses penyembuhan pada luka.

 

Baca Juga: Merawat Luka Jahitan, Kapan Harus Menghubungi Dokter?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami luka terbuka serius yang menyebabkan pendarahan hebat atau lukanya hingga memperlihatkan tulang, organ dalam, dan pembuluh darah. Dengan kondisi tersebut, merawat luka di rumah tentu bukan pilihan yang tepat. Anda juga perlu ke rumah sakit jika luka tersebut terjadi akibat dari gigitan hewan buas dan benda yang berkarat.

Selain itu, jika luka tidak kunjung sembuh atau muncul gejala infeksi seperti demam, bengkak, atau muncul nanah. Meskipun Anda telah melakukan perawatan luka di rumah dengan benar, sebaiknya Anda juga segera pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat.

Ada baiknya bila Anda juga pergi ke pelayanan kesehatan jika mengalami luka terbuka dengan panjang lebih dari 1,3 cm. Sebab, kemungkinan luka tersebut memerlukan jahitan. Namun, jika Anda enggan pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat, kini telah ada Layanan Perawatan Luka di Rumah dari Kavacare.

Layanan perawatan luka di rumah ini menawarkan perawatan untuk luka terbuka dengan kondisi ringan akibat dari kecelakaan atau terkena benda tajam. Perawatan luka di rumah dari Kavacare dilakukan oleh perawat medis yang telah berpengalaman dalam merawat pasien di rumah sakit.

Selain untuk merawat luka terbuka, homecare Kavacare juga menyediakan layanan untuk merawat luka bakar, pasca-operasi, dan luka akibat penyakit diabetes. Jika Anda berkenan melakukan perawatan luka di rumah, silakan hubungi Layanan Kavacare Support di 0811-1446-777.

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. 2022. Wound Care: How to Care for an Open Wound or Cut. Diakses pada 21 November 2023 dari https://health.clevelandclinic.org/handling-injuries-from-small-cuts-to-serious-wounds/ 
  2. Roddick, Julie. 2018. Open Wound. Diakses pada 22 November 20023 dari https://www.healthline.com/health/open-wound#types
  3. Lalonde, D., Joukhadar, N., & Janis, J. (2019). Simple Effective Ways to Care for Skin Wounds and Incisions. Plastic and reconstructive surgery. Global open, 7(10), e2471. https://doi.org/10.1097/GOX.0000000000002471
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare