4 Macam Tipe Makanan untuk Pasien Disfagia (Susah Menelan)

4 Macam Tipe Makanan untuk Pasien Disfagia (Susah Menelan)

  • Post category:Perawatan
Share

Menyantap makanan (makan) merupakan aktivitas yang setiap hari dilakukan manusia untuk pemenuhan nutrisi tubuh. Bahkan tidak jarang waktu makan selalu dinanti-nanti oleh sebagian orang karena selain dapat menambah energi dan stamina juga meningkatkan mood. Tetapi mungkin akan berbeda rasanya bagi orang dengan gangguan susah menelan atau biasanya disebut dengan disfagia. Bagaimana tipe makanan untuk penderita disfagia?

Bagi pengidap disfagia, waktu makan mungkin akan menjadi waktu yang sulit. Hal ini karena pasien disfagia umumnya susah menelan makanan reguler dengan konsistensi yang bervariasi. Sehingga perlu memikirkan tipe makanan untuk penderita disfagia, sebab mereka memerlukan modifikasi tekstur makanan sesuai dengan kondisinya. 

Apa itu Disfagia (Susah Menelan)?

Disfagia adalah istilah medis yang merujuk pada masalah gangguan susah menelan. Keadaan ini berupa ketidakmampuan untuk menelan makanan ataupun cairan dengan mudah karena proses penyaluran makanan atau minuman dari mulut ke lambung membutuhkan usaha yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. 

Saat mencoba menelan makanan atau minuman, orang yang mengalami disfagia akan merasa sensasi makanan tersangkut di tenggorokan atau dada. Hingga akan merasakan nyeri pada tenggorokan, tersedak atau batuk sampai nyeri ulu hati. 

Apakah Disfagia Berbahaya?

Masalah susah menelan sebenarnya bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan apabila hanya terjadi sesekali. Ini karena disfagia bisa terjadi karena hal-hal yang dianggap sepele seperti cara makan yang terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan benar lalu bisa sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, gangguan susah menelan ini tentu bisa menjadi serius, karena kondisi tidak dapat menelan dengan benar dapat menyebabkan makanan dan minuman masuk ke paru-paru. Ini dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan atau pneumonia aspirasi. Selain itu, kenikmatan akan makan dan minum juga dapat berubah. Pasien pun tidak bisa makan dengan cukup makanan yang tepat untuk tetap sehat dan menjaga berat badannya sehingga menyebabkan malnutrisi. 

 

Baca Juga: Perhatikan 7 Tanda Lansia Malnutrisi

 

Tanda-Tanda atau Gejala Disfagia

Adapun gejala dari disfagia antara lain sebagai berikut:

  • Sering batuk atau tersedak saat menelan makanan maupun minuman.
  • Merasakan sensasi seperti makanan tersangkut di tenggorokan maupun dada.
  • Merasakan odinofagia atau sakit nyeri saat menelan makanan, minuman, maupun air liur.
  • Susah mengendalikan ludah/ saliva di dalam mulut sehingga sering mengeluarkan air liur.
  • Sering mulas.
  • Berat badan turun secara tidak terduga.
  • Terdapat sisa makanan yang tetap berada di mulut meski sudah mencoba menelan.

Penyakit yang Menyebabkan Gangguan Menelan

Ada cukup banyak penyebab disfagia atau gangguan susah menelan, antara lain:

  1. Sumbing: Bibir sumbing atau cleft palate adalah kelainan bawaan yang ditandai adanya celah pada tengah, kanan atau kiri bibir. Penyakit ini dikenali dengan munculnya celah di bagian langit-langit mulut yang lunak dan ditutupi lapisan mulut. Orang yang lahir dengan kelainan ini memiliki kemungkinan tidak dapat menelan dengan normal. Bahkan makanan dan minuman yang dicoba untuk ditelan bisa keluar kembali dari hidung.
  2. Kanker Tenggorokan: Kanker tenggorokan adalah salah satu jenis kanker yang terjadi akibat adanya sel kanker yang berkembang di jaringan tenggorokan. Tenggorokan sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam proses pencernaan yang berfungsi dalam proses menelan dan menyalurkan makanan dari mulut. Orang yang mengidap penyakit ini berpotensi besar susah untuk menelan makanan maupun minuman.
  3. Stroke: Stroke merupakan penyakit yang diakibatkan karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga pasokan darah ke otak menjadi terganggu. Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi sehingga mengakibatkan terjadinya kematian sel-sel otak. Sementara itu, otak mengoordinasikan banyak otot yang berbeda selama proses menelan. Jadi, apabila sel-sel otak yang mengendalikan proses menelan terpengaruh maka disfagia pun dapat terjadi. Tidak hanya itu, stroke juga dapat menyebabkan saraf dan otot kerongkongan berhenti bekerja dengan benar. Demikian ini dapat menyebabkan makanan bergerak lambat atau bahkan tersangkut di kerongkongan.
  4. Penyakit Parkinson: Penyakit Parkinson adalah kelainan pada saraf progresif yang mempengaruhi gerakan atau kemampuan motorik tubuh pasien. Mengingat masalah kesehatan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan gerak tubuh pengidapnya, maka kemampuan menelan pun bisa ikut terganggu.
  5. Radiasi: Kemoterapi dan terapi radiasi/ radioterapi pada daerah leher dan kepala juga bisa menyebabkan gangguan susah menelan. Hal ini karena beberapa jenis kemoterapi dan radiasi ke kepala dan leher dapat merusak sel-sel yang tumbuh cepat, seperti sel-sel yang berada di lapisan tenggorokan. Demikian ini akan membuat pasien merasa seperti ada benjolan di tenggorokan atau tenggorokan terasa terbakar sehingga akan memberikan dampak susah menelan makanan dan minuman.

Definisi Konsistensi Makanan

Infografis Jenis Konsistensi Makanan Kavacare
Infografis Jenis Konsistensi Makanan Kavacare

Konsistensi makanan adalah kondisi yang berhubungan dengan tingkat kepadatan dan kekentalan suatu hidangan. Ini dapat juga disebut sebagai tekstur yang menggambarkan seberapa cair, kental, dan padatnya makanan. 

Konsistensi makanan menjadi elemen yang turut menentukan cita rasa makanan karena sensitivitas indera perasa sangat dipengaruhi oleh konsistensi makanan. Contohnya, makanan yang berkonsistensi padat atau kental cenderung memberikan rangsangan yang lebih lambat terhadap indera kita.

Di samping itu, konsistensi makanan juga mempengaruhi penampilan makanan yang dihidangkan. Hal ini dapat ditentukan oleh bagaimana cara memasak dan lama waktu memasak makanan tersebut. Bagi para pengidap disfagia, memakan hidangan dengan konsistensi makanan yang tepat sangat diperlukan karena dapat menurunkan resiko tersedak, dehidrasi, dsb.

 

Baca Juga: Bagaimana Menyusun Menu Ideal untuk Lansia?

 

Berbagai Tipe Makanan untuk Penderita Disfagia

Berikut ini rekomendasi berbagai jenis makanan untuk pasien disfagia atau orang dengan gangguan menelan yang sedang menjalani diet sehat dan seimbang:

1. Produk Olahan Susu

Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare 1
Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare – Produk Olahan Susu

Produk olahan susu umumnya aman dan mudah ditelan karena konsistensinya tidak terlalu kental pun tidak terlalu cair. Beberapa produk susu itu antara lain: 

  • Yogurt
  • Puding
  • Krim keju
  • Keju cottage
  • Custard

Keju adalah sumber kalori yang cukup baik dan dapat ditambahkan sebagai saus untuk banyak hidangan. Sehingga beberapa jenis keju adalah tipe makanan untuk penderita disfagia. Tetapi, ada pula beberapa produk susu yang harus dihindari oleh pasien disfagia, antara lain:

  • Yogurt dengan potongan buah besar atau granola
  • Keju kubus atau keju keras jenis apa pun
  • Topping keju yang renyah 

2. Buah-Buahan

Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare - Buah-Buahan
Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare – Buah-Buahan

Kebanyakan buah memiliki konsistensi yang padat sehingga susah ditelan oleh pasien disfagia. Padahal, buah-buahan merupakan tipe makanan untuk penderita disfagia.

Akan tetapi, ada solusi kreatif untuk mengatasinya. Seperti dengan mengolah berbagai buah-buahan yang padat menjadi smoothies di mana buah-buahan tersebut diblender dengan sangat halus. 

Sementara itu, pisang matang menjadi jenis buah yang dapat dimakan apa adanya oleh pasien disfagia. Jika pasien disfagia dapat mentoleransi cairan encer, bisa dicoba untuk memberikannya jus buah asli.

3. Sayuran

Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare - Sayuran
Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare – Sayuran

Agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi secara optimal, mengkonsumsi sayur-sayuran tentu tidak bisa dipisahkan dari diet sehat dan seimbang. Tetapi, sayuran pun perlu dimodifikasi konsistensinya agar bisa ditelan oleh pasien disfagia. Contohnya:

  • Sayuran yang diparut dan disaring untuk diambil saripatinya.
  • Kentang tumbuk
  • Sayuran cincang dan dihaluskan bersama seperti brokoli, bayam, kacang polong.
  • Smoothies hijau, ini adalah cara yang bagus untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran. Untuk membuat cita rasa yang lebih menggugah atau lebih manis, bisa ditambahkan sirup agave atau madu. 

4. Biji-bijian

Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare - Biji-Bijian
Infografis Tipe Makanan Penderita Disfagia Kavacare – Biji-Bijian

Biji-bijian kaya akan nutrisi dan serat juga akan berkontribusi pada diet sehat pasien, sehingga merupakan tipe makanan untuk penderita disfagia yang tepat. Terutama dalam meningkatkan energi dengan kandungan karbohidratnya. Di bawah ini beberapa pilihan untuk konsumsi biji-bijian yang aman:

  • Sereal panas (seperti oatmeal atau oat bran)
  • Sereal yang melunak dalam susu
  • Produk roti yang lembut dan lembab (seperti biskuit dan muffin) disajikan dengan mentega atau olesan lainnya
  • Wafel atau panekuk yang disiram dengan saus apel atau sirup
  • Pasta dengan saus
  • Sereal batangan yang lembut
  • Nasi yang lembut.

 

Baca Juga: 6 Jenis Buah untuk Lansia, Cocok untuk Cemilan!

 

Perawatan untuk Penderita Disfagia

Perawatan untuk mengobati disfagia sebenarnya cukup beragam dan harus disesuaikan dengan jenis dan penyebab yang mendasarinya. Tetapi, kebanyakan perawatannya berupa perawatan di rumah dengan dampingan oleh dokter mengenai pola makan yang tepat untuk melakukan diet yang sehat dan seimbang.

Dalam prosesnya, biasanya pasien susah menelan memerlukan modifikasi konsistensi makanan yang lebih memudahkan proses menelan. Modifikasi konsistensi makanan pasien biasanya akan diuji secara bertahap sesuai perkembangan kondisi pasien dan diuji berkala sebelum diberikan makanan yang lebih padat konsistensinya.

Di samping itu, perawatan untuk pasien disfagia agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi adalah dengan menggunakan NGT. NGT (nasogastric tube) atau tabung/selang nasogastrik merupakan sebuah selang khusus nan tipis dan fleksibel yang membawa makanan dan obat-obatan ke lambung melalui hidung. Ini dapat digunakan untuk semua pemberian makan atau untuk memberi seseorang kalori ekstra.

Itulah berbagai macam tipe makanan untuk penderita disfagia atau susah menelan. Dapatkan resep diet sehat dan seimbang dengan pendampingan dokter dan perawat profesional dengan menghubungi Kavacare di nomor 0811 – 1446 – 777.

 

Sumber:

  1. Disfagia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysphagia/symptoms-causes/syc-20372028 Diakses 30 Juli 2022
  2. Modifikasi Tekstur Makanan dan Minuman Pasien Disfagia. http://medicahospitalia.rskariadi.co.id/medicahospitalia/index.php/mh/article/view/23. Diakses 30 Juli 2022. 
  3. What Causes Difficulty in Swallowing? https://www.healthline.com/health/difficulty-in-swallowing#home-treatmen. Diakses 30 Juli 2022.  
  4. Konsistensi Makanan. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/982/4/04.Chapter%202.pdf. Diakses 30 Juli 2022.  
  5. Soft Foods for Seniors With Swallowing Issues. https://www.seniorservicesofamerica.com/blog/soft-foods-for-seniors-with-swallowing-issues. Diakses 30 Juli 2022.
  6. Nasogastric feeding tube. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000182.htm. Diakses 5 Agustus 2022.
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare